RSS
Tampilkan postingan dengan label duta gotong royong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duta gotong royong. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2018

Bertemu kemudian berpisah dengan Gama untuk bertemu lagi suatu ketika

Aku sudah mengisahkan perpisahan dengan Dhani dan Bayu diakhir tahun 2016. Aku sudah mengisahkan perpisahanku sendiri di pertengahan tahun 2017. Dan sekarang aku akan mengisahkan perpisahan dengan Gama di penghujung tahun 2018.

Kami dipertemukan bulan Maret 2016 di sebuah Kantor pelayanan publik. Dhani bisa dibilang senior karena dia sudah bekerja 3 bulan lebih awal. Gama baru beberapa hari sampai setelah dia menjalani masa orientasi bagi calon pegawai. Aku dan Bayu baru hari pertama, baru saja mengikuti wawancara dengan kepala SDM. Kerja dadakan. Iya.. begitulah. Di awal bekerja akhirnya kami dipersatukan di satu lantai, di loket customer service. Melayani peserta dari Badan Usaha. Setiap hari kami bertemu dengan para HRD dan SDM dari perusahaan, CV, PT, pabrik besar hingga UKM. Awalnya lebih rumit. Kami harus melayani perubahan data PNS, Individu, BU. Cetak kartu semua.  Pendaftaran baru BU dan PNS. Sampai akhirnya kami hanya berfokus pada Badan Usaha saja. Dan terkadang masih beberapa PNS yang sudah terlanjur akrab.

Keakraban yang kami berempat bangun pada peserta ada beberapa yang berlanjut ke hubungan sosial. Berteman, bermain dan masih saling berkabar hingga saat ini. Rasa rindu bukan hanya mengingat kebersamaan kami tapi juga dengan peserta. Kami terlalu asyik memperlakukan peserta seperti sahabay kami sendiri. Begitulah sahabat BU terbangun dengan sempurna. Aku tidak pernah bisa melakukan pelayanan prima karena pada akhirnya malah saling bully dengan peserta. Tapi itu adalah momen yang paling aku rindukan. Saling menertawakan.

Hei Gam. Sudah berapa hari ya ini tanpa nama kamu terpampang di grup cecurut kita. Rasanya aneh bagiku yang sudah tidak aktif bekerja tapi masih asyik dengan percakapan kalian, dan selalu keributan yang kau timbulkan di setiap chat. Trus kalau aku lewat Jombor rasanya tiba tiba aneh aja gitu, kayak ada yang kurang. Tidak bisa tiba-tiba papasan sama kami di bawah jembatan layang. Ah.. padahal kita sudah tak sekantor setahun lebih. Tak pernah chat intensif. Bahkan sudah hampir saling melupakan. Mungkin begitu juga yang dirasa sama anak-anak yang sudah terlanjur sayang sama kamu.

Eh.. tau g sih. Pas pagi hari aku denger kabar kamu bakal pindah, aku sedih banget. Sebenarnya aku sudah tahu hari itu akan tiba juga. Tapi tidak menyangka dadakan banget. Baru aku bilang kudoakan bulan depan. Eh kog beneran sih. Sepagi itu aku bangun tidur terus dleweran air mata. Sedih banget Gam. Beneran, kalau dulu pas aku pergi aku dleweran nangis pas mau ngucap kata perpisahan sekarang aku dleweran cuma dengan nulis blog ini. Padahal kalau ketemu kamu langsung aku biasa aja malah.

Ya ampun Gam.. bahagialah sama Aan. Berikan kami ponakan yang banyak dan lucu-lucu. Doakan aku bisa pergi ke Balikpapan sesegera mungkin.

Aku sedih.
Tak bisa tiba-tiba ngumpul sama kamu dan Dhani lagi. Ibarat rantai kamu adalah kait diantara kita. Yang artinya g ada kamu berarti kita g akan seleluasa berkumpul seperti dulu.

Gamayana.
Semoga bahagia, punya squad yang sayang kamu disana. Membuat squad baru sekenthel kami disini ya. Yang bisa diajak hura-hura, lembur semalaman, main kemana-mana dadakan dan selalu ngajakin sholat berjamaah.
Inget g sih, kita ketawa pas mau sholat gegara Jojo bilang "mau yang biasa apa kilat" trus kita kompak jawab kilat. Eh pas dieksekusi Jojo baca alfatihahnya cepet banget bukannya khusuk malah ngakak kita.
Inget g sih pas puasa-puasa kita masih suka lembur sampai g sempet tarawih. Kita jamaah sama mas Ricky sama Dhani pake kultum yang diisi sama Mas Ricky.
Dan teriakan teriakan lantang kita saat penat lembur.

Semoga kamu mendapatkan teman terbaik disana. Selain Aan ya. Kan Aan terbaik dari yang terbaik jadi teman hidup kamu.

Iya Jo iya. Aku sabar kog. Beneran.

Tapi ternyata ini beneran perpisahan yang sebenarnya. Walau Ikha bilang "main lagi ke kantor lho ya", rasanya sudah beda aja. Hha.

Semoga kita masih bisa saling mendoakan ya Gam.

Rabu, 11 Juli 2018

Ke pantai di gunung kidul

Lama tidak jalan jalan. Tidak hura hura. Akhirnya bulan ini setelah akhir tahun 2017 tidak ada agenda main bareng seperti tahun lalu yang kami habiskan 1 tahun di pinggir ranukumbolo. Rela tidur dingin dinginan demi sensasi tahun baru. Dan memang sungguh berkesan sekali. Haaah, kenangannya mungkin akan sulit di lupakan. Hha.

Tahun baru. 2018. Aku masih g bisa move on kalau sama hal yang kita sebut hura hura. Masih sama anak itu itu lagi. Sama anak kantor lama. Walaupun formasi sudah bongkar pasang berulang ulang, maaf aku g bisa move on. Masih tetap exist.

Jadi.. anak squad KPP ngobrol di grup rahasia. Eh bukan. Ini grup khusus bebas hahahihi. Aku udah resign tapi g mau resign dari grup ini. Aku bisa kenal anak baru begitu pula anak baru bisa kenal aku. Bah, PD amat ya mereka bakal kenal aku. Eh iyaa, nyatanya Yori kenal dong sama aku. Gegara ketemu pas jaman Yori jadi PTTnya PTT. Semakin parah banget jabatan pegawai. Sejak dia adalah onepiece lover dan saya hanyalah sanji lover. Namanya Yordan, tapi aku panggil YORITAN. Hha. Jyahat. Eh jarang jarang lho aku panggil pake begitu berati dia istimewa. Soalnya kalau panggil "Dan" itu kan udah milik si abang Dhan. Hha. G boleh sama.

Nah.. karena aku paling g bisa kalau g ikut main sama mereka. Kalau aku g bisa ikut ya mereka usahakan ganti jadwal biar aku bisa ikut lah. Hha. Aku masih sakenakwudeledewe kog. Aku memutuskan ikut, rencana mereka mau main ke laut. Tuan rumahnya Desi 16. Aslinya emang orang gunung kidul sana dia. Dulu belum akrab, soalnya beda lantai kerja. Kalau sekarang udah lah, ketahuan alahembuhnya bocah satu itu. Sainganku lah kalau disuruh cerewet dan ceplas ceplos. Sering omong ra dipikir. Wkwkwkwk. Kog kayak aku banget sih Des. Tapi kamu lebih parah.

Sebenarnya aku tidak libur. Nekat saja ikut main sama anak anak. Kapan lagi kan? Butuh hiburan banget. Koping terbaik setelah pindah ruangan adalah dolan sesering mungkin. Hha.

Kendaraan disponsori oleh princess Alfi dan Ikha. Jadi begini posisinya. Honda Freed princess di setiri sendiri sama Alfi, bocah tangguh. Di isi Desi, Farah, Dilla, Yori, Diah. Honda Brio Ikha disetiri Alfat ditambah penumpang Aku dan Gama.

Ritual pertama adalah sarapan. Menu andalan adalah soto di pagi hari. Soto siapa? Mbuh sakonoke lah pokoe. Nah kali ini kita mampir di soto tan pabrik. Komen pertama adalah "kon dulu kita g nemu warung soto ya? Padahal ini ada." Entahlah setiap perjalanan ke arah gunung kidul kita selalu g nemu tukang soto alhasil makan seadanya. Wkwkwk. Ngakak juga kangen. Kangen pergi sama squad ranukumbolo. Sumpah kan jadi inget lagi. 😣

Setelah makan soto formasi dirubah. Alfat jadi driver freed. Yori jadi driver brio. Nah kan aku jadi kenal Yori. Anaknya suka cerita kayak kamu bang. Hahaha. Semuamuanya diceritain. Baik. Sampe mau minjemin laptop. Duh Yor, kostanmu jauh sih.

Sepanjang perjalanan aku lupa ngomogin apa aja sih kita. Langit waktu itu mendung. Sesekali matahari muncul tapi bentar. Tujuannya kan mau ke pantai Wediombo nah kan yang didepan itu freed. Lah kan malah kebablasab lumayan jauh. Hahha. Padahal kan jelas ya udah ada petunjuk arahnya. Balik arah lagi.

Sampai di Wediombo. Seperti biasa ya inti dari segalanya yaitu foto foto untuk update status terkini. Biar terlihat sering piknik dan bahagia. Padahal sih itu mati matian banget buay bisa piknik. G libur sampe nekat dolan. Aku jaga malam, yang penting sampai jogja jam 19.00.

Kita sibuk foto diri sendiri dan berkelompok. Sampai gangguin mbak mbak yang mau foto sendiri malah kita mintol untuk potoin. Untung ya ada Alfi si bocah kendel. Heran ya itu anak gadis siapa bisa seberani itu. G perlu aku jawabkan. Masak tanya sendiri jawab sendiri. Belum puas, rintik hujan mulai turun dan semakin menderas. Langit mendung. Sama ya kayak pas kita ke ranukumbolo. Mendung juga. G apa apa yang penting kan sama kalian. Mendung pun bisa dinikmati dengan begitu renyah oleh candaan random kita.

Berbondong bondong kita cari tempat berteduh, sampai di warung makan. Sambil neduh sambil makan. Ada yang pesen mie goreng, teh anget dan ngemil. Sampai jam makan siang tiba dan memutuskan untuk pindah lokasi pantai. Oiya Desi selain tuan rumah juga seksi acara juga seksi konsumsi. Durhaka bangetlah kita, ibu sama bapaknya Desi nganterin makan siang kita.

Makan siang kami adalah ikan goreng dengan sambal bawang, sayur asemb, tempe goreng dan rambak. Jangan lupa sama suket kemanginya. Enaaaaaaaak banget. Recomended for next trip, masih dengan menu ibuke Desi pokoe. Kita duduk neduh dibawah pohon cemara, gelas tikar. Menikmati angin sepoi sepoi, memandangi deburan ombak. Ceileeeeehh. Kapan kita bisa qtime bareng lagi?

Late post banget.
Selama masih ada Gama di kantor aku akan sering ikut kalian main. Tapi kalau ternyata Gama berhasil mitasi ke Kalimantan ya udah mungkin bakal jarang main kantor juga. Dan aku malah mainnya ke kantor cabang balik papan. Hha.

Yass...
Happy time is with you all.
Love love..

Kamis, 07 Desember 2017

Ini tentang ROku

Waktu itu bulan Agustus 2016. Selepas lebaran. Kami kedatangan keluarga baru. Seorang lelaki dengan tiga orang perempuan cantik cantik. 

Aku tidak pernah bisa sok akrab sama orang ini. Kita lagi membicarakan lelakinya. Seorang laki laki. Jangan sanksi. Dia ini temen Kiki jadi mereka lebih terlihat akrab seperti itu kelihatannya.

Duh.. anak ini gapyak e. Caper saja sih kurasa dia. Yah tapi boleh lah usahanya. Dan jangan jangan yang dulu itu cuma kisah setingan saja, nak? Ckckckckck tak kusangka kau begitu sempurna dimataku kau begitu indah.. deeeehh malah kebablasan nyanyi.

Kesan pertama di awal awal bulan. Anak ini rajin banget. G disuruh bantuin menawarkan diri. Inisiatif anak ini nilainya 10. Terbantu sekali kak, kita waktu itu. Wellok. Yah kau tahulah 2 tumpuan hidupku waktu itu inisiatifnya kudu di getak sik. Tapi anak ini ckckckckck. Luar biasah rajinnya. Berhasil kau cari muka, nak. Hebat betul. Hahaha.

Ternyata anak ini humoris sekali. Tapi bakatnya ini tak tersalurkan karena tak ada orang orang disini yang bisa menyaingi tingkat gilanya. Tak ada sama sekali. Sunguh luar biasa.

Dan ini anak suka gombalin cewe cewe komplek. Yah bisalah dia raja gombal tapi kog miris kali kisah cintanya.

Setiap sore setelah dia kerja, aku masih belum selesai. Nanti dia datang menawarkan bantuan. Kita ajarilah dia. Dia kerjakanlah itu berkas berkas. Beres. Hari berikunya begitu. Aku ni suka pulang telat, lah sok sokan juga dia ikut pulang telat. Sok akrab aja kurasa dia, boi.

Pun begitu lama lama kami terhibur juga dengan keberadaan lelaki ini. Terhibur terbantu. Sungguh mulia usahamu nak. Mamak bangga sama kamu.

Lama lama dia gombal kesana sana. Adalah itu akhirnya korban berjatuhan. Jatuh cinta. Tapi apalah daya sang pujangga tak kuasa menahan lara. Tertular juga lara itu ke sang wanita. Hha. Disitulah aku sebut dia tukang php. Php itu kepanjangan dari penjual hand phone.

Setelah anak ini sudah dapat muka semua orang. Mulai jaranglah dia bantu aku. Sudah jaranglah dia hibur aku.

Anak yang suka bikin toss ala sahabatan anak SMP. koreonya harus sesuai dengan dia. Kalau pulang duluan selalu ajak toss dulu. Ku sebut itu Toss penghiburan.

Apalagi yang aneh dari anak ini. Dia suka sekali bertingkah aneh. Sungguh pelipur lara. Ah. Tapi dia pun menangis saat tertawa dan bertahan untuk selalu tertawa. Kau tutup tutupi saja itu sedihmu kan, boi? Belagak bahagia tapi didalam lumer kayak es kepanasan. Hancur berserakan kayak bekas beling kaca mobil tabrakan.

Playlist lagunya Jojo itu lagunya Rich chiga. Musiknya jedug jedug dan bikin angguk angguk. Kadang kangen juga duduk bejejeran trus dengerin rich chiga ngerap, kita angguk angguk sambil masih kerja lembur gitu kan. Masih tergiang banget musiknya. 

Sampai akhirnya aku dan Gama di tinggalkan Bayu dan Dhani. Anak lembur masih ada Jojo. Tapi Jojo punya temen baru namanya Om Bagus. Om Bagus bukan anak lembur. Sejak saat itu juga aku terpisah divisi dengan Jojo dan dia bukan lagi anak lembur. Setelah bertemu Om Bagus, Jojo seperti bertemu dengan orang yang selama ini dia tunggu. Teman yang sama sama gila. Teman yang bisa mengimbangi ketidakjelasannya. Jojo semakin tidak waras ketika ada Om Bagus Dewe. Mereka berdua menjadi sangat produktif dalam《bekerja》ketidakwarasan. Setiap hari setiap waktu bikin orang ketawa. Akhirnya ada yang menanggapi Jojo. 

Terus kan aku pernah ada masalah, Jojo adalah tameng terbaikku. Dia tameng terbaikku. Kita memang dipasang di bagian depan Jo, tapi kamu lebih depan dari aku. Ah.. apa jadinya aku kalau g ada kamu. Masih ada mas Ricky sih sebenernya. Kog bisa ya kita lewati masa masa itu. Masa yang kalau aku bayangin sekarang itu ngeri bangets. Hiii.

Jojo juga nemenin ranger BU lembur akhir tahun 2016 lalu. Aku lupa dulu dia berangkat ikutan ngapain ya? Owh iya mungkin karena mau bantuin. Hha. Biasa kan dia bilang gini "iya, mbak. Beneran. Aku bantuin. Nanti aku bantuin." Hha. 

Ya Jojo sempurna jadi penghiburan ku dan Gama. Dia menjadi andalan kami disaat genting. Kami bersyukur dia menjadi salah satu orang yang ada di sekeliling kerjaan kami. Hha. Jahat.
Dulu terlihat lebih bahagia saat kami masih satu divisi. Saat komando masih dalam satu bos. Tapi setelah kami terpisah, rasa rasanya dia menjadi lebih sok sibuk. Tapi sebagai Bro yang berprinsip pemberdayaan masyarakat adalah nomer satu. Maka sesibuk apapun RO ku selama mereka bisa diberdayakan maka lakukanlah. Hha. Aku sempurna jadi Bro terjahat yang pernah ada. Dan apesnya adalah Andhita dan Jojo milih aku jadi Bronya. Seandainya kalian tahu, aku sungguh bersyukur kalian jadi RO ku. Kalian mandiri, cuma kalau Jojo harus sering sering diingatkan aja anak itu.

Owh iya Jojo ini berinisiatif melakukan komunikasi efektif sama aku. Awalnya sih oke bagus ya. Dengan lagi lagi saya berdayakan semaksimal mungkin anak itu. Hha. Eh tapi lama lama komunikasi kami todak efektif juga. Hha. Catetan yang amburadul. Malas malas sudah mau catat. Hah. Kesibukan seperti apa yang dulu pernah kita lakukan ya Jo, sehingga jadinya begitu. Hha.

Mungkin aku terlalu melakukan pemberdayakan RO to the max jadi Jojo sudah kayak bagian ranger BU. Jadi penghiburan terbaik kami. Masih suka ikut lembur tapi udah kadang kadang.

Jojo ini juga jadi salah satu kandidat ketua dolan hura hura. Katanya sih dia lumayan handal jadi tour guide. Kalian tahu kan perjalanan ranukumbolo kami, nah itu juga di bimbing Jojo. Tapi ya gitu g jelas gitu. Hha. Yampun. Jadi inget kan hape kamu ilang di Ranukumbolo Jo. Apakabar ya hp.nya Jojo yang jatuh itu? Udah di temu siapakah?

Kenapa kami bisa akrab begitu saja? Karena kami berkeluh kesah bersama. Aku dapat rumus itu setelah bekerja setahun lebih sama Gama, 9 bulan sama Dhani dan Bayu. Berkeluh kesahlah sama temanmu, mereka adalah penghiburan terbaikmu. Merekalah yang tahu di tempat kerjamu. Sedangkan keluargamu hanya tahu kamu bahagia aja.
Saling mendukung dan menyemangati adalah obat terbaik dari kebosanan dan kepenatan bekerja. Jadikan temanmu sebagai orang yang bukan satu satunya yang kepayahan, tapi juga ada kamu yang merasakan hal yang sama. Ungkapkan semuanya. Jangan dikatakan dibelakang, karena kalian tidak akan menemukan suatu titik temu. Kadang jalan keluar harus dicari bersama sama.

Setalah aku keluar terus kalau main ke kantor. Jojo ini kalau nyapa uda g pake toss ala ala lagi. Tapi pake kekerasan fisik. Tabok sana sini. Jorokin sana sini. Pelampiasan kali ya itu karena dulu aku jahatin. Makanya dia balas jahat sama aku.

Aku kangen sama Gama, yang kalau ada apa apa kita suka berinisiatif melakukan hal hal yang bisa mempermudah kerja kita. Haah. Aku sekarang g ada teman begitu gam. Adapun beda tempat kerja walau masih satu instansi. Sedih kali yak.

Balik lagi ke Jojo. Salah satu RO terbaikku.
Ini sudah penghujung tahun 2017. Bagaimana nasibmu Jo? Lanjut apa berhenti seperti aku?
Aku sudah pergi duluan. Kamu terbebas dari sikap jahat Bro mu ini dapat Bro pengganti yang lebih rajin dan mampu kamu berdayakan balik. Hha. Kekuatan senior. 😂😂

Sesedih apa Gama kamu tinggalkan?
Gama sudah ditinggalkan teman seangkatannya, seangmatanmu. Siapa yang nemenin Gama lembur?
Aku pergi. Kamu pergi bahkan Arip ikut pergi. Siapa yang bisa aku andalkan buat nemenin Gama?
Kamu tahu kan kebaikan bos geng kita itu kayak apa?
Aku sedih. Aku sedih Jo. Sedih kalau inget waktu itu yang kesisa lembur cuma Gama, aku cuma bisa nemenin duduk di depan meja dia sambil cerewet ngomongin segala hal. Lah... abis ini siapa Jo? Kita uda g bisa gangguin anak itu. Kasian dia. Makin rindu nanti dia sama suamiknya. Hha. Tak ada pendistraksi penat.

Jo.
Jadi sountrack kali ini lagunya nella kharisma ya? Tapi kira kira yang judulnya apa?
Bojo galak?
Di pikir keri?
Jarang goyang?

G ada sedih sedihnya tu lagu Jo.

Doaku untuk ROku.
Semoga cepat kelar itu S2 teronggok mu. Fokus nak. Fokus.
Dapat kerja dan jadi lelaki mavan.
Langeng sama mbak BNInya trus segera lamar aja deh.
Bahagia ya Jo.

Ingat.
Bounding kita itu kayak mamak dan anak. Kayak ari ari dan udel.
Kepisah jauh pun kita masih bisa saling mengingat kalau g pikun. Kalau saling manyapa aku g tahu lah Jo. Kau bakal sibuk banget kayaknya.

Hari ulang tahun Jojo ke mbuh
Perjalanan subuh kesekian ke Mbantul
Perjalanan subuh kesekian ke gereja ayam Magelang. Masih ngantuk kali kau Jo?
Trio lelaki andalanque
Nobitajojo
1 Bro dan 2 Ro

Jumat, 29 September 2017

Akhirnya hari H yang sesungguhnya

Apaan sih blog ini suka ngomongin hari H g jelas. Ha apaan? Suka ngomongin orang tanpa ijin. Suka ngomongin hal hal masa lalu yang malah terindikasi gagal move on.
Ya trus? Bodo amat lah.

Key..
Hari H itu apa sih?
Intinya adalah hari yang pada akhirnya tiba juga. Hari yang memorable banget entah itu sedih atau senang. Tapi kalau di sini lebih ke sedih. Seperti hari H perpisahan sama Dhani dan Bayu karena mereka sudah g kerja bareng lagi.
Ya sama hari H kali ini adalah saat aku yang harus pergi. Tapi aku udah pergi duluan, nah sewajarnya adalah hari ini adalah hari H itu. H yang sesungguhnya. Jadi harusnya hari ini aku sedih. Aku galau. Aku nangis nangis perpisahan sama anak anak.

Ya..
Banyak moment di bulan September yang aku alami. Jangan jangan besok pun aku nikah di bulan September. Hha.
Seinget aku ya, September itu pernah ada hari sakit hati, hari pas jogja japan week, hari pas jalan jalan ke Bandung, hari pas awal profesi ners, hari pas masa bakti kerja berakhir, hari pas awal musim hujan taun ini tiba, hari pas lembur bahagia. Banyak moment banget.

Iya.. empat bulan sudah aku pergi lebih awal dari jadwal yang seharusnya. Ada sedikit penyesalan di awalnya karena aku harus membayar semua konsekuensi dari keputusanku. Tapi pada akhirnya aku bersyukur. Sekarang aku sudah memiliki rumah baru untuk berteduh. Sedangkan mungkin teman temanku setelah ini, entah kemana.

Hari H. Setelah ditinggal Dhani dan Bayu, sekarang aku yang harus pergi ikuti jejak mereka. Melangkah ke masa depan yang entah seperti apa tapi kami pasti bisa. Bahagia.

Sudah genap empat bulan aku pergi dari kantor lama dan bekerja di RSUP. Sudah berakhir masa orientasiku dan sekarang harus benar benar bekerja. Walaupun masih salah salah dan harus banyak belajar. Berat rasanya di awal, pilihan sudah di tangan. Jalani dengan baik dan ikhlas adalah kunci jawaban terbaik dari semua tanya, kenapa.

Jadi hari ini tadi setelah pulang kerja dari RSUP meninggalkan mungkin kesebelan di antara senior. Aku rada bodo amat pergi ke kantor. Ada hal krusial yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.
Aku sih sempat mikir, bagaimana tanggapan para senior. Ah... sudahlah, namanya juga anak baru masih adaptasi. Jangan dipikirkan terlalu berat, bisa bahagia dan bertahan sudah lebih dari cukup untukku. I need my coping stress. Positive thinking. Udah gitu aja hal terbaik untuk tetap bahagia.

Nah. Aku kebut, soalnya udah janjian sama mak Ning buat nemuin mbake. Menyelesaikan urusan terakhir. Pliss. Cukup terakhir ini ajah. G lagi lagi.

Jam 15.20 aku sampai kantor. Pintu masih terbuka. Parkir motor di depan kantor. Ada pak CS. Duh aku bahkan udah lupa nama nama bapaknya. Huhu maafkan saya pak.
Masuk terus buka pintu ruangan Gama. Nah loh g ada orangnya. Terus duduk di kursi tunggu peserta lantai 1. Di5situ sudah mentereng tiga orang. Brian, Arip Daps dan Dessy. Aku g tahu ya mereka beneran kaget melihat aku atau cuma dibikn bikin aja. Wkwkwk. Aku langsung duduk di depan Arip. Ngobrol sama tiga anak itu. Dan yampun Rip, perut itu dijaga, astagah. Pipimuuuu.... duh.. nyaingi aku? Baru ditinggal empat bulan udah gemukan kamu sekarang ya. Bahagia tak tinggal? Iya. Hem... berbicara banyak hal, membicarakan hal embuh. Di dalam ruangan sana ada mbak Zu.

Terus munculah Raka yang menyapa lalu pergi. Beberapa saat kemudian mbak Zu keluar menyapa dan bercerita. Melakukan pengkajian terhadap kehidupanku selama 4 bulan terakhir. Setelah itu datang Ikha, si pelukable girl. Peluk peluk lagi lah sama dia. Di belakangnya ada Gama. Nek sama Gama biasa aja. Soalnya masih sering main. Tapi ah karang manten anyar yo ngono, sekarang dia lebih bernapsu main sama suaminya timbang sama temennya. Ya iyalah. Wkwkwk.

Sesaat kemudia aku naik ke lantai 2. Suasananya berbeda. Tatanan kantornya sudah beda. Semua baru. Terlihat lebih sempit memang. Astagah, dulu aku pernah ada di tahun tahun pertama kantor ini berdiri dengan dekor seadanya. Lihatlah sekarang. Lebih nyaman. Bingung kan mau sedih apa bahagia. Angga selali duduk dipojokan singgasananya. Duh Ngga, pipimu ra kalah mlembung koyo Arip. Di loket BU ada Alfat bekasnya Arip bekasnya Gama bekasnya Bayu. Ada Riska di bekasnya aku bekasnya mb Anes. Ada Alfi dibekasnya Dhani bekasnya Andhita. Wkwkwk. Apaan sih. Ya maksudnya dulu dulunya itu loket yang nempatin orang orang itu. 😂😂

Cerita banyak hal. Nah cerita merwka mungkin adalah cerita yang paling aku tunggu. Mengapa? Karena mereka masih bertemu dengan sahabat BU. Sabahat para pendistraksiku. Duh. Tapi aku malu kalau ingat ingat tingkah gilaku. Wkwkwk. Isin. 🙈🙈
Mengingat ingat para mas mbak sahabat BU memang hal yang menyenangkan. Wkwk. Mengingat tingkah konyol mereka. Mengingat bagaimana mereka ngrusuhi. Mengingat kebahagiaanku ketika mereka datang. Duh.. kangen.

Kabar yang membuat aku menjadi lebih legowo lagi adalah ketika Alfi, Arip, Rizka bercerita bahwa para Sahabat BU pendistraksi stress itu juga mulai tidak mengurusi hal kantor lagi. Rasanya seperti "kog kalian ikut ikutan aku pergi sih?". Wkwkwk. Artinya adalah kinerja mereka bagus sehingga mereka mendapatkan promosi jabatan yang lebih bagus sehingga tidak perlu lagi mengurusi hal hal kantor. Apalagi udah g ada aku, iye kan? Hahah.

Di awal awal aku masih denial dengan keputusanku sendiri. Di awal awal aku masih sedih kalau g bisa ketemu orang orang itu. Tapi sekarang terlihat lebih mudah untuk melangkah. Karena akan seperti ini, pun kalau aku masih bertahan pasti mereka naik jabatan pula. Jadi.. fair. Yeay.

Kalau diingat dulu pas pagi pagi bad mood, keterusan sampai siang, eh tiba tiba sumringah kalau udah datang pendistraksi stress itu. Berdosa kali aku ini buk. Maaf kan anakmu. Bukan maksud hati untuk melukai  aku hanya ingin menyukai. Wkwkwk. Kan gila lagi aku. Tapi masih ada yang aku rindukan. Yang harus menerima alasan untuk dirindukan. Yang harus ada alasan untuk saling menyapa. Padahal aku tak punya alasan apa apa kecuali rindu. Eaaa..

Nah kan trus mbak Dien muncul menyapa. Lagi asyik asyik ngobrol, Andhita datang dengan teriakannya menyapa Bagus yang sudah menggantikan posisi Alfi duduk di depanku. Wkwkwk. Bagus ini ya gus ya, pernah sekali kau antar aku pulang ya. Wkwkwk. Ngeri kan jalan kerumahku. Duh.. Andhita yang semohay itu peluk peluk kemudian ngrusuhi Bagus.
Mumpung ada Andhita aku vicall mas Adi yang sekarang sudah naik jabatan. Untung kan mas Adi naik jabatannya setelah selesai mengurusi aku. Aku juga kangen mas Adi. Sahabat BU yang sekarang selingkungan kerja denganku. Mas yang sudah aku anggap mas sendiri, aku anggap om sendiri. Mas yang membuat aku bisa seenakwudelku dewe. Mas yang membuat aku rada tenang lah. Terimakasih mas Adi.
Nah kan tak vicall itu mas mas yang masih kerja padahal jam hampir menunjukkan jam pulang kerja. Wkwkwk. Mukamu mas, bruwet. Kapan kapan nek kangen aku vicall lagi ya. Hha. Oiya aku rada g percaya kamu kangen datang ke kantor, wong biasanya kamu datang sesorean sesukamu, ganggu orang yang udah mau pulang. Ngeselin. Dulu kamu ngeselin banget mas. Wkwkkw. Ampun, kamu baik kog mas. Beneran. Hha.

Sudah menyelesaikan urusan sama mak Ning. Cerita sama mbak Wahyu. Salaman sama mas Wahyu. Kangen kangenan alakadarnya sama Angga. Kangen denger Angga menghadapi peserta. Dimana saat seperti itu aku ingin mengacungkan keempat jempolku terus bertepuk tangan atas tindakan dan ucapan Angga. Atau pas dengerin Angga rada emosi gitu kan. Lucu. Hha. Dulu kalau ada Angga semua beres. 

Aku turun lagi ke bawah mau nemuin Gama. Di tangga ketemu sama Jojo. Sudah lupa gimana dulu kami adalah patner Bro dan Ro. Dimana saya adalah Bro seenakwudel dewe dan Jojo adalah Ro teraniaya karena harus tetap ngerjain sendiri. Lupa sudah bahwa dulu kami punya toss ala ala yang sering diubah ubah sama Jojo sendiri, dimana saya hanya ikutin kemauan anak itu. Dan, sapaannya yang sekarang lebih anarkis dong, dorong dorong badan aku ampe mau jatuh kayak mau ajak berantem. Lupa dia gimana dulu sok sok alim sok baik pas awal awal jadi pegawai. Hem... wkwkkwk. G kalah lucuk.

Sampai bawah ke ruangan Gama. Dianya sibuk nggarap. Ya udah. Aku duduk aja. Kayak jaman dulu persis kalau yang ini mah. Aku posisinya duduk di depan Gama. Curhat cerita. Dianya sibuk mantengin komputer, tanggepinnya cuma ya gitu. Duh. G berubah nih anak. Ceritanya kan mau vicall Dhani, tapi 2 kali g diangkat. Yadah.. terserah kamu bang.
Aku bilanglah sama Gama "pacar barunya Dhani siapa sih?". Wkwk dengan setengah kaget Gama tanya siapa? Ya aku g tau lah Gam. Orang aku cuma ngimpi aja hha.

Setelah ya alakadarnya begitu sama Gama. Muncul Eve bercerita lagi. Masa depan yang memang entahlah Eve. Semangat ya. Kalau ga ya uis lah nikah aja sama Raka. Mungkin dengan begitu semua hal akan menjadi lebih mudah bagimu. Terus jedul lagi Jojo dengan sapaan anarkisnya yang jahat itu. Sebel.

Setelah jam 17.00 waktu pulang kantor tiba. Oiya tadi aku juga absen lho. Masih bisa lho. Tapi pake tanya dulu caranya absen gimana. Tanya Brian sama Arip. Wkwk. Beneran lupa aku. Padahal lebih simpel dari cara absenku sekarang yang rempong.

Hari H.
September tanggal 29.
Berakhir sudah masa kerja kami.
Semoga penghidupan terbaik dan lebih baik yang akan kami dapatkan.
Terimakasih atas pengalaman berharga dan keluarga yang tidak bisa kami dapatkan di tempat manapun. Iya karena kalian hanya disitu g ditempat lain. 😅
Terimakasih atas stress yang ditimbulkan bersamaan denga coping stress yang tambah bikin stress tapi sekaligus bahagia.
Terimakasih atas kesempatan mengenal banyak orang yang bisa menjadi bekal kami dalam bersosialisasi dan mencari penghidupan yang lebih baik.
Terimakasih atas pelajaran berharga yang entah apapun itu.
Terimkasih sudah menerima kami apa adanya dan memaksa kami untuk menjadi lebih baik lagi.
Terimakasih.
Dengan gotong royong semua tertolong.
InsyaAllah. UHC.

3 fokus utama:
1. Keberlangsungan finansial
2. Kepuasan orang tua
3. Mencapai keluarga sakinah mawadah waromah barokah

Aamiin.
Yeay.

Apa kabar Cut off?

Pas empat bulan. Pas the last cutoff yang sebenarnya. Pas, jika aku tidak memutuskan untuk berakselerasi. Aku sudah terbebas dari cut off empat bulan terakhir. Aku sudah terbebas dari sahabat BU yang suka ngrusuhi.

Gam, katanya abis nikah g mau lembur lagi. Kog kamu masih lembur sih. Kan udah g ada aku yang nemenin lembur. Hah... ya mau gimana ya Gam? Nasib orang sekabupaten ada di tangan besimu. Wkwkwk.

Hari ini tadi dapat video call gagal sinyal dari Jojo. Ternyata kalian masih lembur. Ya ampun Gam, Jo. Kangen banget sama kalian. Kangen banget kelelahan terus teriak teriak atau malah apatis g ada tenaga. Nyanyi nyanyi g jelas gitu. Yempun.. kangen sumpah.

Karena sinyal di Srumbung belum punya satelit sendiri, makanya susah. Abis ini Srumbung harus meluncurkan satelit sendiri demi kelangsungan komunikasi efektif antara kita, guys. Hha buat apa ya.

Udah aku baru selesai mandi kan. Masih kerudungan handuk. Dan video call berakhir dengan sendirinya.

Hal yang membuat aku tenang adalah di samping mu Gam, ada Bagus dan Jojo yang setia nemenin kamu. Yang kayaknya dua orang itu dulu rajin pulang awal juga. Alhamdulillah, Jojo sendiri aja sudah bisa jadi penghiburan terbaik kita. Apalagi ditambah dengan Bagus. Pasti jadi kuadrat penghiburan. Aku kangen tingkah konyol mereka. Kangen banget. Tapi kalau udah barengan sama mereka aku sebel. Tapi kangen juga. Ih..

Walau capek. Walau lelah. Walau sudah masa bodo. Ada sedikit moment berharga saat hari hari crowded kayak gini tiba. Bukan cutoff BU lagi yang bikin gempar. Tapi cuttoff kabupaten. Semangat ya Gam. Semoga saja kita bisa jadi PNS seutuhnya. Haha. Apalah kata orang orang diluar sana yang tidak merasakan menjadi kita, yang malah memilih jadi ibu rumah tangga dan seorang PNS selow.

Semoga.

Minggu, 16 Juli 2017

Di bukit Kosakora

Akhirnya setelah sekian hari. Puluhan hari aku terpisah dari mereka. Kami dipertemukan lagi. Tidak mudah. Penuh drama, dan rengekan. Perjalanan kesekian kami ke tempat yang disebut kebahagiaan haqiqi. Hha.
Ceritanya di mulai dari grup chat "cus malang" diganti "cuss ngecamp 15 juli". Grup yang awalnya ada 8 orang juga bertambah. Wacananya sih yang akan ikut acara ini banyak ya. Sekitar sepuluh orang. Aku sih kagak ikut hitungan. Dari 8 orang, yang 3 sudah melepaskan diri dari rumah yang kita sebut kantor.
Jumlah orang yang ada sepuluhan orang itu tidak akan membuat mereka mempertimbangkan saya. Begitu sih pikirku di awalnya. Bayu otomatis udah g mungkin ikut karena ada di ibu kota negara. Aku sih manut yang ngajakin karena pulang kerja sudah jam 14.30 belum juga absen dan lain lain.
Grup yang awalnya rame bahas mau kemana siapa saja sampai mepet hari H malah sepi. G ada kabar. Setelah disimpulkan ternyata hanya ada lima orang yang ikut. Itupun aku sudah dihitung. Aku yang minta ditungguin biar bisa ikut. Abisnya aku pengen banget ikut, sama sama kalian lagi. Menertawakan satu sama lain lagi.
Oiya ini juga acara bridesshowernya Gama. Hem.. anak paling muda itu malah udah mendahului kita kita. Ya sudahlah. Setelah ini giliranku. Begitu kan ya bang? Hha. Semoga disegerakan juga. Jadi kalau kemana mana aku g harus ngributi kalian. Haha. Biar aku bisa pergi sendiri eh berdua sama si abang.
Jadilah formasi berdelapan. Minus Bayu dan bang Dhani. Si abangnya diajakin sekarang juga susah. Malah ada acara keluarga sendiri. Ya sudah digantikan mas Damar dan mas Rahmat. Tapi setelah mepet hari H, mas Rahmat g bisa ikut juga. Mas Rahmat harus mengantar bapak. Ya sudahlah.
Aku seneng sih, akhirnya mereka mau mempertimbangkan saya untuk ikut dalam rombongan camp. Terakhir camp sama mereka pas tahun baru 2017 di Ranukumbolo. Sama persis formasinya. Dengan orang orang ini lagi. Para amatiran ini lagi. Enggak kapok, malah pengen lagi dan lagi piknik sama mereka.
Tahu sendiri koplaknya orang orang ini. Apalagi omongannya Timi yang kadang g terduga dan nylekit. Haha. Aku masih pengen ketawa kalau inget. Nyebelin dan ngezelin banget.
Mas Ricky itu orangnya sok yes. Wkwkwk. Ampun bang. Kadang kadang bisa sok waras juga. Tiba tiba tausiah gitu kan. Yah sebagai orang paling tua ya memang harus lebih tobat ya. Hha.
Timi itu orangnya nylekit. Model hits sepurwokerto city. Bakat diturunkan langsung ke sang adik. Orangnya juga ngeselin dan nyebelin tapi bisa bikin ketawa.
Jojo. Ah sudahlah lupakan anak ini. Hha. Dulu dulunya sih jadi anak paling g jelas. Eh sekarang juga masih. Jangan percaya dengan apa yang dikatakan Jojo. Anak terenggakjelas bangetlah pokoe. Masih dengan kisah pencarian cintanya yang ditagih keluarga besar di kampung halaman.
Ikha. Pelukable girl banget, setiap ketemu peluk. Ketemu lagi peluk. Kami adalah terlemah dari yang lainnya. Anak yang g bisa lepas dari bakso.
Gama ini paling muda. Tapi tetep ya bos. Umi. Ustadzah. Dan lain lain. Yang paling realistis mungkin ya tapi kalau lagi edan ngezelin banget. Yo uis disekarep wae.
Sampai parkiran pantai langsung sholat dulu. Setelah siap siap, pake ada ibu ibu bilang "kalau lewat sana cuma tinggal lurus sampai kosakora. Kalau lewat sini naik turun lewat pantai naik lagi baru sampai kosakora". Kebayang kan itu jauhnya kosakora kayak apa. Sampai melewati gunung lembah gunung lagi.
Karena sudah masa bodo ya udah tetap pakai jalur panjang. Naik bukit pertama langsung nanjak banget. Disitu saya merasa "naik gini aja ngosngosan gimana mau muncak sampai merbabu", senyum kecut atas diri saya sendiri. Lemah banget dah. Udah gitu ya namanya juga naik sama para amatiran, bukannya bantuin nyenterin jalan terjal malah tinggal aja gitu. Padahal itu tanjakan batu karang nyrongat nyrongat.
Setelah beberapa menit naik akhirnya dapat trek turun setelah itu bonus hha. Track datar. Masih dengan jalanan yang tidak terlihat.
Di perjalanan mereka membahas sunset, dan kegagalan kami melihat sunset sepenuhnya ada di aku. Iya aku pulangnua baru jam 14.30. Aku liburnya cuma minggu doang. I'm so sad kalau ingat g se.available jaman dulu sama kalian. Jadwal kita sudah tak sejalan.
Setelah track datar, kita akan melewati lapangan rumput berundak. Tempat perkemahan yang diujungnya sana ada pantainya. Bagus. Masih sepi waktu itu. Kami bertemu dengan rombongan mas mas. Terus tanya arah kosakora. Wahaha. Yah kami lagi lagi lebih percaya perkataan mas mase daripada Jojo. Bahkan saat Jojo tidak berkata apa apa. Sebenernya itu ada jalannya tapi karena gelap kita asal loncat loncat aja. Hha. Bodoh.
Setelah itu kita melewati pantai pasir putih. Disitu sudah ramai banget. Kayak ada perkemahan gitu sama kegiatan kemahasiswaan. Enak banget. Empuk. Kalau tempat itu sepi pasti bagus banget. It can be our private beach. Memasuki pantai itu kita harus bayar 30ribu untuk 2 tenda. Mahal ya. Yah gimana lagi sudah sampai sana kog. Setelah menyebrangi lapangan pasir putih kita naik lagi ke the real bukit kosakora. Disitu kita bayar lagi 2ribu setiap orangnya.
Nanjaknya lebih curam lagi tapi ada pegangan bambunya. Sampai atas sudah ada beberapa tenda yang berdiri. Kira kira ada 4 mungkin. Dan what the... di atas situ ada warungnya dengan segala teknologi dan fasilitas yang ada. Namanya juga zaman modern.
Sampai di atas bukit langsung cari posisi mendirikan tenda. Kita mendirikan tenda di medan yang miring dan tanpa tedeng aling aling. Anginnya was wus was wus. Kita bawa dua tenda. Kapasitas 6 orang yang diisi 4 orang lelaki. Dan tenda kapasitas 2 orang yang diisi 3 gadis cantik. Jadi posisi cewek cewek tidurnya itu berjajar melebar sehingga kaki nekuk. Saat itu sungguh menyiksa sekali. Udah kalau benerin posisi naikkin kepala ntar mlorot lagi. Gama pas dapat ujung sleregan jadi kakinya bisa keluar. Ikha yang paling tinggi dan paling nekuk kakinya anteng banget. Wkwkwk.
Setelah mendirikan tenda selesai, Gama goreng nugget. Menu andalan banget itu. Nugget letoy. Tapi karena jarak camp deket perlengkapan masak disponsori mas Ricky ada kompor, teflon, panci dan piring. Yah mayan lah ya. Belum juga mateng Jojo udah makan bekal duluan. Diikuti kita semua. Setelah makan kenyang. Menempatkan diri masing masing. Duduk duduk sambil sesekali bilang "langitnya keren banget", "itu milkyway", "itu rasi bintang apa?", "eh ada bintang jatuh". Buatku, akhirnya aku bisa camp di pantai dan melihat mahadahsyatnya pemandangan langit dengan bintang jatuh. Yah lumayan lah walau bukan hujan meteor. Sudah cukup bagiku. Habisnya camp waktu di private beach itu mendung dan malah tidur aja kita. Bbzzzzz.
Aku duduk di tenda sama ikha yang tidur. Di seberang kiri ada Gama sama Timi yang lagi asyik cerita tentang masa lalu alahembuhnya dan masa lalu awal kerjanya. Di depan kanan ada mas Damar duduk sambil dengerin musik. Di belakang ada Jojo yang sudah tidur. Mas ricky ngegame.
Aku masih sibuk memandangi langit. Berteriak excited saat melihat bintang jatuh. Sudah bukan jamannya make a wish sama bintang jatuh, kalau mau make a wish ya berdoa meminta sama Allah. Siapa yang dulu kemakan adegan drama korea taiwan dan dorama. Wkwkwk. Ya itu aku. Hha.
Akhirnya, Gama masuk tenda tidur sama Ikha. Timi ngapain ya? Aku lupa. Mas ricky bangun duduk lagi di depan tenda cewek main game lagi. Aku masih duduk menghadap laut dan langit. Memandang kerlip bintang. Mas Ricky ngegame sambil ngasih tausiah ke aku. Aku dengerin mas Ricky, lihat bintang sambil chat. Semua sudah tertidur. Di sebelah kanan depan ada rombongan baru yang lagi bikin tenda dan api unggun.
Aku sama mas Ricky masih terjaga sampai melewati tengah malam. Hingga lelah. Kemudian aku masuk tenda terlelap. Mas Ricky menyusul cowok cowok lainnya tidur. Sayup sayup suara merdu gitaran grup sebelah terdengar. Sumpah.. bagus banget suara mas masnya. Hha.
Pas tidur kaki kita kan ketekuk tuh, soalnya tenda kapasitas 2 dipake bertiga dengan posisi yang salah. Hha. Udah tanahnya g rata. Jadi aku tidurnya mlorot. Kakinya mau aku keluarin eh bukaan pintu tenda ada di sisinya gama. Mau di buka pintunya di depan kan tenda cowok cowok tak di kenal.
Akhirnya aku habiskan malan di kosakora dengan posisi tidur yang g well. Jam 04.30 alarm harian yang terprogram kayak minum obat rutin itu menyala dari hape saya. Kami bangun subuh subuh. Langsung keluar tenda dengan muka bantal. Berbondong bondong menuju arah timur. Menjemput sunrise. Agak mendung dan tertutup oleh pohon pohon. Kami dapat semburat kuning keemasan saja di langit timur.
Selesai menyapa sunrise yang yah.. seperti itu. Hha. Kami kembali ke tenda. Mas Ricky sama Ikha udah mulai menggodok air untuk minum dan bikin popmie. Sama goreng nugget letoy. Makanan favorit camp kami. Nugget letoy. . Jatah air minum sudah dibagi rata. Jatah air popmie sudah dibagi rata. Nugget yang rasanya sudah berubah sampai sisa sisa.
Aku kayaknya masuk angin. Makan mie sudah harus dipaksa paksa biar ketelen. Mual. Terobati sama photo session. Wkwkwk. Dasar.
Ya.. setelah itu kami berfoto foto ria. Beberapa orang yang camp di bawah mulai memadati bukit kosakora. Ramai. Sampai matahari mulai meninggi dan orang orang mulai turun bukit. Kami masih asyik poto poto sampai tidak bosan. Sampai hasilnya mbuh. Sampai ah sudahlah.
Jam waktu dhuha, kami berkemas. Turun bukit. Haaaahh.. rasanya lega banget. Seneng juga bisa pergi sama anak anak ini lagi. Bersyukur banget bisa kenal dan seangkatan sama anak anak petualangan amatir ini. Wkwkwk. Yang aslinya kalau main tuh ke mall, bukan ke tempat rimba.
Pulang dengan perjalanan yang lebih cepat. Dengan medan yang sudah dikenali setelah hari terang benderang. Dan baru sadar semalaman  lewat jalan yang tidak seharusnya. Wkwkwk.
Tanpa mandi dan berbenah diri kami cus pulang. Lewat jalan embuh, jalan asing yang mungkin baru pertama kali di lewati. Tujuannya mau makan nasi merah. Setelah lama banget akhirnya sampai. Gama tidur mulu di perjalanan. Dasar ibuk ibuk pkk.  udah kayak ibu RT yang kecapekan ngurusi anak kamu, Gam. Wkwkwk.
Sampai tempat makan pesan dong dengan seseasalnya mulut berucap. Kenyang iya. Enak iya. Sampai kasir. Hem... hem... ya.ya.ya. hem... wkwkwk. Habisnya lumayan ya. Yah namanya juga tempat makan direksi ya habisnya juga kayak harga direksi dong. Kan para calon direksi. Aamiin.
Kenyang pulang. Jojo nyetir sendirian. Penumpangnya pada molor semua. Wkwkk.
Yeaaayyy..
Agenda berikutnya..?
Wakatta.. aku g bisa ikut lagi, kalau lagi lagi ngajaknya hari sabtu. Oke fine. Beginilah nasib orang 6 hari kerja. Yah begitu kadang saya rindu 5 hari kerja. Tapi setelah dipikir pikir ya sama aja sih ya. Namanya juga sehari 12 jam sama sehari 8 jam kerja. Yeaayy.
Di lain kesempatan jika aku bisa kembali bergabung. Semoga yah.

Sabtu, 20 Mei 2017

The last cutoff

Akhirnya cerita bab cutoff sudah berada dipenghujung cerita. Setelah ini tamat. Tidak ada cerita sambungan lagi. Siapa yang akan peduli dengan kebahagiaan cutoff. Kepenatan yang berubah menjadi kebahagiaan. Karena saat itu aku menjadi gila. Gila bersama kalian.
Seperti saat tiba tiba kita meneriakan kepenatan. Menyanyi lantang dan kemudian saling menertawakan. Hampa. Akulah yang akan meninggalkan moment berharga itu. Akulah tersangkanya. Dan aku kini telah mati rasa. Mungkin sudah tak seistimewa dulu. Aku hanya merasa lelah. Sungguh lelah kali ini tak berubah jadi bahagia. Lelah ini semakin membuat aku sedih.

Aku hanya berusaha menikmati beratnya moment terakhir ini. Hanya tertinggal kita bertiga. Gam, akhirnya Arip mau lembur ya. Aku jadi tenang kalau kamu pulang larut. Siapapun yang menggantikanku dia tidak boleh meninggalkanmu pulang larut malam.
Jaman seabad yang lalu, ada dua lelaki yang selalu memaksa kita pulang. Tak berhenti membujuk sampai kita lepas dari tempat duduk. Kemudian mereka malah pergi, menyisakan aku dan kamu. Ya udah g ada yang melarang lagi. Pulang malam ya malam aja. Kelelahan kita yang jadi alarm. Kepenatan kita yang jadi pengingat. Dan kehebatanku adalah jengjeng..... aku cuma bisa nemenin kamu lembur. Cuma itu aja. Kalau ngrusuhi kamu itu aku dari dulu juga jagonya kan. Banyak tanya, g lebih dong dari yang lain. Kalau bps malah ngobrol diskusi sendiri sampai mbak Zu hapal kelakuan minusku yang itu.  Bersyukur mbak Zu g mutusin aku berhenti ditengah jalan. Dari aku yang kalau pulang soresorean sampai paling larut. Dari pendingan cuma cetak kartu sampai migrasi dan thethek bengek yang lain.  Dari hal sepele menjadi hal yang lebih berat lagi. Dari musuh BU hingga sahabat BU. Dari biasa hingga rindu peserta. Dari tak kenal hingga selalu berharap kedatangan mereka mengobati kebosanan.
Kita hanya butuh waktu saja untuk bisa membiasakan diri. Tapi maaf, kalian harus beradaptasi lagi. Maaf. Pun begitu, aku sudah nyaman dengan canda tawa, omelan, ngrusuhi dll. Aku sudah mulai terbiasa, aku sudah tau harus bagaimana. Harus bagaimana agar semua tak dirugikan. Aku banyak belajar dari mereka.

Ini diary melow kesekianku.
Malam tadi kita nikmati cutoff terakhir bertiga. Makan angkringan, tapi yang jaga bukan mase biasanya. Setelah itu duduk berkutat dengan tugas lagi. Bernyanyi keras keras mengusir rasa takut karena tinggal sendirian di lantai 2. Mengajak chat orang orang yang malah bikin g konsen. Hha.
Ini tidak lucu, tapi aku selalu ingin tertawa ketika Arip mengeluh dan mengucap kata kata embuhnya. Yang bisa kita lakukan sebagai penghiburan hanya itu saling menertawakan satu sama lain. Tingkah konyol kalian. Wahai manusia manusia kuat lembur. Hahah. 
Aku ingin menikmati moment ini dengan berdiam diri. Hanya melihat apa apa yang mereka kerjakan. Bermalasan. Tapi dengan cara itu aku membuang waktu dan tenagaku saja. Sekalian aja kan lelahnya. Kita selesaikan pekerjaan.

Di jauh sana ada bang Dhan. Iya dia tak lagi hadir di sampingku untuk sekedar menemani bernyanyi dan mengenalkan lagu lagunya. Aku tau Bang, ada jalan terbaik lainnya yang bisa kamu lalui. Sungguh percayalah padaku. Biarkan aku kos dirumah mamak. Aku lumayan rajin kog. Hha. Bang Dhan sedang membuat karya untuk kami. Sial. Aku hampir nangis mesesegen. Sungguh rindu sekali. Sebenarnya aku memang ingin menangis sekeras kerasnya, namun aku terlalu lelah untuk sekedar menangis. Aku lelah.

Aku bergabung dengan Gama dan Arip di lantai 1. Mulai menertawakan apa apa yang Arip lakukan dan katakan. Tidak lepas mengomeli kelakuan minusnya Arip. Membanding-bandingkan dengan kelakuan lelaki 2 yang dulu. Eh kog g jauh beda ya, sama sama bisa bikin kezel dan marah marah. Hha.  Apa memang begitu kelakuan kalian sudah tercopy sempurna. Kalian benar benar bisa jadi sibling otomatis rival. Kita sebut hubungan itu adalah siblingrivalry. Wkwkwk. Apasih ya. Mendengarkan playlist yang Gama operatori.
Arip malah mulai menghitung mundur dari 11. Kurang ajar anak itu. Berani beraninya menghitung mundur buat aku. Rasanya tak usah ku hitung mundur, besok tiba tiba saja aku harus membuat semua terbiasa tanpa teriakan cemprengku. Tanpa cara bicara lantangku. Tanpa teriakan teriakan tak tahu diri. Haha. Ah.. aku yang terlaku PD kalau sahabat sahabat BU akan merindukanku. Satu dua bulan juga semua akan berjalan seperti biasa. Mereka akan cepat beradaptasi. Aku tahu itu. Iyakan Rip? Nanti semuanya aku serahkan padamu ya. Berikan mereka perhatian lebih. Cukup dengan perkataan yang menenangkan hati mereka saja. Haha.
Setiap telpon berdering dan mereka mencariku, kau harus menggantikanku Rip. Aku percaya kamu bisa. Gama terlalu sibuk mengurus nasib orang sekabupaten. Biarkan Gama bahagia dengan kepenatannya sendiri. Hei, Rip kelak kamu akan bangga jadi most wanted BU. Saat telpon berdering dan yang mereka sebut itu namamu. Kalau seabad yang lalu sih telpon berdering dengan adil. Tapi sejak aku ditinggalkan dan sahabat BU lebih mengenalku jadi aku terlalu mendominasi deringan telpon. Nah, maka setelah ini akan aku serahkan semua ke kamu. Jangan takut mengeluh. Ceritakan semua kepenatanmu pada Gama, Brian dan Alfi. Karena aturannya adalah "semakin kamu banyak mengeluh dengan teman maka semakin akrab kalian". Ya begitulah aturannya. Kenapa begitu? Karena saat kita harus jadi pendengar peserta maka kita juga perlu didengar. Di dengar oleh teman teman terdekat kita sendiri. Nah kan kayak gitu ya, biar kamu sama Brian juga tambah akrab. Seperti ngomongin mbak mbak cantik diluar sana. Atau ngomongin tips tips biar banyak cewek naksir. Jangan lupa ngejar jodoh ya walau sibuk. Karena kata mase yang ngejar itu cowok, cewek mah fokus aja sama dirinya sendiri. Wkwkwk. I'll miss you so much Mas. Tenanan, orak ngapusi. Walaupun kita masih bisa Q-time di bagian bumi lainnya. Sekedar nongki nongki cantik deket rumahmu. 😘

Dan kalian jangan sebar gosip gosip tentang keberadaanku dimana kelak. Bilang aja udah pindah cabang. Karena dari sini aku akan masih berurusan dengan hal yang sama. Dengan nyawa orang. Tapi kalau besok aku lebih memihak peserta, maafkan aku. Setelah ini aku akan belajar bagaimana perasaan mereka. Bagaimana persepsi mereka tentang kita. Maaf jika lebih kurang akan merubah pikiranku tentang kita yang dulu. Walau begitu jangan lupa kasih tahu aku update informasi terbaru. Aku tahu pasti itu akan sangat bermanfaat bagi orang orang diluar sana.
Tenang Angga, aku akan campaign agar 3 fokus kita tercapai. Aku masih masuk dalam visi misi organisasi ini. Aku masih ingin bisa berpartisipasi.

Hai last cutoff ku. I'll mis you so much.
Aku terlalu excited dengan pekerjaan tanpa lembur walau harus kerja shift. Tapi aku setelah ini sehari 8 jam kerja aja kan ya. Nggak akan lebih dari 12 jam kerja lagi. Ibuk, i'll have more time to finding nemo. Eh, to finding a son inlaw for you. Yihaaa..

Dan mase, it will be more difficult for us to spending time with the wild life. Hha. Sekedar tidur menatap milkyway dan bercerita banyak hal.
But we have more time to nongki nongki beauty. And discuse about all we love to do. Music, book, writting, nature and the other.

Bah.. bahasa inggrisku g beraturan.

Cutoff terakhir terbahagiaku.

Selasa, 16 Mei 2017

Saat lelah terdistraksi oleh mereka #2

Akhirnya aku memutuskan untuk membuat catatan ini. Bagian dua. Iya karena aku dulu berfikir pasti akan ada orang orang baru yang bakal mengobati lelah ini. Hha. Dan, ini adalah bulan istimewa. Bulan dimana aku ingin menuliskan semua hari yang telah berlalu bersama keluargaku di Sleman.
Seperti semua orang sudah mulai bersiap siap melepasku dan mencari gantiku. Haha. Walau begitu aku malah merasa biasa saja. Tidak pernah semelow seperti saat aku akan ditinggalkan 2 lelakiku. Yang pasti aku harus menyelesaikan tugasku. Seandainya ada sesuatu yang menyusahkan kalian sepeninggalanku. Aku mohon maaf banget. 😣😣😣😣 aku ngomong apa sih.

Kita lanjutkan mengenai para pendistraksi lelah.

Mungkin dulu mase adalah orang ternyebeli. Karena selalu datang diluar jam antrian. Selalu tergesa gesa ingin pulang. Selalu datang saat matahari sudah mulai kembali ke peraduan. Selalu memohon tapi lama lama ngajak gelut. Haha. Jarang sekali datang. Tapi sudah cukuplah untukku menghafal kebiasaannya. Mas yang sok galak tapi padahal ming ngono kae. Mas yang mewakili tempat masa laluku berada dan masa depanku dipertaruhkan. Haha. Jangan bayangin sesuatu yang roman gitu. Mase Baik. Tapi ming marai ra penakan. Salah satu notif terbaikku. Katanya "yang penting yakin" jan plek bangey karo sing diomongke bang Dan. Tapi sampai sekarang aku belum dapat notifikasi lagi. Thats why aku sampai sekarang masih merasa biasa saja. Gimana nasibku sekarang ya mas?

Mas putih ganteng. Banyak sih yang bilang mase ganteng. Mas Hrd beranak 1 gembul ucul banget. Gemez.  Jadi mase adalah pengganti pic yerbuli yang aku review di bagian 1. Haha. Aku cuma bercanda mas dim, dev. Ini mungkin yang terniat sampai instal telegram cuma demi bisa berkomunikasi dengan saya dengan tujuan fast respone. Pinter banget. Dan suka banget mbingungi dan ngributi. Ya ampun mas apa aku terlalu baik ya. Dulu awal awal pendiem sekarang hem.. aku udah sampai berani sok akrab juga. Kadang datengnya berdua. Tapi karena mas dim ini terusannya dev jadi ya kebawa deh kita sok akrabnya. Kalau mas yang satunya jarang datang dan pendiem. Mas, kamu pendiem mati gaya lah sama kita kita yang sok akrab ini.

Mas genit yang kalau datang langsung pulang g balik ke kantor. Wkwkwkwk. Mas pic ini fansnya bang Dhani dan princess Alfi. Katanya recomended lah 2 orang itu kerja ditempatnya. Aku ming iso ngakak didalam hati. Setiap telpon pertanyaannya sama😂😂 dan maaf bang Dhan, kita suka ngobrolin kamu. Ini mas B kalau datang pas banyak antrian malah langsung pulang. Kalau pas antrian dikit malah bingung. Haha. Terus dilama lamain. Terus malah ajak ngobrol ngalor ngidul g nyambung. Bertanya sesuatu yang sudah ditanyakan. Kelakuanmu mas.

Ini ada lagi mas yang semua orang kantor diakrabi. Semuanyaaaaa. Embuh kog bisa. Siapapun kenal. Aku sih pertamanya g peduli karena keseringan sama Gama. Dan dulu suka ngrusuhi mbak Dita cetak. Padahal kan sabar aja kali mas, tinggal tunggu kita cetakin. Beberapa beluan yang lalu tiba tiba pamer sosmed yang berhasil dia keponi. Dan minta follback kaka. Ya aku tau kenapa jenengan disuruh ngurus ngurus hubungan luar, karena gapyake yo alehembuh kui mau.

Pak kopkar. Sama baiknya kayak pak gik. Ini kalau sama gama cuma satu desa. Hambok ming cerak banget ya Gam? Karyawannya buanyak banget. Kalau datang paling urusnya dikit tapi ceritanya boleh lah. Kalau datang pasti cuma mampir karena abis nyebrang lintas propinsi.

Mas pabrik susu. Eh bukan tapi pabrik jamu. Awalnya aku g ngeh. Biasa saja. Tapi semenjak ditinggal di Bay, mas ini jadi beralihkan otomatis. Dulu kan apa apa mas Bay. Lah si Bay pergi. Yah uislah aku kudu nrimo. Ini tertidak sabaran dari semuanya. Kita sudah bilang sabar manis buahnya lah dalah malah ngotot aja. Ya uislah. Kezel sih. Tapi lama lama uis akrab dewe juga. Apalagi temen main jadi krocone mase.

Mas rs. Mase adalah orang baru. Baru kemarin. Tapi uis ngributi banget. Sudah kayak aku must be prefect gitu. Padahal aku hanyalah manusia biasa. Mas yang ditakuti sama RO tergilaku Jojo. Sebenernya Jojo g takut mase sih hahaha. Mungkin ini prestasi terbaik Jojo sebelum semua berakhir ya Jo. Huhu 😣😭. Ini mase juga kalau datang g pernah ambil antri soalnya nyaingi mas satunya kalau datang sore sore. Tapi tadi datang udah pake antrian padahal sepi g antri. Dan kalian tahulah apa yang para BU lakukan diawal bulan.

Aku rasa cukup.
Aku tidak perlu membuat review tentang mas standup kan?

Catatan ini bukan untuk menjelekan pihak lain atau mengumbar hal hal lain. Tulisan ini untuk aku bisa mengenang kegembiraan saat aku bekerja melayani masyarakat. Karena rindu itu bersahaja. Apalagi orang yang gampang rindu kayak aku ini. Begitupun rinduku padamu.

Aku telah menemukan banyak teman disini. Banyak sahabat yang terjalin dari ketidak sengajaan. Dari keluhan yang terus menerus kami terima. Dari kunjungan sebulan sekali. Dari kehangatan senyum dan lawakan garing.
Terimakasih kita lagi lagi masih ada di Yogyakarta. Dengan budaya sok akrabnya. Dan dari situlah memang keakraban terjalin. Dengan budaya g enakannya demi menjaga perasaan teman, sahabat dan keluarga. Boleh kita bercanda tapi jangan saling menyakiti. Kadang tutur kita tak sadar salah. Karena manusia itu unik. Memiliki sudut pandang masing masing sesuai apa yang dia dapatkan dari bayi.
Ayo mulai berempati.
Penuhi pertemanan kita dengan cinta dan rasa rindu.

Terus keep piknik yak.

#intro dan penutup g nyambung #katanya #bodoamat.

Jumat, 14 April 2017

Ke pacitan

20.00
Otw pulang ke srumbung. Masih melewati belantaranya wonogiri, entahlah perbatasannya dengan wonosari sampai tak terlihat. Baru saja kami meneruskan perjalanan pulang setelah makan penyetan lamongan yang menurut Ima dll enak banget. Ya mungkin itu faktor kelaparan saja. Hha.
Emh...
Aku g tahu sih ini bakal jadi trip ke berapa yang kita lalui. Hha. Trip yang masih dalam status keluarga sekantor. Sampai bingung mau ngasih judul apa. Menghitung mundur lagi kah? Farewell lagi kah? Semoga nasib terbaik untuk kita semua.
Hari ini tanggal 14 April. You know kan? Seberapa tahun aku hafal mati sama tanggal ini. Menjadi salah satu tanggal wajib tahu dan hafal. Sambil setiap tahun berharap ada keajaiban datang begitu saja. Ah. Terlalu berharap beud gue.
....
Lets begin.
Tanggal 13. Dari pulang kantor sudah malas malasan. Seperti biasa. Tidur agak larut lagi. Padahal esok hari sudah janji berangkat jam 5 ke pacitan. Aku terbangun jam 2 dan kembali tertidur jam 3 atau malah set 4. Tidak ada alarm untuk menbangunkan. Tapi getar hape notifikasi grup pacitan berhasil membangunkanku jam set 5 pagi. Aku siap siap dengan segala hal yang selalu rempong di injury time. Ups.
Jam 5. Om Bagus memberi kabar baru akan otw menuju pintu gerbang srumbung. Aku udah mencari cari orang rumah yang bisa nganterin ke pintu gerbang Srumbung. Jam set 6 lebih dikit akhirnya Om Bagus memperlihatkan dirinya. Sung cus menuju rumah Ima. Dengan kecepatan penuh dan salip sana sini, akhirnya aku dan om Bagus sampai rumah Ima jam 6 pagi. Alhamdulillah. Semua sudah kumpul kecuali Eve. Pas banget datang setelah aku dan om Bagus sampai.
Di rumah Ima sudah ada mas Ricky, mas Wahyu, Riska, Ima, pacar Ima, dan Jojo. Setalah berhahahihi, buang hajat dan lain lain kami langsung melaju ke arah pacitan melalui wonosari.
Jadi iya begitulah niat awal berangkat dari rumah Ima jam 5 pagi, tapi nyatanya jam 6 pagi lebih dikit. Ya maapkeun. Aku sama om Bagus emang harus menempuh jarak super. Dari jawatengah tembus ke jogja kalau lanjut perjalanan ini nanti tembus lagi jawa tengah baru tembus jawa timur. Beehhh... hebat ya kita om.
Oke kita cus jam 6 lebih. Aku udah mules g karuan. Ya maaf kalau tiba tiba minta berhenti buat setor. Bener bener mules, tapi masih bisa ketahan. Untung saja. Belum sarapan. Belum menentukan tempat sarapan. Belum iuran. Belum nyari atm. Sepanjang perjalanan malah ngomongin BU, Kecamatan berbah dan sekitarnya. Hahah. Naik ke bukit bintang dengan pemandangan paginya yang g kalah bagus. Naik lagi sampai paliyan. Bablas terus sampai pos pemberhentian pertama. Entah kenapa kalau pergi ke arah wonosari indomaret ini selalu jadi tempat selow sementara. Indomaret pertama setelah naik gunung.
Disitu pada ambil uang setor iuran sama nyemil karena kelaparan. Tapi tetep aja masih ribut cari tempat buat sarapan. Dimana? G tau. Sarapan soto. Dimana? Pasti ada dimana-mana. Hha. Dimulailah petualangan nyari soto buat sarapan.
Kita baru aja melaju, eh seberang jalan ada penjual soto. Ah paling didepan ada lagi. Terus aja jalan liat kanan kiri ternyata g ada penjual soto yang dimaksudkan. Puter balik puter balik. Cuma ada bakso miayam. Dan tetiba reting kanan masuk rumah makan yang lumayan bagus. Abis itu liat menunya mahal. Enggak mahal sih tapi kita cuma mencoba mencari yang lebih ekonomis. Haha. Dan menunya yang dicari g ada. Sebenernya udah kepalang tanggung dan malu masuk eh ternyata mau kabur. Akhirnya mas Ricky berdiri sambil bilang g jadi buk nyarinya soto. Wkwkwkwk. Langsung kita bersembilan keluar semua. Masuk mobil dan kembali berburu soto. Haha.
Kami tidak menemukan penjual soto sampai memasuki jalanan belantara tengah hutan jati. Belum juga setelah masuk wilayah wonogiri. Belum juga sampai akhirnya sampai pasar kewan pracimantoro. Pas setelah pasar kewan itu ada penjual dipinggir jalan. Jualan pecel. Waaaaa... nak nan. Kita kan bersembilan jadi menuh menuhin tempat haha. Udah yang si Ima g doyan sayur tapi malah belinya sayur doang. Pie sih tu anak. Jadi menunya nasi pecel, teh anget dan gorengan. Nah disini ada gorengan namanya "lentho", itu terbuat dari kedelai plus tepung di goreng. Agak keras. Enak. Abis makan selesai bayar. Bersembilan abisnya 110rb. Wow. Masih juga sama ibuknya dibonusi gorengan banyak. Ya ampun. Katanya besok lagi kalau ke pacitan mampir. InsyaAllah buk. Semoga kita bisa kesana lagi. 
Yah hemat kan? Haha. Dana kita ada 900rb. Cukup untuk hura hura seharian.
Lanjut perjalanan dengan navigator handal kita sebut saja namanya Eve (Eva, kalau susah nyebutnya). Hha. Sedang ada proyek perbaikan jalan. Jadi ya g mulus mulus amat. Kudu ati ati banget. Itu bledugnya juga mubal kemana mana. Wuuuuussshhh. Karena lewat wonogiri, Jaeqlin termasuk tema perbincangan. Hha. Sorry Je.
Kami melaju dengan hahahihi sepanjang perjalanan. Berteriak "wooaaa" saat efek terhempas muncul pas mobil melewati turunan dan tanjakan. Berasa naik rollercoaster. Yah sepanjang jalan itu tentu aku sadar, jadi salah satu yang terberisik sama eve. I just trying to feel that moment. Kita lewat jalanan berkelok. Kanan kiri hutan sesekali rumah penduduk. Langit biru kapas putih melayang layang. Bayangan pepohonan menenuhi perjalanan.
Karena yang kebelet ternyata nambah g cuma aku. Akhirnya kita berhenti di sebuah masjid. Giliran keluar masuk wc. Pas itu cuaca panas banget. Kayak summer di Jepang mungkin terus ada bunyi bunyian serangga. Kamu bisa duduk diteras kipasan dan makan semangka. Segeeeeerrrrr banget. Fix banget aku harus ke Jepang musim semi tahun depan #mulaingimpi #dehidrasiringan.
Yak cuaca waktu itu bisa bikin kamu dehidradi. Aku udah bawa 2 botol minum. Dan yang satu langsung tinggal dikit. Setelah selesai istirahat di pos 2, kita lanjut cus ke sungai maroon. Nah kan pas dipos 2 itu kita baru memutuskan mau kemana.
Kita melaju ke arah sungai maroon. Hem.. di jalan tiba tiba muncul orang orang yang sok ngarahin. Ya karena kita buta arah sekalian aja tanya kemana arah sungai maroon. Nah kog masnya bilang kalau ke maroon jalannya rusak parah. Tapi tetep aja kita menuju sungai itu. Lahdalah ada lagi yang sok sokan ngarahin dan lagi lagi dibilang jalannya jelek. Bodo amat. Akhirnya tetep nyoba ke arah sungai maroon tapi lewat jalan yang embuh hha. Memasuki jalan aspal yang tiba tiba jadi jalan kebon. Cuma muat untuk 1 mobil saja. Kalau papasan ya uis wassalam. Sampai terus berjalan kog g nemu titik temu itu sungai. Bertanya ke penduduk sekitar katanya sebentar lagi. You know kan sebentar laginya penduduk sekitar itu sama dengan jauhnya pelancong lokal. Hha. Sampai jalan jelek jadi rada bagus ke jalan jelek lagi. Dan sampai katanya 500 meter lagi. Sampai tanjakan bombastis lagi. Dan sampailah ke spot yang amazing banget lah menurutku. Jadi posisinya kita diatas bukit. Jalannya cuma cukup 1 mobil. Di arah kanan jurang dan nun jauh disana birunya laut terpampang nyata dihiasi background langit biru sama kapas melayang. Subhanallah... keren banget dipadukan hijaunya pepohonan. Cintak banget lah pokoknya.
Pas kita masih asyik fotoin diri sendiri, diri teman dan diri semesta tiba tiba ada mobil dari arah belakang. Langsung saja kita bubar masuk mobil terus lanjutin perjalanan. Hha. Sumpah ya pas itu haha, lucu, kalau g ada mobil lewat pasti lama banget kita. Perjalanan dilanjutkan. Jalanannya masih sempit terus ada turunan yang lumayan tinggi banget. Abis itu sampai kita dipantai. Wow. Aku lupa kan itu pantai apa nya. Sebelahnya pantai klayar pokoknya.
Turun mobil dan itu puanas banget. Tepok muka pake sunblock. Terus lari ke bibir pantai. Selfie wefie lagi. Dari model membelakangi kamera. Menghadap ke samping. Merentangkan tangan. Senyum lima jari. Hingga gaya levitasi gagal kita. Haha. Bayangkan deh, di depan kita ada langit biru, lautnya biru, awannya bagus, bukit hijau buat seger dan angin asin menerpa wajahmu. Panas banget lur. Ra kuat.
Setelah bosan kita lanjutkan untuk menaiki perahu menuju sungai maron. Per perahu harganya 100ribu. Bisa diisi 5 sampai 6 orang. Kalau nanggung sih 6 orang g papa. Pas kita dibagi 2 kapal. Perahu satu Berisi 5 orang terdiri dari Eve, Ima, Ikhlas, Riska dan Jojo. Perahu dua berisi 4 orang terdiri dari aku, mas Wahyu, mas Ricky dan Bagus. Kita membutuhkan waktu kira kira 55 menit untuk menyusuri sungai pulang pergi. Oh iya tiket masuk pantai itu 5000 per orang. Nah kan pas itu hari jumat dan para lelaki harus jumatan. Akhirnya kita lanjutin sampai dermaga sungai maron. Bayar lagi 5000 per orang karena udah beda obyek wisatanya. Mas ojek perahunya nungguin. Para lelaki sholat jumat. Para perempuan duduk menikmati panasnya hari. Ambil poto poto dikit. Minum minum mengurangi dehidrasi. Setelah selesai jumatan sesi makan siang dimulai. Dengan menu mie goreng. Kalau aku pesennya soto soalnya dari pagi gagal makan soto. Hahah. Nah mas Wahyu cuma makan nasi sama telor. Ya ampun mas, mesake tenan to koe. Menikmati makan siang hemat dan es kelapa muda sambil ngobrol g jelas. Kenyang dah. Balik lagi ke pantai.
Sampai pantai pada teparan di gazebo. Soalnya panas banget bikin lemes. Mas Ricky dan Jojo tiduran di gazebo sendiri. Mas Wahyu juga tiduran. Beberapa menit kemudian, kita berangkat menerjang panasnya semesta. Wowowowowow summer is coming. Yeah. Efek musim kemarau yang sudah dirindukan.
Diperjalanan menuju pantai klayar ganti aku tidur. Capek banget pak. Beneran deh, tidur tiduran tapi masih bisa denger percakapan. Eh g lama kemudian tiba tiba aja sudah sampai kita di pantai klayar. Parkirnya di atas. Sudah banyak ojek yang nawarin buat angkut ke bawah dengan ongkos 5000. Ah enggak mending kita jalan kaki aja kan ya. Aku jalan duluan sama Riska, yang lain di belakang. Ada yang jalan santai sampe kelakuan duo somplak Jojo Bagus malah pada lari lari. Hha. Yaa. Kita sampai dibawah. Si Eve langsung menuju penjual sinyal. Udah kelimpungan mau menghubungi baby bearnya. Hem.. dasar ya mereka. Hha.
Abis itu kita jalan menyusuri pantai menuju ketempat yang pewe. Berhenti sebentar poto poto lagi terus ke warung makan naruh barang. Ehlahdalah bukanya ikut nongkrong tu si Eve udah kayak anak ilang. Mandi dipantai sendiri, nganti klebus. Apakah ini karena baby bearmu, nak?
Alih alih biar g dikira cuma nitip tas gratisan. Si mas Ricky pesen nila bakar. Yang lain pesen es kelapa muda. Aku sih bagian ngrusuhi seperti biasa. Sama ngabisin sale pisang yang yummy. Sukak. Karena matahari masih tinggi dan belum kunjung turun jua. Kita leyeh leyeh aja disitu. Om Bagus gaweannya gali pasir mulu. Entah tu kenapa anak itu. Eh setelah itu kita duduk melingkar main domikado eska eskado beabeo. Tapi ala makasar bukan gitu lagunya, kayak gini "lima dasar negara" terus tangannya pada nunjuk sejumlah jari dengan suka suka. Yang g bisa jawab hukumannya masuk ke tengah meja kotak. Jongkok, g boleh keluar sebelum ada yang g bisa jawab lagi. Dan pas banget itu cuma muat untuk berempat aja itu meja. Dan itu sudah empet empetan banget. Giliran aku salah, Jojo, mas Wahyu dan Riska juga g bisa jawab. Dah masuk semua itu ke tengah meja. Hahaha. Gila. Gitu terus sampai diulang ulang. Ima paling banyak masuk meja padahal dia yang ngajak main. Mas Ricky dan Ikhlas jadi orang yang g pernah masuk meja. Haha. Ibu warungnya senyum senyum liat kelakuan kita. Mas mas yang lagi pacaran ikut senyum senyum liatin kelakuan kita. Ye elah si Eve masih nyari sinyal aja tu anak. Haha.
Sampai kita merasa matahari sudah pas turun dan g terlalu panas, kita putuskan untuk menaiki karang di klayar. Ini karang yang hitz itu lho. Karang yang masuk tipi hitz. Kalau ombak datang celah di batu karang bakal menyemburkan air laut kayak pancuran. Dan kalau pas ombaknya besar.. byurrrr basah kuyup semua. Sesi foto bergiliran. Yang lain masih asyik didekat pantai. Aku menghampiri mas ricky. Nah kan diatas sudah banyak yang antri foto dengan air pancuran dadakan itu.
Foto foto foto dan foto terus sampai capek. Sampai memori hape penuh. Berpose dengan senja yang lerlahan lahan turun ke cakrawala. Capek juga akhirnya. Terus kita pulang. Hari yang benar benar membahagiakan dan juga melelahkan. Kalian mengisi kenanganku lagi. Setahun bersama yang sungguh berharga banget.
formasi mobil. Aku jadi ikut mobilnya Jojo yang terisi Ima, Rizka dan Ikhlas berserta Jojo sebagai driver. Mobil kedua. Mas Ricky, mas Wahyu, Bagus dan Eve.
Pulang dengan tenaga yang sudah terkuras hampir habis dan lapar lagi. Makannya di penyetan lamongan. Kenyang pulang. Sunyi. Capek. Tidur di perjalanan.
Sampai rumah Ima jam 9. Aku udah kalang kabut, pulsa nol, hape mati. Suruh jemput orang rumah idah pada molor semua. Dengan terpaksa dan mohon maaf sebesarbesarnya, dengan berat hati Bagus aku suruh antar sampai rumah. Ya begitulah Gus resiko kalau main ajak aku. Korbannya sudah banyak. Bang Dhan yang sering antar. Mas Ricky juga pernah. Jadi tambah sayang sama kalian. Wkwkwk.
Yups.. begitu ceritanya sampai pacitan. Rindu rasa pisang salenya. Makanan kesukaanku. 

Selasa, 20 Desember 2016

Menghitung mundur dari 10

Sebenarnya aku tak pernah sempat menulis disini. Tapi aku selalu bersemangat menyempatkan waktu ketika kalian mulai bercerita dan memintaku menuliskannya.

Hari bersejarah bagi negara ini baru saja kita mulai. Sebagian kecil negara ini maksudku. Dengan segala upaya yang kita miliki. Dengan paksaan dan kerelaan yang berbaur jadi satu. Sambil terus menghitung hari yang tak terasa telah terlampaui.

Stop. Bahasaku terlalu mendayu dayu dan puitis nanggung banget. Hha
Jadi hari ini kita berasa gathering sarser. Yuhu. Demi kemaslahatan bersama hari ini kita berjuang demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan seni melipat kertas kita berjuang. Dan dengan ketahanan pikiran dan fisik yang mulai lunglai kita terus maju.
Cutoff kebahagiaan kesekian. Begitulah aku selalu bahagia saat cutoff tiba. Kenapa? Karena disitu kadang formasi kami dipaksa untuk lengkap. Horeeee. Aku punya temen. Iya dibalik frustasi itu aku masih mencoba menikmatinya. Kan aku tau kalian pasti bakal kangen sama momen cutoff ini kan? Iya kan?
Emailku mleduk mencapai angka 170an. Dalam sejarah 9 bulan, mungkin ini email terbanyak sepanjang masa. Dimana teman teman yang aku andalkan berpaling ke kerjaan lain. Dhani yang lagi sibuk ngotak atik data bareng Gama. Aku tinggal sendiri sama Bayu. Yang artinya aku harus lebih sabar lagi plus tenaga ekstra. Tapi apalah aku ini yang abis pelayanan larinya ke Gama juga. Ngeluh dan cerita tentang apa yang sudah terjadi selama seharian. Pun begitu dengan Gama juga curhat ke aku. Sorry ya Gam aku jadiin tempat sampah unek-unek. Eh yang kadang saking emosinya suaraku bisa nembus langit ke tujuh terus ditegur sama yang lagi rapat disana. Hha. Aku mau jadi pendiem ah. Bener.
Cutoff hari pertama masih ditemenin Dhani dari pagi. Bersyukur banget aku. Eh tapi sepagi tadi aku harus berjuang sendirian sebelum Bayu datang. Walau sedih tapi tetap senyumin ajah. Senyum sapa salam. Sampe siang akhirnya cuma sama Bayu sebelun pemain lama kita kembali. Andita sebagai bala bantuan. Jadilah formasi lama kembali lagi. Eh kangen juga ya.
Pelayanan selesai di pas jam pulang tiba. Yah sudah bisa diduga sih kan ini cutoff. Bu datangnya keroyokan. Mereka udah tahu bakal sampe sore tapi tetep aja nggak kapok datangnya pas mepet mepet gini. Kalau udah gitu ajak ngobrol aja pesertanya. Masa bodoh. Pesera diajak curhat juga akhirnya. Hha. Kalau aku udah g disini mohon bimbingannya untuk yang lain. Hha. Apaan sih. Tapi jangan di 'plekotho' seperti mengatakan "yang dulu aja boleh", " tahun kemarin syaratnya g pake itu". Seandainya kalian tahu kami juga berproses dengan pengalaman sehingga memang ada kalanya kebijakan itu harus dirubah demi kebaikan bersama. Jangan terpaku pada masa lalu. Kita harus terus berproses. Yang tahun lalu biarlah berlalu tahun ini ya ikutin kebijakan tahun ini dong ah. Hha. Maaf, menegakkan peraturan memang kadang berat jika dilawan sama yang malas. Begitulah.

Seharian pelayanan, Langsun turun nyamperin Gama sambil nglurusin badan. Rebahan di kursi. Malah dapet cie.cie. haha.

Setelah itu dimulai tugas negara. Kami harus origami. Jadi formasinya seperti ini. Lantai satu ada Gama dan Dani sebagai eksekutor data. Sedangkan yang lainnya sebagai tim origami. Di lantai dua ada angga sebagai eksekutor data. Aku, Bayu dan Jojo sebagai tim origami. Lantai tiga kayaknya sih ada Timoty dan Suryo sebagai eksekutor data.
Setelah naik turun tangga melakukan hal hal g jelas, aku duduk di depan Jojo. Jojo menghadap komputer jadi operator musik dan koor tim origami. Haha. Bayu malem malem masih pelayanan. Dia mungkin kurang. Aku sama Jojo udah ketawa kemana-mana sambil meratapi nasib, curhat. Bayu masih stay cool cerita sambil pelayanan sama mas Adi.
Beberapa saat, peserta udah pulang. Bayu udah selow, eh bukannya bantuin origami malah telpon telponan. Wkwkwk. Menyisakan aku sama Jojo. Lagi-lagi Jojo menantang lomba melipat. Aku udah semangat banget. Tangan udah otomatis, kecepatan meningkat. Bak buk bak buk. Kita udah kayak tukang potokopian kesekian kalinya. Bayu udah selesai telpon bantuin kita, tapi kecepatannya ya gitu lah. Haha. Lomba dicurangi Jojo, magnum tak bisa direalisasikan. Huh. Sudahlah, tak usah dipercaya Jojo tu. Dimana-mana PHP dia. Ups. Piss ya Jo.

Kita keasyikan nglipet sampai hampir jam 10. Capek. Tapi bahagia. Masak sih iya bahagia. Iya beneran. Apasih yang g bahagia kalau bareng-bareng sama kalian. Mau pulang pagi lagi juga tak jabani kalau harus qtime sama kalian. Yang memang mbuh kapan lagi bisa kita lakuin. Kan, bakal datang suatu masa ketika duka dan bahagia berbaur menjadi satu. Nah, itu artinya kesenangan yang sudah kita lalui mungkin tak akan bisa terulang dengan formasi orang yang sama.
Dan, kamu pergi dia datang.

Rabu, 14 Desember 2016

Menghitung mundur dari 13

Tgl 13. Dan 13 hari kerja lagi. Pertemuan duka dan bahagia akan terulang lagi. Tiba-tiba kita melow tapi tiba-tiba kita terbahak lagi, gila. Rasanya waktu 3 bulan yang ternyata sudah terlampau hingga 9 bulan bahkan 12 bulan. Kita bertemu dengan suka dan duka. Kita bertemu dengan rasa bahagia, benci, marah, gembira, dan segala hal yang sulit untuk di ungkapkan dengan kata dan juga tingkah kita.
Aku tentu tak ingin lupa dengan apa siapa dan bagaimana kita telah lalui bersama. Namun, sayangnya kita cuma manusia biasa yang pada suatu ketika kita telah menemukan hal gembira lain mungkin ia akan mengalihkan kita dengan kesedihan. Mengalihkan kita dengan apa yang sudah kita lakukan. Kegilaan yang terlah berganti dengan kegilaan lain. Tak mungkin kita terjebak pada hal yang sama yang sekarang malah membuat sedih kan. Tentu saja sedih karena sudah tak mampu lagi membagi tawa dan gila bersama.
13 hari kerja lagi duka dan tawa membaur. Antara ia yang pergi dan ia yang datang. Sama sepertiku dulu. Menggantikan posisi ia yang sedih berpisah dengan aku yang bahagia bergabung bersama. Dan awal ada akhir. Dan jumpa ada pisah. Dan duka ada tawa. Dan semua itu akan berulang menjadi siklus kehidupan. Dan karena semua itu hidup kita lebih berwarna.
Aku benci harus menghitung mundur. Seperti apa yang kau ulangi beberapa kali hari ini. Terus gimana? Aku benci. Tapi aku juga akan mulai terbiasa.
Semua momen bunga bunga yang sudah aku alami. Semua momen gunung laut langit dan karang yang sudah kita lalui. Semua momen dingin hangat panas terik yang kita rasakan. Hah.... aku membencinya jika itu tanpamu. Tapi aku akan terbiasa. Begitulah aku mencoba membesarkan hatiku.
Jika hari canda tawa dan duka berbaur bersama. Biarkan aku menguras isi kantung mataku dan menggantinya dengan senyuman bahagia. Ingin aku kau buat janji bersama. Tapi tak mampulah jika kita harus memikul hutang bahkan saat kita setengah setengah tertawa atau menangis. Tak bisa ku paksakan. Terbanglah yang jauh. Sejauh kau dulu ingin pergi. Sejauh dulu kau ingin terbang. Gapai mimpi yang perlahan menyentuh realitamu. Teruslah terbang dan jangan lupa melihat daratan.

H-13 saat canda dan duka akan berbaur bersama.