RSS
Tampilkan postingan dengan label skizo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skizo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

TIPE-TIPE SKIZOFRENIA

Menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnoosis Gangguan Jiwa di Indonesia III (PPDGJ III) skizofrenia dibagi kedalam 9 tipe, yaitu:

1)    F20.0 Skizofernia Paranoid
Ini adalah jenis skizofrenia yang paling sering dijumpai di negara manapun. Gamabaran klinis didominasi oleh waham-waham yang secara stabil, sering kali bersifat paranoid, biasanya disertai oleh halusianasi-halusianasi, terutama halusinasi pendengaran, dan gangguan-gangguan persepsi. Gangguan afektif, dorongan kehendak (vilition) dan pembicaraan serta gejala-gejala katatonik tidak menonjol.
Beberapa contoh dari gejajal-gejala paranoid yang paling umum : a) Waham-waham kejaran , rujukan (reference), “exalted birth” (merasa dirinya tinggi, istimewa), misi khusus, perubahan tubuh atau kecemburuan; b) Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah, atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi peluit (whistling), mendengung (humming), atau bunyi tawa (laughing); c) Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat seksual, atau lain-lain perasaan tubuh, halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol.
Gangguan pikiran mungkin jelas dalam keadaan-keadaan yang akut, tetapi sekalipun demikian kelaianan atau tidak menghambat diberikannnya deskripsi secara jelas mengenai waham atau halusinasi yang bersifat khas. Keadaan afektif biasanya kurang menumpul dibandingkan jenis-jenis skizofrenia lain, tetapi suatu derajat yang rinagan mengenai ketidakserasian (incongruity) umum dijumpai seperti gangguan iritabilitas, kemarahan yang tiba-tiba, ketakutan dan kecurigaan. Gejala “negatif” seperti pendataran afektif, hendaya dalam dorongan kehendak (volition) sering dijumpai tetapi tidak mendominasi gambaran klinisnya.
Onset cenderung terjadi pada usia yang lebih tua daripada bentuk-bentuk hebefrenik dan katatonik.

2)    F20.1 Skizofrenia Hebefrenik
Suatu bentuk skizofrenia denga perubahan afektif yang tampak jelas, dan secara umum juga dijumpai waham dan halusinasi   yang bersifat mengambang serta terputus-putus (fragmentary), perilaku yang tak bertanggungjawab dan tak dapat diramalkan, serta umumnya mannerisme. Suasana perasaan (mood) pasien dangkal, dan tidak wajar (inappropriate), sering disertai cekikikan (giggling) atau perasaan puas-diri (self-satisfied), senyum sendiri (self absorbed smiling), atau oleh sikap yang angkuh/ agung (lofty manner); tertawa menyeringai (grimaces), mannerisme, mengibuli secara bersebdau gurau (pranks), keluhan yang hipokondrik, dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases). Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. Ada kecenderungan untuk tetap menyendiri (solitary), dan perilaku  tampak hampa dan tanpa tujuan dan hampa perasaan. Bentuk skizofrenia ini biasanya mulai antara umur 15-25 tahun, cenderung mempunyai prognosis yang buruk akibat berkembangnya secara cepat gejala “negatif”, terutama mendatarnya afek dan semakin berkurangnya dorongan kehendak (lost of volition).
Sebagai tambahan gangguan afektif dan dorongan kehendak, serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol. Dorongan gairah (drive) dan ketegasan (determination) hilang seta tujuan ditinggalkan, sehingga perilaku tanpa tujuan dan tanpa maksud (empty of purpose). Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama, filsafat, dan tema abstrak lainnya makin mempersukar opemahaman mengenai arus pikir pasien.

3)    F20.2 Skizofrenia Katatonik
Gangguan psikomotor yang menonjol merpukana gambaran yang esensial dan dominan dan dapat bervariasi antara kondisi eksterm seperti hiperkinesis dan stupor, atau antara sifat penurut yang otomatis dan negativisme. Sikap dan posisi tubuh yang dipaksakan (costrained) dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama. Episode kegelisahan disertai kekerasan (violent) mungkin merupakan gambaran keadaan yang mencolok.
Karena alasan kurang dipahami, skizofernia katatonik sekarang jarang dijumpai di negera-negara industri, walaupun dimana-mana tetap lazim dijumpai. Fenomena katatonik ini dapat berkombinasi dengan suatu keadaan seperti bermimpi (oneroid) dengan halusinasi pemandangan yang jelas.

4)    F20.3 Skizofrenia Tidak Terinci (undifferentiated)
Kondisi-kondisi yang memenuhi kriteria diagnostik umum untuk skizofrenia tetapi tidak sesuai dengan satu pun sub tipe, atau memperlihatkan gejala lebih dari satu sub tipe tanpa gambaran predominasi yang jelas untuk suatu kelompok diagnosis yang khas.

5)    F20.4 Depresi Pasca Skizofrenia
Suatu episode depresif yang mungkin berlangsung lama dan timbul sesudah suatu serangan penyakit skizofrenia. Beberapa gejala skizofrenik harus tetap ada tetapi tidak ada lagi mendominasi gambaran klinisnya. Gejala-gejala yang menetap ini dapat “positif” atau “negatif”, walaupun biasanya yang terakhir itu lebih sering. Sering kali sulit untuk dibedakan gejala mana yang ditimbulkan akibat depresi dan mana yang ditimbulkan akibat medikasi neuroleptika atau ditimbulkan akibat gangguan dorongan kehendak, dan mendatarnya afek dari skizofrenia itu sendiri. Gangguan depresif ini disertai oleh suatu peningkatan risiko bunuh diri.

6)    F20.5 Skizofrenia Residual
Suatu stadium kronis dalam perkembangan suatu gangguan skizofrenia dimana  telah terjadi progresi yang jelas dari stadium awal (terdiri satu atau lebih episode dengan gejala psikotik yang memenuhi kriteria umum untuk skizofrenia di atas) ke stadium lebih lanjut yang ditandai secara khas oleh gejala-gejala “negatif” jangka panjang, walaupun belum tentu irreversibel.

7)    F20.6 Skizofrenia Simpleks
Suatu kelainan yang tidak lazim dimana ada perkembangan yang lambat tetapi progresif mengenai keanehan tingkah laku, ketidakmampuan untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan penurunan kinerja. Tidak terdapat waham dan halusinasi, serta gangguan ini bersifat kurang nyata psikotik jika dibandingkan dengan skizorenia subtipe hebefrenik, paranoid, dan katatonik. Ciri-ciri  “negatif” yang khas dari skizofrenia residual (misalnya afek menumpul, hilangnya dorongan kehendak) timbul tanpa didahului oleh gejala-gejala psikotik yang overt. Bersama dengan bertambahnya kemunduran sosial, maka pasien dapat berkembang lebih lanjut menjadi glandangan (psikotik), pendiam, pemalas, dan tanpa tujuan.

8)    F20.8 Skizofrenia Lainnya
a)    Termasuk :     Skizofrenia senestopatik, Gangguan skizofrenia YTT; b) Tak termasuk : Gangguan lir-skizofrenia akut,    Skizofrenia siklik,    Skizofrenia laten.

9)    F200.9 Skizofrenia YTT

daftar pustaka 

American Psychiatric Association. 2000. Diagnostic and Stastistical Manual of Mental Disorder Fourth Edition. Text Revision. Washington, DC: American Psychiatric Assosiation.

Minggu, 15 September 2013

dia nyata untuk ku

Hari ini seperti biasa. Agenda harianku, pergi bersama Aaron. Kami suka pergi ke taman kota, ke toko buku, ke perpustakaan kota, ke caffe baca pinggir stasiun atau ke kota tua. Setiap hari sama, selalu sama. Aku habiskan hari-hariku bersama Aaron. Aaron adalah lelaki yang sangat baik. Sosok sempurna, yang pasti bisa membuat orang lain iri melihatku bisa bersama Aaron. Aku sangat  bersyukur bisa bertemu Aaron. Hidupku berubah menjadi amat sangat sempurna. Sekarang aku tak lagi menangis, aku tak lagi bersedih. Aaron selalu ada untukku dan selalu menghiburku.
Aku dan Aaron memutuskan pergi ke caffe baca pinggir stasiun. Disana kami bisa membaca sepuasnya sambil memakan hidangan yang caffe sediakan. Dan aku bisa melihat lalu lalang kereta api sambil tersenyum riang. Aku suka melihat ular besi itu melaju diatas rel.
Jika ada lelaki yang tahan dengan wanita cengeng, itulah Aaron. Jika ada lelaki yang tahan dengan wanita cerewet, itulah Aaron. Jika ada lelaki yang tahan menghadapi wanita moody, itulah Aaron. Jika ada lelaki yang paling romantis, itulah Aaron. Jika ada lelaki yang bisa tahu keinginan wanita, itulah Aaron. Benar-benar sempurna.
Palang pintu perlintasan rel kereta api sore itu berbunyi. Melarang keras orang-orang untuk melintas, menahan mereka untuk bersabar berdiam. Aku duduk bersama Aaron di lantai 2 caffe baca. Melihat ke luar dinding kaca, melihat kereta api yang akan memasuki stasiun. Moment yang tak pernah bisa membuatku bosan.
“Serius amat sih liatnya.” Aaron menggodaku
“Sssstttttt.” Aku mencoba menyuruhnya diam
Aaron kemudian terdiam tak berani mengangguku lagi. Meneruskan membaca novel detectifnya yang kemarin masih membuatnya penasaran.
Jika bisa digambarkan, mungkin mataku saat ini berbinar-binar bercahaya. Merasa kagum dengan mesin ciptaan manusia yang satu itu. Setelah kereta api itu melaju meninggalkan stasiun, aku kembali mengalihkan pandanganku ke Aaron.
“Serius amat sih bacanya.” Aku balas menggoda Aaron.
Aaron menandai halaman novelnya, kemudian berhenti membaca. “lebih serius lagi kalau lagi ngobrol ama kamu.” Aaron tersenyum, tangannya mengacak rambutku.
“Ihh, jangan berantakin rambutku dong.” Aku mengambil kaca di tasku. “tuh kan jadi jelek.” Aku merapikan rambutku lagi.
“Biar aja jelek, biar enggak ada yang mau sama kamu. Biar kamu Cuma buat aku aja.” Aaron merayu lagi.
Aku tertawa terbahak, merasa lucu dengan perkataan Aaron tadi. Dia selalu bisa membuat aku merasa bahagia. Ya, Aaron memang sempurna.
****
Hari ini aku dan Aaron pergi ke taman kota. Tempat yang sejuk untuk melepas lelah setelah beraktivitas. Tidak lupa kami membawa bekal makanan yang banyak. Acara hari ini semi-piknik. Dari rumah aku sudah memasak beberapa makanan kesukaan Aaron yang juga makanan kesukaanku. Aku memang tidak pandai memasak, tapi Aaron selalu memuji masakanku. Aku menjadi lebiih bersemangat belajar memasak.
Aaron menjemputku tepat waktu. Tepat di depan rumah. Aaron memang selalu datang tepat waktu, tidak pernah lebih atau kurang. Kami melaju dengan mobilku menuju taman kota.
Taman terlihat lengang, tidak terlalu banyak orang disini. Karena hari ini bukan weekend. Kami menggelar tikar di bawah pohon menghadap ke danau buatan di tengah taman kota. Menyiapkan makanan-makanan. Kami juga membawa beberapa novel untuk dibaca. Novel Aaron adalah novel detektif, dan novelku adalah novel romantis.
Kami duduk berdua. Bercanda setiap saat.
Aaron mengambil batu disebelahnya. “Nih.” Dia mengulurkan batu itu kepadaku.
“Buat apa?” aku bertanya penasaran.
“Buat ngukur seberapa dalam danau itu.”
“Ah enggak ada gunanya. Kurang kerjaan.” Aku menolaknya.
Kemudian Aaron melemparnya ke danau itu. “Kamu lihat? Dalem kan?” dia bertanya kepadaku
“Iya.” Aku mengangguk.
“Danau ini memang dalam, tapi cintaku padamu lebih dalam lagi.” Aaron tersenyum.
Aku menahan tawaku dengan mulutku yang sudah sempurna menutupi mulutku agar tidak terbahak. “Kamu tu ya, gombal banget sih.” Aku tersenyum tersipu. “Tapi itu tadi lucu banget, sumpah.” Aku masih menahan tawaku.
Ada tangan yang menepuk punggungku.
“Hey.” Suara itu tepat dibelakangku. Aku menoleh. “Kamu sama siapa, Nan? Sendiri aja?”
Aku melihat sekar dibelakangku.
“Aku?” aku tiba-tiba tergagap.
“Sama siapa?” sekar kembali bertanya.
Aku melihat ke arah Aaron. Dia sudah tidak ada. Aaron pergi entah kemana.
“Iya, aku sendiri.” Aku tersenyum.
“Aku lihat tadi kamu ketawa-ketawa sendiri.” Sekar melirik ke arah novel yang aku pegang. “Hem, kebiasaan lama nih. Novel lagi ya?”
Aku hanya bisa mengangguk. Kalaupun menjawab aku akan bilang kalau yang membuat aku tertawa tadi adlah Aaron, tapi Aaron tiba-tiba menghilang.
“Boleh aku duduk disini?” sekar mendekatiku duduk.
“Iya, silakan.” Aku mempersilakan sekar duduk.
Kami ngobrol beberapa jam. Membicarakan masa lalu kami dulu waktu masih SMA. Hari-hari yang menyenangkan memang, tapi tak semenyenangkan saat ini bersama Aaron.
Sampai aku selesai, sampai aku bersiap pulang bersama sekar, Aaron tidka muncul juga. Aku sedikit merasa aneh. Aku merasa Aaron tidak  suka jika aku dekat-dekat dengan orang lain bahkan temanku sendiri, Sekar.
***
Banyak yang bilang, aku menjauh dari orang-orang. Mereka melihatku lebih suka menyendiri. Padahal selama ini aku tidak pernah menyendiri. Aku selalu bersama Aaron. Kenapa aku tidak mau bergabung dengan teman-temanku atau orang lain, itu karena Aaron akan tiba-tiba menghilang. Aaron tidak suka aku bersama orang lain. Sedangkan aku, aku tidak bisa tanpa Aaron. Aaron yang bisa membuatku lebih nyaman dan tenang. Dia yang bisa membuatku tersenyum dan tertawa.
Mereka bilang aku suka tersenyum dan tertawa sendiri tanpa sebab. Padahal selama ini aku selalu tersenyum dan tertawa dihadapan Aaron. Hanya Aaron saja yang bisa membuatku bahagia. Aku tidak peduli kata orang-orang. Aku suka bersama Aaron.


>>>>>
Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan dari panca indera tanpa adanya rangsangan (stimulus) eksternal (Stuart & Laraia).

Sabtu, 14 September 2013

Skizofrenia

Skizofrenia adalah suatu sindrom dari karakteristik yang tidak diketahui penyebabnya oleh gangguan pada kognitif, emosi, persepsi, proses berpikir dan perilaku (Sadock & Sadock, 2010). Skizofrenia merupakan suatu penyakit otak presisten dan serius yang mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam memposes informasi, hubungan interpersonal serta memecahkan masalah (Stuart, 2007). Skizofrenia adalah penyakit neurobiologikal otak yang serius dan menetap. Skizofren sebuah sindrom klinik psikopatologi yang sangat menganggu dan mengakibatkan gangguan pada kehidupan seseorang, yaitu keluarga dan komunitas/ masyarakat (Stuart & Laraia, 2005).


>>>>>
Stuart, G. W., Laraia, M. T. (2005) Principles and Practice of Psychiatic Nursing, Eighth edition. Elsevier Mosby
Stuart, G. W. (2007) Buku Saku Keperawatan Jiwa. Ed.5. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC