RSS
Tampilkan postingan dengan label cerita hari ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita hari ini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 September 2018

Hujan tahun ini September (lagi)

Sudah 2 tahun ini hujan dimulai di bulan September. Mungkin aku bakal bisa nemuin rumus musim seperti jaman SD dulu.

Baiklah..
Mari kita bercerita. Ada sad day ya di bulan ini. Yampun itu jaman alay banget, jaman masih polos dan g kenal kluyuran. Tapi mungkin memang terlalu traumatis makanya sampai 10tahun berlalu aku masih ingat aja. Dan ternyata.. hari ini jadi double sad day. Ah.. orang yang sama lagi. Dia lagi. Sudahlah. Hha. I try to laugh, 😅😅 padahal mah lagi pen nangis. Pas banget lagi mau period. Kayak luka di kasih garem, periiiiiihhhhhh.

Hujan tahun ini aku rasakan kemarin. 7 September 2018. Tahun ini mungkin aku butuh distraktor lebih banyak lagi. Bahkan tugas latsar yang mendekati deadline g bisa mengalihkan pikiranku. Aku masih mager. Masih malas ngerjain tugasnya. Udah kayak pasrah aja gitu. Terus malah sibuk dengan hal lain yang sebenarnya bukan prioritas saat ini.

Lalalalala....
Sampai ku sadari ternyata ku lupa bersyukur. Astaghfirullah..
Aku lupa melihat ke bawah.
Aku terlalu sibuk menengadah. Melihat kemegahan apa apa yang ada di atasku.
Walaupun kita mungkin sedih,
Ternyata Allah sedang mencoba menyapa.
Menyapa melalui kesedihan itu,  kesusahan itu,
Hei.. kemana saja selama ini hingga kau lupa siapa penciptamu.
Kenapa kau harus merasa kecil, bahkan kau belum menyelesaikan setengah perjalanan pertamamu.
Sedikit lagi..
Sedikit lagi dan kamu akan berhasil ke titik selanjutnya.

Setiap individu memiliki titik titik hidup masing masing
Yang bahkan dirinya sendiri tidak tahu persis dengan semua titik yang ada
Dia cuma bisa merencanakan semua nama-nama titik itu
Tapi yang akan mengacaknya adalah Allah
Dan Allah sudah mengacaknya dengan adil sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.

Apa yang kau sukai dari Hujan?
Hujan adalah benang-benang air penghubung langit dan bumi
Hujan adalah benang-benang air penghubung doaku ke langit

Hujan..
Aku akan berdoa di dalam lebat hujan
Diiringi nyanyian hujan
Disuguhi semerbak bau tanah
Agar aku bisa melangkah ke titik selanjutnya
Dimana di titik itu ada kamu

Hujan tahun depan semoga sad day bulan septemberku hilang
Dan berganti happy day

Hi kamu, jangan lama lama
Ku mohon

Senin, 23 Juli 2018

Waktu sudah berlalu 2 tahun

Dua tahun yang lalu aku dapat kabar baik yany sekaligus buruk. Akhirnya ia akan menempuh kehidupan barunya.

Satu tahun yang lalu aku hampir lupa apa yang terjadi di tahun lalu. Kami bertemu bayi kecil kami. Yusuf. Sekarang dia dimana. Apakah ada keluarga yang mau merawatnya. Apakah dia masih tinggal di panti. Seandainya aku bisa bertemu kau lagi nak, mama rindu.

Dan hari ini.
Aku libur. Setelah perjalanan jaga yang membuat aku lelah.
Hari ini aku pergi ke kantor bertemu Gama, Ikha, mb Inoel, Kiki, Angga, bu Nunuk, Anggit, mb Zu dan lainnya. Ambil paketan tanda kurung Gama. Makan didepan Gama, Ikha dan Mb Inoel yang sedang bekerja sambil sesekali bercerita.
Makan siang di murce. Akhirnya bisa merasakan kembali masakan mbak Murce yang enak. Rasanya kayak masakan warung ijo di Blora. Khas banget. Enak pokoknya.
Dan pada akhirnya terjadi conversation antara aku dan mbak Murce ketika akan membayar.
Mbak Murce 1 : lho mbak kog lama g kelihatan
Aku : hehe
Mbak Murce 1 : dari mana kog g pake sragam.
Mbak Mirce 2 : mbaknya kan udah g kerja disini
Mbak Murce 1 : makanya kog kayaknya pernah liat.

Kadang ingatan orang lain tentang aku membuatku bahagia. Sudah setahun. Mbak Murce masih ingat aja. Sama mbak, aku palig ingat momen makan di murce pas hujan rintik rintik makan sendirian. Padahal Murce udah mau tutup. Aku selalu memilih giliran terakhir istirahat.
Kalau mas Angkringan g mungkin lupa ya. Sudah ingat banget sama yang lain juga. Tapi semenjak tradisi lembir dihapuskan kayaknya mas angkringan g kelarisan kayak pas dulu aku masih kerja disini. Hha.

Kalau Gama dimutasi mungkin g ya aku akan sesering ini main ke kantor. Kalau Gama mutasi mungkin g ya aku masih minta kirim paket ke alamat kantor. Kalau Gama mutasi mungkin g ya aku masih main main sama anak kantor.

Sudah satu tahun lebih dikit aku ninggalin kantor. Dan belum bisa move on sempurna dari tempat dan juga orang orangnya. Juga dari petualangan yang sudah kami lalui selama 15 bulan bersama. Sebentar tapi nyatanya banyak cerita yang sidah aku tuliskan di blog ini bersama mereka.

AKU RINDU.
Di setiap lembur pasti ada piknik selanjutnya.

Setelah sebentar ke kantor aku pulang sebentar juga. Kemudian ke rumah Alma. Hari ini kita akhirnya bisa pergi bareng lagi. Menggalaukan masalah yang hampir 8 tahun belum ada titik temunya. Waktu sudah berlalu begitu cepat ya, Mai. Kog kita kayaknya staknan aja sih.

Setidaknya Allah memberikan kita rejeki sesuai harapan ya.

Hari ini aku berhasil menyetani Mai beli sepatu. Setelah sebelumnya aku juga disetani sama Ipang. Hha. Kayaknya memang ada rasa dendam mungkin ya. Tidak apa apa selagi kita mampu membahagiakan diri sendiri dan belum ada seseorang yang rela membahagiakan kita.

Enjoy your life.

Aku sampai sekarang berpikir bagaimana mengajak bicara burung hantu itu ya. Aku haris mulai dari mana ya, Mai. Ibarat kata nih ya, aku sering liat tu burung berdiam di sangkarnya dari kejauhan. Jadi kalau tiba tiba ikut ngoceh kan aneh. Apalagi buring hantu itu terkenal pendiam ya. Cocok kayak kamu mas. Hha

Dua tahun sudah berlalu ternyata.
Semoga segera berani untuk melangkah ke tangga ya g sesungguhnya.

Selasa, 19 Juni 2018

A Day With Nada (nada cintah)

Kami adalah teman yang dipertemukan oleh suatu program universitas yang berjudul Kuliah Kerja Nyata. Tapi pada ke.Nyata.annya tidak begitu Nyata menurutku. Pengalaman yang tidak begitu berkesan atau tidak begitu luar biasa karena lokasi tidak jauh berbeda dengan lingkungan yang selama ini aku tempati.

Namanya Katrinada Jauharatna. Deh.. bener kagak itu Nad ejaannya. Susah amat ah nama elu. Wokai karena dia sekarang jadi anak jakarte yang tidak akan pindah Jogja dalam waktu yang lamak. Gue elu aje ye.

Setelah sekian purnama. Setelah aku lulus duluan tapi dienye masih belakangan. Ketika gue uda kerja dienye lagi wisudah. Membuat pertemanan ini tak sejadwal. Yang pada akhirnya memaksa Nada pergi merantau ke Ibukota. Ehlah, KTP die juga disane keles. Eh. Ngomongnye dade kebleblesen gine ye.

Pada akhirnya gue bisa ketemu sama Nada. Di emoll JCM, yang menurut hemat Nada sepi dan kagak ada ape ape. Ehlah ni bocah bandingin emoll Jogja sama Jakarte kali ye. Sekedar makan burger ekonomis sama makan di foodcourt.

Nemenin dia beli teko buat emaknya. Dan balik lagi beliin kucing gue sereal karena semua toko makanan hewan tutup.

Ada hal yang membuat kita berpikir tentang teman teman kita yang bisa istikomah di jalan Allah. Juga kesalutan yang aku sembunyikan pada anak ini. Padahal ya g erok erokan dari jaman KKN gue. Tapi ya sekedar duka pake rok aja sih. Sekarang dia sepenuh jiwa pengen hijrah. Uda g pernah nonton, lah gue masih getol banget ajakin anak anak nonton.

Bener sih kata Nada, yang bisa membawa kita kemana adalah lingkungan dan teman kita. Ya.. temanku teman hura hura. Have fun. Yang mungkin pada zaman baheula gue nyebutnya bocah hedon. Karena siklus ekomoni yang masih menanjak membuat gue jadi lupa diri.

Pernah juga Gama sama Aan bilang biar gue bisa ikut kajian lagi. Tapi alih alih rumah jauh masih jadi alasan kolot gue.

Nad, kalau elu di jogja bisa jadi kita bisa jadi teman sekomunitas. Ehlah.. tapi dari pada gue berandai andai mending gue gerak duluan yak. Gimana nih Nad. Semoga kita bisa berlomba lomba dalam kebaikan yak.

Semoga elu dapat suami yang lebih baim dari mantan yang tega teganya ninggalin elu nikah. Hha.

Bismillah...

Rabu, 11 Oktober 2017

A day with Amanda Rooroh

Haiii...
Sejak aku pindah kerja di rumah sakit aku kembali bertemu dengan teman kuliahku. Namanya Amanda. Dulu waktu masih jadi maba waktu ukur jas almamater kita pernah kenalan tapi setelah masuk kuliah beda kelompok jadi g akrab.

Selama empat tahun cuma kenal sebagai teman biasa dimana aku selalu berpendapat bahwa dia cerdas. Referensi jurnal untuk tugasnya selalu up to date.

Kemudian saat kami sudah mencapai tahap anak profesi akhirnya aku dan Amanda jadi satu kelompok. Beberapa stase kami lalui bersama. Dari stase Jiwa sampai Komunitas. Stase jiwa adalah stase yang mampu bikin aku nangis. Bukan berarti karena skripsiku mengambil spesialisasi mental health nursing trus aku lebih dari teman temanku. No. Aku malah terbebani dengan harus memahami ODGJ dan harus membuat rencana interaksi. Terus stase Manajemen yang g kalah bikin pengen nangis karena memanajemen diri sendiri saja susah apalagi sebuah ruangan yang jauh dari standar. Sudahlah. Dan gongnya adalah stase komunitas kami di Blora. Aku sih senang kita pernah merantau di tanah Blora selama 7 minggu.

Nah, setelah setahun kepisah sama Manda karena terakhir pas stase komunitas itu, aku bertemu lagi sama anak itu. Aku dan Amanda satu kelompok lagi. Kelompok orientasi pegawai baru di rumah sakit. Setelah tidak bisa berkeluh kesah sama Gama, sekarang Amanda lah yang jadi pendengar anak impulsif ini. Maaf ya Man. How i'm so talkative with you. Dan pastinya kita sudah seperti duo aneh. Bodo amat.

Aku bisa bercerita lagi. Berkeluh kesah. Kemudian kita berkhayal akan pergi ke Jepang karena prestasi kita di rumah sakit. Terus kita berkhayal kita bakal bisa pindah ke bagian sesuai peminatan kita. Walaupun lama lama kita sudah bisa menerima dengan terpaksa dimana kita sekarang. Tapi kalau kita bisa merubah keadaan, boleh kita mencoba kan.

Mumpung semangat kami masih membara, karena siapa tahu besok lusa khayalan khayalan kami itu terasa berat untuk diwujudkan. Aku merasa beruntung bisa kembali bertemu Amanda. Bagaimana semangat dia dalam belajar sangat tinggi. Aku butuh trigger orang seperti itu. Seorang yang mampu membuat aku bergerak walau dengan sedikit paksaan. Dan banyak khayalan. Semoga bisa menambah semangat kita.

Kita harus banyak banyak cari wejangan dari orang lain ya man. Maksudku orang lain yang memiliki pengaruh tinggi. Dimana kita akan mudah bergerak di labirin setan ini. Ketika kita seperti dadu yang di kocok seenaknya saja dan dibiarkan tinggal di tempat yang tidak sesuai dengan passion kita. Pun begitu kita masih bisa melakukan hal yang kita senangi kan ya.

Aku suka membicarakan tentang bagaimana aku harus bekerja di dalam suatu sistem yang terlanjur konvensional dan cenderung susah untuk di rubah ini. Dan bagaimana cara merubah kebiasaan yang salah. Dan bagaimana cara bertahan untuk tetap idealis walau tenaga tak cukup memadai untuk itu semua. Dan bagaimana cara membuktikan bahwa memang kami layak disebut sebagai tempat bertaraf international dengan orang orang tradisional di dalamnya. Dan bagaimana cara kami bisa memahami klien kami sehingga semua tak ada yang dirugikan.

Dan untuk diriku sendiri adalah bagaimana cara aku bisa menjadi mirror bagi klienku.

Hai Man, tolong ingetin aku kalau aku mulai lelah untuk melakukan perubahan ini. Kau jangan keburu resign ya, kan kita mau ngerubah sistem dan bahkan ngerubah warna sragam kerja kita. Mari jadi panitia seragam yang lebih fashionable.
Masa bodoh dengan program diet. Aku diet besok. Haha.

Semangat mewujudkan mimpi kita ke Jepang Man. Duh ke negara Asia Tenggara dulu juga g apa apa deh yang penting ada yang bayarin. Terus aku mau les bahasa inggris dulu. Aku juga mau baca novel bahasa inggris kayak kamu. I'm too poor to speak english.

Susunan rencana terselubung kita adalah sebagai berikut Man:
1. Cari referensi, baca sampai paham. Duh maaf lho kalau pemahamanku jelek. I'm still learning english.
2. Tanya narasumber tentang tujuan yang akan kita lakukan, juga tanya tentang materi yang relevan.
3. Konsultasi pada dokter yang ahli di bidang tersebut.
4. Melakukan studi pendahuluan terhadap sistem yang sudah dilakukan juga mengumpulkan persepsi tenaga medis yang terlibat.
5. Konsultasi ke bidang sebagai pertimbangan apakah kita bisa maju atau tidak. Ini juga sekaligus cara kita menonjolkan diri sehingga pada suatu ketika kita bisa menjadi panitia seragam. (Tujuan sebenarnya. Wkwkwk)
6. Menyusun pendahuluan hingga tersusun sebuah proposal.
7. Memperlihatkan ide gagasan yang kita punya sehingga orang lain merasa bahwa apa yang kita lakukan ini penting.
8. Lakukan pengamatan dan analisa hasil.
9. Penerapan yang bisa kita berikan pada sistem.
10. Akhirnya kita dimutasikan sesuai denga keinginan kita.

Karena kamu bisa menentukan nasibmu seperti apa. Mau pindah terhormat berprestasi atau pindah karena skandal. 🙊🙉🙈

Kode rahasia: rencana terselubung permutasian
Agen: L.A.

Nantikan vlog kami dalam melakukan rencana rahasia ini.
Bodoh. Begini mau bilang rencana rahasia, klu di vlog semua orang jadi tahu. 😑😑😑
Kode rahasia 2: bodo amat

Jumat, 29 September 2017

Akhirnya hari H yang sesungguhnya

Apaan sih blog ini suka ngomongin hari H g jelas. Ha apaan? Suka ngomongin orang tanpa ijin. Suka ngomongin hal hal masa lalu yang malah terindikasi gagal move on.
Ya trus? Bodo amat lah.

Key..
Hari H itu apa sih?
Intinya adalah hari yang pada akhirnya tiba juga. Hari yang memorable banget entah itu sedih atau senang. Tapi kalau di sini lebih ke sedih. Seperti hari H perpisahan sama Dhani dan Bayu karena mereka sudah g kerja bareng lagi.
Ya sama hari H kali ini adalah saat aku yang harus pergi. Tapi aku udah pergi duluan, nah sewajarnya adalah hari ini adalah hari H itu. H yang sesungguhnya. Jadi harusnya hari ini aku sedih. Aku galau. Aku nangis nangis perpisahan sama anak anak.

Ya..
Banyak moment di bulan September yang aku alami. Jangan jangan besok pun aku nikah di bulan September. Hha.
Seinget aku ya, September itu pernah ada hari sakit hati, hari pas jogja japan week, hari pas jalan jalan ke Bandung, hari pas awal profesi ners, hari pas masa bakti kerja berakhir, hari pas awal musim hujan taun ini tiba, hari pas lembur bahagia. Banyak moment banget.

Iya.. empat bulan sudah aku pergi lebih awal dari jadwal yang seharusnya. Ada sedikit penyesalan di awalnya karena aku harus membayar semua konsekuensi dari keputusanku. Tapi pada akhirnya aku bersyukur. Sekarang aku sudah memiliki rumah baru untuk berteduh. Sedangkan mungkin teman temanku setelah ini, entah kemana.

Hari H. Setelah ditinggal Dhani dan Bayu, sekarang aku yang harus pergi ikuti jejak mereka. Melangkah ke masa depan yang entah seperti apa tapi kami pasti bisa. Bahagia.

Sudah genap empat bulan aku pergi dari kantor lama dan bekerja di RSUP. Sudah berakhir masa orientasiku dan sekarang harus benar benar bekerja. Walaupun masih salah salah dan harus banyak belajar. Berat rasanya di awal, pilihan sudah di tangan. Jalani dengan baik dan ikhlas adalah kunci jawaban terbaik dari semua tanya, kenapa.

Jadi hari ini tadi setelah pulang kerja dari RSUP meninggalkan mungkin kesebelan di antara senior. Aku rada bodo amat pergi ke kantor. Ada hal krusial yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.
Aku sih sempat mikir, bagaimana tanggapan para senior. Ah... sudahlah, namanya juga anak baru masih adaptasi. Jangan dipikirkan terlalu berat, bisa bahagia dan bertahan sudah lebih dari cukup untukku. I need my coping stress. Positive thinking. Udah gitu aja hal terbaik untuk tetap bahagia.

Nah. Aku kebut, soalnya udah janjian sama mak Ning buat nemuin mbake. Menyelesaikan urusan terakhir. Pliss. Cukup terakhir ini ajah. G lagi lagi.

Jam 15.20 aku sampai kantor. Pintu masih terbuka. Parkir motor di depan kantor. Ada pak CS. Duh aku bahkan udah lupa nama nama bapaknya. Huhu maafkan saya pak.
Masuk terus buka pintu ruangan Gama. Nah loh g ada orangnya. Terus duduk di kursi tunggu peserta lantai 1. Di5situ sudah mentereng tiga orang. Brian, Arip Daps dan Dessy. Aku g tahu ya mereka beneran kaget melihat aku atau cuma dibikn bikin aja. Wkwkwk. Aku langsung duduk di depan Arip. Ngobrol sama tiga anak itu. Dan yampun Rip, perut itu dijaga, astagah. Pipimuuuu.... duh.. nyaingi aku? Baru ditinggal empat bulan udah gemukan kamu sekarang ya. Bahagia tak tinggal? Iya. Hem... berbicara banyak hal, membicarakan hal embuh. Di dalam ruangan sana ada mbak Zu.

Terus munculah Raka yang menyapa lalu pergi. Beberapa saat kemudian mbak Zu keluar menyapa dan bercerita. Melakukan pengkajian terhadap kehidupanku selama 4 bulan terakhir. Setelah itu datang Ikha, si pelukable girl. Peluk peluk lagi lah sama dia. Di belakangnya ada Gama. Nek sama Gama biasa aja. Soalnya masih sering main. Tapi ah karang manten anyar yo ngono, sekarang dia lebih bernapsu main sama suaminya timbang sama temennya. Ya iyalah. Wkwkwk.

Sesaat kemudia aku naik ke lantai 2. Suasananya berbeda. Tatanan kantornya sudah beda. Semua baru. Terlihat lebih sempit memang. Astagah, dulu aku pernah ada di tahun tahun pertama kantor ini berdiri dengan dekor seadanya. Lihatlah sekarang. Lebih nyaman. Bingung kan mau sedih apa bahagia. Angga selali duduk dipojokan singgasananya. Duh Ngga, pipimu ra kalah mlembung koyo Arip. Di loket BU ada Alfat bekasnya Arip bekasnya Gama bekasnya Bayu. Ada Riska di bekasnya aku bekasnya mb Anes. Ada Alfi dibekasnya Dhani bekasnya Andhita. Wkwkwk. Apaan sih. Ya maksudnya dulu dulunya itu loket yang nempatin orang orang itu. 😂😂

Cerita banyak hal. Nah cerita merwka mungkin adalah cerita yang paling aku tunggu. Mengapa? Karena mereka masih bertemu dengan sahabat BU. Sabahat para pendistraksiku. Duh. Tapi aku malu kalau ingat ingat tingkah gilaku. Wkwkwk. Isin. 🙈🙈
Mengingat ingat para mas mbak sahabat BU memang hal yang menyenangkan. Wkwk. Mengingat tingkah konyol mereka. Mengingat bagaimana mereka ngrusuhi. Mengingat kebahagiaanku ketika mereka datang. Duh.. kangen.

Kabar yang membuat aku menjadi lebih legowo lagi adalah ketika Alfi, Arip, Rizka bercerita bahwa para Sahabat BU pendistraksi stress itu juga mulai tidak mengurusi hal kantor lagi. Rasanya seperti "kog kalian ikut ikutan aku pergi sih?". Wkwkwk. Artinya adalah kinerja mereka bagus sehingga mereka mendapatkan promosi jabatan yang lebih bagus sehingga tidak perlu lagi mengurusi hal hal kantor. Apalagi udah g ada aku, iye kan? Hahah.

Di awal awal aku masih denial dengan keputusanku sendiri. Di awal awal aku masih sedih kalau g bisa ketemu orang orang itu. Tapi sekarang terlihat lebih mudah untuk melangkah. Karena akan seperti ini, pun kalau aku masih bertahan pasti mereka naik jabatan pula. Jadi.. fair. Yeay.

Kalau diingat dulu pas pagi pagi bad mood, keterusan sampai siang, eh tiba tiba sumringah kalau udah datang pendistraksi stress itu. Berdosa kali aku ini buk. Maaf kan anakmu. Bukan maksud hati untuk melukai  aku hanya ingin menyukai. Wkwkwk. Kan gila lagi aku. Tapi masih ada yang aku rindukan. Yang harus menerima alasan untuk dirindukan. Yang harus ada alasan untuk saling menyapa. Padahal aku tak punya alasan apa apa kecuali rindu. Eaaa..

Nah kan trus mbak Dien muncul menyapa. Lagi asyik asyik ngobrol, Andhita datang dengan teriakannya menyapa Bagus yang sudah menggantikan posisi Alfi duduk di depanku. Wkwkwk. Bagus ini ya gus ya, pernah sekali kau antar aku pulang ya. Wkwkwk. Ngeri kan jalan kerumahku. Duh.. Andhita yang semohay itu peluk peluk kemudian ngrusuhi Bagus.
Mumpung ada Andhita aku vicall mas Adi yang sekarang sudah naik jabatan. Untung kan mas Adi naik jabatannya setelah selesai mengurusi aku. Aku juga kangen mas Adi. Sahabat BU yang sekarang selingkungan kerja denganku. Mas yang sudah aku anggap mas sendiri, aku anggap om sendiri. Mas yang membuat aku bisa seenakwudelku dewe. Mas yang membuat aku rada tenang lah. Terimakasih mas Adi.
Nah kan tak vicall itu mas mas yang masih kerja padahal jam hampir menunjukkan jam pulang kerja. Wkwkwk. Mukamu mas, bruwet. Kapan kapan nek kangen aku vicall lagi ya. Hha. Oiya aku rada g percaya kamu kangen datang ke kantor, wong biasanya kamu datang sesorean sesukamu, ganggu orang yang udah mau pulang. Ngeselin. Dulu kamu ngeselin banget mas. Wkwkkw. Ampun, kamu baik kog mas. Beneran. Hha.

Sudah menyelesaikan urusan sama mak Ning. Cerita sama mbak Wahyu. Salaman sama mas Wahyu. Kangen kangenan alakadarnya sama Angga. Kangen denger Angga menghadapi peserta. Dimana saat seperti itu aku ingin mengacungkan keempat jempolku terus bertepuk tangan atas tindakan dan ucapan Angga. Atau pas dengerin Angga rada emosi gitu kan. Lucu. Hha. Dulu kalau ada Angga semua beres. 

Aku turun lagi ke bawah mau nemuin Gama. Di tangga ketemu sama Jojo. Sudah lupa gimana dulu kami adalah patner Bro dan Ro. Dimana saya adalah Bro seenakwudel dewe dan Jojo adalah Ro teraniaya karena harus tetap ngerjain sendiri. Lupa sudah bahwa dulu kami punya toss ala ala yang sering diubah ubah sama Jojo sendiri, dimana saya hanya ikutin kemauan anak itu. Dan, sapaannya yang sekarang lebih anarkis dong, dorong dorong badan aku ampe mau jatuh kayak mau ajak berantem. Lupa dia gimana dulu sok sok alim sok baik pas awal awal jadi pegawai. Hem... wkwkkwk. G kalah lucuk.

Sampai bawah ke ruangan Gama. Dianya sibuk nggarap. Ya udah. Aku duduk aja. Kayak jaman dulu persis kalau yang ini mah. Aku posisinya duduk di depan Gama. Curhat cerita. Dianya sibuk mantengin komputer, tanggepinnya cuma ya gitu. Duh. G berubah nih anak. Ceritanya kan mau vicall Dhani, tapi 2 kali g diangkat. Yadah.. terserah kamu bang.
Aku bilanglah sama Gama "pacar barunya Dhani siapa sih?". Wkwk dengan setengah kaget Gama tanya siapa? Ya aku g tau lah Gam. Orang aku cuma ngimpi aja hha.

Setelah ya alakadarnya begitu sama Gama. Muncul Eve bercerita lagi. Masa depan yang memang entahlah Eve. Semangat ya. Kalau ga ya uis lah nikah aja sama Raka. Mungkin dengan begitu semua hal akan menjadi lebih mudah bagimu. Terus jedul lagi Jojo dengan sapaan anarkisnya yang jahat itu. Sebel.

Setelah jam 17.00 waktu pulang kantor tiba. Oiya tadi aku juga absen lho. Masih bisa lho. Tapi pake tanya dulu caranya absen gimana. Tanya Brian sama Arip. Wkwk. Beneran lupa aku. Padahal lebih simpel dari cara absenku sekarang yang rempong.

Hari H.
September tanggal 29.
Berakhir sudah masa kerja kami.
Semoga penghidupan terbaik dan lebih baik yang akan kami dapatkan.
Terimakasih atas pengalaman berharga dan keluarga yang tidak bisa kami dapatkan di tempat manapun. Iya karena kalian hanya disitu g ditempat lain. 😅
Terimakasih atas stress yang ditimbulkan bersamaan denga coping stress yang tambah bikin stress tapi sekaligus bahagia.
Terimakasih atas kesempatan mengenal banyak orang yang bisa menjadi bekal kami dalam bersosialisasi dan mencari penghidupan yang lebih baik.
Terimakasih atas pelajaran berharga yang entah apapun itu.
Terimkasih sudah menerima kami apa adanya dan memaksa kami untuk menjadi lebih baik lagi.
Terimakasih.
Dengan gotong royong semua tertolong.
InsyaAllah. UHC.

3 fokus utama:
1. Keberlangsungan finansial
2. Kepuasan orang tua
3. Mencapai keluarga sakinah mawadah waromah barokah

Aamiin.
Yeay.

Apa kabar Cut off?

Pas empat bulan. Pas the last cutoff yang sebenarnya. Pas, jika aku tidak memutuskan untuk berakselerasi. Aku sudah terbebas dari cut off empat bulan terakhir. Aku sudah terbebas dari sahabat BU yang suka ngrusuhi.

Gam, katanya abis nikah g mau lembur lagi. Kog kamu masih lembur sih. Kan udah g ada aku yang nemenin lembur. Hah... ya mau gimana ya Gam? Nasib orang sekabupaten ada di tangan besimu. Wkwkwk.

Hari ini tadi dapat video call gagal sinyal dari Jojo. Ternyata kalian masih lembur. Ya ampun Gam, Jo. Kangen banget sama kalian. Kangen banget kelelahan terus teriak teriak atau malah apatis g ada tenaga. Nyanyi nyanyi g jelas gitu. Yempun.. kangen sumpah.

Karena sinyal di Srumbung belum punya satelit sendiri, makanya susah. Abis ini Srumbung harus meluncurkan satelit sendiri demi kelangsungan komunikasi efektif antara kita, guys. Hha buat apa ya.

Udah aku baru selesai mandi kan. Masih kerudungan handuk. Dan video call berakhir dengan sendirinya.

Hal yang membuat aku tenang adalah di samping mu Gam, ada Bagus dan Jojo yang setia nemenin kamu. Yang kayaknya dua orang itu dulu rajin pulang awal juga. Alhamdulillah, Jojo sendiri aja sudah bisa jadi penghiburan terbaik kita. Apalagi ditambah dengan Bagus. Pasti jadi kuadrat penghiburan. Aku kangen tingkah konyol mereka. Kangen banget. Tapi kalau udah barengan sama mereka aku sebel. Tapi kangen juga. Ih..

Walau capek. Walau lelah. Walau sudah masa bodo. Ada sedikit moment berharga saat hari hari crowded kayak gini tiba. Bukan cutoff BU lagi yang bikin gempar. Tapi cuttoff kabupaten. Semangat ya Gam. Semoga saja kita bisa jadi PNS seutuhnya. Haha. Apalah kata orang orang diluar sana yang tidak merasakan menjadi kita, yang malah memilih jadi ibu rumah tangga dan seorang PNS selow.

Semoga.

Hujan tahun ini September

September 2017

Sepertinya dulu aku pernah punya hari sedih di bulan september. Jaman alay dulu. Setiap tgl 27 September. Wkwkwk. Aku bahkan lupa pasal apa yang menjadi sebab ada hari sedih ini. Tapi aku ingat siapa yang menjadi sebab musababnya. Yang rindunya sederas hujan sore ini. Eaaaa..

Siapa yang mengaku suka hujan?
Aku?
Emh..
Aku suka.
Hujan menyambungkan doaku, membawanya kelangit melalui rintik rintik hujan.
Hujan menghapus amarah dengan dingin dan syahdunya.
Hujan menyanyikan nada nada alam rintik tak beraturannya.

Yang menyenangkan saat hujan?
Tidur..
Merenung.
Berdoa.
Aku lebih suka duduk di balik jendela. Melihat rintiknya yang perlahan menggelap dan menerang. Saat rintik mulai perlahan menjadi lebat kemudian menjadi terang. Nah, saat itu aku berdoa agar aku bisa dipertemukan denganmu segera.
Hal menyenangkan lain adalah, saat hujan lebat aku berdiam diri di Mardhiyah berdoa hingga hujan reda.
Kalau sampai rumah terus tarik selimut. Kaki dan tangan sudah kedinginan. Hahah

Saat hujan. Rumput rumput mulai hijau lagi. Pohon pohon yang gugur mulai bertunas lagi. Kali kali kering mulai memainkan gemercik air lagi. Tanah kering berdebu mulai basah dan hitam lagi.
Tapi..
Aku tidak bisa melihat langit biru dan matahari kuningnya. Aku tidak bisa melihat keindahan sunset dan sunrisenya. Aku bahkan tidak bisa mengajakmu berpetualang mendaki gunung menuruni lembah. Kita tidak mungkin menerjang hujan.
Ah.. tapi aku rindu sangat pergi jauh dan bahagia.

Hujan.
Syahdu.

Duduk di pojokan perpustakaan tidak untuk belajar atau apa, hanya untuk menikmati bersahajanya hujan dalam kesunyian yang tak sunyi.

Menunggu hujan.
Berteman butir waktu berpayung langit mendung. Akhirnya yang tiba cinta. (168-monita)

Begitu sih harapku.

Senin, 25 September 2017

Berhenti mengenang

"Ya iyalah" begitu katamu.
Aku sudah tak ingat sempurna wajahnya, tapi aku masih jelas mendengar suaranya.

Aku Noona. Aku adalah orang yang mampu mengingat seseorang walau lama tak berjumpa. Aku adalah orang yang selalu menyapa orang orang dahulu karena merasa tidak asing. Mungkin kadang aku terlalu nekat. Mungkin kadang mereka bahkan tidak ingat siapa aku. Tapi bagiku mereka adalah teman yang memang harus selalu aku ingat.

Pun begitu dengan dirimu. Sudah berapa tahun kita tidak bertemu. Tapi suaramu jelas masih terdengar sanyup di telingaku. Aku sudah lupa persis mukamu.

Aku baru saja bertemu dengan orang yang memiliki suara persis sepertimu. Bahkan caranya tertawa. Dan aku membencinya. Saat aku bisa mendengar suaramu tapi aku tak bisa melihat ragamu. Aku benci.

Bisa apa aku yang terlalu merindukanmu, tapi takdir tak pernah lagi mempertemukan kita.
Kalau bisa aku ingin lupa semua tentangmu. Tak bisa. Kau sudah menjadi berharga untuk dilupakan begitu saja.

-fin-
Boleh berhenti sejenak mengenang tapi jangan lupa untuk kembali berjalan, atau kau harus bekerja keras untuk berlari mengejar yang lain.

Minggu, 24 September 2017

Tak semudah menunggu hujan reda.

Aku Kinkin. Cewek setengah tomboy setengah feminin. Aku dari kecil merasa sekuat anak laki laki. Aku merasa mampu mengerjakan apa yang anak laki laki kerjakan. Kecuali main layangan. Sampai sekarang aku tidak tahu rumus menerbangkan layangan. Tapi kalau masalah manjat pohon jambu, manjat genteng aku tidak kalah. Mencari ikan di kali, berlari dan berjalan lebih jauh. Aku pun bisa.

Aku lima bersaudara dan itu cewek semua. Aku dari kecil suka bergaya di depan cermin. Mematut matut baju dan sendal hak tinggi milik kakak kakakku. Berharap bisa cepat menjadi remaja kala itu. Pun begitu aku tetap adalah cewek yang tak begitu pwduli dengan penampilan.

Di usia SMP aku malah suka memakai hal hal macho. Sekarang saja karena sudah beranjak dewasa aku harus mulai kembali feminin. Gincu dan bedak adalah hal yang tidak boleh tertinggal kemanapun.

Aku anak bungsu, manja, tidak mau kalah. Kakak kakakku bisa ikut les bela diri, bisa naik gunung, bisa berpetualang. Waktu itu aku masil terlalu kecil untuk mengikuti jejak mereka. Padahal aku tahu, aku ingin seperti mereka.

Aku suka berpetualang. Aku suka menjelajah. Aku suka berjalan jauh. Melelahkan diri. Aku suka berjalan dan menikmati hembusan angin.
Aku berlagak kuat. Tapi aku masih tetap cewek lemah yang ringkih.

Aku suka menikmati matahari terbenam dengan warna abu jingganya. Aku suka matahari terbit dengan warna kuning birunya. Aku suka berada di puncak melihat kebawah, kesekeliling, seperti aku bisa melihat seluruh pulau. Aku suka memandangi bulan dan bintang, mengaguminya hingga terlelap takjub.

Ketika aku harus berhenti menemui hal hal tersebut. Ketika aku harus mengakhiri petualangan yang baru saja aku mulai. Sedih.

Aku Kinkin. Cewek lemah yang sok kuat. Ingin berjalan lebih jauh tapi tak bisa lagi.
Karena dia dan mereka sudah memiliki urusan masing masing.

-fin-

Carilah teman sebanyak banyaknya. Jangan lepaskan mereka. Karena mencari teman tak semudah menunggu hujan reda.

Jumat, 22 September 2017

Terjebak kenangan.

Hallo.
Gue Zi. Cewek yang mudah kejebak sama kenangan. Cewek yang susah melupakan moment moment tertentu. Gue bukan penderita PTSD. Gue g pernah trauma sama masalalu gue. Sepertinya begitu. Tapi entahlah, alam bawah sadarku sepertinya lebih tau.

Gue udah sering merasakan perpisahan dan pertemuan. Gue dulu susah akrab sama orang. Kalau sekarang gue bisa sok akrab sama siapa saja asal mood gue lagi baik. Atau sama orang orang yang entah gimana bisa bikin mood jelek gue jadi baik. Gue pro banget tuh sama orang orang kayak gitu. Orang asing yang kadang SKSD.

Gue pendiem sama orang yang pendiem. Gue rame sama orang yang rame. Tapi kalau udah kenal akrab, gue rame g peduli temen gue diem apa rame. Mungkin kurang perhatian aja gue, makanya gue suka make some noise every where. Bodo amat, yekan?

Dari pada membayangkan masa depan yang g jelas, gue lebih suka membuka buka lagi memori. Buku diary. Photo photo lama. Blog g jelas gue. Sampai modul kuliah pun. Kalau udah asyik gitu kan, gue suka kembali ke masa lalu. Gimana perasaan saat itu. Gimana ekspresi orang orang di sekitar gue. Gimana suasana saat itu. Tidak begitu detail. Tapi berasa nyata banget buat gue.

Gue sempurna banget kejebak masa lalu. Apalagi sama orang orang yang lama g ketemu. Seperti sama Bapak gue sendiri.
Seingat gue waktu sakit tipus. Gue waktu itu kelas 9. Udah mau ujian nasional. Lemes. G berangkat sekolah. Minta dibawa ke puskesmas sama Bapak. Dan gue harus cek darah. Waktu itu di suntik adalah hal mengerikan di hidup gue. Gue jarang memeluk Bapak. Tapi karena saat itu gue takut. Gue peluk Bapak. Masih berasa pelukannya. Masih berasa aroma baunya. Masih berasa dengan sempurna.

Bodohnya gue adalah gue bisa terjebak masa lalu tapi hape di tangan bisa lupa ditaruh di sembarangan tempat. Mungki gue terlalu sibuk mengenang masa lalu jadi lupa sama apa yang terjadi sekarang.

Mungkin gue terlalu fokus pada lelaki masa lalu hingga tak peduli dengan lelaki masa sekarang yang jelas ada di depan mata.

-fin-
Kalian taukan inti dari intro g jelas itu? Kalimat terakhir. Ya... mari fokus dengan dia yang sekarang ada. Yekan?

Bukankah kita beruntung?

Hallo.
Aku Luckie. Seorang gadis yang beruntung. Dua puluh lima tahun sudah aku hidup dan menikmati semua keindahan dunia. Aku seorang perawat. Hidupku selalu lancar. Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku bisa mengeyam pendidikan sesuai rencanaku. Aku bekerja di tempat yang sesuai seperti perkiraanku.

Aku bekerja di sebuah RS pemerintah pusat. Rumah sakit berstandar internasional, rujukan nasional. Banyak aku temui orang orang kuat di tempat aku kerja. Banyak aku berpikir, begitu banyak nikmat yang Tuhan berikan pada kita yang sehat.

Pun begitu, aku bukanlah manusia sempurna. Aku juga pernah sakit. Di rawat di rumah sakit. Di infus. Gagal di infus pun aku pernah merasakan seperti apa rasanya. Skin test yang rasanya perih itu aku pernah rasakan.

Begitu banyak hal yang bisa aku syukuri dari tempat aku bekerja. Aku masih di beri kesempatan untuk sehat. Memiliki banyak waktu di rumah bersama keluarga. Waktu untuk berpetualang bersama teman. Waktu untuk makan apa saja yang aku mau. Waktu untuk tertawa dan berkeluh kesah bersama teman. Tubuh segar dan bebas bergerak.

Bukankah aku begitu beruntung hidup di dunia ini?

Aku pernah jatuh terpuruk. Seperti tidak ada gunanya lagi aku untuk hidup. Mwmbayangkan masa depan yang tidak tahu seperti apa. Aku khawatir. Aku tidak bisa tunbuh tua seperti orang orang di luar sana. Aku pun hanya gadis sakit sakitan yang kadang lupa keterbatasan tubuh. Membiarkannya terforsir kelelahan. Kadang aku lupa, hingga menekan fungsi tubuh ini semaksimal mungkin. Hingga mungkin aku mulai jatuh sakit.

Aku tahu. Aku tak sekuat orang orang di tempat kerjaku. Aku tahu. Apa yang aku rasakan tak seberat apa yang harus mereka rasakan. Kehilangan kebebasan. Kehilangan harga diri. Kehilangan harta. Kehilangan teman. Kehilangan keluarga. Kehilangan apa yang dibanggakan. Malu. Terpuruk.

Tapi mereka mampu bangkit lagi. Tersenyum. Dan terus melangkah untuk tetap hidup dan bermanfaat bagi orang lain. Bertahan hidup walau rasanya akan dijalani lebih sulit. Tapi mereka bisa.

Bukankah aku beruntung hidup di dunia ini?

Bila waktuku pun tiba. Aku telah merasakan 25 tahun hidup dan menikmati keindahan dunia. Aku pernah berpetualang. Aku pernah tertawa bersama teman temanku.
Bila waktuku pun tiba. Aku sudah sejauh ini berjalan. Bermain. Belajar. Berlari. Menjadi manja. Menjadi nakal. Menjadi berguna. Menjadi apa yang bisa aku raih.

Banyak anak anak di tempat kerjaku, harus berjuang dari bahkan mereka baru lahir. Mereka seperti terlahir untuk berjuang dengan jarum dan zat beracun itu. Mereka seperti lahir memang untuk merasakan pesakitan itu. Mereka bahkan tak bisa bebas bermain, apalagi untuk berlari merasakan angin. Tak bisa.

Aku banyak belajar dari anak anak itu. Mereka bertahan dari bayi hinga dewasa. Bertahan dengan prosedur yang kadang terasa menyakitkan atau bahkan sudah mati rasa di kulit mereka. Belasan tahun. Puluhan tahun, mereka bertahan hidup.

Tak semudah yang aku rasakan.
Bukankah aku beruntung hidup di dunia ini?
Dua puluh lima tahun sempurnaku. Sedih. Senang. Canda tawa. Berbaur jadi satu. Aku pun harus kuat seperti mereka.
Aku pun harus kuat.

Aku Luckie. Gadis yang berutung.

Kita tak pernah tahu akan seperti apa akhir kita di dunia ini.
Bukankah kita beruntung terlahir di dunia ini?

-fin-

Selasa, 01 Agustus 2017

Aku sampai di puncak Merbabu

Minggu. 30 Juli 2017
Jam 08.15

Hallo..
Aku akhirnya naik Merbabu lagi setelah memendam rasa pengen naik gunung lagi. Yokatta. Takdir mempertemukan orang baru untuk menjadi teman berpetualang. Pun begitu pengalaman pertamaku naik Merbabu tetap terkenang dengan baik. Pengalaman pertama yang membuat aku mungkin jatuh cinta.

Akhirnya aku bisa naik Merbabu lagi via basecamp gancik. Sekarang Aku sedang duduk menghadap gunung Merapi. Sesaat setelah sampai puncak dengan perjuangan yang begitu melelahkan tapi akhirnya sungguh membahagiakan. Kabut mulai mendekati kami. Di belakangku ada view gunung Sindoro.

Awan bergerak cepat diikuti angin semilir. Sejuk. Matahari yang sedari tadi hangat perlahan lahan terhalang awan. Embun mulain menyentuh rerumputan lagi. Membasahi setiap helai daunnya. Segar.

Jam 08.21
Kabut sudah benar benar sempurna menutupi pemandangan di depan kami.  Gagahnya Merapi terlihat samar samar. Langit biru pun mulai tertutup.

Akhirnya yah. Aku bisa sejauh ini. Bang Dhan pernah bilang nanggung banget kalau g sampai puncak. Ya akhirnya bang.
Tadi aku berpapasan dengan 2 anak kecil, paling umur 8 tahunan. Dua adik kecil itu membuat aku termotivasi untuk bisa naik ke puncak seperti mereka. Seperti itu besok kita ajak anak anak kita ya kan? Hha. Sejak kapan ya aku mulai punya mimpi seperti itu. Hha. Duh nak, ibumu ini mengenal tanjakan gunung aja belum ada satu tahun. Mungkin sedikit terlambat. Mungkin juga tumbuh kembang ibumu ini yang melambat. Hha.

Aku menikmati terpaan matahari. Terimakasih, hari ini matahari benar benar bersinar indah. Alhamdulillah.

Aku sedang berpose sok syahdu sambil mengetik post ini. Samping kananku ada lelaki yang tertidur memeluk kameranya. Lemas. Ya gimana ga lemes, makan malamnya tidak habis, hanya masuk satu sendok. Mual katanya. Maaf ya mas. Malah aku yang mungkin ngotot naik sampai puncak tanpa mempertimbangkan keadaanmu. Duh.. terimakasih banget.
Lagi lagi ya, aku mengetik pos ini ditemani orang yang lagi tidur. Hha.

Dipuncak sana banyak kerumunan pendaki lain. Asyik sekali mengobrol. Mungkin kalau pergi beramai ramai asyik ya. Hhe. Kapan squad ranukumbolo bisa naik bareng lagi? Sekarang aku bisa lebih survive. Mau buang buang dimana mana juga bodo amat. Sekarang aku udah lebih kuat jalan jauh. Aku lebih kuat naik tanjakan. Aku bahkan bisa naik saat siklus bulananku baru memasuki hari ke 2. Hha. Semoga tidak anemia.

Oiya terimakasih untuk mase yang sudah berkenan meminjamkan sleepingbag yang ritnya susah hha. Adem mas. Minjemin matras yang menyelamatkanku dari dinginnya tanah. Minjemin kompor dan nesting yang menyelamatkan kami dari dahaga air kemebul pasca tremos kesayanganku hilang setelah jalan lagi dari pos 2.

Setelah ini bisa kemana lagi ya aku dengan siapa lagi? Hha.
Mauku sih denganmu lagi mas standup yang sekarang g lucu dan lebih serius. Sekali lagi mungkin. Fix. Aku kunci jadwal kemana lagi kita. Sebelum liburku entah kapan dan untuk siapa. 😅😅

Oke.. see you again Merbabu.. 😚

Minggu, 16 Juli 2017

Di bukit Kosakora

Akhirnya setelah sekian hari. Puluhan hari aku terpisah dari mereka. Kami dipertemukan lagi. Tidak mudah. Penuh drama, dan rengekan. Perjalanan kesekian kami ke tempat yang disebut kebahagiaan haqiqi. Hha.
Ceritanya di mulai dari grup chat "cus malang" diganti "cuss ngecamp 15 juli". Grup yang awalnya ada 8 orang juga bertambah. Wacananya sih yang akan ikut acara ini banyak ya. Sekitar sepuluh orang. Aku sih kagak ikut hitungan. Dari 8 orang, yang 3 sudah melepaskan diri dari rumah yang kita sebut kantor.
Jumlah orang yang ada sepuluhan orang itu tidak akan membuat mereka mempertimbangkan saya. Begitu sih pikirku di awalnya. Bayu otomatis udah g mungkin ikut karena ada di ibu kota negara. Aku sih manut yang ngajakin karena pulang kerja sudah jam 14.30 belum juga absen dan lain lain.
Grup yang awalnya rame bahas mau kemana siapa saja sampai mepet hari H malah sepi. G ada kabar. Setelah disimpulkan ternyata hanya ada lima orang yang ikut. Itupun aku sudah dihitung. Aku yang minta ditungguin biar bisa ikut. Abisnya aku pengen banget ikut, sama sama kalian lagi. Menertawakan satu sama lain lagi.
Oiya ini juga acara bridesshowernya Gama. Hem.. anak paling muda itu malah udah mendahului kita kita. Ya sudahlah. Setelah ini giliranku. Begitu kan ya bang? Hha. Semoga disegerakan juga. Jadi kalau kemana mana aku g harus ngributi kalian. Haha. Biar aku bisa pergi sendiri eh berdua sama si abang.
Jadilah formasi berdelapan. Minus Bayu dan bang Dhani. Si abangnya diajakin sekarang juga susah. Malah ada acara keluarga sendiri. Ya sudah digantikan mas Damar dan mas Rahmat. Tapi setelah mepet hari H, mas Rahmat g bisa ikut juga. Mas Rahmat harus mengantar bapak. Ya sudahlah.
Aku seneng sih, akhirnya mereka mau mempertimbangkan saya untuk ikut dalam rombongan camp. Terakhir camp sama mereka pas tahun baru 2017 di Ranukumbolo. Sama persis formasinya. Dengan orang orang ini lagi. Para amatiran ini lagi. Enggak kapok, malah pengen lagi dan lagi piknik sama mereka.
Tahu sendiri koplaknya orang orang ini. Apalagi omongannya Timi yang kadang g terduga dan nylekit. Haha. Aku masih pengen ketawa kalau inget. Nyebelin dan ngezelin banget.
Mas Ricky itu orangnya sok yes. Wkwkwk. Ampun bang. Kadang kadang bisa sok waras juga. Tiba tiba tausiah gitu kan. Yah sebagai orang paling tua ya memang harus lebih tobat ya. Hha.
Timi itu orangnya nylekit. Model hits sepurwokerto city. Bakat diturunkan langsung ke sang adik. Orangnya juga ngeselin dan nyebelin tapi bisa bikin ketawa.
Jojo. Ah sudahlah lupakan anak ini. Hha. Dulu dulunya sih jadi anak paling g jelas. Eh sekarang juga masih. Jangan percaya dengan apa yang dikatakan Jojo. Anak terenggakjelas bangetlah pokoe. Masih dengan kisah pencarian cintanya yang ditagih keluarga besar di kampung halaman.
Ikha. Pelukable girl banget, setiap ketemu peluk. Ketemu lagi peluk. Kami adalah terlemah dari yang lainnya. Anak yang g bisa lepas dari bakso.
Gama ini paling muda. Tapi tetep ya bos. Umi. Ustadzah. Dan lain lain. Yang paling realistis mungkin ya tapi kalau lagi edan ngezelin banget. Yo uis disekarep wae.
Sampai parkiran pantai langsung sholat dulu. Setelah siap siap, pake ada ibu ibu bilang "kalau lewat sana cuma tinggal lurus sampai kosakora. Kalau lewat sini naik turun lewat pantai naik lagi baru sampai kosakora". Kebayang kan itu jauhnya kosakora kayak apa. Sampai melewati gunung lembah gunung lagi.
Karena sudah masa bodo ya udah tetap pakai jalur panjang. Naik bukit pertama langsung nanjak banget. Disitu saya merasa "naik gini aja ngosngosan gimana mau muncak sampai merbabu", senyum kecut atas diri saya sendiri. Lemah banget dah. Udah gitu ya namanya juga naik sama para amatiran, bukannya bantuin nyenterin jalan terjal malah tinggal aja gitu. Padahal itu tanjakan batu karang nyrongat nyrongat.
Setelah beberapa menit naik akhirnya dapat trek turun setelah itu bonus hha. Track datar. Masih dengan jalanan yang tidak terlihat.
Di perjalanan mereka membahas sunset, dan kegagalan kami melihat sunset sepenuhnya ada di aku. Iya aku pulangnua baru jam 14.30. Aku liburnya cuma minggu doang. I'm so sad kalau ingat g se.available jaman dulu sama kalian. Jadwal kita sudah tak sejalan.
Setelah track datar, kita akan melewati lapangan rumput berundak. Tempat perkemahan yang diujungnya sana ada pantainya. Bagus. Masih sepi waktu itu. Kami bertemu dengan rombongan mas mas. Terus tanya arah kosakora. Wahaha. Yah kami lagi lagi lebih percaya perkataan mas mase daripada Jojo. Bahkan saat Jojo tidak berkata apa apa. Sebenernya itu ada jalannya tapi karena gelap kita asal loncat loncat aja. Hha. Bodoh.
Setelah itu kita melewati pantai pasir putih. Disitu sudah ramai banget. Kayak ada perkemahan gitu sama kegiatan kemahasiswaan. Enak banget. Empuk. Kalau tempat itu sepi pasti bagus banget. It can be our private beach. Memasuki pantai itu kita harus bayar 30ribu untuk 2 tenda. Mahal ya. Yah gimana lagi sudah sampai sana kog. Setelah menyebrangi lapangan pasir putih kita naik lagi ke the real bukit kosakora. Disitu kita bayar lagi 2ribu setiap orangnya.
Nanjaknya lebih curam lagi tapi ada pegangan bambunya. Sampai atas sudah ada beberapa tenda yang berdiri. Kira kira ada 4 mungkin. Dan what the... di atas situ ada warungnya dengan segala teknologi dan fasilitas yang ada. Namanya juga zaman modern.
Sampai di atas bukit langsung cari posisi mendirikan tenda. Kita mendirikan tenda di medan yang miring dan tanpa tedeng aling aling. Anginnya was wus was wus. Kita bawa dua tenda. Kapasitas 6 orang yang diisi 4 orang lelaki. Dan tenda kapasitas 2 orang yang diisi 3 gadis cantik. Jadi posisi cewek cewek tidurnya itu berjajar melebar sehingga kaki nekuk. Saat itu sungguh menyiksa sekali. Udah kalau benerin posisi naikkin kepala ntar mlorot lagi. Gama pas dapat ujung sleregan jadi kakinya bisa keluar. Ikha yang paling tinggi dan paling nekuk kakinya anteng banget. Wkwkwk.
Setelah mendirikan tenda selesai, Gama goreng nugget. Menu andalan banget itu. Nugget letoy. Tapi karena jarak camp deket perlengkapan masak disponsori mas Ricky ada kompor, teflon, panci dan piring. Yah mayan lah ya. Belum juga mateng Jojo udah makan bekal duluan. Diikuti kita semua. Setelah makan kenyang. Menempatkan diri masing masing. Duduk duduk sambil sesekali bilang "langitnya keren banget", "itu milkyway", "itu rasi bintang apa?", "eh ada bintang jatuh". Buatku, akhirnya aku bisa camp di pantai dan melihat mahadahsyatnya pemandangan langit dengan bintang jatuh. Yah lumayan lah walau bukan hujan meteor. Sudah cukup bagiku. Habisnya camp waktu di private beach itu mendung dan malah tidur aja kita. Bbzzzzz.
Aku duduk di tenda sama ikha yang tidur. Di seberang kiri ada Gama sama Timi yang lagi asyik cerita tentang masa lalu alahembuhnya dan masa lalu awal kerjanya. Di depan kanan ada mas Damar duduk sambil dengerin musik. Di belakang ada Jojo yang sudah tidur. Mas ricky ngegame.
Aku masih sibuk memandangi langit. Berteriak excited saat melihat bintang jatuh. Sudah bukan jamannya make a wish sama bintang jatuh, kalau mau make a wish ya berdoa meminta sama Allah. Siapa yang dulu kemakan adegan drama korea taiwan dan dorama. Wkwkwk. Ya itu aku. Hha.
Akhirnya, Gama masuk tenda tidur sama Ikha. Timi ngapain ya? Aku lupa. Mas ricky bangun duduk lagi di depan tenda cewek main game lagi. Aku masih duduk menghadap laut dan langit. Memandang kerlip bintang. Mas Ricky ngegame sambil ngasih tausiah ke aku. Aku dengerin mas Ricky, lihat bintang sambil chat. Semua sudah tertidur. Di sebelah kanan depan ada rombongan baru yang lagi bikin tenda dan api unggun.
Aku sama mas Ricky masih terjaga sampai melewati tengah malam. Hingga lelah. Kemudian aku masuk tenda terlelap. Mas Ricky menyusul cowok cowok lainnya tidur. Sayup sayup suara merdu gitaran grup sebelah terdengar. Sumpah.. bagus banget suara mas masnya. Hha.
Pas tidur kaki kita kan ketekuk tuh, soalnya tenda kapasitas 2 dipake bertiga dengan posisi yang salah. Hha. Udah tanahnya g rata. Jadi aku tidurnya mlorot. Kakinya mau aku keluarin eh bukaan pintu tenda ada di sisinya gama. Mau di buka pintunya di depan kan tenda cowok cowok tak di kenal.
Akhirnya aku habiskan malan di kosakora dengan posisi tidur yang g well. Jam 04.30 alarm harian yang terprogram kayak minum obat rutin itu menyala dari hape saya. Kami bangun subuh subuh. Langsung keluar tenda dengan muka bantal. Berbondong bondong menuju arah timur. Menjemput sunrise. Agak mendung dan tertutup oleh pohon pohon. Kami dapat semburat kuning keemasan saja di langit timur.
Selesai menyapa sunrise yang yah.. seperti itu. Hha. Kami kembali ke tenda. Mas Ricky sama Ikha udah mulai menggodok air untuk minum dan bikin popmie. Sama goreng nugget letoy. Makanan favorit camp kami. Nugget letoy. . Jatah air minum sudah dibagi rata. Jatah air popmie sudah dibagi rata. Nugget yang rasanya sudah berubah sampai sisa sisa.
Aku kayaknya masuk angin. Makan mie sudah harus dipaksa paksa biar ketelen. Mual. Terobati sama photo session. Wkwkwk. Dasar.
Ya.. setelah itu kami berfoto foto ria. Beberapa orang yang camp di bawah mulai memadati bukit kosakora. Ramai. Sampai matahari mulai meninggi dan orang orang mulai turun bukit. Kami masih asyik poto poto sampai tidak bosan. Sampai hasilnya mbuh. Sampai ah sudahlah.
Jam waktu dhuha, kami berkemas. Turun bukit. Haaaahh.. rasanya lega banget. Seneng juga bisa pergi sama anak anak ini lagi. Bersyukur banget bisa kenal dan seangkatan sama anak anak petualangan amatir ini. Wkwkwk. Yang aslinya kalau main tuh ke mall, bukan ke tempat rimba.
Pulang dengan perjalanan yang lebih cepat. Dengan medan yang sudah dikenali setelah hari terang benderang. Dan baru sadar semalaman  lewat jalan yang tidak seharusnya. Wkwkwk.
Tanpa mandi dan berbenah diri kami cus pulang. Lewat jalan embuh, jalan asing yang mungkin baru pertama kali di lewati. Tujuannya mau makan nasi merah. Setelah lama banget akhirnya sampai. Gama tidur mulu di perjalanan. Dasar ibuk ibuk pkk.  udah kayak ibu RT yang kecapekan ngurusi anak kamu, Gam. Wkwkwk.
Sampai tempat makan pesan dong dengan seseasalnya mulut berucap. Kenyang iya. Enak iya. Sampai kasir. Hem... hem... ya.ya.ya. hem... wkwkwk. Habisnya lumayan ya. Yah namanya juga tempat makan direksi ya habisnya juga kayak harga direksi dong. Kan para calon direksi. Aamiin.
Kenyang pulang. Jojo nyetir sendirian. Penumpangnya pada molor semua. Wkwkk.
Yeaaayyy..
Agenda berikutnya..?
Wakatta.. aku g bisa ikut lagi, kalau lagi lagi ngajaknya hari sabtu. Oke fine. Beginilah nasib orang 6 hari kerja. Yah begitu kadang saya rindu 5 hari kerja. Tapi setelah dipikir pikir ya sama aja sih ya. Namanya juga sehari 12 jam sama sehari 8 jam kerja. Yeaayy.
Di lain kesempatan jika aku bisa kembali bergabung. Semoga yah.

Sabtu, 24 Juni 2017

Instalansi rawat intensif: catatan harian Ners Baru Banget #2

Hai..
Hari ini aku akan melanjutkan minggu kedua petualangan kami mengelilingi RSUP.
Pas banget nih backsound kali ini adalah takbir. Yeaaayy besok lebaran. Jangan sedih ya kita g dapet libur. Tetap harus jaga. Apalagi untuk teman teman yang jaga di IGD. Semangat.

Minggu ke 2. Sekelompok bareng semua, g dibagi dua lagi. Jaga pagi terus dengan rutinitas yang bisa dipelajari dengan cepat.
Jadi pada jaga hari senin, hari pertama aku udah berangkat pagi pagi tapi malah lupa absen handskey. Bodoh. Hha. Benar benar lupa sama sekali dan tidak ada beban apapun. Yaelah belum apa apa masak gaji udah dipotong. Belum juga jadi dapat gaji lho ini. Hha.

Aku udah sampai depan ICU sendirian, yang lain masih nungguin aku di bawah. Ups sorry. Abisnya kan aku kira aku udah ditinggal ya udah duluan aja kan ya. Ada Manda, Arif, Lely, Isti dan Meirika. Dan anggota tersok yang pagi pagi udah soksokan sendiri, yes I am. Hha.
Mau masuk ke ruangan g ada yang tau kode pintunya. Abis itu ngikut ngikut orang aja. Terus mau ganti baju g tau ruang gantinya, malah ganti di ruang pertemuan. Wkwkwkwk. Kalau Arif ganti di ruang ganti perawat cowok. Eh. Selesai selesai datang sama pak Karu bersahaja kita. Bapak yang pembawaannya adem banget, pinter banget. Pak K. Yokatta.

Hari pertama masih canggung banget. Iya sih dulu udah pernah jaga disini seminggu. Tapi itu kan dulu banget yaelah, udah setahun lebih. Yah, masih dengan wajah wajah lama. Perawat senior yang itu itu lagi. Hha. Ada sih yang berkesan banget, dan pas g pernah jaga bareng. Yeaay. Tapi lagi lagi karena status kami adalah capeg dan bukan mahasiswa maka kami lebih merasa nyaman. Oke, dengan segala kesensitifan Manda ya tentunya. Hha. She just so perfectionis for me. Ya kan padahal aku ini yang dulu sok perfek tapi ternyata di dunia ini masih ada yang lebih perfeksionis dari saya. Wow. Toss dulu. Paling dominan dan paling songong. 😂

Kegiatan pagi di ICU adalah sebagai berikut. Ganti baju di ruang ganti. Datang ke ruangan. Say hay sama yang jaga sebelumnya. Setelah semua siap kemudian operan jaga. Ssstt jangan ngobrol kalian kalau operan. Gitu kan ya nun. Hha kenangan jaman mahasiswa. Selesai semuanya di oper. Kita baris melingkar, pre conference. Berdoa untuk kelancaran dan keikhlasan tanpa batas untuk merawat satu shift penuh. Mendengarkan rencana terapi yang akan diberikan dokter hari itu. Selesai. Pembagian pasien untuk setiap perawat. Selesai.

Setelah semua dapat bagian. Kami menyiapkan semua hal dibantu mbak pekarya. Linen dan baju. Air untuk mandi. Spuit dan tabung ambil sampel darah. Peralatan oral hyegine. Dan segala hal yang mereka perlukan.
Pertama tama suction ET dan TT yang banyak sekretnya, biar jalan napasnya lega. Oksigen yang masuk paru banyak. Nutrisi ke tubuh tercukupi. Oral hyegine, sikat gigi. Bukan, g pake sikat gigi. Pakai kasa yang di tuangkan cairan oral hygine. Duh aku lupa namanya. Hha. Dasar.

Setiap pagi semua dicek analisis gas darah, tujuannya untuk melihat kandungan oksigen dalam darah apakah sudah adekuat. Karena hampir semua memakai alat bantu pernapasan. Paru paru tidak bisa mengembang sempurna. Atau pasca operasi yang memang tidak bisa langsung lepas alat bantu napasnya. Kalian tahu rasanya sariawan tapi g di bibir melainkan di pangkal lidah dalam. Yah itu perlunya oral hyegine.

Sebagai perawat yang baru saja memulai debutnya. Yang sudah hampir setahun lebih tidak pernah memegang jarum suntik. Yang hampir setahun malah berkutat sama kertas berserakan. Kemudian aku harus memulai kembali dari awal. Tenang, saya cukup profesional kog. 😂
Jaga kali ini tidak hanya kelompok orientasi juga ada kelompok profesi adij tingkat dan teman setingkat. Hha. Aku sih merasa masih jadi mahasiswa profesi ya. Yah.. namanya juga vakum setahun, bang. Maklumin ajalah. Yang penting g seamatir itu lah.
Mengambil sampel darah. Darah arteri. Pembuluh darah yang pas kamu raba berdenyut. Nah. Itu adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Mengandung banyak nutrisi dari oksigen. Kalau pembuluh vena itu yang buat pasang infus, membawa darah dari seluruh tubuh menuju jantung untuk diisi nutrisi lagi.
Nah, kalau bunuh diri itu yang dipotong darah arteri. Itu dalem banget, kalau cuma nyayat nyayat doang cuma nyiksa diri, nyusahin orang lain juga. Jadi hiduplah dengan bahagia dan berguna bagi orang banyak. Daripada bunuh diri. Rindu ini sudah cukup mampu membunuhku. G perlu lagi bunuh diri. Eaaaa.. plak.

Nah kan. Pembuluh arteri yang denyutnya bisa dirasakan tapi g keliatan. Duh.. aku ngomongin pembuluh darah mah jadi baper gini sih. Hha. G keliatan tapi keberadaannya bisa dirasakan. G kayak vena ya, keliatan tapi keberadaannya g bisa dirasakan, kecuali pada pekerja keras yang uratnya nonjol banget 😂. Alhamdulillah, kemampuan saya masih bisa diandalkan dengan baik. Yeaayy. Cuma kurang pembiasaan aja. Biar biasa kemana mana sendiri. Biasa apa apa dilakukan sendiri. Ngapain nyari temen kan ya. Kog berasa desperate banget ya.

Sudah selesai semuanya. Kemudian waktu untuk take a bath. Memandikan. Banyak perawat perawat strong disini, yang bisa memandikan pasien sendirian. Padahal buat miringin aja kadang butuh tenaga ekstra. Begitulah seni memandikan pasien. And i'm happy. Ada ilmu lagi yang bisa dipelajari, walau kadang menurut orang lain itu hal sepele. No.... menurutku sangat penting tetap mempertahankan kualitas diri mereka dengan bathing, grooming, hyegine. G lusuh.

Udah mandi. Terus makan. Abis makan istirahat. Dipantau terus status hemodinamiknya sejam sekali. Jam 12 pemberian terapi sesuai program. Makan lagi. Catat status hemodinamik lagi. Di akhir shift hitung balance cairan. Nah kan bagian ini aku suka ngributi Manda. "Man rumus IWL gmn?", "Man ngitung urin output gmn?". Sorry Man, kan kamu udah pengalaman 6 bulan di ICU. Maklum kalau aku suka ngributi kamu. Pengetahuanmu tentang klinis kan juga masih jalan. Kalau pengetahuan klinisku udah hampir kegerus. Hampir. Dan akhirnya diselamatkan kembali. Hha. Banyak kurangnya lah aku kalau dibandingin Manda. Ni anak kadang bikin aku desperate. Dia dibikin desperate sama yang lain. OMG. Berasa kayak remahan wafer nissin rasa coklat toples gambar onthel.

Arus mudik kali ini menelan korban. Iya ada seorang bapak yang kll karena mudik eh trus harus dirawat disini. Istrinya hamil tua, bentar lagi brojol. Jadi kalau naik motor jangan ngebut (nampar diri sendiri), apalagi dengan gaya zigzag. Kalau pas g waspada dan g beruntung, jatuh pasti parah. Patah tulang dimana mana. Jangan lupa pake helm. Otak yang dilindungi helm aja bisa memar apalagi g pake helm. Pliss, yang memar OTAK ya bukan cuma kulit luar kepala. Kalau otak udah cacat dikit aja, ya udah kamu bakal kehilangan fungsi tubuhmu sebagian atau total.
Terus, kalau abis kena paku, kecelakaan, kesayat pisau di tempat tempat kotor yang mungkin ada tetanusnya, jangan lupa vaksin. Tetanus kalau parah bahkan bisa bikin kaku otot napas. G bisa napas? Ya mati. Gejalanya kaku kaku, pertama sedikit kaku lama lama kalau udah parah kaku semuanya. G bisa ngapa ngapain. Innalillahi.
Banyak juga kasus karena berurusan dengan pohon. Dari jatuh abis manjat pohon mlinjo. Jatuh abis manjat pohon kelapa. Sampai kejatuhan pohon abis nebang pohon. Dan kalau posisinya g well, pas kena tulang punggung sebagai pusat persyarafan. Dengan berat hati kadangpun bisa total parase, lumpuh total. Iya ini yang dialami bapak A. Lumpuh total. Selalu bilang iya walau kadang mungkin bapak merasa tidak nyaman. Selalu menerima dan sabar dengan perawatan. Hari terakhir tadi bapak A ingin tahu keadaannya seperti apa. Sabar ya pak. Semoga kesejahteraan bapak tetap terjaga walau dengan keadaan yang seperti sekarang.

Sehat itu murah kog.
Tapi kadang di bikin mahal sama diri sendiri.
Sakit itu mahal.
Tapi biar bisa sakit murah meriah kog.
Jangan tunggu parah dulu. Tetaplah jaga kesehatan. (Nasehat buat diri sendiri).

Aku sebenarnya sedang mencemaskan keadaan kesehatan diri sendiri. G tau efek stress atau apa. Seperti rasanya ada DVT di tangan kiriku. Capek. G ilang ilang. Semoga bukan apa apa. Semoga bukan efek lainnya. Semoga cepat sembuh.
Mungkin kalau pas jaga siang nanti ada kesempatan untuk ke faskes 1.

**
Jadi pas hari pertama dan kedua di IRI kan mahasiswa profesi ada 5, capeg 6. Total 11 orang. Ruangan penuh. Dan semua masih bingung ngapain. Kita kayak ikan di aquarium. Satu ke utara, ke utara semua. Satu keselatan, keselatan semua. Hha.
Duh, Aku belum bikin logbook. Ya ampun, g boleh malas malas lah. Nasib tabungan masa depan ada di logbook. Semangats.

Sabtu, 17 Juni 2017

Instalasi rawat Jantung : Catatan harian Ners Baru Banget #1

Cieeee.
Nge.cie.in diri sendiri. Sekarang sudah bukan pejuang cutoff dan lembur. Menjadi generasi terakhir lembur sangat membahagiakan. Memang harus dimusnahkan. Sekarang aku mah jadi pejuang nge.shift. Yes, I'm Ners. Kembali ke kodrat awal. Pamitan sama bapak jadi apa ya udah laluin seperti semula.

Baru juga kan empat hari jaga udah hampir tumbang aja tubuh ini. Manda udah flue. Si Arif juga sok sokan ikut flue. Tinggal aku aja yang sok tegar tapi udah mulai radang tenggorokan. Uhuk uhuk. Mau minum banyak ini lagi puasa. Mau minum vitamin ini lagi puasa. Mau makan siang sehat ini lagi puasa. Gagal diet mengurangi nasi. Sekarang malah porsi buka sama sahur ditambah biar seterong merawat klien. Biar seterong transport klien kesana kemari. Biar seterong g ikutan sakit. Duuhh.. padahal perut ini lama lama buncit juga. Sedih.. perut roti bantalku. Huhu.

Selama empat hari ini kami adalah mahasiswa. Bukan. Kami pegawai rasa mahasiswa. Gitu sih menurut aku. Bener bener masih ngulang dari nol. Malah minta diajarin adik tingkat yang lagi profesi. Duh mbak rak isin blas koe. Ming kog ngisinngisini. Yah harap maklum, saya ini cerewet. Jadi kalau masih awal awal gini, masih g dong gini biasanya cuma bisa ngrusuhi. Tanya tanya terus. Nanti kalau udah ahli baru soksokan sakenakwudele dewe. Hha. Iya sih, semua orang kan berproses. Dari tidak tahu ke tahu. Dari tahu menjadi ahli.

Hari pertama pada bingung bagi kelompok. Untung mereka sekelompok sama aku yg sakarepe dewe ini. Karena yang lainnya cuma terserah terserah. Ya udah kan tak bagi aja sendiri kelompoknya. Wkwkwk. Bener bener deh ya, aku ini apaan.
Aku berpatner sama Amanda (lagi), dari jaman mahasiswa sampai kerja sama dia lagi. Katanya Manda sih dia udah bosen. Ya terserah kamu Man. Kaka Manda ini kadang terlalu sensitive. Kadang terlalu memikirkan yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan selama berhari-hari. Tenang Man, ada aku disini yang bakal bikin kamu sadar bahwa "yang lalu biarlah berlalu", "g usah dipikirin", "cuma perasaanmu aja". Kata-kata ajaib yang sebenarnya sakarepku tadi lumayan kan bisa membuat Manda lebih tenang. Hha.

Sekelompok cowok sendiri. Namanya Arif (lagi). Ini bukan Arief alias DAPS, tapi benar benar Arif yang lain. Wonge ngapak kie. Ngapak bangetlah. Beneran orak ngapusi. Hha. Umurnya jauh dibawah aku ama Manda. Freshgraduate. Sedih lah kalau membahas tentang umur ini. Rasanya pengen bikin sayembara atau pengumuman. Tentang apa? Ya you know lah. Ini anak kecil suka ngintilin kemana mana. Sampai pengen bilang "sanah sanah" haha. Ye kan namanya juga baru pertama kali mengenal RSUP, g kayak kita yang RSUP itu udah bagaikan rumah kedua Man. Arif masih jadi mahasiswa lagi. Dia baru mengenal lingkungan RSUP yang bertaraf Internesienel. Dan anak ini sudah kurang ajar manggil manggil "mbak chabii". Mana ada yang berani ha.. selama ini pada diem diem aja walau liat pipi gue tembem mleber kemana mana. 😑 sudahlah nak terserah kau saja. Sebahagiamu.

Rotasi minggu pertama.
(Nanti bakal aku bikin diari per rotasi aja ya. Kira kira akan ada 19 seri cerita catatan Ners baru)

Instalasi Rawat Jantung.
Kami kebagian di bangsal rawat inap klien dengan penyakit jantung. Anggrek 1. Kambali bersay hey pada klien dan perawat perawat bertaraf internesienel. Kakak tingkat baik, mbak perawat baik, mas perawat ganteng, ibu bapak perawat ngemong. Mas pekarya petualang. Benar benar bikin betah. Aku rasa sih karena sragam kita sudah putih putih makanya sudah rada setaraf internesienel jugalah aku, hha. Gils, akhirnya aku benar benar merasakan kerja yang sesunguhnya. Kalau ditempat lama kan kerja ya kerja aja,  yang tanggungjawab bukan aku tapi Gama. Ups, maaf Gam. Sekarang aku udah punya tanggungjawab sendiri atas nyawa orang orang disini.

Kami merawat klien dengan penyakit jantung. Klien dengan keperluan pemasangan alat pemacu jantung. Klien dengan gangguan irama jantung.

*Sesungguhnya saat aku ingin bertemu dengan kamu dan pas aku ketemu kamu saat itu irama jantung aku juga kacau. Aku rak ngapusi mas. Tapi apalah daya... ah sudahlah. Irama jantungku sudah kembali sinus rhytm. *

Jantung itu kan alat pompa darah. Darah itu pembawa nutrisi yang akan menjadi energi. Kalau pompanya rusak, otomatis nutrisi yang disalurkan g lancar. Setelah itu energi tidak bisa dibuat. Nah.. makanya orang orang dengan penyakit jantung akan mudah capek. Dan mengapa mereka tidak boleh banyak gerak. Karena nanti kalau butuh energi banyak jantung harus mompa habis habisan untuk memenuhi energi. Eh sekedar mengejan saja g boleh lho. Faktor resiko sakit jantung salah satunya kebiasaan merokok. Seandainya bro broku pada tahu kan kayak apa. Aku harap kalian berhenti merokok. Belum pernah liatkan preman tatoan sok hebat pas sehat eh nangis nangis setelah dirawat di Iccu. Hem... memang biasanya sih begitu, semoga kapok.
Oiya, makanan berkolesterol yang enak banget dan sudah menjadi bagian prinsip bernegara bagi warganegara juga salah satu faktor lho. Nah kan banyak makan gorengan, banyak lemak tuh. Lemak lemak itu masuk ke peredaran darah kan. Setelah itu saking banyaknya lemak g semua larut tuh di darah. Ibarat sungai ada sampahnya, nah sampah sampah itu nyangkut. Sama juga sama lemaknya di pembuluh darah, mereka juga nyangkut. Lama lama jadi banyak yang nyangkut. Terus terus begitu sampai hampir menyumbat pembuluh darah. Lha kalau yang tersumbat di pembuluh darah otak jadilah orang itu stroke. Kalau pembuluh darahnya yang banyak sampahnya di jantung maka matilah otot jantung karena suplai makanannya terhambat. Ya sama kayak kita g makan berhari hari, lama lama mati. Setelah otot jantung mati, g bisa mompa darah dong. Gangguan irama jantung. Kalau dibiarin aja otot jantung yang mati makin banyak. Dan innalillahi. Kita hidup karena jantung masih berdegup sesuai iramanya. Alhandulillah.

Di bansal jantung kerjaannya ya seperti biasa merawat dan memastikan semua terapi terpenuhi. Hem.. sering transport juga ke cathlab. Apa yang dilakukan di cathlab? Ada pemasangan alat pacu jantung. Permanent maupun sementara. Berbahagialah wahai para pemilik jantung yang masih mau berdegup sendiri sesuai irama.
Alhamdulillah, kalau kayak gini jadi banyak bersyukurnya.
Perawatnya ngemong banget, mas pekaryanya friendly banget. Betah. Ditempatkan disini juga g papa aku. Dapat teman porter baru. G cuma ngandelin mas trainer naik gunung lagi. Sekarang punya kenalan mas porter. Kari cuss munggah gunung. 😄

Dua hari berikutnya kita pindah ke ICCU. Ruang intensif untuk klien dengan penyakit jantung. Biasanya kalau sudah stabil di pindah ke Amggrek 1.
Disini aku kebagian kelompok dengan mbak dan mas perawat yang super baik dan mau ngajari. Bikin Manda rada desperate. Hah apaan, Kamu kan abis magang di ICU 6 bulan Man. Jadi aku tau kalau kamu lebih ekspert dari aku yang ngulang dari nol. Ada mas Y yang baik, dirusuhi juga g ngeluh hha. Ada mbak R yang ngajarin banget. Sampai aku yang merasa bersalah. Nasehatin, bikin saya tambah serius. Ini cuman nunggu dipegangin klien sendiri aku mbak. Bertanggungjawab sepenuhnya, satu shift. From A to Z.
Pasti bisa kalau udah biasa, sudah hafal dengan kebiasaan. Pasti akan dilalui dengan baik. Sekarang mah masih bingung bingung. Bener bener dah, dari cuma duduk ngurusi tulisan nama, Nik dan nomor kartu hingga sekarang ngurusi klien, RM, cek lab, terapi obat, askep dan logbook. Terpenting adalah tidak ada pendingan. Kalau sekarang pendingan langsung oper ke shift selanjutnya. Begitu terus sampai semua selesai.

Hari terakhir, dibimbing penuh sama mbak R. Seneng banget. Walau kliennya vomit hematemesis banyak sampai kena celana. Kliennya juga manut banget. Semoga cepat sembuh ya pak.

(paa, begini caraku menebus rasa bersalahku padamu. Maafkan aku ya paa. Dulu aku belum bisa apa apa. 😢😭)

Sabtu, 20 Mei 2017

The last cutoff

Akhirnya cerita bab cutoff sudah berada dipenghujung cerita. Setelah ini tamat. Tidak ada cerita sambungan lagi. Siapa yang akan peduli dengan kebahagiaan cutoff. Kepenatan yang berubah menjadi kebahagiaan. Karena saat itu aku menjadi gila. Gila bersama kalian.
Seperti saat tiba tiba kita meneriakan kepenatan. Menyanyi lantang dan kemudian saling menertawakan. Hampa. Akulah yang akan meninggalkan moment berharga itu. Akulah tersangkanya. Dan aku kini telah mati rasa. Mungkin sudah tak seistimewa dulu. Aku hanya merasa lelah. Sungguh lelah kali ini tak berubah jadi bahagia. Lelah ini semakin membuat aku sedih.

Aku hanya berusaha menikmati beratnya moment terakhir ini. Hanya tertinggal kita bertiga. Gam, akhirnya Arip mau lembur ya. Aku jadi tenang kalau kamu pulang larut. Siapapun yang menggantikanku dia tidak boleh meninggalkanmu pulang larut malam.
Jaman seabad yang lalu, ada dua lelaki yang selalu memaksa kita pulang. Tak berhenti membujuk sampai kita lepas dari tempat duduk. Kemudian mereka malah pergi, menyisakan aku dan kamu. Ya udah g ada yang melarang lagi. Pulang malam ya malam aja. Kelelahan kita yang jadi alarm. Kepenatan kita yang jadi pengingat. Dan kehebatanku adalah jengjeng..... aku cuma bisa nemenin kamu lembur. Cuma itu aja. Kalau ngrusuhi kamu itu aku dari dulu juga jagonya kan. Banyak tanya, g lebih dong dari yang lain. Kalau bps malah ngobrol diskusi sendiri sampai mbak Zu hapal kelakuan minusku yang itu.  Bersyukur mbak Zu g mutusin aku berhenti ditengah jalan. Dari aku yang kalau pulang soresorean sampai paling larut. Dari pendingan cuma cetak kartu sampai migrasi dan thethek bengek yang lain.  Dari hal sepele menjadi hal yang lebih berat lagi. Dari musuh BU hingga sahabat BU. Dari biasa hingga rindu peserta. Dari tak kenal hingga selalu berharap kedatangan mereka mengobati kebosanan.
Kita hanya butuh waktu saja untuk bisa membiasakan diri. Tapi maaf, kalian harus beradaptasi lagi. Maaf. Pun begitu, aku sudah nyaman dengan canda tawa, omelan, ngrusuhi dll. Aku sudah mulai terbiasa, aku sudah tau harus bagaimana. Harus bagaimana agar semua tak dirugikan. Aku banyak belajar dari mereka.

Ini diary melow kesekianku.
Malam tadi kita nikmati cutoff terakhir bertiga. Makan angkringan, tapi yang jaga bukan mase biasanya. Setelah itu duduk berkutat dengan tugas lagi. Bernyanyi keras keras mengusir rasa takut karena tinggal sendirian di lantai 2. Mengajak chat orang orang yang malah bikin g konsen. Hha.
Ini tidak lucu, tapi aku selalu ingin tertawa ketika Arip mengeluh dan mengucap kata kata embuhnya. Yang bisa kita lakukan sebagai penghiburan hanya itu saling menertawakan satu sama lain. Tingkah konyol kalian. Wahai manusia manusia kuat lembur. Hahah. 
Aku ingin menikmati moment ini dengan berdiam diri. Hanya melihat apa apa yang mereka kerjakan. Bermalasan. Tapi dengan cara itu aku membuang waktu dan tenagaku saja. Sekalian aja kan lelahnya. Kita selesaikan pekerjaan.

Di jauh sana ada bang Dhan. Iya dia tak lagi hadir di sampingku untuk sekedar menemani bernyanyi dan mengenalkan lagu lagunya. Aku tau Bang, ada jalan terbaik lainnya yang bisa kamu lalui. Sungguh percayalah padaku. Biarkan aku kos dirumah mamak. Aku lumayan rajin kog. Hha. Bang Dhan sedang membuat karya untuk kami. Sial. Aku hampir nangis mesesegen. Sungguh rindu sekali. Sebenarnya aku memang ingin menangis sekeras kerasnya, namun aku terlalu lelah untuk sekedar menangis. Aku lelah.

Aku bergabung dengan Gama dan Arip di lantai 1. Mulai menertawakan apa apa yang Arip lakukan dan katakan. Tidak lepas mengomeli kelakuan minusnya Arip. Membanding-bandingkan dengan kelakuan lelaki 2 yang dulu. Eh kog g jauh beda ya, sama sama bisa bikin kezel dan marah marah. Hha.  Apa memang begitu kelakuan kalian sudah tercopy sempurna. Kalian benar benar bisa jadi sibling otomatis rival. Kita sebut hubungan itu adalah siblingrivalry. Wkwkwk. Apasih ya. Mendengarkan playlist yang Gama operatori.
Arip malah mulai menghitung mundur dari 11. Kurang ajar anak itu. Berani beraninya menghitung mundur buat aku. Rasanya tak usah ku hitung mundur, besok tiba tiba saja aku harus membuat semua terbiasa tanpa teriakan cemprengku. Tanpa cara bicara lantangku. Tanpa teriakan teriakan tak tahu diri. Haha. Ah.. aku yang terlaku PD kalau sahabat sahabat BU akan merindukanku. Satu dua bulan juga semua akan berjalan seperti biasa. Mereka akan cepat beradaptasi. Aku tahu itu. Iyakan Rip? Nanti semuanya aku serahkan padamu ya. Berikan mereka perhatian lebih. Cukup dengan perkataan yang menenangkan hati mereka saja. Haha.
Setiap telpon berdering dan mereka mencariku, kau harus menggantikanku Rip. Aku percaya kamu bisa. Gama terlalu sibuk mengurus nasib orang sekabupaten. Biarkan Gama bahagia dengan kepenatannya sendiri. Hei, Rip kelak kamu akan bangga jadi most wanted BU. Saat telpon berdering dan yang mereka sebut itu namamu. Kalau seabad yang lalu sih telpon berdering dengan adil. Tapi sejak aku ditinggalkan dan sahabat BU lebih mengenalku jadi aku terlalu mendominasi deringan telpon. Nah, maka setelah ini akan aku serahkan semua ke kamu. Jangan takut mengeluh. Ceritakan semua kepenatanmu pada Gama, Brian dan Alfi. Karena aturannya adalah "semakin kamu banyak mengeluh dengan teman maka semakin akrab kalian". Ya begitulah aturannya. Kenapa begitu? Karena saat kita harus jadi pendengar peserta maka kita juga perlu didengar. Di dengar oleh teman teman terdekat kita sendiri. Nah kan kayak gitu ya, biar kamu sama Brian juga tambah akrab. Seperti ngomongin mbak mbak cantik diluar sana. Atau ngomongin tips tips biar banyak cewek naksir. Jangan lupa ngejar jodoh ya walau sibuk. Karena kata mase yang ngejar itu cowok, cewek mah fokus aja sama dirinya sendiri. Wkwkwk. I'll miss you so much Mas. Tenanan, orak ngapusi. Walaupun kita masih bisa Q-time di bagian bumi lainnya. Sekedar nongki nongki cantik deket rumahmu. 😘

Dan kalian jangan sebar gosip gosip tentang keberadaanku dimana kelak. Bilang aja udah pindah cabang. Karena dari sini aku akan masih berurusan dengan hal yang sama. Dengan nyawa orang. Tapi kalau besok aku lebih memihak peserta, maafkan aku. Setelah ini aku akan belajar bagaimana perasaan mereka. Bagaimana persepsi mereka tentang kita. Maaf jika lebih kurang akan merubah pikiranku tentang kita yang dulu. Walau begitu jangan lupa kasih tahu aku update informasi terbaru. Aku tahu pasti itu akan sangat bermanfaat bagi orang orang diluar sana.
Tenang Angga, aku akan campaign agar 3 fokus kita tercapai. Aku masih masuk dalam visi misi organisasi ini. Aku masih ingin bisa berpartisipasi.

Hai last cutoff ku. I'll mis you so much.
Aku terlalu excited dengan pekerjaan tanpa lembur walau harus kerja shift. Tapi aku setelah ini sehari 8 jam kerja aja kan ya. Nggak akan lebih dari 12 jam kerja lagi. Ibuk, i'll have more time to finding nemo. Eh, to finding a son inlaw for you. Yihaaa..

Dan mase, it will be more difficult for us to spending time with the wild life. Hha. Sekedar tidur menatap milkyway dan bercerita banyak hal.
But we have more time to nongki nongki beauty. And discuse about all we love to do. Music, book, writting, nature and the other.

Bah.. bahasa inggrisku g beraturan.

Cutoff terakhir terbahagiaku.

Kamis, 18 Mei 2017

Tanda tanya kehidupan berikutnya.

Aku sekarang lagi duduk di suatu pojok mushola di RSUP. Ya ini tempat dimana masa laluku berada dan masa depanku di peetaruhkan. Juga masa ketika kenangan buruk dan baik berbaur jadi satu. Memaksaku untuk tetap kuat. Begitukan Pak maumu? Aku disini sesuai harapanmu.

Aku sedang menyelesaikan tahap terakhirku untuk menentukan apakah aku ini pantas berada disini. Atau aku harus tetap bersama sahabat terhebatku disana dan menunggu waktu memutus semua kenangan indah kita.

Berat rasanya meninggalkan tempat yang sudah mau menerimamu. Sudah tahu baik burukmu. Sudah memaklumi kelakuan minusmu. Hatiku tertinggal disana. Dibarisan depan. Tersenyum menyambut kedatangan sahabat.

Aku ingin menangis. Iya. Sedih. Iya. Memilih itu sulit ya. Tapi memang harus diputuskan. Iyakan mas? Hidup kita pilihan kita. Dengan segala konsekuensi yang kita belum tahu sebelum terjadi.

Apa aku bisa.

Selasa, 16 Mei 2017

Saat lelah terdistraksi oleh mereka #2

Akhirnya aku memutuskan untuk membuat catatan ini. Bagian dua. Iya karena aku dulu berfikir pasti akan ada orang orang baru yang bakal mengobati lelah ini. Hha. Dan, ini adalah bulan istimewa. Bulan dimana aku ingin menuliskan semua hari yang telah berlalu bersama keluargaku di Sleman.
Seperti semua orang sudah mulai bersiap siap melepasku dan mencari gantiku. Haha. Walau begitu aku malah merasa biasa saja. Tidak pernah semelow seperti saat aku akan ditinggalkan 2 lelakiku. Yang pasti aku harus menyelesaikan tugasku. Seandainya ada sesuatu yang menyusahkan kalian sepeninggalanku. Aku mohon maaf banget. 😣😣😣😣 aku ngomong apa sih.

Kita lanjutkan mengenai para pendistraksi lelah.

Mungkin dulu mase adalah orang ternyebeli. Karena selalu datang diluar jam antrian. Selalu tergesa gesa ingin pulang. Selalu datang saat matahari sudah mulai kembali ke peraduan. Selalu memohon tapi lama lama ngajak gelut. Haha. Jarang sekali datang. Tapi sudah cukuplah untukku menghafal kebiasaannya. Mas yang sok galak tapi padahal ming ngono kae. Mas yang mewakili tempat masa laluku berada dan masa depanku dipertaruhkan. Haha. Jangan bayangin sesuatu yang roman gitu. Mase Baik. Tapi ming marai ra penakan. Salah satu notif terbaikku. Katanya "yang penting yakin" jan plek bangey karo sing diomongke bang Dan. Tapi sampai sekarang aku belum dapat notifikasi lagi. Thats why aku sampai sekarang masih merasa biasa saja. Gimana nasibku sekarang ya mas?

Mas putih ganteng. Banyak sih yang bilang mase ganteng. Mas Hrd beranak 1 gembul ucul banget. Gemez.  Jadi mase adalah pengganti pic yerbuli yang aku review di bagian 1. Haha. Aku cuma bercanda mas dim, dev. Ini mungkin yang terniat sampai instal telegram cuma demi bisa berkomunikasi dengan saya dengan tujuan fast respone. Pinter banget. Dan suka banget mbingungi dan ngributi. Ya ampun mas apa aku terlalu baik ya. Dulu awal awal pendiem sekarang hem.. aku udah sampai berani sok akrab juga. Kadang datengnya berdua. Tapi karena mas dim ini terusannya dev jadi ya kebawa deh kita sok akrabnya. Kalau mas yang satunya jarang datang dan pendiem. Mas, kamu pendiem mati gaya lah sama kita kita yang sok akrab ini.

Mas genit yang kalau datang langsung pulang g balik ke kantor. Wkwkwkwk. Mas pic ini fansnya bang Dhani dan princess Alfi. Katanya recomended lah 2 orang itu kerja ditempatnya. Aku ming iso ngakak didalam hati. Setiap telpon pertanyaannya sama😂😂 dan maaf bang Dhan, kita suka ngobrolin kamu. Ini mas B kalau datang pas banyak antrian malah langsung pulang. Kalau pas antrian dikit malah bingung. Haha. Terus dilama lamain. Terus malah ajak ngobrol ngalor ngidul g nyambung. Bertanya sesuatu yang sudah ditanyakan. Kelakuanmu mas.

Ini ada lagi mas yang semua orang kantor diakrabi. Semuanyaaaaa. Embuh kog bisa. Siapapun kenal. Aku sih pertamanya g peduli karena keseringan sama Gama. Dan dulu suka ngrusuhi mbak Dita cetak. Padahal kan sabar aja kali mas, tinggal tunggu kita cetakin. Beberapa beluan yang lalu tiba tiba pamer sosmed yang berhasil dia keponi. Dan minta follback kaka. Ya aku tau kenapa jenengan disuruh ngurus ngurus hubungan luar, karena gapyake yo alehembuh kui mau.

Pak kopkar. Sama baiknya kayak pak gik. Ini kalau sama gama cuma satu desa. Hambok ming cerak banget ya Gam? Karyawannya buanyak banget. Kalau datang paling urusnya dikit tapi ceritanya boleh lah. Kalau datang pasti cuma mampir karena abis nyebrang lintas propinsi.

Mas pabrik susu. Eh bukan tapi pabrik jamu. Awalnya aku g ngeh. Biasa saja. Tapi semenjak ditinggal di Bay, mas ini jadi beralihkan otomatis. Dulu kan apa apa mas Bay. Lah si Bay pergi. Yah uislah aku kudu nrimo. Ini tertidak sabaran dari semuanya. Kita sudah bilang sabar manis buahnya lah dalah malah ngotot aja. Ya uislah. Kezel sih. Tapi lama lama uis akrab dewe juga. Apalagi temen main jadi krocone mase.

Mas rs. Mase adalah orang baru. Baru kemarin. Tapi uis ngributi banget. Sudah kayak aku must be prefect gitu. Padahal aku hanyalah manusia biasa. Mas yang ditakuti sama RO tergilaku Jojo. Sebenernya Jojo g takut mase sih hahaha. Mungkin ini prestasi terbaik Jojo sebelum semua berakhir ya Jo. Huhu 😣😭. Ini mase juga kalau datang g pernah ambil antri soalnya nyaingi mas satunya kalau datang sore sore. Tapi tadi datang udah pake antrian padahal sepi g antri. Dan kalian tahulah apa yang para BU lakukan diawal bulan.

Aku rasa cukup.
Aku tidak perlu membuat review tentang mas standup kan?

Catatan ini bukan untuk menjelekan pihak lain atau mengumbar hal hal lain. Tulisan ini untuk aku bisa mengenang kegembiraan saat aku bekerja melayani masyarakat. Karena rindu itu bersahaja. Apalagi orang yang gampang rindu kayak aku ini. Begitupun rinduku padamu.

Aku telah menemukan banyak teman disini. Banyak sahabat yang terjalin dari ketidak sengajaan. Dari keluhan yang terus menerus kami terima. Dari kunjungan sebulan sekali. Dari kehangatan senyum dan lawakan garing.
Terimakasih kita lagi lagi masih ada di Yogyakarta. Dengan budaya sok akrabnya. Dan dari situlah memang keakraban terjalin. Dengan budaya g enakannya demi menjaga perasaan teman, sahabat dan keluarga. Boleh kita bercanda tapi jangan saling menyakiti. Kadang tutur kita tak sadar salah. Karena manusia itu unik. Memiliki sudut pandang masing masing sesuai apa yang dia dapatkan dari bayi.
Ayo mulai berempati.
Penuhi pertemanan kita dengan cinta dan rasa rindu.

Terus keep piknik yak.

#intro dan penutup g nyambung #katanya #bodoamat.

Jumat, 17 Februari 2017

Dejavu

Cerita cutoff memang paling berkesan setiap bulan. Kalau dulu pas kita bisa kumpul berjejer didepan karena di keroyok BU. walau dikeroyok gitu aku seneng, soalnya kita lengkap. Ada Gama, ada Bayu yang g bisa santai, ada Dani yang g boleh kemana-mana, ada Andhita dan aku. Hha. Kita selalu bisa formasi lengkap kalau cutoff. Selalu ada hari panjang untuk tertawa dan terlelah bersama. Seperti itu aku sebut "kebahagiaan cutoff".

Kalau pas sekarang, mau digimanain juga g bakal bisa lengkap kayak dulu. Karena Gama udah g lagi nemenin aku. Dani dan Bayu sudah menjadi pertanyaan para Bu, kemana hilangnya dua lelaki itu. Dimana sekarang dua lelaki itu? Sedang apa sekarang dua lelaki itu? Apa kabar dua lelaki itu? Rindu mereka pun rinduku. Andhita yang sudah tak menyentuh apa-apa yang aku kerjakan. Aku sedih. Kata lain dari malas.

Tapi sedihnya aku bisa diobati kog. Sama peserta. Haha.

Iya. Hari cutoff ketika mereka juga berkumpul dihari yang sama. Yang selalu ramah. Yang kadang badmoodku langsung berubah jadi goodmood. Hanya dengan melihat mereka duduk diantara yang lainnya.
Akan terjadi scene dimana kita mulai ece-ecean satu sama lain. Dan candaan bapak BU yang kadang g terduga banget. Asal jangan tanya soal undangan, sop iga dan hal hal yang nyrempet kesitu. Yang sebenernya bisa bikin ketawa tapi nangis mesesegen di hati. Begitulah.

Jadilah hari ini cutoff 11bulanku. Antisipasi antrian, hari ini aku panggil nomor urut 1 lebih awal. Yah karena awal yang baim akhirnya juga akan baik. Karena akhir akhir ini aku memulai hari dengan aura sedikit negatif jadinya badmood. Tapi g buat hari ini. Aku udah happy. Senyum sapa salam. Dan saat memanggil peserta ternyata malah sama ibu BU yang dulu sempat berseteru karena g mau ikut prosedur. Eh aku g tau kenapa setelah 11 bulan berlalu, ibunya jadi ramah dan baik. Aku aja heran. Yah begitulah selain ramah tanggap dan informatif kita juga harus membumbuinya dengan kasih sayang. Haha. Kadang aneh, tapi sudahlah anggap keluarga sendiri atau malah seperti teman sepermainan.
Kita bertemu hanya sebulan sekali dan mungkin baru 11 kali. Tapi sudah seperti teman akrab. Begitu caraku membunuh kebosanan dan kepenatan. Bergurau sebisaku. Pasti aneh ya. Ah bodo amat.

Ingat kan sama postinganku soal bapak dan mas BU. Nah iya. Pas cutoff seperti ini kadang beberapa dari mereka datang bersamaan. Iya kamu bener. Sama kayak pas aku rasakan hari ini bahagia. Penghiburan lainku datang. Yah walau tidak berhadapan langsung. Tapi celoteh mereka masih bisa membuatku tertawa aneh.
Jadi pas rame-ramenya. Aku masih sok cool memberikan pelayanan prima. Terus Gama sliweran kayak g ada kerjaan. Wkwkwk. Padahal kerjaan dia menyangkut nasib orang-orang sekampung. Pas mak sliwer Gama lewat, aku cuma bisa mbatin "Gama pasti tau kebahagiaanku saat ini". Wkwkwkwk koplak. Dan pas selesai batin gitu. Pas Gama udah sampai mejanya. Tingtung. Satu pesan muncul di grup. Nah kan Gama emang tahu banget. Hha.
Semangat aku cethek banget sih.
Terus pas si Bapak BU terbahagia datang yang langsung melirik ke arahku terus senyum. Udah aku rasani juga lho pak. Akhirnya hadir juga bulan ini. Padahal dulu sering banget. Ini bapak adalah bapaknya temen smp. 
Bapak datang sesaat setelah si standupindogondokusuman duduk diantara kerumunan. Memilih duduk di deket tembok biar bisa nyender.
Abis itu sanyup sanyup terlihat lagi seorang duduk di paling belakang. Ah uis ah.. aku selalu merasa bersalah kalau gini mah. Kenapa????? Wkwkwkwk aku gila.
Bang tolong bang.
Nah kan. Pas Bapak sama Arip terus aku merasa "yah......🙁". Giliran aku udah berharap banget terus "yah....😢" keduluan Alfi. Wkwkwk. Dan saya terima sama embak temennya Abang Dhani. Aku pasrah bang udah lah kamu tau kan seberapa banyak yang diurus embaknya. Enggak banyak beneran. Tapi cukup lama buat aku melewatkan para dopaminku hari ini. Pasrah aku. Celotehan Bapak masih mengobati kepasrahan saya. Berkali-kali si Bapak bilang terimakasih. Duh pak padahal itu saya juga tanya-tanya dulu. Tapi jika memang ada peserta yang terbantu itu kebahagiaan kami.
Rencananya kedepan akan ada bola-bola penilaian dari peserta. Hem... pasti itu pada awalnya akan berpengaruh pada saya. Awalnya saja. Hha. Sebisa mungkin saya melakukan yang terbaik. Begitulah. Lah nulis kayak gini lumayan bisa buat mikir dan inget-inget lagi terus evaluasi diri. Wahahah.

Nah setelah Bapak selesai. Arip kebagian sama mas standup. Seperti biasa ece-ecean kembali tercetus seperti pertemuan sebelumnya. Aku masih menahan diri bersok profesional gagal. Hha. Dengan formasi alfi dan mas A. Aku dan embak MCW. Arip dengan mas standup. Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa seperti ini.  Kenapa? Aku langsung batin. Ya ampun dejavu aku. Ya walau posisinya beda sama bulan lalu. Tapi kan hampir mirip. Iya seperti ini. Lah kog si mas standup ngobrol sama mbak MCW "aku berasa dejavu". Aku yakin dia membaca pikiranku. Wkwkwk. Disitu aku semakin pasrah. Beberapa kali ece-ecean lagi.
Sampai akhirnya Arip harus Jumatan dan aku gantiin Arip sama mas standup. Iya mas standup emang g Jumatan. 😊 kayak jumat jumat yang lalu dia diantara mbak dan ibu BU hha cowok sendirian. Nah kan, ece-ecean thok isine.  Sampai aku kepo iya kan mas Dedy. Wkwkwkwk. Jadi siapa sebenarnya nama anda? Kita belum genap 10 kali tatap muka tapi udah kayak temen akrab.
Bahagianya pekerjaan ini aku bisa mendapatkan teman walau tak mengenal dengan baik. Siapa mereka. Tapi kita bisa tertawa bersama, saling bertukar lelah dan menertawakannya bersama. Meratap kemudian membuatnya menjadi lelucon garing. Yang hanya bisa ditertawakan kita saja. Kemudian terlihay aneh saat orang lain memandang.
Pas Arip pergi Gama dengan sigap langsung menempati singgasana lamanya yang sudah diwariskan ke Arip. Terus mas standup ngece anak gunung. Hem... dia g tau ya Gam setangguh apa senior kita ini. Senior Gama. Bos Gama. Bos Gengs. Master. Dan yang tau segalanya sejak kantoe belum berdiri hahahaha. Aduh... ngakak dewe aku.
Eh abis iu diajak naik gunung sama mas standup.

Pas banget postingan Gama di grup tak baca. Otomatis aku senyum-senyum gila sendiri. Sadarlah aku pasti dikira gila sama yang lainnya lha tapi gimana kan ya. Orang emang pengen ketawa terbahak sebenernya eh malah keempet jadinya senyum senyun gila.

Kadang aku tidak kenal mereka dengan baik. Tapi mereka memanggil namaku dengan benar. Tentu saja karena namaku terpampang nyata di depan. Disitu kadang aku merasa tidak adil terhadap mereka. Aku gagal menerapkan komunikasi terapeutik. Eh. Aku memang tidak sedang bermaksud menyembuhkan. Tapi aku rasa aku perlu ilmu itu dimanapun dan kapanpun saat aku berbicara dengan orang lain.
Semudah menyebut nama. Aku bahkan tidak hapal dengan nama-nama mereka. Okay.. aku akan mulai menghapalkannya. 😊