RSS
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2018

Bertemu kemudian berpisah dengan Gama untuk bertemu lagi suatu ketika

Aku sudah mengisahkan perpisahan dengan Dhani dan Bayu diakhir tahun 2016. Aku sudah mengisahkan perpisahanku sendiri di pertengahan tahun 2017. Dan sekarang aku akan mengisahkan perpisahan dengan Gama di penghujung tahun 2018.

Kami dipertemukan bulan Maret 2016 di sebuah Kantor pelayanan publik. Dhani bisa dibilang senior karena dia sudah bekerja 3 bulan lebih awal. Gama baru beberapa hari sampai setelah dia menjalani masa orientasi bagi calon pegawai. Aku dan Bayu baru hari pertama, baru saja mengikuti wawancara dengan kepala SDM. Kerja dadakan. Iya.. begitulah. Di awal bekerja akhirnya kami dipersatukan di satu lantai, di loket customer service. Melayani peserta dari Badan Usaha. Setiap hari kami bertemu dengan para HRD dan SDM dari perusahaan, CV, PT, pabrik besar hingga UKM. Awalnya lebih rumit. Kami harus melayani perubahan data PNS, Individu, BU. Cetak kartu semua.  Pendaftaran baru BU dan PNS. Sampai akhirnya kami hanya berfokus pada Badan Usaha saja. Dan terkadang masih beberapa PNS yang sudah terlanjur akrab.

Keakraban yang kami berempat bangun pada peserta ada beberapa yang berlanjut ke hubungan sosial. Berteman, bermain dan masih saling berkabar hingga saat ini. Rasa rindu bukan hanya mengingat kebersamaan kami tapi juga dengan peserta. Kami terlalu asyik memperlakukan peserta seperti sahabay kami sendiri. Begitulah sahabat BU terbangun dengan sempurna. Aku tidak pernah bisa melakukan pelayanan prima karena pada akhirnya malah saling bully dengan peserta. Tapi itu adalah momen yang paling aku rindukan. Saling menertawakan.

Hei Gam. Sudah berapa hari ya ini tanpa nama kamu terpampang di grup cecurut kita. Rasanya aneh bagiku yang sudah tidak aktif bekerja tapi masih asyik dengan percakapan kalian, dan selalu keributan yang kau timbulkan di setiap chat. Trus kalau aku lewat Jombor rasanya tiba tiba aneh aja gitu, kayak ada yang kurang. Tidak bisa tiba-tiba papasan sama kami di bawah jembatan layang. Ah.. padahal kita sudah tak sekantor setahun lebih. Tak pernah chat intensif. Bahkan sudah hampir saling melupakan. Mungkin begitu juga yang dirasa sama anak-anak yang sudah terlanjur sayang sama kamu.

Eh.. tau g sih. Pas pagi hari aku denger kabar kamu bakal pindah, aku sedih banget. Sebenarnya aku sudah tahu hari itu akan tiba juga. Tapi tidak menyangka dadakan banget. Baru aku bilang kudoakan bulan depan. Eh kog beneran sih. Sepagi itu aku bangun tidur terus dleweran air mata. Sedih banget Gam. Beneran, kalau dulu pas aku pergi aku dleweran nangis pas mau ngucap kata perpisahan sekarang aku dleweran cuma dengan nulis blog ini. Padahal kalau ketemu kamu langsung aku biasa aja malah.

Ya ampun Gam.. bahagialah sama Aan. Berikan kami ponakan yang banyak dan lucu-lucu. Doakan aku bisa pergi ke Balikpapan sesegera mungkin.

Aku sedih.
Tak bisa tiba-tiba ngumpul sama kamu dan Dhani lagi. Ibarat rantai kamu adalah kait diantara kita. Yang artinya g ada kamu berarti kita g akan seleluasa berkumpul seperti dulu.

Gamayana.
Semoga bahagia, punya squad yang sayang kamu disana. Membuat squad baru sekenthel kami disini ya. Yang bisa diajak hura-hura, lembur semalaman, main kemana-mana dadakan dan selalu ngajakin sholat berjamaah.
Inget g sih, kita ketawa pas mau sholat gegara Jojo bilang "mau yang biasa apa kilat" trus kita kompak jawab kilat. Eh pas dieksekusi Jojo baca alfatihahnya cepet banget bukannya khusuk malah ngakak kita.
Inget g sih pas puasa-puasa kita masih suka lembur sampai g sempet tarawih. Kita jamaah sama mas Ricky sama Dhani pake kultum yang diisi sama Mas Ricky.
Dan teriakan teriakan lantang kita saat penat lembur.

Semoga kamu mendapatkan teman terbaik disana. Selain Aan ya. Kan Aan terbaik dari yang terbaik jadi teman hidup kamu.

Iya Jo iya. Aku sabar kog. Beneran.

Tapi ternyata ini beneran perpisahan yang sebenarnya. Walau Ikha bilang "main lagi ke kantor lho ya", rasanya sudah beda aja. Hha.

Semoga kita masih bisa saling mendoakan ya Gam.

Rabu, 11 Juli 2018

Ke pantai di gunung kidul

Lama tidak jalan jalan. Tidak hura hura. Akhirnya bulan ini setelah akhir tahun 2017 tidak ada agenda main bareng seperti tahun lalu yang kami habiskan 1 tahun di pinggir ranukumbolo. Rela tidur dingin dinginan demi sensasi tahun baru. Dan memang sungguh berkesan sekali. Haaah, kenangannya mungkin akan sulit di lupakan. Hha.

Tahun baru. 2018. Aku masih g bisa move on kalau sama hal yang kita sebut hura hura. Masih sama anak itu itu lagi. Sama anak kantor lama. Walaupun formasi sudah bongkar pasang berulang ulang, maaf aku g bisa move on. Masih tetap exist.

Jadi.. anak squad KPP ngobrol di grup rahasia. Eh bukan. Ini grup khusus bebas hahahihi. Aku udah resign tapi g mau resign dari grup ini. Aku bisa kenal anak baru begitu pula anak baru bisa kenal aku. Bah, PD amat ya mereka bakal kenal aku. Eh iyaa, nyatanya Yori kenal dong sama aku. Gegara ketemu pas jaman Yori jadi PTTnya PTT. Semakin parah banget jabatan pegawai. Sejak dia adalah onepiece lover dan saya hanyalah sanji lover. Namanya Yordan, tapi aku panggil YORITAN. Hha. Jyahat. Eh jarang jarang lho aku panggil pake begitu berati dia istimewa. Soalnya kalau panggil "Dan" itu kan udah milik si abang Dhan. Hha. G boleh sama.

Nah.. karena aku paling g bisa kalau g ikut main sama mereka. Kalau aku g bisa ikut ya mereka usahakan ganti jadwal biar aku bisa ikut lah. Hha. Aku masih sakenakwudeledewe kog. Aku memutuskan ikut, rencana mereka mau main ke laut. Tuan rumahnya Desi 16. Aslinya emang orang gunung kidul sana dia. Dulu belum akrab, soalnya beda lantai kerja. Kalau sekarang udah lah, ketahuan alahembuhnya bocah satu itu. Sainganku lah kalau disuruh cerewet dan ceplas ceplos. Sering omong ra dipikir. Wkwkwkwk. Kog kayak aku banget sih Des. Tapi kamu lebih parah.

Sebenarnya aku tidak libur. Nekat saja ikut main sama anak anak. Kapan lagi kan? Butuh hiburan banget. Koping terbaik setelah pindah ruangan adalah dolan sesering mungkin. Hha.

Kendaraan disponsori oleh princess Alfi dan Ikha. Jadi begini posisinya. Honda Freed princess di setiri sendiri sama Alfi, bocah tangguh. Di isi Desi, Farah, Dilla, Yori, Diah. Honda Brio Ikha disetiri Alfat ditambah penumpang Aku dan Gama.

Ritual pertama adalah sarapan. Menu andalan adalah soto di pagi hari. Soto siapa? Mbuh sakonoke lah pokoe. Nah kali ini kita mampir di soto tan pabrik. Komen pertama adalah "kon dulu kita g nemu warung soto ya? Padahal ini ada." Entahlah setiap perjalanan ke arah gunung kidul kita selalu g nemu tukang soto alhasil makan seadanya. Wkwkwk. Ngakak juga kangen. Kangen pergi sama squad ranukumbolo. Sumpah kan jadi inget lagi. 😣

Setelah makan soto formasi dirubah. Alfat jadi driver freed. Yori jadi driver brio. Nah kan aku jadi kenal Yori. Anaknya suka cerita kayak kamu bang. Hahaha. Semuamuanya diceritain. Baik. Sampe mau minjemin laptop. Duh Yor, kostanmu jauh sih.

Sepanjang perjalanan aku lupa ngomogin apa aja sih kita. Langit waktu itu mendung. Sesekali matahari muncul tapi bentar. Tujuannya kan mau ke pantai Wediombo nah kan yang didepan itu freed. Lah kan malah kebablasab lumayan jauh. Hahha. Padahal kan jelas ya udah ada petunjuk arahnya. Balik arah lagi.

Sampai di Wediombo. Seperti biasa ya inti dari segalanya yaitu foto foto untuk update status terkini. Biar terlihat sering piknik dan bahagia. Padahal sih itu mati matian banget buay bisa piknik. G libur sampe nekat dolan. Aku jaga malam, yang penting sampai jogja jam 19.00.

Kita sibuk foto diri sendiri dan berkelompok. Sampai gangguin mbak mbak yang mau foto sendiri malah kita mintol untuk potoin. Untung ya ada Alfi si bocah kendel. Heran ya itu anak gadis siapa bisa seberani itu. G perlu aku jawabkan. Masak tanya sendiri jawab sendiri. Belum puas, rintik hujan mulai turun dan semakin menderas. Langit mendung. Sama ya kayak pas kita ke ranukumbolo. Mendung juga. G apa apa yang penting kan sama kalian. Mendung pun bisa dinikmati dengan begitu renyah oleh candaan random kita.

Berbondong bondong kita cari tempat berteduh, sampai di warung makan. Sambil neduh sambil makan. Ada yang pesen mie goreng, teh anget dan ngemil. Sampai jam makan siang tiba dan memutuskan untuk pindah lokasi pantai. Oiya Desi selain tuan rumah juga seksi acara juga seksi konsumsi. Durhaka bangetlah kita, ibu sama bapaknya Desi nganterin makan siang kita.

Makan siang kami adalah ikan goreng dengan sambal bawang, sayur asemb, tempe goreng dan rambak. Jangan lupa sama suket kemanginya. Enaaaaaaaak banget. Recomended for next trip, masih dengan menu ibuke Desi pokoe. Kita duduk neduh dibawah pohon cemara, gelas tikar. Menikmati angin sepoi sepoi, memandangi deburan ombak. Ceileeeeehh. Kapan kita bisa qtime bareng lagi?

Late post banget.
Selama masih ada Gama di kantor aku akan sering ikut kalian main. Tapi kalau ternyata Gama berhasil mitasi ke Kalimantan ya udah mungkin bakal jarang main kantor juga. Dan aku malah mainnya ke kantor cabang balik papan. Hha.

Yass...
Happy time is with you all.
Love love..

Sabtu, 19 Mei 2018

Ramadhan ke 5 tanpa Beliau

Rasanya baru kemarin ramadhan ke 2 tanpamu, pak. Ternyata aku sudah melewatkan banyak waktu tanpamu. Lima tahun ini pula ramadhanku terlalu beraneka ragam. Hingga mungkin aku lupa waktu berlalu begitu saja.

Ramadhan pertama tanpamu itu saat aku KKN. Ya.. teman teman telah berhasil mendistraksinya. Aku harus tinggal dengan orang orang baru yang belum baik aku kenal. Aku harus adaptasi dengan lingkungan yang begitu asing. Aku tak beradaptasi dengan baik, pak. Aku masih bisa pulang ke rumah sesuka hatiku. Ah.. Srumbung Moyudan terlalu dekat untuk memisahkan suasana rumah. Tentu saja aku meninggalkan kebiasaan Ramadhan sebelumnya. Untung ada Uugh bidan pintar masak yang bisa membuat betah tinggal di Moyudan. Ada Nada Arkeolog petualang yang bisa jadi hiburan dan teman ketawa. Dan pada akhirnya dia memberikan tas carrier gunung dan jaketnya untukku. Sayang Nad, sudah g ada yang bisa diandalkan untuk berpetualang. Ada Seli psikolog cantik idaman anak kampung setempat. Dia yang mengajari kita menari. Hha. Ngakak juga ya kalau ingat. Juga ada yang lainnya, pak. Suatu ketika aku ingin kembali ke Moyudan. Aku terpesona oleh sunsetnya yang tenggelam di balik bukit barisan menoreh. Juga hamparan padi menghijau dan kuning membaur jadi satu. Juga pohon kelapa yang menjulang di pinggir pinggir selokan. Dan... hal yang tak harus aku rindukan.

Ramadhan pertama tanpamu aku di Moyudan, pak.

Tahun kedua. Ramadhan kedua tanpamu, pak. Aku tak dirumah lagi. Saat itu aku sedang tiba tiba menjadi anak paling melow di dunia. Begitu menurutku. Aku sering mengingatmu pak. Aku meratapi nasibku. Iya, aku sedang menjadi manusia lemah tapi tetap harus bangkit.
Blora. Ramadhan kedua tanpamu. Aku harus pergi sendiri ke Blora. Sudah ditinggalkan teman teman. Telat semiggu. Sampai sana aku belum benar benar sehat. Malah menyusahkan yang lainnya. Ah... aku kog jadi sedih ya mengenang masa itu.
Waktu itu aku tinggal bersama sebgaian teman teman di rumah pak Wo di kebonrejo. Disana susah air. Harus beli dulu untuk kebutuhan sehari hari. Menghemat air dengan sangat. Mandi sekali kecuali aku ya. Dan juga makanan khas mbah Wo. Kayaknya masih jelas banget rasanya.  Disana aku sering beli buah untuk masa pemulihanku. Ya ampun.. aku bener bener menyusahkan teman teman. Ada Mei, Aina, Kristi, Fay, Adhin dan Gaby. Mereka adalah anak anak hebat. Selepas selesai kuliahpun jenjang karier kami tak jauh jauh beda sampai sekarang. Empat orang sebentar lagi akan menjadi PNS.
Aku g tahu kenapa bisa ya. Kita yang dikirim ke blora dan pada akhirnya kita masih sama sama sampai sekarang. Mengabdi pada bangsa dan negara.
Iya.. kadang inin rasanya balik ke Blora, nengokin mbah Wo. Melihat posyandu yang sudah kita galakkan kembali. Melihat foto poster muka kita yang di cetak besar. Dan aku ingin bertemu mbah Jini. Tapi aku juga khawatir, jika pas sampai sana kabar yang tak kuharapkan datang dari mbah Jini. Apa kabar mbah? Terimakasih atas oleh olehnya.

Aku ingin kembali ke Blora suatu saat nanti bersamamu. Akan ku kenalkan keluargaku yang lainnya disana.

Ramadhan ketiga tanpamu, pak. Akhirnya tahun ketiga aku bisa Ramadhan di rumah, pak. Tapi dengan status pekerja. Masih suka lembur. Kadang g buka puasa di rumah. Malah pergi buka puasa sama temen kantor. Atau kalau pas lembur buka puasa di angkringan depan kantor.
Ibadah juga kadi g optimal. Kadang tarawih bareng di kantor di imami bang Dhan. Dan pastinya terlalu banyak acara buber dimana mana. Teman SMP, SMA, kuliah, temen kerja,  temen kkn yang wacana aja. Kalau pulang kerja biasanya tarawih di masjid udah selesai.
Ada Gama, ada Dhani, ada Bayu. Kami sekarang sudah menyebar kayak dragon ball dan susah dipersatukan kembali. Yaaaa kalau ingat kantor lama g cuma teman kerja aja yang keinget tapi juga peserta juga. Haaaaah.. mengingat yang tak harus diingat.
Tapi mungkin ramadhan terbahagia pak. Karena aku bisa ikut cuti bersama juga dapat THR. Pada masa ini anakmu pertama kali merasakan punya uang sendiri.

Aku tak harus jauh jauh kembali ke kantor lama jika rindu. Aku bisa kesana setiap hari. Setiap hari juga aku lewat medari. Terlalu sering juga aku main kesana. Jangan kalian suruh aku memutus hubungan dengan kalian. Karena kalian adalah teman pertama aku mengenal sebuah tanggungjawab dalam bekerja. Karena kalian adalah teman pertama berbagi beban kerja. Karena kalian teman aku bisa mengeluh bebas.

Ramadhan keempat tanpamu, pak. Aku masih di rumah pak. Aku masih di Srumbung. Tapi dengan suasana kerja yang berbeda. Dan juga intro bulan Ramadhan yang masih kadang bikin melow. Aaaah...
Aku telah memutuskan kerja di kantor lama. Memutuskan g dapat THR full padalah tinggal bentar aja. Merelakan konsekuensi yang tidak sedikit. Aku memutuskan untuk mencoba lingkungan baru. RSS. Masuk kerja enam hari. Libur hanya hari minggu. Jam kerja pagi hingga jam 14.30. Hari pertama Ramadhan bukannya buka di rumah malah nekat ngecamp di pantai terus buka alakadarnya. Sometimes i feel so stupid. Makan sahur alakadarnya juga. Jangan tanya siapa yang nyiapin sahur, tentu bukan saya. Uda belagak kayak princess punya koki pribadi. Terimakasih chef. Rasa nasi sarden dan mie gorengnya masih samar samar bisa dirasakan. Sampai beberapa hari aku tidak pernah buka puasa dirumah, pak. Masih sama, mendadak agenda buber sehari hari. Mendadak reuni dimana mana. Sama anak lama, sama anak baru.
Juga pertama kalinya aku merasakan Ramadhan jaga di rumah sakit. Pertama kalinya aku puasa dan harus wira wiri. Pertama kalinya melewatkan THR. Terimakasih sama kakakku yang ngasih THR. Yang selalu aku repotin, ampun mas. Aku masih ingat kog sama kamu, mas. Kakak terbaik serumahsakit.
Alhamdulillah pak, lebarannya tepat hari minggu. Aku bisa lebaran dirumah walai hanya 1 hari. Dan dimulailah tahun tahun lebaran tetap kerja pertama dan untuk waktu yang belum tahu sampai kapan.

Aku telah resmi memasuki tahun tahun tanpa lebaran di rumah pak. Mungkin begini cara Allah mendistraksi sedihku.

Ramadhan kelima tanpamu, pak. Aku tidak dirumah lagi. Hah. Rasanya aku sudah terbiasa dengan ruinitas ini. Aku sedang latsar di Salaman, Magelang. Dua setengah minggu puasa disana. Kuliah, tugas dan ujian menjadi stressor tersendiri bagiku pak, ditambah sama pertanyaan yang jangan ditanyakan dulu. Duh, satu satu dulu aku selesaikan. Aku g bisa mikir banyak banyak. G bisa mikirin tugas sama mikirin yang lain bersamaan. Sik tunggu sik. Tunggu sampai aku selesai ujian. Setelah itu nanti baru aku mulai dengan yang lain.
Ada mbak Nanda, yang pinter rajin. Ibu 3 anak yang sayang banget sama putri putrinya. Mbak Nanda diam diam observer gelagatku, sudahlah mbak jangan tanya. Cukup sudah aku di-ece sama mas Rofiq pas bela negara, katanya "g ada yang nengokin nih, kamar ini". Sedih dan ngakak juga kalau ingat.
Ada mbak Ayu yang sebenernya usianya beda tipis sama aku tapi sudah otw anak ke 2. Hpl bulan depan, semoga lancar ya kak. Semoga aku juga cepetan nyusul, cari calon bapaknya dulu tapi. 😅
Juga ada bapak bapak yang suka ngecein aku. Apalagi si mas Adit yang suka tak tebengi kalau PP Srumbung Salaman. Kalau semobil aku sendirian trus digabung 3 bapak bapak itu, ya sudah terima saja di bully. Iya pak iya.. doain aja ya.
Nanti acaranya di aula eh di lapangan belakang bapelkes. Hem.. insyaAllah, coming soon ya g nebeng lagi tapi sudah ada yang jemput. Biarkan aku selesaikan satu satu dulu. Setelah ini mohon bantuannya.

Pak, semoga anakmu ini bisa lulus latsar. Seandainya Bapak tahu, seandainya Bapak tahu sekarang pekerjaanku apa. Seandainya Bapak tahu status kepegawaianku sekarang apa. Mungkin aku tidak terlalu mengecewakanmu, Pak. Aku sudah sampai sejauh ini pak. Mengikuti setiap jejakmu.

Pak ini sudah Ramadhan kelima.
Sampai ketemu kelak di surga Pak.
Biarkan kami menyelesaikan amanah kami dulu di sini.

Sabtu, 24 Februari 2018

Dear Bapak

Pak, bolehkah aku berandai andai?

Seadainya Bapak masih disini. Seandainya Bapak masih setiap pagi sibuk mengurusi ayam ayam. Seandainya Bapak masih setiap pagi duduk minum teh dan membaca koran. Seandainya Bapak masih setiap pagi menggaduhkan rumah dengan suara pintu kamar yang dibuka. Seandainya Bapak masih setiap pagi bersemangat bercerita tentang apapun. Seandainya Bapak masih setiap pagi pergi mengecek semua paralon air.

Pak, bolehkan aku berandai andai?

Seandainya Bapak setiap siang masih sibuk menulis apapun di dalam kamar. Seandainya Bapak masih setiap siang membaca apapun di dalam kamar. Seandainya Bapak setiap siang masih menggaduhkan dengan suara motor. Seandainya Bapak masih setiap siang membawa sayur untuk pakan ternak. Seandainya Bapak masih setiap siang tertidur di atas kursi ruang tamu.

Pak, bolehkah aku berandai andai?

Seandainya Bapak masih setiap malam mendengarkan radio wayang. Seandainya Bapaka masih pergi entah kemana setiap malam. Seandainya Bapak masih terus membaca dan menulis apapun walau sudah larut malam.

Pak, bolehkah aku berandai andai?

Seandainya Bapak menunggu aku selesai kuliah dulu. Seandainya Bapak menungguku selesai pelantikan dulu. Seandainya Bapak bisa bertahan lebih lama.

Pak, aku yang salah.
Aku bukan anak yang baik, pak.
Maafkan aku.

Seandainya Bapak masih bisa mendampingi pernikahanku. Kenapa hanya aku yang Bapak tinggalkan sendirian.

Bukankah Bapak pernah bilang, akan ada pesta meriah saat itu tiba. Untuk yang terakhir dan termanja. Tapi aku tak ingin seperti itu pak. Aku ingin yang sederhana tanpa apa apa dan karena itu tanpamu, Pak.


Sabtu, 06 Januari 2018

Tiga bersaudara

Aku mau ngomongin abang gue sama saudara cewek gue.

I just wanna be thankfull to the god for both of them. Abang yang sok kecakepan dan yak yak o. Sister yang sentational dan boombastis.

Rasanya mungkin keindahan hidup itu ada saat bertemu mereka berdua. Kebahagiaan hidup itu ada saat ada mereka.
Kakak yang seolah olah melindungimu tapi padahal kagak juga.
Sister yang selalu be so energic dan bikin moodmu membaik.
Yang ternyata sekarang sudah g bisa ketemu lagi. Sudah kepisah sendiri sendiri. Yaelah, padahal sama abangnya aja cuma beda gedung sama ruangan tapi masih 1 komplek. Tapi dianya sekarang sibuk banget.

Punya abang kek gitu ya, udah bisa bikin kamu cukup aman. Padahal mah kagak ngaruh apa apa. Kayak kamu mau ujian tapi g belajar dan koping terbaik adalah kemana mana bawa catetan tapi g dibaca. G guna juga.

Sister yang bisa diandalkan dalam pergincuan. Yang selalu heboh pas pelayanan bareng. Kelakuan macam apa dulu kita ini ya sist. Astagah.. cuma sama kamu, aku bisa kek gitu. Hastagah.
Pernah TGR bareng. Pernah trial n error bareng. Pernah bodoh bareng. Hha. Astagah, kalau inget waktu itu. Dikerjain sama sistem bikinan manusia yang terlalu kejam.

Kita bertemu di suatu ruangan sepi pasca puluhan antrian membludak di hari cutoff. Si abang datangnya sudah ngepasi mau tutup lapak. Bukan cuma ngepasi tapi emang sudah tutup lapak. Yang pada akhirnya menjadi andalanque. Terluv banget.
Resign pas lebaran g dapet THR, si abang rela kasih THR. Lumayan. Baik banget. Niat banget.

Sister andalanque jarang main bareng sih. Tapi kita bertiga di hubungkan sama tali yang g keliatan.

Udah gitu aja. Aku bahagia bisa kenal mereka berdua. Saudara g perlu satu bapak dan ibu kan?

Terimakasih JKN, telah mempertemukanku dengan banyak orang. Terluv. 😘😘😘

Kamis, 07 Desember 2017

Ini tentang ROku

Waktu itu bulan Agustus 2016. Selepas lebaran. Kami kedatangan keluarga baru. Seorang lelaki dengan tiga orang perempuan cantik cantik. 

Aku tidak pernah bisa sok akrab sama orang ini. Kita lagi membicarakan lelakinya. Seorang laki laki. Jangan sanksi. Dia ini temen Kiki jadi mereka lebih terlihat akrab seperti itu kelihatannya.

Duh.. anak ini gapyak e. Caper saja sih kurasa dia. Yah tapi boleh lah usahanya. Dan jangan jangan yang dulu itu cuma kisah setingan saja, nak? Ckckckckck tak kusangka kau begitu sempurna dimataku kau begitu indah.. deeeehh malah kebablasan nyanyi.

Kesan pertama di awal awal bulan. Anak ini rajin banget. G disuruh bantuin menawarkan diri. Inisiatif anak ini nilainya 10. Terbantu sekali kak, kita waktu itu. Wellok. Yah kau tahulah 2 tumpuan hidupku waktu itu inisiatifnya kudu di getak sik. Tapi anak ini ckckckckck. Luar biasah rajinnya. Berhasil kau cari muka, nak. Hebat betul. Hahaha.

Ternyata anak ini humoris sekali. Tapi bakatnya ini tak tersalurkan karena tak ada orang orang disini yang bisa menyaingi tingkat gilanya. Tak ada sama sekali. Sunguh luar biasa.

Dan ini anak suka gombalin cewe cewe komplek. Yah bisalah dia raja gombal tapi kog miris kali kisah cintanya.

Setiap sore setelah dia kerja, aku masih belum selesai. Nanti dia datang menawarkan bantuan. Kita ajarilah dia. Dia kerjakanlah itu berkas berkas. Beres. Hari berikunya begitu. Aku ni suka pulang telat, lah sok sokan juga dia ikut pulang telat. Sok akrab aja kurasa dia, boi.

Pun begitu lama lama kami terhibur juga dengan keberadaan lelaki ini. Terhibur terbantu. Sungguh mulia usahamu nak. Mamak bangga sama kamu.

Lama lama dia gombal kesana sana. Adalah itu akhirnya korban berjatuhan. Jatuh cinta. Tapi apalah daya sang pujangga tak kuasa menahan lara. Tertular juga lara itu ke sang wanita. Hha. Disitulah aku sebut dia tukang php. Php itu kepanjangan dari penjual hand phone.

Setelah anak ini sudah dapat muka semua orang. Mulai jaranglah dia bantu aku. Sudah jaranglah dia hibur aku.

Anak yang suka bikin toss ala sahabatan anak SMP. koreonya harus sesuai dengan dia. Kalau pulang duluan selalu ajak toss dulu. Ku sebut itu Toss penghiburan.

Apalagi yang aneh dari anak ini. Dia suka sekali bertingkah aneh. Sungguh pelipur lara. Ah. Tapi dia pun menangis saat tertawa dan bertahan untuk selalu tertawa. Kau tutup tutupi saja itu sedihmu kan, boi? Belagak bahagia tapi didalam lumer kayak es kepanasan. Hancur berserakan kayak bekas beling kaca mobil tabrakan.

Playlist lagunya Jojo itu lagunya Rich chiga. Musiknya jedug jedug dan bikin angguk angguk. Kadang kangen juga duduk bejejeran trus dengerin rich chiga ngerap, kita angguk angguk sambil masih kerja lembur gitu kan. Masih tergiang banget musiknya. 

Sampai akhirnya aku dan Gama di tinggalkan Bayu dan Dhani. Anak lembur masih ada Jojo. Tapi Jojo punya temen baru namanya Om Bagus. Om Bagus bukan anak lembur. Sejak saat itu juga aku terpisah divisi dengan Jojo dan dia bukan lagi anak lembur. Setelah bertemu Om Bagus, Jojo seperti bertemu dengan orang yang selama ini dia tunggu. Teman yang sama sama gila. Teman yang bisa mengimbangi ketidakjelasannya. Jojo semakin tidak waras ketika ada Om Bagus Dewe. Mereka berdua menjadi sangat produktif dalam《bekerja》ketidakwarasan. Setiap hari setiap waktu bikin orang ketawa. Akhirnya ada yang menanggapi Jojo. 

Terus kan aku pernah ada masalah, Jojo adalah tameng terbaikku. Dia tameng terbaikku. Kita memang dipasang di bagian depan Jo, tapi kamu lebih depan dari aku. Ah.. apa jadinya aku kalau g ada kamu. Masih ada mas Ricky sih sebenernya. Kog bisa ya kita lewati masa masa itu. Masa yang kalau aku bayangin sekarang itu ngeri bangets. Hiii.

Jojo juga nemenin ranger BU lembur akhir tahun 2016 lalu. Aku lupa dulu dia berangkat ikutan ngapain ya? Owh iya mungkin karena mau bantuin. Hha. Biasa kan dia bilang gini "iya, mbak. Beneran. Aku bantuin. Nanti aku bantuin." Hha. 

Ya Jojo sempurna jadi penghiburan ku dan Gama. Dia menjadi andalan kami disaat genting. Kami bersyukur dia menjadi salah satu orang yang ada di sekeliling kerjaan kami. Hha. Jahat.
Dulu terlihat lebih bahagia saat kami masih satu divisi. Saat komando masih dalam satu bos. Tapi setelah kami terpisah, rasa rasanya dia menjadi lebih sok sibuk. Tapi sebagai Bro yang berprinsip pemberdayaan masyarakat adalah nomer satu. Maka sesibuk apapun RO ku selama mereka bisa diberdayakan maka lakukanlah. Hha. Aku sempurna jadi Bro terjahat yang pernah ada. Dan apesnya adalah Andhita dan Jojo milih aku jadi Bronya. Seandainya kalian tahu, aku sungguh bersyukur kalian jadi RO ku. Kalian mandiri, cuma kalau Jojo harus sering sering diingatkan aja anak itu.

Owh iya Jojo ini berinisiatif melakukan komunikasi efektif sama aku. Awalnya sih oke bagus ya. Dengan lagi lagi saya berdayakan semaksimal mungkin anak itu. Hha. Eh tapi lama lama komunikasi kami todak efektif juga. Hha. Catetan yang amburadul. Malas malas sudah mau catat. Hah. Kesibukan seperti apa yang dulu pernah kita lakukan ya Jo, sehingga jadinya begitu. Hha.

Mungkin aku terlalu melakukan pemberdayakan RO to the max jadi Jojo sudah kayak bagian ranger BU. Jadi penghiburan terbaik kami. Masih suka ikut lembur tapi udah kadang kadang.

Jojo ini juga jadi salah satu kandidat ketua dolan hura hura. Katanya sih dia lumayan handal jadi tour guide. Kalian tahu kan perjalanan ranukumbolo kami, nah itu juga di bimbing Jojo. Tapi ya gitu g jelas gitu. Hha. Yampun. Jadi inget kan hape kamu ilang di Ranukumbolo Jo. Apakabar ya hp.nya Jojo yang jatuh itu? Udah di temu siapakah?

Kenapa kami bisa akrab begitu saja? Karena kami berkeluh kesah bersama. Aku dapat rumus itu setelah bekerja setahun lebih sama Gama, 9 bulan sama Dhani dan Bayu. Berkeluh kesahlah sama temanmu, mereka adalah penghiburan terbaikmu. Merekalah yang tahu di tempat kerjamu. Sedangkan keluargamu hanya tahu kamu bahagia aja.
Saling mendukung dan menyemangati adalah obat terbaik dari kebosanan dan kepenatan bekerja. Jadikan temanmu sebagai orang yang bukan satu satunya yang kepayahan, tapi juga ada kamu yang merasakan hal yang sama. Ungkapkan semuanya. Jangan dikatakan dibelakang, karena kalian tidak akan menemukan suatu titik temu. Kadang jalan keluar harus dicari bersama sama.

Setalah aku keluar terus kalau main ke kantor. Jojo ini kalau nyapa uda g pake toss ala ala lagi. Tapi pake kekerasan fisik. Tabok sana sini. Jorokin sana sini. Pelampiasan kali ya itu karena dulu aku jahatin. Makanya dia balas jahat sama aku.

Aku kangen sama Gama, yang kalau ada apa apa kita suka berinisiatif melakukan hal hal yang bisa mempermudah kerja kita. Haah. Aku sekarang g ada teman begitu gam. Adapun beda tempat kerja walau masih satu instansi. Sedih kali yak.

Balik lagi ke Jojo. Salah satu RO terbaikku.
Ini sudah penghujung tahun 2017. Bagaimana nasibmu Jo? Lanjut apa berhenti seperti aku?
Aku sudah pergi duluan. Kamu terbebas dari sikap jahat Bro mu ini dapat Bro pengganti yang lebih rajin dan mampu kamu berdayakan balik. Hha. Kekuatan senior. 😂😂

Sesedih apa Gama kamu tinggalkan?
Gama sudah ditinggalkan teman seangkatannya, seangmatanmu. Siapa yang nemenin Gama lembur?
Aku pergi. Kamu pergi bahkan Arip ikut pergi. Siapa yang bisa aku andalkan buat nemenin Gama?
Kamu tahu kan kebaikan bos geng kita itu kayak apa?
Aku sedih. Aku sedih Jo. Sedih kalau inget waktu itu yang kesisa lembur cuma Gama, aku cuma bisa nemenin duduk di depan meja dia sambil cerewet ngomongin segala hal. Lah... abis ini siapa Jo? Kita uda g bisa gangguin anak itu. Kasian dia. Makin rindu nanti dia sama suamiknya. Hha. Tak ada pendistraksi penat.

Jo.
Jadi sountrack kali ini lagunya nella kharisma ya? Tapi kira kira yang judulnya apa?
Bojo galak?
Di pikir keri?
Jarang goyang?

G ada sedih sedihnya tu lagu Jo.

Doaku untuk ROku.
Semoga cepat kelar itu S2 teronggok mu. Fokus nak. Fokus.
Dapat kerja dan jadi lelaki mavan.
Langeng sama mbak BNInya trus segera lamar aja deh.
Bahagia ya Jo.

Ingat.
Bounding kita itu kayak mamak dan anak. Kayak ari ari dan udel.
Kepisah jauh pun kita masih bisa saling mengingat kalau g pikun. Kalau saling manyapa aku g tahu lah Jo. Kau bakal sibuk banget kayaknya.

Hari ulang tahun Jojo ke mbuh
Perjalanan subuh kesekian ke Mbantul
Perjalanan subuh kesekian ke gereja ayam Magelang. Masih ngantuk kali kau Jo?
Trio lelaki andalanque
Nobitajojo
1 Bro dan 2 Ro

Jumat, 10 November 2017

Melepas lelah ke Candi Cetho

Halo gengs.
Kamu lelah g? Aku iya. Lelah. Iya sih udah g pernah lembur. G pulang malam penyebab radang tenggorokan. Udah g gampang flue. Libur seadanya. Tapi.. tapi.. aku liburnya pas orang orang g libur. Aku berangkatnya pas orang orang pada libur. How i feel so desperate. When you wanna go to picnic with your best friends ever but you couldn't join them. Nyesek. Sampai akhirnya semuamua aku ajaki dolan tapi akhirnya sama saja. Jadwalnya g bisa sama. Seperti aku semangats yang lain lelah. Aku lelah yang lain semangats.

Akhirnya bulan ini 3 minggu berturut turut aku mendapatkan libur hari minggu.
Minggu pertama aku cuma dirumah tapi sambil liat instastory kamu yang malah udah kemana aja g tau sama siapa. Aku merasa terkhianati. Dan itu akhirnya aku tahu bahwa sudah tidak ada kemungkinan lagi aku pergi sama kamu. Yang malah pergi sendiri, terus sekarang kerjanya luar kotaan terus. Sudah mulai bahagia. Lebih bahagia dari hari kemarin. Selamat boi.

Nahkan. Gama bikin insta story yang soksokan kangen gue. Hha. Beneran kangen kah Gam? Terus aku bales bikin instastory yang isinya kita berempat. Formasi Frontline BU. Yang nyebeli tapi juga ngangenin.

Kangen dengerin Bayu omong cepet belepotan menggebugebu. Kalian bisa bayangin g? Kalau Bayu pas omong sama sahabat BU selalu semangat dan suaranya sampai kemana mana. Hha. Masih. Masih tersisa ruang untuk kenangan itu.
Kalau Dani suara kalem, lirih dan lembut. Senyum senyum sendiri. Kalau ada yang bening dikit kode kodean sama Bayu. 😂😂
Kalau aku? Cempreng cerewet cemberut tapi tiba tiba mlengeh kalau dopaminnya datang. Terus kayak orang gila.
Gama? Udahlah dia mah masternya. Dulu yang selalu ngingetin excellent service. Yang apa apa keluar dari mulut dia selalu jadi panutan aku dalam menjelaskan. 😂

Aku sudah bikin status piknik piknik terus. Kamu mah RJJ tiba tiba pergi sendiri. Terus aku merasa 'meh', jadi gini sekarang? Fine. Bikin saya kembali harus ngeluh sama Almaidah dan kembali dia harus bilang "hindari". Sedangkan saya selalu menolak perkataan Almaidah. Sudah sebulan lho ini. Kalau kali ini aku agak berat harus bilang 'bodo amat'. Yempun nangis nangis deh gue di depan Almaidah. Hha.

Nah kan setelah Gama bikin status terus aku komen. Terus ajak main. Tapi selalu tanpa kejelasan yang berarti bisa jadi bisa enggak. Sedih sih. Apalagi jadwal not available aku. Yang liburnya bisa saja hari senin sampai jumat tanpa menyisakan libur hari sabtu minggu. Padahal dua hari itu adalah hari aku bisa pergi sama mereka. Bersyukurlah Dani masih available kapanpun dan dimanapun. Tapi aku berharap kamu bisa cepet menjadi pengusaha sukses bang. Ayo mulai dari mana? Mulailah sekarang!

Jadilah si Gama sekarang juga g se.available dulu karena ada suamik. Dan bersyukurlah karena Gama dan suamiknya harus kepisah 3 bulan
kedepan yang artinya Gama available 3 bulan. Haha. Aku jahat. Bayu mah sudah tidak bisa diharapkan banget tapi tetap kami masih berharap tiba tiba dia terbang ke Jogja untuk reunian.

Aku? Ya sama aja kayak Bayu. Tidak bisa diharapkan apalagi harus pergi dadakan like this. Aku harus pesen jadwal dulu. Kalau perginya lama requestnya libur dikumpulin, terus kerjanya berhari hari berturut turut tanpa libur. Demi bisa main sama kalian apapun aku lakukan. Semasa aku masih available being single. Kalau udah ada suamik mah aku pergi aja berdua.

Ya..
Hari minggu kemarin pas aku turun jaga. Hari minggu libur ke 2. Setelah jaga malam pulang jam 8 pagi terus bablas main. Itupun aku harus bangunin Dani yang masih tidur karena abis ronda. Gama udah siap aja. Aku masih sempat balik rumah buat mandi dan rendam cucian.

Setelah mandi langsung telpon Dani, suaranya masih ketahuan banget baru bangun tidur. Lima belas menit kemudian Dani bilang uda siap, aku masih otw. Sampai rumah Dani jam 10 kurang. Langsung cus ke rumah Gama di gang Manggis. Sampai rumah Gama jam set11an. Terus jadi kemana? Kata Dani ke Solo. Ke Solo ke mana? G tahu. Di Solo kan cuma ada mall. Kalau mau ke yang obyek wisata ke timur lagi ada kebun teh, air terjun, ndoro donker dan lain lain.

Ya udah ke ndoro donker.
Siang siang udah lapar. Kita belum ada yang sarapan. Bingung mau makan apa ya udah selat solo. Dimana tapi? Ya udah tanya google. Ketemu di google, di list yang atas sendiri. Eh ikutin itu google map sampai di jalan terus malah bilang "ini kan yang ada richeesnya". Ya udah makan di richeese aja gimana? Masih galau gitu. Ya udah deh richeese aja. Masuk gang liat eskrim aice turun terus beli. Hha. Random banget. Mau parkir di richees penuh, sampai belakang ternyata parkir di halaman masjid. Sholat dulu abis itu baru makan.

Sampai richeese antriannya heboh banget. Banyak. Dani antri, aku sama Gama cari tempat duduk. Lamaaaaaaa banget sampai akhirnya kita dapatkan menu kita dan duduk manis sambil makan. Kog tiba tiba pengen lagi. Hha.

Selesai makan cus ndoro donker. Sambil ngobrol random, ngomongin naik gunung lawu yang di puncaknya ada bapak penjual sotonya. Ah.. mau ajak siapa ya aku? Kamu? Udah g available sama kek gue. Mas php? Tidak bisa diharapkan. Kalian? Apalagi cuy. Harus mengumpulkan libur 3 hari. Eh padahal pas ke ranukumbolo kita bisa hanya dengan libur 3 hari.
Aaaaaaakkkk pengen cuti belum boleh cuti. Nanti udah boleh cuti waktunya buat suami. Doakan aja ya. Hha.

Sudah mulai menaiki kaki gunung Lawu. Terus kan mau kemana nih? Ndoro dongker. Eh tapi ada Candi Cetho. Gama bilang yang kayak pura itu lho. Oh ya? Oke ke candi Cetho aja yuk.  So i can feel you 😙. Apasih 😑.

Ya udah ke candi cetho dulu baru ke ndoro dongker. Oh my god, seneng banget bisa ngrasain jalanan berliku di pegunungan. Bisa lihat pemandangan di bawah yang amazing. Bisa ngrasain udara dingin. Bisa melihat hijaunya pepohonan teh. Bisa pergi ke tempat yang tinggi itu aku suka. Perjalanan ini kayak naik gunung sampe puncak tapi bisa pake mobil. G capek dan bahagia. Haha.

Naik tangga yang g begitu tinggi, aku udah ngosngosan. Di saat seperti itu aku cuma bisa mbatin lagi "kayak gini lu, mau naik lawu? Naik tangga candi aja capek". Yah begitulah kalau fisik tidak terlatih. Ahhh, aku pengen banget naim gunung mas. Beneran.
Sampai atas langsung poto poto ala kids jaman now. G sadar umur udah bodo amat padahal perginya sama ibu ibu jaman now dan babang hits jaman now. Emh.. tahu lah ya siapa yang paling cerewet minta di potoin. Yes I'm. Ini demi eksistensi di media sosial jaman now. Ups. 🙊

Naik terus naik sampe puncak. Poto poto sampe puluhan. Modal hape doang. G ada threepot, g punya tongsis. Modal hape diganjel tas terus mode timer 10detik. Haha.
Berasa di halaman belakang rumah simbah. Bangunannya kayu, pendek. Rumah hits jaman ago bangetlah. Dan aku suka suasananya.

Pengen bisa pergi lagi.

Cukup sih buat aku pergi ketempat tinggi atau ketempat dimana kamu bisa melihat sunset tenggelam perlahan. Abis pulang dari candi pas matahari turun. Mandek di sembarang tempat. Di pinggir kebun teh. Poto poto dulu bentar. Tapi sambil menikmati senja yang mulai menggelap. Kita berhenti, diikuti pendaki yang turun gunung. Ah bahagia.

Sabtu, 20 Mei 2017

The last cutoff

Akhirnya cerita bab cutoff sudah berada dipenghujung cerita. Setelah ini tamat. Tidak ada cerita sambungan lagi. Siapa yang akan peduli dengan kebahagiaan cutoff. Kepenatan yang berubah menjadi kebahagiaan. Karena saat itu aku menjadi gila. Gila bersama kalian.
Seperti saat tiba tiba kita meneriakan kepenatan. Menyanyi lantang dan kemudian saling menertawakan. Hampa. Akulah yang akan meninggalkan moment berharga itu. Akulah tersangkanya. Dan aku kini telah mati rasa. Mungkin sudah tak seistimewa dulu. Aku hanya merasa lelah. Sungguh lelah kali ini tak berubah jadi bahagia. Lelah ini semakin membuat aku sedih.

Aku hanya berusaha menikmati beratnya moment terakhir ini. Hanya tertinggal kita bertiga. Gam, akhirnya Arip mau lembur ya. Aku jadi tenang kalau kamu pulang larut. Siapapun yang menggantikanku dia tidak boleh meninggalkanmu pulang larut malam.
Jaman seabad yang lalu, ada dua lelaki yang selalu memaksa kita pulang. Tak berhenti membujuk sampai kita lepas dari tempat duduk. Kemudian mereka malah pergi, menyisakan aku dan kamu. Ya udah g ada yang melarang lagi. Pulang malam ya malam aja. Kelelahan kita yang jadi alarm. Kepenatan kita yang jadi pengingat. Dan kehebatanku adalah jengjeng..... aku cuma bisa nemenin kamu lembur. Cuma itu aja. Kalau ngrusuhi kamu itu aku dari dulu juga jagonya kan. Banyak tanya, g lebih dong dari yang lain. Kalau bps malah ngobrol diskusi sendiri sampai mbak Zu hapal kelakuan minusku yang itu.  Bersyukur mbak Zu g mutusin aku berhenti ditengah jalan. Dari aku yang kalau pulang soresorean sampai paling larut. Dari pendingan cuma cetak kartu sampai migrasi dan thethek bengek yang lain.  Dari hal sepele menjadi hal yang lebih berat lagi. Dari musuh BU hingga sahabat BU. Dari biasa hingga rindu peserta. Dari tak kenal hingga selalu berharap kedatangan mereka mengobati kebosanan.
Kita hanya butuh waktu saja untuk bisa membiasakan diri. Tapi maaf, kalian harus beradaptasi lagi. Maaf. Pun begitu, aku sudah nyaman dengan canda tawa, omelan, ngrusuhi dll. Aku sudah mulai terbiasa, aku sudah tau harus bagaimana. Harus bagaimana agar semua tak dirugikan. Aku banyak belajar dari mereka.

Ini diary melow kesekianku.
Malam tadi kita nikmati cutoff terakhir bertiga. Makan angkringan, tapi yang jaga bukan mase biasanya. Setelah itu duduk berkutat dengan tugas lagi. Bernyanyi keras keras mengusir rasa takut karena tinggal sendirian di lantai 2. Mengajak chat orang orang yang malah bikin g konsen. Hha.
Ini tidak lucu, tapi aku selalu ingin tertawa ketika Arip mengeluh dan mengucap kata kata embuhnya. Yang bisa kita lakukan sebagai penghiburan hanya itu saling menertawakan satu sama lain. Tingkah konyol kalian. Wahai manusia manusia kuat lembur. Hahah. 
Aku ingin menikmati moment ini dengan berdiam diri. Hanya melihat apa apa yang mereka kerjakan. Bermalasan. Tapi dengan cara itu aku membuang waktu dan tenagaku saja. Sekalian aja kan lelahnya. Kita selesaikan pekerjaan.

Di jauh sana ada bang Dhan. Iya dia tak lagi hadir di sampingku untuk sekedar menemani bernyanyi dan mengenalkan lagu lagunya. Aku tau Bang, ada jalan terbaik lainnya yang bisa kamu lalui. Sungguh percayalah padaku. Biarkan aku kos dirumah mamak. Aku lumayan rajin kog. Hha. Bang Dhan sedang membuat karya untuk kami. Sial. Aku hampir nangis mesesegen. Sungguh rindu sekali. Sebenarnya aku memang ingin menangis sekeras kerasnya, namun aku terlalu lelah untuk sekedar menangis. Aku lelah.

Aku bergabung dengan Gama dan Arip di lantai 1. Mulai menertawakan apa apa yang Arip lakukan dan katakan. Tidak lepas mengomeli kelakuan minusnya Arip. Membanding-bandingkan dengan kelakuan lelaki 2 yang dulu. Eh kog g jauh beda ya, sama sama bisa bikin kezel dan marah marah. Hha.  Apa memang begitu kelakuan kalian sudah tercopy sempurna. Kalian benar benar bisa jadi sibling otomatis rival. Kita sebut hubungan itu adalah siblingrivalry. Wkwkwk. Apasih ya. Mendengarkan playlist yang Gama operatori.
Arip malah mulai menghitung mundur dari 11. Kurang ajar anak itu. Berani beraninya menghitung mundur buat aku. Rasanya tak usah ku hitung mundur, besok tiba tiba saja aku harus membuat semua terbiasa tanpa teriakan cemprengku. Tanpa cara bicara lantangku. Tanpa teriakan teriakan tak tahu diri. Haha. Ah.. aku yang terlaku PD kalau sahabat sahabat BU akan merindukanku. Satu dua bulan juga semua akan berjalan seperti biasa. Mereka akan cepat beradaptasi. Aku tahu itu. Iyakan Rip? Nanti semuanya aku serahkan padamu ya. Berikan mereka perhatian lebih. Cukup dengan perkataan yang menenangkan hati mereka saja. Haha.
Setiap telpon berdering dan mereka mencariku, kau harus menggantikanku Rip. Aku percaya kamu bisa. Gama terlalu sibuk mengurus nasib orang sekabupaten. Biarkan Gama bahagia dengan kepenatannya sendiri. Hei, Rip kelak kamu akan bangga jadi most wanted BU. Saat telpon berdering dan yang mereka sebut itu namamu. Kalau seabad yang lalu sih telpon berdering dengan adil. Tapi sejak aku ditinggalkan dan sahabat BU lebih mengenalku jadi aku terlalu mendominasi deringan telpon. Nah, maka setelah ini akan aku serahkan semua ke kamu. Jangan takut mengeluh. Ceritakan semua kepenatanmu pada Gama, Brian dan Alfi. Karena aturannya adalah "semakin kamu banyak mengeluh dengan teman maka semakin akrab kalian". Ya begitulah aturannya. Kenapa begitu? Karena saat kita harus jadi pendengar peserta maka kita juga perlu didengar. Di dengar oleh teman teman terdekat kita sendiri. Nah kan kayak gitu ya, biar kamu sama Brian juga tambah akrab. Seperti ngomongin mbak mbak cantik diluar sana. Atau ngomongin tips tips biar banyak cewek naksir. Jangan lupa ngejar jodoh ya walau sibuk. Karena kata mase yang ngejar itu cowok, cewek mah fokus aja sama dirinya sendiri. Wkwkwk. I'll miss you so much Mas. Tenanan, orak ngapusi. Walaupun kita masih bisa Q-time di bagian bumi lainnya. Sekedar nongki nongki cantik deket rumahmu. 😘

Dan kalian jangan sebar gosip gosip tentang keberadaanku dimana kelak. Bilang aja udah pindah cabang. Karena dari sini aku akan masih berurusan dengan hal yang sama. Dengan nyawa orang. Tapi kalau besok aku lebih memihak peserta, maafkan aku. Setelah ini aku akan belajar bagaimana perasaan mereka. Bagaimana persepsi mereka tentang kita. Maaf jika lebih kurang akan merubah pikiranku tentang kita yang dulu. Walau begitu jangan lupa kasih tahu aku update informasi terbaru. Aku tahu pasti itu akan sangat bermanfaat bagi orang orang diluar sana.
Tenang Angga, aku akan campaign agar 3 fokus kita tercapai. Aku masih masuk dalam visi misi organisasi ini. Aku masih ingin bisa berpartisipasi.

Hai last cutoff ku. I'll mis you so much.
Aku terlalu excited dengan pekerjaan tanpa lembur walau harus kerja shift. Tapi aku setelah ini sehari 8 jam kerja aja kan ya. Nggak akan lebih dari 12 jam kerja lagi. Ibuk, i'll have more time to finding nemo. Eh, to finding a son inlaw for you. Yihaaa..

Dan mase, it will be more difficult for us to spending time with the wild life. Hha. Sekedar tidur menatap milkyway dan bercerita banyak hal.
But we have more time to nongki nongki beauty. And discuse about all we love to do. Music, book, writting, nature and the other.

Bah.. bahasa inggrisku g beraturan.

Cutoff terakhir terbahagiaku.

Selasa, 16 Mei 2017

Saat lelah terdistraksi oleh mereka #2

Akhirnya aku memutuskan untuk membuat catatan ini. Bagian dua. Iya karena aku dulu berfikir pasti akan ada orang orang baru yang bakal mengobati lelah ini. Hha. Dan, ini adalah bulan istimewa. Bulan dimana aku ingin menuliskan semua hari yang telah berlalu bersama keluargaku di Sleman.
Seperti semua orang sudah mulai bersiap siap melepasku dan mencari gantiku. Haha. Walau begitu aku malah merasa biasa saja. Tidak pernah semelow seperti saat aku akan ditinggalkan 2 lelakiku. Yang pasti aku harus menyelesaikan tugasku. Seandainya ada sesuatu yang menyusahkan kalian sepeninggalanku. Aku mohon maaf banget. 😣😣😣😣 aku ngomong apa sih.

Kita lanjutkan mengenai para pendistraksi lelah.

Mungkin dulu mase adalah orang ternyebeli. Karena selalu datang diluar jam antrian. Selalu tergesa gesa ingin pulang. Selalu datang saat matahari sudah mulai kembali ke peraduan. Selalu memohon tapi lama lama ngajak gelut. Haha. Jarang sekali datang. Tapi sudah cukuplah untukku menghafal kebiasaannya. Mas yang sok galak tapi padahal ming ngono kae. Mas yang mewakili tempat masa laluku berada dan masa depanku dipertaruhkan. Haha. Jangan bayangin sesuatu yang roman gitu. Mase Baik. Tapi ming marai ra penakan. Salah satu notif terbaikku. Katanya "yang penting yakin" jan plek bangey karo sing diomongke bang Dan. Tapi sampai sekarang aku belum dapat notifikasi lagi. Thats why aku sampai sekarang masih merasa biasa saja. Gimana nasibku sekarang ya mas?

Mas putih ganteng. Banyak sih yang bilang mase ganteng. Mas Hrd beranak 1 gembul ucul banget. Gemez.  Jadi mase adalah pengganti pic yerbuli yang aku review di bagian 1. Haha. Aku cuma bercanda mas dim, dev. Ini mungkin yang terniat sampai instal telegram cuma demi bisa berkomunikasi dengan saya dengan tujuan fast respone. Pinter banget. Dan suka banget mbingungi dan ngributi. Ya ampun mas apa aku terlalu baik ya. Dulu awal awal pendiem sekarang hem.. aku udah sampai berani sok akrab juga. Kadang datengnya berdua. Tapi karena mas dim ini terusannya dev jadi ya kebawa deh kita sok akrabnya. Kalau mas yang satunya jarang datang dan pendiem. Mas, kamu pendiem mati gaya lah sama kita kita yang sok akrab ini.

Mas genit yang kalau datang langsung pulang g balik ke kantor. Wkwkwkwk. Mas pic ini fansnya bang Dhani dan princess Alfi. Katanya recomended lah 2 orang itu kerja ditempatnya. Aku ming iso ngakak didalam hati. Setiap telpon pertanyaannya sama😂😂 dan maaf bang Dhan, kita suka ngobrolin kamu. Ini mas B kalau datang pas banyak antrian malah langsung pulang. Kalau pas antrian dikit malah bingung. Haha. Terus dilama lamain. Terus malah ajak ngobrol ngalor ngidul g nyambung. Bertanya sesuatu yang sudah ditanyakan. Kelakuanmu mas.

Ini ada lagi mas yang semua orang kantor diakrabi. Semuanyaaaaa. Embuh kog bisa. Siapapun kenal. Aku sih pertamanya g peduli karena keseringan sama Gama. Dan dulu suka ngrusuhi mbak Dita cetak. Padahal kan sabar aja kali mas, tinggal tunggu kita cetakin. Beberapa beluan yang lalu tiba tiba pamer sosmed yang berhasil dia keponi. Dan minta follback kaka. Ya aku tau kenapa jenengan disuruh ngurus ngurus hubungan luar, karena gapyake yo alehembuh kui mau.

Pak kopkar. Sama baiknya kayak pak gik. Ini kalau sama gama cuma satu desa. Hambok ming cerak banget ya Gam? Karyawannya buanyak banget. Kalau datang paling urusnya dikit tapi ceritanya boleh lah. Kalau datang pasti cuma mampir karena abis nyebrang lintas propinsi.

Mas pabrik susu. Eh bukan tapi pabrik jamu. Awalnya aku g ngeh. Biasa saja. Tapi semenjak ditinggal di Bay, mas ini jadi beralihkan otomatis. Dulu kan apa apa mas Bay. Lah si Bay pergi. Yah uislah aku kudu nrimo. Ini tertidak sabaran dari semuanya. Kita sudah bilang sabar manis buahnya lah dalah malah ngotot aja. Ya uislah. Kezel sih. Tapi lama lama uis akrab dewe juga. Apalagi temen main jadi krocone mase.

Mas rs. Mase adalah orang baru. Baru kemarin. Tapi uis ngributi banget. Sudah kayak aku must be prefect gitu. Padahal aku hanyalah manusia biasa. Mas yang ditakuti sama RO tergilaku Jojo. Sebenernya Jojo g takut mase sih hahaha. Mungkin ini prestasi terbaik Jojo sebelum semua berakhir ya Jo. Huhu 😣😭. Ini mase juga kalau datang g pernah ambil antri soalnya nyaingi mas satunya kalau datang sore sore. Tapi tadi datang udah pake antrian padahal sepi g antri. Dan kalian tahulah apa yang para BU lakukan diawal bulan.

Aku rasa cukup.
Aku tidak perlu membuat review tentang mas standup kan?

Catatan ini bukan untuk menjelekan pihak lain atau mengumbar hal hal lain. Tulisan ini untuk aku bisa mengenang kegembiraan saat aku bekerja melayani masyarakat. Karena rindu itu bersahaja. Apalagi orang yang gampang rindu kayak aku ini. Begitupun rinduku padamu.

Aku telah menemukan banyak teman disini. Banyak sahabat yang terjalin dari ketidak sengajaan. Dari keluhan yang terus menerus kami terima. Dari kunjungan sebulan sekali. Dari kehangatan senyum dan lawakan garing.
Terimakasih kita lagi lagi masih ada di Yogyakarta. Dengan budaya sok akrabnya. Dan dari situlah memang keakraban terjalin. Dengan budaya g enakannya demi menjaga perasaan teman, sahabat dan keluarga. Boleh kita bercanda tapi jangan saling menyakiti. Kadang tutur kita tak sadar salah. Karena manusia itu unik. Memiliki sudut pandang masing masing sesuai apa yang dia dapatkan dari bayi.
Ayo mulai berempati.
Penuhi pertemanan kita dengan cinta dan rasa rindu.

Terus keep piknik yak.

#intro dan penutup g nyambung #katanya #bodoamat.

Jumat, 14 April 2017

Ke pacitan

20.00
Otw pulang ke srumbung. Masih melewati belantaranya wonogiri, entahlah perbatasannya dengan wonosari sampai tak terlihat. Baru saja kami meneruskan perjalanan pulang setelah makan penyetan lamongan yang menurut Ima dll enak banget. Ya mungkin itu faktor kelaparan saja. Hha.
Emh...
Aku g tahu sih ini bakal jadi trip ke berapa yang kita lalui. Hha. Trip yang masih dalam status keluarga sekantor. Sampai bingung mau ngasih judul apa. Menghitung mundur lagi kah? Farewell lagi kah? Semoga nasib terbaik untuk kita semua.
Hari ini tanggal 14 April. You know kan? Seberapa tahun aku hafal mati sama tanggal ini. Menjadi salah satu tanggal wajib tahu dan hafal. Sambil setiap tahun berharap ada keajaiban datang begitu saja. Ah. Terlalu berharap beud gue.
....
Lets begin.
Tanggal 13. Dari pulang kantor sudah malas malasan. Seperti biasa. Tidur agak larut lagi. Padahal esok hari sudah janji berangkat jam 5 ke pacitan. Aku terbangun jam 2 dan kembali tertidur jam 3 atau malah set 4. Tidak ada alarm untuk menbangunkan. Tapi getar hape notifikasi grup pacitan berhasil membangunkanku jam set 5 pagi. Aku siap siap dengan segala hal yang selalu rempong di injury time. Ups.
Jam 5. Om Bagus memberi kabar baru akan otw menuju pintu gerbang srumbung. Aku udah mencari cari orang rumah yang bisa nganterin ke pintu gerbang Srumbung. Jam set 6 lebih dikit akhirnya Om Bagus memperlihatkan dirinya. Sung cus menuju rumah Ima. Dengan kecepatan penuh dan salip sana sini, akhirnya aku dan om Bagus sampai rumah Ima jam 6 pagi. Alhamdulillah. Semua sudah kumpul kecuali Eve. Pas banget datang setelah aku dan om Bagus sampai.
Di rumah Ima sudah ada mas Ricky, mas Wahyu, Riska, Ima, pacar Ima, dan Jojo. Setalah berhahahihi, buang hajat dan lain lain kami langsung melaju ke arah pacitan melalui wonosari.
Jadi iya begitulah niat awal berangkat dari rumah Ima jam 5 pagi, tapi nyatanya jam 6 pagi lebih dikit. Ya maapkeun. Aku sama om Bagus emang harus menempuh jarak super. Dari jawatengah tembus ke jogja kalau lanjut perjalanan ini nanti tembus lagi jawa tengah baru tembus jawa timur. Beehhh... hebat ya kita om.
Oke kita cus jam 6 lebih. Aku udah mules g karuan. Ya maaf kalau tiba tiba minta berhenti buat setor. Bener bener mules, tapi masih bisa ketahan. Untung saja. Belum sarapan. Belum menentukan tempat sarapan. Belum iuran. Belum nyari atm. Sepanjang perjalanan malah ngomongin BU, Kecamatan berbah dan sekitarnya. Hahah. Naik ke bukit bintang dengan pemandangan paginya yang g kalah bagus. Naik lagi sampai paliyan. Bablas terus sampai pos pemberhentian pertama. Entah kenapa kalau pergi ke arah wonosari indomaret ini selalu jadi tempat selow sementara. Indomaret pertama setelah naik gunung.
Disitu pada ambil uang setor iuran sama nyemil karena kelaparan. Tapi tetep aja masih ribut cari tempat buat sarapan. Dimana? G tau. Sarapan soto. Dimana? Pasti ada dimana-mana. Hha. Dimulailah petualangan nyari soto buat sarapan.
Kita baru aja melaju, eh seberang jalan ada penjual soto. Ah paling didepan ada lagi. Terus aja jalan liat kanan kiri ternyata g ada penjual soto yang dimaksudkan. Puter balik puter balik. Cuma ada bakso miayam. Dan tetiba reting kanan masuk rumah makan yang lumayan bagus. Abis itu liat menunya mahal. Enggak mahal sih tapi kita cuma mencoba mencari yang lebih ekonomis. Haha. Dan menunya yang dicari g ada. Sebenernya udah kepalang tanggung dan malu masuk eh ternyata mau kabur. Akhirnya mas Ricky berdiri sambil bilang g jadi buk nyarinya soto. Wkwkwkwk. Langsung kita bersembilan keluar semua. Masuk mobil dan kembali berburu soto. Haha.
Kami tidak menemukan penjual soto sampai memasuki jalanan belantara tengah hutan jati. Belum juga setelah masuk wilayah wonogiri. Belum juga sampai akhirnya sampai pasar kewan pracimantoro. Pas setelah pasar kewan itu ada penjual dipinggir jalan. Jualan pecel. Waaaaa... nak nan. Kita kan bersembilan jadi menuh menuhin tempat haha. Udah yang si Ima g doyan sayur tapi malah belinya sayur doang. Pie sih tu anak. Jadi menunya nasi pecel, teh anget dan gorengan. Nah disini ada gorengan namanya "lentho", itu terbuat dari kedelai plus tepung di goreng. Agak keras. Enak. Abis makan selesai bayar. Bersembilan abisnya 110rb. Wow. Masih juga sama ibuknya dibonusi gorengan banyak. Ya ampun. Katanya besok lagi kalau ke pacitan mampir. InsyaAllah buk. Semoga kita bisa kesana lagi. 
Yah hemat kan? Haha. Dana kita ada 900rb. Cukup untuk hura hura seharian.
Lanjut perjalanan dengan navigator handal kita sebut saja namanya Eve (Eva, kalau susah nyebutnya). Hha. Sedang ada proyek perbaikan jalan. Jadi ya g mulus mulus amat. Kudu ati ati banget. Itu bledugnya juga mubal kemana mana. Wuuuuussshhh. Karena lewat wonogiri, Jaeqlin termasuk tema perbincangan. Hha. Sorry Je.
Kami melaju dengan hahahihi sepanjang perjalanan. Berteriak "wooaaa" saat efek terhempas muncul pas mobil melewati turunan dan tanjakan. Berasa naik rollercoaster. Yah sepanjang jalan itu tentu aku sadar, jadi salah satu yang terberisik sama eve. I just trying to feel that moment. Kita lewat jalanan berkelok. Kanan kiri hutan sesekali rumah penduduk. Langit biru kapas putih melayang layang. Bayangan pepohonan menenuhi perjalanan.
Karena yang kebelet ternyata nambah g cuma aku. Akhirnya kita berhenti di sebuah masjid. Giliran keluar masuk wc. Pas itu cuaca panas banget. Kayak summer di Jepang mungkin terus ada bunyi bunyian serangga. Kamu bisa duduk diteras kipasan dan makan semangka. Segeeeeerrrrr banget. Fix banget aku harus ke Jepang musim semi tahun depan #mulaingimpi #dehidrasiringan.
Yak cuaca waktu itu bisa bikin kamu dehidradi. Aku udah bawa 2 botol minum. Dan yang satu langsung tinggal dikit. Setelah selesai istirahat di pos 2, kita lanjut cus ke sungai maroon. Nah kan pas dipos 2 itu kita baru memutuskan mau kemana.
Kita melaju ke arah sungai maroon. Hem.. di jalan tiba tiba muncul orang orang yang sok ngarahin. Ya karena kita buta arah sekalian aja tanya kemana arah sungai maroon. Nah kog masnya bilang kalau ke maroon jalannya rusak parah. Tapi tetep aja kita menuju sungai itu. Lahdalah ada lagi yang sok sokan ngarahin dan lagi lagi dibilang jalannya jelek. Bodo amat. Akhirnya tetep nyoba ke arah sungai maroon tapi lewat jalan yang embuh hha. Memasuki jalan aspal yang tiba tiba jadi jalan kebon. Cuma muat untuk 1 mobil saja. Kalau papasan ya uis wassalam. Sampai terus berjalan kog g nemu titik temu itu sungai. Bertanya ke penduduk sekitar katanya sebentar lagi. You know kan sebentar laginya penduduk sekitar itu sama dengan jauhnya pelancong lokal. Hha. Sampai jalan jelek jadi rada bagus ke jalan jelek lagi. Dan sampai katanya 500 meter lagi. Sampai tanjakan bombastis lagi. Dan sampailah ke spot yang amazing banget lah menurutku. Jadi posisinya kita diatas bukit. Jalannya cuma cukup 1 mobil. Di arah kanan jurang dan nun jauh disana birunya laut terpampang nyata dihiasi background langit biru sama kapas melayang. Subhanallah... keren banget dipadukan hijaunya pepohonan. Cintak banget lah pokoknya.
Pas kita masih asyik fotoin diri sendiri, diri teman dan diri semesta tiba tiba ada mobil dari arah belakang. Langsung saja kita bubar masuk mobil terus lanjutin perjalanan. Hha. Sumpah ya pas itu haha, lucu, kalau g ada mobil lewat pasti lama banget kita. Perjalanan dilanjutkan. Jalanannya masih sempit terus ada turunan yang lumayan tinggi banget. Abis itu sampai kita dipantai. Wow. Aku lupa kan itu pantai apa nya. Sebelahnya pantai klayar pokoknya.
Turun mobil dan itu puanas banget. Tepok muka pake sunblock. Terus lari ke bibir pantai. Selfie wefie lagi. Dari model membelakangi kamera. Menghadap ke samping. Merentangkan tangan. Senyum lima jari. Hingga gaya levitasi gagal kita. Haha. Bayangkan deh, di depan kita ada langit biru, lautnya biru, awannya bagus, bukit hijau buat seger dan angin asin menerpa wajahmu. Panas banget lur. Ra kuat.
Setelah bosan kita lanjutkan untuk menaiki perahu menuju sungai maron. Per perahu harganya 100ribu. Bisa diisi 5 sampai 6 orang. Kalau nanggung sih 6 orang g papa. Pas kita dibagi 2 kapal. Perahu satu Berisi 5 orang terdiri dari Eve, Ima, Ikhlas, Riska dan Jojo. Perahu dua berisi 4 orang terdiri dari aku, mas Wahyu, mas Ricky dan Bagus. Kita membutuhkan waktu kira kira 55 menit untuk menyusuri sungai pulang pergi. Oh iya tiket masuk pantai itu 5000 per orang. Nah kan pas itu hari jumat dan para lelaki harus jumatan. Akhirnya kita lanjutin sampai dermaga sungai maron. Bayar lagi 5000 per orang karena udah beda obyek wisatanya. Mas ojek perahunya nungguin. Para lelaki sholat jumat. Para perempuan duduk menikmati panasnya hari. Ambil poto poto dikit. Minum minum mengurangi dehidrasi. Setelah selesai jumatan sesi makan siang dimulai. Dengan menu mie goreng. Kalau aku pesennya soto soalnya dari pagi gagal makan soto. Hahah. Nah mas Wahyu cuma makan nasi sama telor. Ya ampun mas, mesake tenan to koe. Menikmati makan siang hemat dan es kelapa muda sambil ngobrol g jelas. Kenyang dah. Balik lagi ke pantai.
Sampai pantai pada teparan di gazebo. Soalnya panas banget bikin lemes. Mas Ricky dan Jojo tiduran di gazebo sendiri. Mas Wahyu juga tiduran. Beberapa menit kemudian, kita berangkat menerjang panasnya semesta. Wowowowowow summer is coming. Yeah. Efek musim kemarau yang sudah dirindukan.
Diperjalanan menuju pantai klayar ganti aku tidur. Capek banget pak. Beneran deh, tidur tiduran tapi masih bisa denger percakapan. Eh g lama kemudian tiba tiba aja sudah sampai kita di pantai klayar. Parkirnya di atas. Sudah banyak ojek yang nawarin buat angkut ke bawah dengan ongkos 5000. Ah enggak mending kita jalan kaki aja kan ya. Aku jalan duluan sama Riska, yang lain di belakang. Ada yang jalan santai sampe kelakuan duo somplak Jojo Bagus malah pada lari lari. Hha. Yaa. Kita sampai dibawah. Si Eve langsung menuju penjual sinyal. Udah kelimpungan mau menghubungi baby bearnya. Hem.. dasar ya mereka. Hha.
Abis itu kita jalan menyusuri pantai menuju ketempat yang pewe. Berhenti sebentar poto poto lagi terus ke warung makan naruh barang. Ehlahdalah bukanya ikut nongkrong tu si Eve udah kayak anak ilang. Mandi dipantai sendiri, nganti klebus. Apakah ini karena baby bearmu, nak?
Alih alih biar g dikira cuma nitip tas gratisan. Si mas Ricky pesen nila bakar. Yang lain pesen es kelapa muda. Aku sih bagian ngrusuhi seperti biasa. Sama ngabisin sale pisang yang yummy. Sukak. Karena matahari masih tinggi dan belum kunjung turun jua. Kita leyeh leyeh aja disitu. Om Bagus gaweannya gali pasir mulu. Entah tu kenapa anak itu. Eh setelah itu kita duduk melingkar main domikado eska eskado beabeo. Tapi ala makasar bukan gitu lagunya, kayak gini "lima dasar negara" terus tangannya pada nunjuk sejumlah jari dengan suka suka. Yang g bisa jawab hukumannya masuk ke tengah meja kotak. Jongkok, g boleh keluar sebelum ada yang g bisa jawab lagi. Dan pas banget itu cuma muat untuk berempat aja itu meja. Dan itu sudah empet empetan banget. Giliran aku salah, Jojo, mas Wahyu dan Riska juga g bisa jawab. Dah masuk semua itu ke tengah meja. Hahaha. Gila. Gitu terus sampai diulang ulang. Ima paling banyak masuk meja padahal dia yang ngajak main. Mas Ricky dan Ikhlas jadi orang yang g pernah masuk meja. Haha. Ibu warungnya senyum senyum liat kelakuan kita. Mas mas yang lagi pacaran ikut senyum senyum liatin kelakuan kita. Ye elah si Eve masih nyari sinyal aja tu anak. Haha.
Sampai kita merasa matahari sudah pas turun dan g terlalu panas, kita putuskan untuk menaiki karang di klayar. Ini karang yang hitz itu lho. Karang yang masuk tipi hitz. Kalau ombak datang celah di batu karang bakal menyemburkan air laut kayak pancuran. Dan kalau pas ombaknya besar.. byurrrr basah kuyup semua. Sesi foto bergiliran. Yang lain masih asyik didekat pantai. Aku menghampiri mas ricky. Nah kan diatas sudah banyak yang antri foto dengan air pancuran dadakan itu.
Foto foto foto dan foto terus sampai capek. Sampai memori hape penuh. Berpose dengan senja yang lerlahan lahan turun ke cakrawala. Capek juga akhirnya. Terus kita pulang. Hari yang benar benar membahagiakan dan juga melelahkan. Kalian mengisi kenanganku lagi. Setahun bersama yang sungguh berharga banget.
formasi mobil. Aku jadi ikut mobilnya Jojo yang terisi Ima, Rizka dan Ikhlas berserta Jojo sebagai driver. Mobil kedua. Mas Ricky, mas Wahyu, Bagus dan Eve.
Pulang dengan tenaga yang sudah terkuras hampir habis dan lapar lagi. Makannya di penyetan lamongan. Kenyang pulang. Sunyi. Capek. Tidur di perjalanan.
Sampai rumah Ima jam 9. Aku udah kalang kabut, pulsa nol, hape mati. Suruh jemput orang rumah idah pada molor semua. Dengan terpaksa dan mohon maaf sebesarbesarnya, dengan berat hati Bagus aku suruh antar sampai rumah. Ya begitulah Gus resiko kalau main ajak aku. Korbannya sudah banyak. Bang Dhan yang sering antar. Mas Ricky juga pernah. Jadi tambah sayang sama kalian. Wkwkwk.
Yups.. begitu ceritanya sampai pacitan. Rindu rasa pisang salenya. Makanan kesukaanku. 

Minggu, 08 Januari 2017

Dan, Akhirnya hari H

Intronya jadi berubah. Aku udah hampir selesaikan nulis post ini terus aku lupa nyimpen. Semua uneg unegku hilang tak berbekas. Duh Gusti.... aku harus mulai dari awal lagi ceritanya. Astaghfirullah. Bang, adek sabar bang.

Thanks to paketan yang habis. Aku jadi g ada kerjaan. Terus mau g mau jadi nerusin nulis blog ini khususon judul yang ini 2 kali. 2 kali. Kata-kata indahku yang tadi yang sudah panjang lebar cerita tentang hari H kita. Aku masih g terima apa yang udah tak tulis harus tak ulangi lagi gara-gara aku lupa nyimpen. Denialku berlapis-lapis. Sabar.

30 Desember 2016

Jumat. Akhirnya ini hari H. Hari kerja terakhir di tahun 2016. Hari terakhir abis itu libur panjang. Hari dimana yang g pernah kita tunggu datang juga. Hari kita harus menerima suatu bentuk dari kata perpisahan. Hari aku tiba-tiba ingin kembali ke April 2016. Hari pertama kita berjumpa yang ternyata kini sudah sampai di penghujung perjalanan.
Morning briefing seperti biasa. Aku pun datang ke kantor seperti biasa. Selalu saja melaju dijalanan dengan tidak santai. Berlari-lari kecil menuju mesin absen. Hari ini hujan. Aku terburu-buru, lebih terburu-buru dari biasanya. Aku berlari ke mesin absen diikuti Afi. Batas absen tinggal 3 menit lagi. Aku sudah heboh sama Afi. Jempol ditempel "coba lagi" telunjuk di tempel "coba lagi". Dan waktu terus jalan aja. Potong 5 % lho, awas ya. Jari-jariku basah, sensitivitas mesin menurun. Sambil hiteris g jelas berdua akhirnya tempat fingerprintnya aku lap juga pake kerudung. Jempol ditempel "Oke" Alhamdulillah akhirnya kita g jadi telat Fi.
Aku naik. Seperti biasa juga sudah ramai yang lainnya duduk-duduk menunggu morning briefing dimulai. Ada Bayu hari ini. Aku naruh tas terus menempatkan diri di paling belakang. Dengan nude makeup pasti Dita udah teriak "gincu, sist". Sebelum mornin briefing dimulai saya masih nude makeup (baca: g pake makeup). Iya karena kalau aku makeupan dari rumah pasti aku keseringan potong 5% karena telat absen.
Jam 07.30. Semua berdiri rapi. Siap grak. Setelah menyanyikan mars eh hymne (g biasanya kan kita nyanyinya hymne). Mengucapkan yelyel. Berdoa untuk kelancaran hari ini. Pengumuman session. Bayu maju ngajak Dani, mbak Dita sama Afi. Udah baris rapi mereka berempat di depan. Dan aku sebenernya g suka pas momen ini. Bikin kezel.
Bayu mulai bersuara. Aku g mau inget dia omong apa. Yang pasti itu bukan kata-kata baik soalnya berhasil bikin Gama nangis. Aku berdiri di belakang sebelah kiri Gama. Mencoba untuk tegar. Beberapa kali Gama udah lap umbel, eh lap mata. Aku sih bisa tahan diginiin, batinku omongnya gitu tapi tetep aja mataku g bisa boong. Aku ikut dleweran uluh juga. Lebih deres malah. Basah dimana-mana. Untungkan terus ada yang nyodorin tisue. Tapi oh tapi tisuenya kasar banget jadi tambah pengen nangis. Setelah Bayu yang omong giliran Dani, mbak Dita dan Afi.
Seketika morning briefing menjadi acara halal bihalal. Ada tangis-tangisan dan salam-salaman. Sumvah, bad moment banget sih. Aku yang uluhnya udah dleweran pengen rasanya nangis mesesegen terus teriak jangan pergi pliss. Pengen nangis sampai g bisa omong sampai umbelen. Hweewewewewe. Apalah daya mana bisa aku begitu, inikan hari kerja. Aku pun memberesi mukaku masuk kamar mandi. Tabur bedak dimuka. Melukis gincu di bibir. Mau nangis udah sayang sama makeupnya.

Jadi ini hari dimana 2 manusia absurd yang udah nemenin aku itu bakal g disampingku lagi. Biasanya kalau aku noleh ke kiri ada Bayu lagi asyik nonton naruto sama one piece. Sesekali aku ikut nonton tapi trus fokus kedepan lagi. Noleh ke kanan ada Dani yanh lagi sibuk chat sama BU sama Kiki terus sambil nyetel yutub kadang juga pake klothekan. Biasalah dia kan mantan drummer band hitz zaman SMA. Hha.
Yang kehilangan g cuma aku atau Gama. Peserta juga pasti kehilangan banget ya. Kehilangan mas baik hati dan mas ganteng. Dan image mereka berhasil membuat aku jadi mbak jahat. Huh. Asemb ya. Aku ternyata jadi antagonis selama bersama mereka. Hha. Ya kadang emang harus ada yang menyeimbangkan kehidupan.
Dua orang istimewa ini udah mengisi hari hari peserta dengan kebahagiaan. Wkwkwk. Jadi kalau g ada mereka hampa terasa hidupku tanpa dirimu. Kayak pas ada peserta tanya gini "Mas Dani kemana mbak?" Spontan aku jawab "keluar, pak" pesertanya terus kaget " lho kenapa? Sudah dapat pekerjaan lain?" Wahaha aku malah ketawa dalam hati "enggak kog pak. Keluar, dinas keluar maksud saya." Peserta jadi lega "owh tak kira keluar resign, mbak".
Atau ada peserta yang g mau kalau g sama mas Bayu. Pas ada telpon, pesertanya nanya "halow mbak, mas Bayu.nya ada?" Aku langsung jawab " maaf mbak, Bayu sedang tidak ada/ pelayanan." Peserta masih kekeh "kira-kira sampe jam berapa ya mbak?" Aku "maaf mbak belum bisa memastikan, ada yang bisa saya bantu?" Peserta " enggak deh mbak, nanti aja sama mas Bayu." Oke fine. Helow aku juga bisa mengatasi masala anda mungkin saja. Dan setelah si peserta ketemu ngobrol sama bayu di telpon dan aku tanya masalahnya apa dan ternyata aku pun bisa mengerjakannya dan si mbak malah tetep pengennya sama mas Bayu. Terkadang disitu saya merasa maturnuwun mbak.
Dua duanya kelewat baik. Sampai peserta bilang mau gantinya yang kayak 2 makhluk absurd itu. Hem tenang ibu, gantinya lebih oke kog. Hha. Piss bang.

Jadi seharian bener-bener melow. Yang Gama nangis kalau denger lagunya endang soekamti yang judulnya sampai jumpa. Aku yang kadang mrebes mili kalau denger lagunya monita memulai kembali.
Akhir - akhir ini aku sama Bayu suka banget dengerin lagunya monita. Aku sih merasa harus bisa segera move on alias memulai kembali. Tapi langit senja memang g lagi sama tanpa kalian. Dan, kaupun tak lagi kembali. Weeerrrrr.. kalau itu bagian liriknya diulang -ulang 100 kali aku udah pengen nangis lah pokoknya. Dani akhir-akhir ini suka banget nytel playlistnya yang endang soekamti itu. Aku sampe hafal mungkin. Dia selalu bersemangat bercerita tentang lagu itu. Terus mulai nyanyi ikutin liriknya. Aku sih g merasa terlalu sedih kalau denger lagu itu. Tapi Gama sih enggak ya. Datang akan pergi. Ya begitulah kehidupan berjalan berirama.
Katanya mas Dani mau bikin video. Kita tunggu aja ya. Mas Dan, jangan lupa update blogku lho. Walau mungkin g ada lagi nama kalian aku sebut disini. 😊 kalian mah tetep juaranya di hati kita ya, Gam?
Semingguan ini intensitas photo bareng kita juga meningkat. Wacananya sih foto studio. Tapi aku yakin akan sulit terwujud dengan kesibukan weekend masing-masing. Jadi ya udah lah ruangan kita bikin aja jadi studio poto. Toh lebih mendekati realita kita. Keseharian kita.
Eh, aku jadi ingat. Sama siapa lagi aku harus gila kalau tidak ada kalian. Hari hari warasku kembali. Beneran nih. Bekerja dengan "waras" itu melelahkan. Kita butuh berteriak kemudian menyanyi bareng. Hha. Aku inget banget pas kita nyanyi chibi maruko chan. Lepas banget kayaknya beban. Atau lagu via vallen yang plek sama lagunya kiroro mirae. Yang jadi top hitz playlist kita beberapa hari.

Kebahagiaan cutoffku bersama kalian. Cutoff super zuper bareng kalian. Cutoff alahembuh bareng kalian. Cutoff ter apa lagi hingga aku tak bisa mendeskripsikannya. Makasih untuk kenangan cutoff luar biasa. Aku pasti bisa melaluinya tanpa kalian lagi. Dan, tolong berkunjunglah saat cutoff datang dan aku butuh bantuan kalian. Hha.

💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
-monita-memulai kembali-
Matahari sudah di penghujung petang
Kulepas hari dan sebuah kisah
Tentang angan pilu yang dahulu melingkupiku
Sejak saat itu langit senja tak lagi sama

Sebuah janji terbentang di langit biru
Janji yang datang bersama pelangi
Angan-angan pilupun perlahan-lahan menghilang
Dan kabut sendu pun berganti menjadi rindu

Aku mencari
Aku berjalan
Aku menunggu
Aku melangkah pergi
Kaupun tak lagi kembali
-----

-endang soekamti-sampai jumpa-
Datang akan pergi
Lewat kan berlalu
Ada kan tiada
Bertemu akan berpisah

Awal kan berakhir
Terbit kan tenggelam
Pasang akan surut
Bertemu akan berpisah

Heii Sampai jumpa dilain hari
Untuk kita Bertemu lagi
Ku relakan dirimu pergi

Meskipun Ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap Tanpa dirimu
Ku harap terbaik untukmu
-----

Ini lagu jepang nande mo naiyo ost movie kimi no na wa juga pas banget kayaknya sama suasana hati kita.

Mou sukoshi dake de ii ato sukoshi dake de ii
Mou sukoshi dake de ii kara
Mou sukoshi dake de ii ato sukoshi dake de ii
Mou sukoshi dake kuttsuite iyou yo
( lebih lama lagi, sedikit lebih lama lagi
Aku ingin lebih lama lagi
Lebih lama lagi, sedikit lebih lama lagi
Bisakah kita bersama lebih lama lagi?)

💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙

This is about you
-kanan-
Bayu itu seangkatan masuk sama aku. Sama-sama g ngerti apa-apa barengan. Cengok barengan. Kog kita fail semua ya Bay. Haha.
Bayu itu orang ngapak. Anak gaul PWT. Anak gunung juga kog. Hha. Dengan logat ciri khas ngapaknya dia selalu lantang kalau ngomong. Kanit checker dengan anak buah tad. Biarpun cowok sangar brewokan gini dia juga g tegaan. Lebih perasa malah daripada aku. Bayu kemana-mana bawa kantong di perutnya. Hha. Makin hari makin membesar aja kandungannya. Udah sembilan bulan tinggal nunggu brojol. Diet ih kak. Perut kemana-mana menjerit minta keluar. Hha. Suka banget pake baju minimini. Wkwkwkwk. Entah gimana tukang jaitnya ngukur kog bisanya baju jadi mini gitu. Perutnya kak, aduh. Aku g tau kenapa kalau liat Bayu ngomong pengen aja ketawa. Terus liat-liatan sama Dani, ketawa barenglah kita. Enggak ada yang salah kog. Tapi ya begitulah keistimewaan makhluk absurd satu ini bisa bikin ketawa hanya dengan menatap saja. Piss Bay. Aku musuhan sama Bayu. Soalnya kadang aku A dia B. Atau soal meja berantakannya dan berkas bececeran dimana-mana. Sampai ya uislah karepmu. Aku juga g paham kog bisa gitu wkwkwk. Aku mah kudu pasrah ditinggal Bayu dengan semua ini. Hha. Setidaknya dia masih suka naruto sama onepiece, dimana sekantor mungkin cuma kita berdua yang doyan nonton anime. Walau saya sudah tak seaktif Bayu dalam mengikuti episode episode baru.
Bayu itu termulti talent. Kenapa? Karena dia siap lempar kemana-mana. Jadi cs woke. Jadi kanit checker woke. Jadi bagian nagih-nagih woke. Dari cs biasa sampai cs luar biasa dia juaranya. Capek ya Bay? Istirahat dulu gih.

-kiri-
Mas Dani. Senior aku. Wkwkwkwk. Dulu-dulunya Dani ini checker juga. Jarang duduk di cs soalnya udah penuh. G tau tuh dia dulu dimana. Bagian pergi-pergi dan jadi sopir. Hha. Sampai akhirnya tukeran sama Bayu. Dani yang duduk nemenin aku, Bayu jadi kanit checker. Dani sih tetep jadi kanit driver. Ini nih si mas ganteng kita. Dani ini asli lokal product. Tinggal di jalan damai, makanya dia damai terus. Dani juga baik, apalagi sama budhe soalnya menyangkut masa depan keluarganya. Wkwkwk, piss bang. Dani suka cerita macem-macem mungkin semua orang yang dia kenal tau cerita hidupnya. Sebagai mantan musisi g heran kalau kerjaannya nyetel yutub sama klothekan meja. Kalau g ada Dani mana mungkin aku tau lagu aneh-anehnya dia. Dari yang liriknya jawa sampe inggris. Owh iya, ibunya Dani di Australia lho. Nglaju pake motor pake helm juga. Wkwkwk. Aku kog bisa percaya sama tipuan mu ya Dan. Dani ini kalau pelayanan lama banget. Kalau dia dapat 1 antrian aku paling udah 10. Ya begitulah caranya sehingga peserta terpesona dengan kegantengannya. Aku kalau udah ngeluh, Dani pasti udah langsung "tenangno pikirmu". Atau kata-kata lainnya yang terus bikin aku diem. Kalau dia dinas keluar. Hha g keluar ya. Selalu melempar pekerjaan kepada saya. Hem. Aku rapopo kog Dan, asal kamu g pergi.
Dani itu baik banget sama aku. Enggak tau baiknya nurun dari siapa, mungkin dari bapak ibuknya. Aku balesnya gimana ya Dan?

Rabu, 17 Agustus 2016

Kita Merdeka

Happy independence day Indonesia.
Indonesiah
Indonesyah
Endonesa
Endonesia
Walau kadang kita melafalkannya alay lebay atau emang kena logat, kita tetap...
"INDONESIA"
Tujuh tahun lalu aku masih upacara di sekolahan. Jadi anggota baris berbaris pengibaran di SMA. Melaju di lapangan berdebu di SMP. Bingung? Hha. Sekali itu kami pernah upacara SMA SMP digabung. Dengan sragan hitam kebanggaan, yang sampai sekarang pengen tak pakai tapi takut kena hukum. Hahah.
Hari ini tadi aku upacara di kantor. Masih sejajar sama lapangan SMP dan SMA. Upacara dengan personil yang lebih sedikit, dengan petugas yang selalu latian dadakan. Rasanya tetap saja bisa buat aku pingin nangis, mengenang masa lalu. Haha.
Sudah ketiga kalinya kita upacara di halaman kantor. Dari pertama upacara yang masih amburadul sampai kedua kemarin yang juga masih kurang persiapan. Upacara yang tadi tidak sempurna seperti di istana negara, tapi menurutku ini peningkatan guys. Yokatta. Eits, bayu nggak usah ngikutin bilang "yokatta".
Semua berkumpul. Jarang-jarang lho. Setelah upacara tidak lupa take a picture. Rame-rame baris rapi. Cekrek. Dengan senyum kebanggaan terbaik kita, dengan semangat 45, dengan kemerdekaan berekspresi, jadilah foto terbaik.
Seharian memerdekakan diri. Owh iya karena kalau dipikir kerjaan dan pr masih numpuk, kalau nggak dipaksa untuk berhenti sejenak bakal ada ajah. Seharian merdeka dari kerjaan. We laugh, we played together. Main lonba 17an pas tanghal 17. Memisahkan jarak antara atasab dan bawahan. Sejajar. Saat ini kita semua keluarga.
Kostum masing-masing yang sudah disiapin mepet hari H. Merah putihnya SARSER. Kuning cetarnya Umum Keuangan HK2. Biru itemnya Mpkr Mpkp IT. Belang blontengnya KLOK dan VERIF. Menyatu jadi satu. Sorak sorai bergembira. Lomba kali ini setelah 2 tahun nggak pernah lomba lagi, hah menyenangkan ya. Beneran bisa bikin lupa beban kita. Ketawa terbahak-bahak bareng. Makan hasil lomba bareng-bareng.
Dan besok, kita udah balik lagi ke realita. Dani, Gama, Bayu pokoknya bantuin aku ngerjain email, pendingan. Andhita cepetan balik gih, nggak ada eloe nggak ada yang bantuin gue.
SELESAIKAN SEMUA.
MERDEKAAAAAAAAAA!!