RSS

Senin, 24 Desember 2018

Daya Juang

Aku tak pernah selemah ini dalam memperjuangkan suatu hal
Tapi kenapa aku tak tahan menerima sikap acuhmu
Aku tak mampu berjuang dengan cara ini

Aku tak pernah selemah ini dalam memperjuangkan suatu hal
Tapi kenapa aku sudah ingin menyerah sebelum aku memenangkanmu
Aku tak mampu menerima hasil sia sia

Aku tak pernah selemah ini dalam berjuang
Memperjuangkanmu
Mempertahankan hubungan ini
Bersabar dengan masalahku sendiri

Apakah ini takdir?
Apakah aku tak bisa merubah nasibku terhadapmu?

Apakah aku harus tetap berjuang sekali lagi?
Sampai kesiasiaan ini lebih jelas?

Selasa, 06 November 2018

Bertemu kemudian berpisah dengan Gama untuk bertemu lagi suatu ketika

Aku sudah mengisahkan perpisahan dengan Dhani dan Bayu diakhir tahun 2016. Aku sudah mengisahkan perpisahanku sendiri di pertengahan tahun 2017. Dan sekarang aku akan mengisahkan perpisahan dengan Gama di penghujung tahun 2018.

Kami dipertemukan bulan Maret 2016 di sebuah Kantor pelayanan publik. Dhani bisa dibilang senior karena dia sudah bekerja 3 bulan lebih awal. Gama baru beberapa hari sampai setelah dia menjalani masa orientasi bagi calon pegawai. Aku dan Bayu baru hari pertama, baru saja mengikuti wawancara dengan kepala SDM. Kerja dadakan. Iya.. begitulah. Di awal bekerja akhirnya kami dipersatukan di satu lantai, di loket customer service. Melayani peserta dari Badan Usaha. Setiap hari kami bertemu dengan para HRD dan SDM dari perusahaan, CV, PT, pabrik besar hingga UKM. Awalnya lebih rumit. Kami harus melayani perubahan data PNS, Individu, BU. Cetak kartu semua.  Pendaftaran baru BU dan PNS. Sampai akhirnya kami hanya berfokus pada Badan Usaha saja. Dan terkadang masih beberapa PNS yang sudah terlanjur akrab.

Keakraban yang kami berempat bangun pada peserta ada beberapa yang berlanjut ke hubungan sosial. Berteman, bermain dan masih saling berkabar hingga saat ini. Rasa rindu bukan hanya mengingat kebersamaan kami tapi juga dengan peserta. Kami terlalu asyik memperlakukan peserta seperti sahabay kami sendiri. Begitulah sahabat BU terbangun dengan sempurna. Aku tidak pernah bisa melakukan pelayanan prima karena pada akhirnya malah saling bully dengan peserta. Tapi itu adalah momen yang paling aku rindukan. Saling menertawakan.

Hei Gam. Sudah berapa hari ya ini tanpa nama kamu terpampang di grup cecurut kita. Rasanya aneh bagiku yang sudah tidak aktif bekerja tapi masih asyik dengan percakapan kalian, dan selalu keributan yang kau timbulkan di setiap chat. Trus kalau aku lewat Jombor rasanya tiba tiba aneh aja gitu, kayak ada yang kurang. Tidak bisa tiba-tiba papasan sama kami di bawah jembatan layang. Ah.. padahal kita sudah tak sekantor setahun lebih. Tak pernah chat intensif. Bahkan sudah hampir saling melupakan. Mungkin begitu juga yang dirasa sama anak-anak yang sudah terlanjur sayang sama kamu.

Eh.. tau g sih. Pas pagi hari aku denger kabar kamu bakal pindah, aku sedih banget. Sebenarnya aku sudah tahu hari itu akan tiba juga. Tapi tidak menyangka dadakan banget. Baru aku bilang kudoakan bulan depan. Eh kog beneran sih. Sepagi itu aku bangun tidur terus dleweran air mata. Sedih banget Gam. Beneran, kalau dulu pas aku pergi aku dleweran nangis pas mau ngucap kata perpisahan sekarang aku dleweran cuma dengan nulis blog ini. Padahal kalau ketemu kamu langsung aku biasa aja malah.

Ya ampun Gam.. bahagialah sama Aan. Berikan kami ponakan yang banyak dan lucu-lucu. Doakan aku bisa pergi ke Balikpapan sesegera mungkin.

Aku sedih.
Tak bisa tiba-tiba ngumpul sama kamu dan Dhani lagi. Ibarat rantai kamu adalah kait diantara kita. Yang artinya g ada kamu berarti kita g akan seleluasa berkumpul seperti dulu.

Gamayana.
Semoga bahagia, punya squad yang sayang kamu disana. Membuat squad baru sekenthel kami disini ya. Yang bisa diajak hura-hura, lembur semalaman, main kemana-mana dadakan dan selalu ngajakin sholat berjamaah.
Inget g sih, kita ketawa pas mau sholat gegara Jojo bilang "mau yang biasa apa kilat" trus kita kompak jawab kilat. Eh pas dieksekusi Jojo baca alfatihahnya cepet banget bukannya khusuk malah ngakak kita.
Inget g sih pas puasa-puasa kita masih suka lembur sampai g sempet tarawih. Kita jamaah sama mas Ricky sama Dhani pake kultum yang diisi sama Mas Ricky.
Dan teriakan teriakan lantang kita saat penat lembur.

Semoga kamu mendapatkan teman terbaik disana. Selain Aan ya. Kan Aan terbaik dari yang terbaik jadi teman hidup kamu.

Iya Jo iya. Aku sabar kog. Beneran.

Tapi ternyata ini beneran perpisahan yang sebenarnya. Walau Ikha bilang "main lagi ke kantor lho ya", rasanya sudah beda aja. Hha.

Semoga kita masih bisa saling mendoakan ya Gam.

Sekuel Rendra

Aku belajar bahwa mengenal jajaran gunung sama halnya mengenal dia

Aku belajar bahwa pergi ke tempat tinggi membuat status sosial kita setara tak hanya pameran dari status media sosial kita

Aku belajar bahwa berpetualang denganmu sama halnya kembali menyadari bercerita adalah hal paling menyenangkan di dunia

Aku belajar bahwa gunung mengajarkan kita untuk saling berinteraksi bukan mengacuhkan orang yang ada

Salam anti media sosial sosial club
Mari bertemu dan banyak bercerita

Senin, 10 September 2018

Sobat Galaukuh

Woh.. paan sih ya. Ngapain galau galau segala. Hha. Ah namanya juga anak muda suka membicarakan perasaan yang tak pernah tahu dimana ujungnya.

Jadi..
Kali ini saya akan menyanyikan lagu abdullah..
Teeeeeeeetttttt
Kali ini akan terungkap siapa saja sobat galau ku. Sudah delapan tahun berlalu dan sudah tiga tempat saya lalui sebagai lingkungan bergaul saya.

Pertama. Almaidah Swan. Mantan anggota BFF ini tetap menjadi BFF saya delapan tahun ini. Dari awal kuliah sampai sekarang. 2010. Miris juga sih kalau liat sudah berapa tahun galau kronis kita kagak sembuh sembuh. Ebuset dah. Sampai dia tahu sapa saja yang bikin gue galau. Dan saya tahu pasal apa yang bikin dia galau. Jujur aja nih dia adalah orang yang menurut saya tahu semua kegalauan saya. Dari A sampai AA. Sebenernya kadang suka saling kesel gitu tapi g pernah saling bilang juga. Jadi sok sok bersikap biasa ntaran juga cair lagi. Trus suka banget spam chat. Tiao hari.. hampir tiap hari. Begini kali ya seharusnya sahabatan berjalan damai. Hha. Love love.

Kedua. Duh di tempat kerja lama aku g sempet galau tahu.. eh boong. Aku tetep ceritanya sama Almaidah Swan. Teman kerja disini sih tugasnya jadi distraktor galau. Temen lembur. Temen nginep kantor. Dan teman bersenang senang. Sampai kayaknya tu g ada waktu buat galau gitu. Ya sebenernya ada sih tapi bersyukur yang keinget cuma pas seneng senengnya aja. 
Gimana dulu lembur trus main. Gimana dulu setelah fullday 5 hari kerja trus main. Gimana dulu semangat nginep kantor cuma buat nyari sunrise yang ketutup mendung. Astagah... ku tahu persis apa yang membuat aku g bisa move on dari kalian. Kebahagiaan yang aku habiskan sama kalian. G ada yang bisa menggantikannya. Sedih.

Ketiga. Denitan. Ini nih. Setiap ngeshift sama sesembambak yang ini bahasannua jodo muluk. Umur kita terpaut bbrapa bulan aja. Tapi suka ledek ledekan umur. Wkwk. Dulu waktu satu bangsal tiap jaga malam sama Denitan ini pasti ngobrol sampai malam abis itu bangun bangun kesiangan. Wkwkwk. Kalau g jaga malam, jaga pagi siang kemana mana yang dibahas kapan nikah. Gmn caranya move on. Berusaha gimana lagi. Berdoa yang kek mana. Kajian aja kali ya kita biar disayang sama Allah trus didekatkan jodohnya.
Hha. Denitan. Belum move on dari mantannya. Sekarang statusnya temenan rasa pacaran. Menurutku sih kak, coba deh tanya sama Allah lagi. Beneran g sih di mas Joko ini jodoh sejatimu. Kalau ku terawang kayaknya kamu sama mas Joko ini deh.  Denitan langsung sewot "namanya bukan Joko.....!"
Hha.

Aku..
G tahu usaha seperti apa yang cocok untuk didekatkan sama kamu. Tapi aku tetap berdoa kog biar kamu segera melamarku. 😂😂😂 dan aku g cape cape ngode tiap hari tapi kamunya pura pura tak tahu.

Sabtu, 08 September 2018

Hujan tahun ini September (lagi)

Sudah 2 tahun ini hujan dimulai di bulan September. Mungkin aku bakal bisa nemuin rumus musim seperti jaman SD dulu.

Baiklah..
Mari kita bercerita. Ada sad day ya di bulan ini. Yampun itu jaman alay banget, jaman masih polos dan g kenal kluyuran. Tapi mungkin memang terlalu traumatis makanya sampai 10tahun berlalu aku masih ingat aja. Dan ternyata.. hari ini jadi double sad day. Ah.. orang yang sama lagi. Dia lagi. Sudahlah. Hha. I try to laugh, 😅😅 padahal mah lagi pen nangis. Pas banget lagi mau period. Kayak luka di kasih garem, periiiiiihhhhhh.

Hujan tahun ini aku rasakan kemarin. 7 September 2018. Tahun ini mungkin aku butuh distraktor lebih banyak lagi. Bahkan tugas latsar yang mendekati deadline g bisa mengalihkan pikiranku. Aku masih mager. Masih malas ngerjain tugasnya. Udah kayak pasrah aja gitu. Terus malah sibuk dengan hal lain yang sebenarnya bukan prioritas saat ini.

Lalalalala....
Sampai ku sadari ternyata ku lupa bersyukur. Astaghfirullah..
Aku lupa melihat ke bawah.
Aku terlalu sibuk menengadah. Melihat kemegahan apa apa yang ada di atasku.
Walaupun kita mungkin sedih,
Ternyata Allah sedang mencoba menyapa.
Menyapa melalui kesedihan itu,  kesusahan itu,
Hei.. kemana saja selama ini hingga kau lupa siapa penciptamu.
Kenapa kau harus merasa kecil, bahkan kau belum menyelesaikan setengah perjalanan pertamamu.
Sedikit lagi..
Sedikit lagi dan kamu akan berhasil ke titik selanjutnya.

Setiap individu memiliki titik titik hidup masing masing
Yang bahkan dirinya sendiri tidak tahu persis dengan semua titik yang ada
Dia cuma bisa merencanakan semua nama-nama titik itu
Tapi yang akan mengacaknya adalah Allah
Dan Allah sudah mengacaknya dengan adil sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.

Apa yang kau sukai dari Hujan?
Hujan adalah benang-benang air penghubung langit dan bumi
Hujan adalah benang-benang air penghubung doaku ke langit

Hujan..
Aku akan berdoa di dalam lebat hujan
Diiringi nyanyian hujan
Disuguhi semerbak bau tanah
Agar aku bisa melangkah ke titik selanjutnya
Dimana di titik itu ada kamu

Hujan tahun depan semoga sad day bulan septemberku hilang
Dan berganti happy day

Hi kamu, jangan lama lama
Ku mohon

Rabu, 22 Agustus 2018

Beauty blogger

Jadi setelah aku amati kayaknya jadi fashion blogger or beauty blogger gitu readernya banyak. Terutama sesembakmbak yang pengen tampil ketjeh gitu. Trus owe mikir apa bikin begituan. Eh. Tunggu dulu lah. Pertama fashion gue g update. Kedua beauty kamu tipis tipis aja cuy.

Tapi sebenernya kalau jadi fashion blogger gitu kayaknya lebih mudah. Eh apa iya ya. Alibi aja kan kita pake style made in sendiri. Not really update soal fashion sih aku tuh. Dan lebih suka ke gaya harajuku gitu. Suka aja, praktenya malah berasa buibu desa yang kalau pake baju banyakan g nyambungnya. Hha.

And then, coz of muka gue yang ancur abiz setelah cut off sama klinik estetika.  Dan baru berjuang ke dokter Sp.KK. Yang mana proses pemulusan Sp.KK tak sekilat klinik estetika. Sudah hampir 3 bulan nich. Otw aku g tau harus gimana lagi judulnya.

Ya sebenernya cuma mau sharing sharing aja begitu sama pengalaman muka ini. Ku rindu muka spotlessku seperti setelah terkena campak. Tapi tak serupa seperti saat kau campak.an.

Ya gue pernah kan tuh kena campak. Ruam ruam merah sekujur tubuh. Ngerik banget bayanginnya. Kog bisa gue bertahan. Padahal sekarang kalau rawat pasien kulit kadang mrinding dikit. Nah kan, setelah terkena campak yang efeknya ruam ruam itu membuat wajah gue mulus. Karena saat ruam itu muncul otomatis produksi jerawat berhenti jadilah wajahku nodulless.

Nah..
Terakhir ini gue pake krim pagi berupa papulex oil free resepan Sp.KK. Dari review yang gue baca krim ini bikin kusem. Ehlah.. entah sugesti atau apapun itu, sekali pakai emang langsung bikin rada kusem kan. Tapi aku tetap harus bertahan karena di review yang lain bisa bikin wajah cling dan spotless. Tentu saja ini tidak instan.
Terus dapat obat jerawat. Secara aku sebenarnya masih susah handclear dari mukak. Jadi ya kadang masih suka treatment sendiri mukanya. Ups. Kadang melanggar komitmen sama tangan sendiri. Tapi g kog kalau sama kamu mas. Aku dapat salep tutul. Mediklin. Nah kan aku juga baca tuh reviewnya ada yang malah mukanya merah dan ngelupas gitu kulitnya. Tapi aku pake 1 2 kali jerawat kecil kecil langsung kering dong, kecuali papul di jidat gue yang makin merah dan g mau kempes-kempes. Kayaknya harus nunggu dia matang terlebih dahulu.

Nah trus dapat krim malam yaitu rivaderm dan niacef. Ini obat jerawat semua. Kalau reviewnya g terlalu aneh aneh. Ya hampir sama lah problem kulit.

Gue tahu penyakit kulit itu terlalu mirip mirip karakteristiknya jadi ya.. sudahlah sabar. Pasti bakal ketemu jalan wajah spotless dan cling.

Ini masih bukan beauty or fashion blogger ya. Hha.
Sebenarnya ku cuma mau nulis tapi bingung mau nulis apa. Soalnya uda komitmen sama diri sendiri nulis tentang kamunya kalau kita uda beneran bersanding dipelaminan. Biar kagak malu malu amat kalau g jadi. Hha.

Selasa, 14 Agustus 2018

Keluarga tak sedarah

Oke. Blogku memang isinya tentang cerita kongkow, cerita petualangan dengan orang itu lagi itu lagi. Setelah satu tahun berlalu aku belum bisa menemukan pengganti mereka. Sungguh mereka memang tidak pernah tergantikan. Mereka adalah patner bekerjaku paling pertama.

So this is it...

Kalian ingat formasi BU? Ada empat anak. Yang suka lembur dan berbuat embuh saat lembur. Ada Bayu, Gama, aku dan Dani. Tapi kami sudah berpencar sendiri sendiri. Dan kadang aku dan Gama tetiba chat hanya untuk bilang "ayo dolan", "ayo main". G seintens dulu. Apalagi status gama yang sudah menjadi Ny Aan. Kuasa keseluruhan atas diri Gama adalah Aan.

Aku juga selalu berusaha bisa bertemu Gama dan Dani. Sesering mungkin sebisaku. Dan Alhamdulillah sejauh ini, satu tahun berlalu dengan hampir sebulan sekali ketemu mereka.
Aku belum nemu temen yang bisa diajak lembur kayak kalian. Aku belum bisa nemu temen yang suka nyanti nyanyi teriak pas lagi suntuk. Aku belum nemu temen yang bahkan bisa diajak naik gunung atau tiba tiba kuy pergi kemana. 

Dan ku tahu, akan ada masa dimana kami benar benar tak bisa bertemu lagi semudah sebulan sekali. Gama akan pergi ke Balikpapa. Bayu sudah duluam pergi ke Jakarta. Kamu Bang, kamu sibuk dengan usahamu. Mana bisa aku hanya bertemu dengan Dani jikalai disana tidak ada Gama.

Gama adalah kunci pertemanan ini. Anak kecil yang udah kadi ibu ibu itu. Sedangkan kita bang? Lebih tua dari dia tapi Allah bahkan belum yakin untuk memberikan kita pasangan.

Maka..
Aku tak akan bosan untuk bertemu kalian. Selama aku masih bisa dengan mudah menyapa kalian.
Maka..
Aku tak akan perduli apapun, kalian, aku hanya ingin bertemu kalian sesering setiap hari senin hingga ketemu senin lagi. Seperti dulu. Senin hingga jumat bersama kalian di kantor. Sabtu minggu pergi lagi sama kalian. 

Gam, jangan pergi.
Bang, jangan sibuk terus.