RSS
Tampilkan postingan dengan label melow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melow. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Mei 2017

The last cutoff

Akhirnya cerita bab cutoff sudah berada dipenghujung cerita. Setelah ini tamat. Tidak ada cerita sambungan lagi. Siapa yang akan peduli dengan kebahagiaan cutoff. Kepenatan yang berubah menjadi kebahagiaan. Karena saat itu aku menjadi gila. Gila bersama kalian.
Seperti saat tiba tiba kita meneriakan kepenatan. Menyanyi lantang dan kemudian saling menertawakan. Hampa. Akulah yang akan meninggalkan moment berharga itu. Akulah tersangkanya. Dan aku kini telah mati rasa. Mungkin sudah tak seistimewa dulu. Aku hanya merasa lelah. Sungguh lelah kali ini tak berubah jadi bahagia. Lelah ini semakin membuat aku sedih.

Aku hanya berusaha menikmati beratnya moment terakhir ini. Hanya tertinggal kita bertiga. Gam, akhirnya Arip mau lembur ya. Aku jadi tenang kalau kamu pulang larut. Siapapun yang menggantikanku dia tidak boleh meninggalkanmu pulang larut malam.
Jaman seabad yang lalu, ada dua lelaki yang selalu memaksa kita pulang. Tak berhenti membujuk sampai kita lepas dari tempat duduk. Kemudian mereka malah pergi, menyisakan aku dan kamu. Ya udah g ada yang melarang lagi. Pulang malam ya malam aja. Kelelahan kita yang jadi alarm. Kepenatan kita yang jadi pengingat. Dan kehebatanku adalah jengjeng..... aku cuma bisa nemenin kamu lembur. Cuma itu aja. Kalau ngrusuhi kamu itu aku dari dulu juga jagonya kan. Banyak tanya, g lebih dong dari yang lain. Kalau bps malah ngobrol diskusi sendiri sampai mbak Zu hapal kelakuan minusku yang itu.  Bersyukur mbak Zu g mutusin aku berhenti ditengah jalan. Dari aku yang kalau pulang soresorean sampai paling larut. Dari pendingan cuma cetak kartu sampai migrasi dan thethek bengek yang lain.  Dari hal sepele menjadi hal yang lebih berat lagi. Dari musuh BU hingga sahabat BU. Dari biasa hingga rindu peserta. Dari tak kenal hingga selalu berharap kedatangan mereka mengobati kebosanan.
Kita hanya butuh waktu saja untuk bisa membiasakan diri. Tapi maaf, kalian harus beradaptasi lagi. Maaf. Pun begitu, aku sudah nyaman dengan canda tawa, omelan, ngrusuhi dll. Aku sudah mulai terbiasa, aku sudah tau harus bagaimana. Harus bagaimana agar semua tak dirugikan. Aku banyak belajar dari mereka.

Ini diary melow kesekianku.
Malam tadi kita nikmati cutoff terakhir bertiga. Makan angkringan, tapi yang jaga bukan mase biasanya. Setelah itu duduk berkutat dengan tugas lagi. Bernyanyi keras keras mengusir rasa takut karena tinggal sendirian di lantai 2. Mengajak chat orang orang yang malah bikin g konsen. Hha.
Ini tidak lucu, tapi aku selalu ingin tertawa ketika Arip mengeluh dan mengucap kata kata embuhnya. Yang bisa kita lakukan sebagai penghiburan hanya itu saling menertawakan satu sama lain. Tingkah konyol kalian. Wahai manusia manusia kuat lembur. Hahah. 
Aku ingin menikmati moment ini dengan berdiam diri. Hanya melihat apa apa yang mereka kerjakan. Bermalasan. Tapi dengan cara itu aku membuang waktu dan tenagaku saja. Sekalian aja kan lelahnya. Kita selesaikan pekerjaan.

Di jauh sana ada bang Dhan. Iya dia tak lagi hadir di sampingku untuk sekedar menemani bernyanyi dan mengenalkan lagu lagunya. Aku tau Bang, ada jalan terbaik lainnya yang bisa kamu lalui. Sungguh percayalah padaku. Biarkan aku kos dirumah mamak. Aku lumayan rajin kog. Hha. Bang Dhan sedang membuat karya untuk kami. Sial. Aku hampir nangis mesesegen. Sungguh rindu sekali. Sebenarnya aku memang ingin menangis sekeras kerasnya, namun aku terlalu lelah untuk sekedar menangis. Aku lelah.

Aku bergabung dengan Gama dan Arip di lantai 1. Mulai menertawakan apa apa yang Arip lakukan dan katakan. Tidak lepas mengomeli kelakuan minusnya Arip. Membanding-bandingkan dengan kelakuan lelaki 2 yang dulu. Eh kog g jauh beda ya, sama sama bisa bikin kezel dan marah marah. Hha.  Apa memang begitu kelakuan kalian sudah tercopy sempurna. Kalian benar benar bisa jadi sibling otomatis rival. Kita sebut hubungan itu adalah siblingrivalry. Wkwkwk. Apasih ya. Mendengarkan playlist yang Gama operatori.
Arip malah mulai menghitung mundur dari 11. Kurang ajar anak itu. Berani beraninya menghitung mundur buat aku. Rasanya tak usah ku hitung mundur, besok tiba tiba saja aku harus membuat semua terbiasa tanpa teriakan cemprengku. Tanpa cara bicara lantangku. Tanpa teriakan teriakan tak tahu diri. Haha. Ah.. aku yang terlaku PD kalau sahabat sahabat BU akan merindukanku. Satu dua bulan juga semua akan berjalan seperti biasa. Mereka akan cepat beradaptasi. Aku tahu itu. Iyakan Rip? Nanti semuanya aku serahkan padamu ya. Berikan mereka perhatian lebih. Cukup dengan perkataan yang menenangkan hati mereka saja. Haha.
Setiap telpon berdering dan mereka mencariku, kau harus menggantikanku Rip. Aku percaya kamu bisa. Gama terlalu sibuk mengurus nasib orang sekabupaten. Biarkan Gama bahagia dengan kepenatannya sendiri. Hei, Rip kelak kamu akan bangga jadi most wanted BU. Saat telpon berdering dan yang mereka sebut itu namamu. Kalau seabad yang lalu sih telpon berdering dengan adil. Tapi sejak aku ditinggalkan dan sahabat BU lebih mengenalku jadi aku terlalu mendominasi deringan telpon. Nah, maka setelah ini akan aku serahkan semua ke kamu. Jangan takut mengeluh. Ceritakan semua kepenatanmu pada Gama, Brian dan Alfi. Karena aturannya adalah "semakin kamu banyak mengeluh dengan teman maka semakin akrab kalian". Ya begitulah aturannya. Kenapa begitu? Karena saat kita harus jadi pendengar peserta maka kita juga perlu didengar. Di dengar oleh teman teman terdekat kita sendiri. Nah kan kayak gitu ya, biar kamu sama Brian juga tambah akrab. Seperti ngomongin mbak mbak cantik diluar sana. Atau ngomongin tips tips biar banyak cewek naksir. Jangan lupa ngejar jodoh ya walau sibuk. Karena kata mase yang ngejar itu cowok, cewek mah fokus aja sama dirinya sendiri. Wkwkwk. I'll miss you so much Mas. Tenanan, orak ngapusi. Walaupun kita masih bisa Q-time di bagian bumi lainnya. Sekedar nongki nongki cantik deket rumahmu. 😘

Dan kalian jangan sebar gosip gosip tentang keberadaanku dimana kelak. Bilang aja udah pindah cabang. Karena dari sini aku akan masih berurusan dengan hal yang sama. Dengan nyawa orang. Tapi kalau besok aku lebih memihak peserta, maafkan aku. Setelah ini aku akan belajar bagaimana perasaan mereka. Bagaimana persepsi mereka tentang kita. Maaf jika lebih kurang akan merubah pikiranku tentang kita yang dulu. Walau begitu jangan lupa kasih tahu aku update informasi terbaru. Aku tahu pasti itu akan sangat bermanfaat bagi orang orang diluar sana.
Tenang Angga, aku akan campaign agar 3 fokus kita tercapai. Aku masih masuk dalam visi misi organisasi ini. Aku masih ingin bisa berpartisipasi.

Hai last cutoff ku. I'll mis you so much.
Aku terlalu excited dengan pekerjaan tanpa lembur walau harus kerja shift. Tapi aku setelah ini sehari 8 jam kerja aja kan ya. Nggak akan lebih dari 12 jam kerja lagi. Ibuk, i'll have more time to finding nemo. Eh, to finding a son inlaw for you. Yihaaa..

Dan mase, it will be more difficult for us to spending time with the wild life. Hha. Sekedar tidur menatap milkyway dan bercerita banyak hal.
But we have more time to nongki nongki beauty. And discuse about all we love to do. Music, book, writting, nature and the other.

Bah.. bahasa inggrisku g beraturan.

Cutoff terakhir terbahagiaku.

Selasa, 09 Agustus 2016

Seberapa kau

Di sini aku belajar, seberapa kau di mata orang lain

Ketika aku melihat ia yang rela menjadi tumpuan beban
Dia sungguh berharap dan selalu memperlakukanmu dengan baik

Ketika aku melihat ia menebar kehangatan pada semua
Dia sungguh tak pernah mau menolak permintaannya

Aku di sini.
Memandang nanar.
Seberapakah aku di hadapan Dia?

Rabu, 25 Mei 2016

Melebur Perasaan

Aha...
blog anak galau kembali bercerita.
Jadi,

Aku kira kepenatan ini akan mengalihkan semua pikirku. Tapi apalah kau hancurkan lamunanku. Berserakan dimana-mana. Dan saat aku sendiri, aku tak bisa memikirkannya.
Ingin ku menangis, tapi memang aku tak secengeng dulu. Ataukah memang sudah keringlah air mata ini.
Tak bisa keluar.

Aku ingin lupa. Karena ku tak mungkin lagi memohon pada Tuhan. Aku tak ingin menjadi orang jahat. Aku tak mau.
Aku ingin berlari, kemudian diam di tengah hingar bingar. Melebur dengan semua. Kemudian aku lupa.
Aku ingin berlari di tengah hujan. Menangis bersama rintik hujan. Kemudian aku lupa.
Aku lupa apa yang telah aku rasa.


Jumat, 06 Mei 2016

kamis : the day of alahembuh



Hari ini adalah hari embuh yang kesekian. Jelasnya ini hari kamis, hari pertama long weekend orang kantoran. Hari aku merancang holiday seharian.
Dan akhirnya embuh banget.
Libur-libur uda grudak gruduk kayak anak kuliahan telat. Serba kilat sampai ngebut. Ups, beginilah aku. Sorry. Sepanjang perjalanan adanya cuma istighfar, mikir apa trus istighfar begitu sampai benar2 merasa tenang.
Sudah sebulan g pergi ke jogjah rasanya jauh (nggaya). Aroma UGM dg asap kendaraan yang kasat mata, hah. Belum, aku belum rindu. Rindu yang lain sih iya.
Intro yang g disangka-sangka membuat awal hari di jogjah sungguh alahembuh bgt. Mikir. Skrg aku yang mikir. Gomen ne. Makbedunduk, holiday kamisku berubah melow semelowmelownya. Udah akhir2 ini suka dengerin lagunya melow guslow yang bimbang.
''kata orang rindu itu indah, namun bagiku ini menyiksa. sejenak ku fikirkan u/ benci saja dirimu, namun sulit ku membenci''
sok-sok merasa duh lagu mbak melow guslow ini gueh bgt.
Dan puncaknya ketika, sesuatu embuh itu tiba2 membuat wajah lempeng saya, mak dlewer, airmatanya ngalir gitu ajah tanpa harus diaba2. Rasa-rasanya baru kali ini. Eh aku tengok ke kiri di luar ada bpk2 duh isin aku. Lap2 pake handuk kecil. Trus merasa yo uislah, walau masih merasa kepie gitu.
Duh bener2,
''rinduku berbuah lara''
Abis itu aku pergi buat beli kado nikahan sepupu. Trus pergi kerumah temen yg udah janjian dolan bareng hari ini, rumahe dek UH. Dengan menyisakan perasaan alahembuh tdi, dg wajah riang bertemu adek sing ketemune nang RSUP, membuat sedikit lupa. Cerita ngalor ngidul. Ini dia sahabat Meza, yah walau meza lagi vakum sampai waktu yg belum bisa ditentukan. Usianya emg jauh dibawahku, tapi malah kadang ngemong bgt. Hha. Duh dek kepie to.
Nah, kan ceritanya pgn nntn Aadc 2. Sepanjang jalan udah nyanyi2 dg lirik setengah2. Sampai pas beli tiket antriannya lumayan panjang. Tiket aadc udah abis pula. Dalam hati, wah gagal nih nglanjutin hari alahembuh, sok2 bimbangku.
Akhirnya memilih nntn civil war. Yang di adegan pertamanya g begitu menarik, belum bisa membuat aku melupakan intro hri ini. Tapi pas ditengah2 sampai akhir, makasih civil war, kita nikmatin bgt nntnnya (iki ora iklan, hambok tenin).
Ditengah2 nntn civil war sempat wa.nan sama mak comblang baru tapi uda mumpuni dan profesional. Pandai membaca peluang dan mencari celah agar klien berhasil pdkt sm target. Lah kog wa.nya bilang gini ''Aku tau kerjaan di **** akan sangat penat dan menguras energi. dia pasti akan mikir kerja aja. Ga mikir yg lain (*** yg lain mksudnya haha).
trus bar kui entuk week end. Feel free dan kesempatan. Eaaaaa pasti goyah 😂''. Lah kog asem bgt, ini anak dpt ilmu dari mana. Aku kan jadi mikir, owh mungkin dleweran uluhku mau krn ini. Kepenatan ini. Sebulan mikir kerjaan sampai g sempet mikirin orang lain, pdhl masih sempat sebenernya. Tapi ganti hari pikiran udah penuh sm kerjaan lagi, benar2 rutinitas yang bisa ngebunuh perasaan dan ingatan. Eaaa. Hha.
Selesai nntn, sedikit2 sudah mulai g mikirin yg tadi pagi keganti sm kaki yg pegel2. Coba nntn aadc bisa jadi sampai besok saya masih bimbang. Hha. Tambah bimbang lagi saat sadar mimpi pas tidur tiba2 berubah jadi liveaction, bisa hampir 90% inti ceritanya sama bgt. Pertanda apa jal.
Capek, kesel. Padahal aku cuma duduk ajah. Tapi kog capek ya. Makan aja sampai g begitu lahap. Ngobrol sama si UH (ora po2 to tak sebut inisial wae? Hha) tu lumayan nyambung walau sebenarnya anime yang kita sukai tu beda. Tos dulu krn kita sama2 anak terakhir. Hha. Aku baru tau ternyata selain aku pernah nangis gara2 nntn sasuke, UH jg pernah nangis gara2 nntn onepiece. Terkadang hidup itu mmg aneh. Hha.
Aku cuma pesen 1, itu oleh2 tetanggamu yg dari JEPANG. Oleh2 buat mas.mu, mbok aku di kei sing bungkuse raikuman eh rilakkuma, hha. Ya klu g dibikin ntar aku dikasih. :D
Pulangnya malem, udah berasa pulang jaga sore. Tapi jalanan hari ini beda, dulu klu abis jaga sore jl magelang tu udah kayak milik sendiri krn udah sepi nyenyet, ini tadi masih rame orang mudik liburan. Lewat jl (m)bulu liat ke langit, kangen ngumpul sm anak astro. Cm bisa bayangin nntn meteor bareng. Lah kog buka grup ternyata emg diagendakan jumat sabtu ini nntn hujan meteor. Yah, g bisa ikut. Padahal klu dipikir alasan saya gabung kan biar ada tmn nntn hujan meteor. Pengen bgt ikut. Pengen kumpul sm anak astro wlu ra apal jenenge 1.1.

Jadi beginilah, intro hari ini yang bikin hidup gue dleweran uluh diakhiri sama capek, eh kapan2 Qtime lagi ya UH. Qampretime juga g pa2 lah. Temen kuliahku kan uda pd kembali ke habitat masing-masing. Ben aku lali nek atiku kadang larane hilang timbul. Hha.

Senin, 31 Agustus 2015

GRADUATION

Apa kabar kamu yang berjuang demi kata yang kita sebut “Graduation”. Kamu yang menunggu orang-orang berlari dengan senyum kearahmu kemudian berucap “Happy Graduation”.
Perkenalkan, aku adalah the most annoying people yang selalu bertanya padamu “Kapan Lulus?” Yang selalu membuat lidah kelu karena memang tak tahu kapan takdir berjudul “Lulus” itu akan tiba.
Orang paling nyebelin ini, hanya bisa jadi nyebelin demi kamu bisa bergelar “Sarjana”. Kemudian kamu bisa berbangga hati menyenangkan orang tua dan calon pendamping hidup alias “Jodoh”.
Kamu lebih suka menghindariku?
Ya aku tahu itu.
Maka sesungguhnya,
Akulah orang itu, yang ingin berlari dengan senyum kearahmu kemudian berucap “Happy Graduation”. Akulah orang yang akan menunggu hingga kau “Lulus”. Akulah orang yang rela menjadi pendampingmu dan bisa menyapa “Hallo Tante Dan Om” pada orang tuamu.
Aku the most annoying people yang selalu bertanya padamu “Kapan Lulus?”


Demi masa depan kita.











Minggu, 28 Juni 2015

Ku Sanggup Tapi Ku Tak Mau

http://asa-photo.deviantart.com/art/Berdua-lebih-baik-180731592

Aku baru sadar ternyata selama ini bukan aku tak mampu berpaling, berpindah, move on. Kenyataannya aku memang tidak mau berpindah, berpaling, move on.
Jadi kalau ada yng bertanya “gimana? Udah bisa move on?”
Jawabannya, bisa enggak bisa. Lha gimana sebenernya aku bisa move on kog. Aku bisa membukakan pintu hati ke siapa saja. Aku bisa. Tapi aku tidak mau, aku yang memang tidak mau move on. Meskipun dengan sesuatu yang tidak pernah jelas ini. Aku tidak pernah mau move on.
Iya, memang aneh. Saat aku mulai menyukai orang lain tapi aku malah bilang enggak  mau suka orang lain selain kamu. Bahkan saat aku bisa melupakanmu tapi aku malah bilang aku enggak mau nglupain kamu. Pas aku suka orang lain aku malah menyangkal dan bertanya kenapa aku bisa menyukai orang lain selain kamu.
Aku bisa move on, tapi aku tidak mau.
Aku yang tidak mau. Bahkan saat aku sudah hampir move eh aku malah kembali ketempat yang sama. Kamu. Kenapa? Karena aku ingin setidaknya mengetahui hal yang masih membuat tanda tanya selama ini.
Saat seperti inilah kadang aku membenci diriku sendiri. Membenci saat aku merasa sedih ketika aku tak lagi bisa melihat banyangan siluetmu di senja hari.
“sudahlah, kamu  harus bisa berjalan tanpa harus memperdulikan dia”
Tapi aku tidak mau. Aku tidak mau jika itu bukan dirimu. Aku bisa tapi aku tidak mau.

Karna ku sanggup tapi ku tak mau berdiri sendiri tanpamu,

Minggu, 07 Juni 2015

hallo kamu

hallo kehidupan yang masih saja staknan dengan kesibukan yang masih saja sama sejak berpuluh-puluh tahun silam.
hallo pikiran yang bahkan tidak bisa menyimpan lama memori materi kuliah tapi malah sibuk memikirkan orang lain yang bahkan sedetikpun dia tak pernah mengingatmu.
hallo kemalasan yang masih saja menyapa dengan ramah mengucap salam membelai diri ini terus bertahan dalam kehidupan membosankan.
hallo hati yang selalu terbolak balik menahan perasaan yang terkadang rasanya sudah tak bisa ditahan lagi, menyisakan rasa sesak dan sakitnya tuh di sini.
hallo mata dan tangan yang tak bisa seharipun berhenti melihat dan mengetik kode hanya demi melihat orang lain sedang apa yang bahkan dia lebih memilih menyibukkan mata dan tangannya untuk masa depan yang lebih baik.
dan,
hallo kamu.
kamu yang membuatku tak mau berpaling. kamu yang selalu membuat aku sempurna mengembangkan halusinasi hati. kamu yang membuat aku ingin membenci sekaligus mencintai.
kenapa hati ini tak bisa barang sekali membiarkan apa-apa yang kamu lakukan terlihat wajar. kemungkinan yang tidak mungkin itu selalu mengangguku.
mungkin aku hampir gila.
Labil. penyebab utamanya tentu saja kamu. hebat sekali.
pagi pun aku bisa tersenyum menyambut mentari pagi, menyapa kehidupan baru, namun sore pun muncul dengan kesedihan mendungnya.
terimakasih senja yang masih mau menghiasi abu awan sore dengan warna  jingga segarnya.

terimakasih.