Minggu, 26 April 2020
pejuang copeed
Rabu, 11 Juli 2018
Ke pantai di gunung kidul
Lama tidak jalan jalan. Tidak hura hura. Akhirnya bulan ini setelah akhir tahun 2017 tidak ada agenda main bareng seperti tahun lalu yang kami habiskan 1 tahun di pinggir ranukumbolo. Rela tidur dingin dinginan demi sensasi tahun baru. Dan memang sungguh berkesan sekali. Haaah, kenangannya mungkin akan sulit di lupakan. Hha.
Tahun baru. 2018. Aku masih g bisa move on kalau sama hal yang kita sebut hura hura. Masih sama anak itu itu lagi. Sama anak kantor lama. Walaupun formasi sudah bongkar pasang berulang ulang, maaf aku g bisa move on. Masih tetap exist.
Jadi.. anak squad KPP ngobrol di grup rahasia. Eh bukan. Ini grup khusus bebas hahahihi. Aku udah resign tapi g mau resign dari grup ini. Aku bisa kenal anak baru begitu pula anak baru bisa kenal aku. Bah, PD amat ya mereka bakal kenal aku. Eh iyaa, nyatanya Yori kenal dong sama aku. Gegara ketemu pas jaman Yori jadi PTTnya PTT. Semakin parah banget jabatan pegawai. Sejak dia adalah onepiece lover dan saya hanyalah sanji lover. Namanya Yordan, tapi aku panggil YORITAN. Hha. Jyahat. Eh jarang jarang lho aku panggil pake begitu berati dia istimewa. Soalnya kalau panggil "Dan" itu kan udah milik si abang Dhan. Hha. G boleh sama.
Nah.. karena aku paling g bisa kalau g ikut main sama mereka. Kalau aku g bisa ikut ya mereka usahakan ganti jadwal biar aku bisa ikut lah. Hha. Aku masih sakenakwudeledewe kog. Aku memutuskan ikut, rencana mereka mau main ke laut. Tuan rumahnya Desi 16. Aslinya emang orang gunung kidul sana dia. Dulu belum akrab, soalnya beda lantai kerja. Kalau sekarang udah lah, ketahuan alahembuhnya bocah satu itu. Sainganku lah kalau disuruh cerewet dan ceplas ceplos. Sering omong ra dipikir. Wkwkwkwk. Kog kayak aku banget sih Des. Tapi kamu lebih parah.
Sebenarnya aku tidak libur. Nekat saja ikut main sama anak anak. Kapan lagi kan? Butuh hiburan banget. Koping terbaik setelah pindah ruangan adalah dolan sesering mungkin. Hha.
Kendaraan disponsori oleh princess Alfi dan Ikha. Jadi begini posisinya. Honda Freed princess di setiri sendiri sama Alfi, bocah tangguh. Di isi Desi, Farah, Dilla, Yori, Diah. Honda Brio Ikha disetiri Alfat ditambah penumpang Aku dan Gama.
Ritual pertama adalah sarapan. Menu andalan adalah soto di pagi hari. Soto siapa? Mbuh sakonoke lah pokoe. Nah kali ini kita mampir di soto tan pabrik. Komen pertama adalah "kon dulu kita g nemu warung soto ya? Padahal ini ada." Entahlah setiap perjalanan ke arah gunung kidul kita selalu g nemu tukang soto alhasil makan seadanya. Wkwkwk. Ngakak juga kangen. Kangen pergi sama squad ranukumbolo. Sumpah kan jadi inget lagi. 😣
Setelah makan soto formasi dirubah. Alfat jadi driver freed. Yori jadi driver brio. Nah kan aku jadi kenal Yori. Anaknya suka cerita kayak kamu bang. Hahaha. Semuamuanya diceritain. Baik. Sampe mau minjemin laptop. Duh Yor, kostanmu jauh sih.
Sepanjang perjalanan aku lupa ngomogin apa aja sih kita. Langit waktu itu mendung. Sesekali matahari muncul tapi bentar. Tujuannya kan mau ke pantai Wediombo nah kan yang didepan itu freed. Lah kan malah kebablasab lumayan jauh. Hahha. Padahal kan jelas ya udah ada petunjuk arahnya. Balik arah lagi.
Sampai di Wediombo. Seperti biasa ya inti dari segalanya yaitu foto foto untuk update status terkini. Biar terlihat sering piknik dan bahagia. Padahal sih itu mati matian banget buay bisa piknik. G libur sampe nekat dolan. Aku jaga malam, yang penting sampai jogja jam 19.00.
Kita sibuk foto diri sendiri dan berkelompok. Sampai gangguin mbak mbak yang mau foto sendiri malah kita mintol untuk potoin. Untung ya ada Alfi si bocah kendel. Heran ya itu anak gadis siapa bisa seberani itu. G perlu aku jawabkan. Masak tanya sendiri jawab sendiri. Belum puas, rintik hujan mulai turun dan semakin menderas. Langit mendung. Sama ya kayak pas kita ke ranukumbolo. Mendung juga. G apa apa yang penting kan sama kalian. Mendung pun bisa dinikmati dengan begitu renyah oleh candaan random kita.
Berbondong bondong kita cari tempat berteduh, sampai di warung makan. Sambil neduh sambil makan. Ada yang pesen mie goreng, teh anget dan ngemil. Sampai jam makan siang tiba dan memutuskan untuk pindah lokasi pantai. Oiya Desi selain tuan rumah juga seksi acara juga seksi konsumsi. Durhaka bangetlah kita, ibu sama bapaknya Desi nganterin makan siang kita.
Makan siang kami adalah ikan goreng dengan sambal bawang, sayur asemb, tempe goreng dan rambak. Jangan lupa sama suket kemanginya. Enaaaaaaaak banget. Recomended for next trip, masih dengan menu ibuke Desi pokoe. Kita duduk neduh dibawah pohon cemara, gelas tikar. Menikmati angin sepoi sepoi, memandangi deburan ombak. Ceileeeeehh. Kapan kita bisa qtime bareng lagi?
Late post banget.
Selama masih ada Gama di kantor aku akan sering ikut kalian main. Tapi kalau ternyata Gama berhasil mitasi ke Kalimantan ya udah mungkin bakal jarang main kantor juga. Dan aku malah mainnya ke kantor cabang balik papan. Hha.
Yass...
Happy time is with you all.
Love love..
Sabtu, 19 Mei 2018
Ramadhan ke 5 tanpa Beliau
Rasanya baru kemarin ramadhan ke 2 tanpamu, pak. Ternyata aku sudah melewatkan banyak waktu tanpamu. Lima tahun ini pula ramadhanku terlalu beraneka ragam. Hingga mungkin aku lupa waktu berlalu begitu saja.
Ramadhan pertama tanpamu itu saat aku KKN. Ya.. teman teman telah berhasil mendistraksinya. Aku harus tinggal dengan orang orang baru yang belum baik aku kenal. Aku harus adaptasi dengan lingkungan yang begitu asing. Aku tak beradaptasi dengan baik, pak. Aku masih bisa pulang ke rumah sesuka hatiku. Ah.. Srumbung Moyudan terlalu dekat untuk memisahkan suasana rumah. Tentu saja aku meninggalkan kebiasaan Ramadhan sebelumnya. Untung ada Uugh bidan pintar masak yang bisa membuat betah tinggal di Moyudan. Ada Nada Arkeolog petualang yang bisa jadi hiburan dan teman ketawa. Dan pada akhirnya dia memberikan tas carrier gunung dan jaketnya untukku. Sayang Nad, sudah g ada yang bisa diandalkan untuk berpetualang. Ada Seli psikolog cantik idaman anak kampung setempat. Dia yang mengajari kita menari. Hha. Ngakak juga ya kalau ingat. Juga ada yang lainnya, pak. Suatu ketika aku ingin kembali ke Moyudan. Aku terpesona oleh sunsetnya yang tenggelam di balik bukit barisan menoreh. Juga hamparan padi menghijau dan kuning membaur jadi satu. Juga pohon kelapa yang menjulang di pinggir pinggir selokan. Dan... hal yang tak harus aku rindukan.
Ramadhan pertama tanpamu aku di Moyudan, pak.
Tahun kedua. Ramadhan kedua tanpamu, pak. Aku tak dirumah lagi. Saat itu aku sedang tiba tiba menjadi anak paling melow di dunia. Begitu menurutku. Aku sering mengingatmu pak. Aku meratapi nasibku. Iya, aku sedang menjadi manusia lemah tapi tetap harus bangkit.
Blora. Ramadhan kedua tanpamu. Aku harus pergi sendiri ke Blora. Sudah ditinggalkan teman teman. Telat semiggu. Sampai sana aku belum benar benar sehat. Malah menyusahkan yang lainnya. Ah... aku kog jadi sedih ya mengenang masa itu.
Waktu itu aku tinggal bersama sebgaian teman teman di rumah pak Wo di kebonrejo. Disana susah air. Harus beli dulu untuk kebutuhan sehari hari. Menghemat air dengan sangat. Mandi sekali kecuali aku ya. Dan juga makanan khas mbah Wo. Kayaknya masih jelas banget rasanya. Disana aku sering beli buah untuk masa pemulihanku. Ya ampun.. aku bener bener menyusahkan teman teman. Ada Mei, Aina, Kristi, Fay, Adhin dan Gaby. Mereka adalah anak anak hebat. Selepas selesai kuliahpun jenjang karier kami tak jauh jauh beda sampai sekarang. Empat orang sebentar lagi akan menjadi PNS.
Aku g tahu kenapa bisa ya. Kita yang dikirim ke blora dan pada akhirnya kita masih sama sama sampai sekarang. Mengabdi pada bangsa dan negara.
Iya.. kadang inin rasanya balik ke Blora, nengokin mbah Wo. Melihat posyandu yang sudah kita galakkan kembali. Melihat foto poster muka kita yang di cetak besar. Dan aku ingin bertemu mbah Jini. Tapi aku juga khawatir, jika pas sampai sana kabar yang tak kuharapkan datang dari mbah Jini. Apa kabar mbah? Terimakasih atas oleh olehnya.
Aku ingin kembali ke Blora suatu saat nanti bersamamu. Akan ku kenalkan keluargaku yang lainnya disana.
Ramadhan ketiga tanpamu, pak. Akhirnya tahun ketiga aku bisa Ramadhan di rumah, pak. Tapi dengan status pekerja. Masih suka lembur. Kadang g buka puasa di rumah. Malah pergi buka puasa sama temen kantor. Atau kalau pas lembur buka puasa di angkringan depan kantor.
Ibadah juga kadi g optimal. Kadang tarawih bareng di kantor di imami bang Dhan. Dan pastinya terlalu banyak acara buber dimana mana. Teman SMP, SMA, kuliah, temen kerja, temen kkn yang wacana aja. Kalau pulang kerja biasanya tarawih di masjid udah selesai.
Ada Gama, ada Dhani, ada Bayu. Kami sekarang sudah menyebar kayak dragon ball dan susah dipersatukan kembali. Yaaaa kalau ingat kantor lama g cuma teman kerja aja yang keinget tapi juga peserta juga. Haaaaah.. mengingat yang tak harus diingat.
Tapi mungkin ramadhan terbahagia pak. Karena aku bisa ikut cuti bersama juga dapat THR. Pada masa ini anakmu pertama kali merasakan punya uang sendiri.
Aku tak harus jauh jauh kembali ke kantor lama jika rindu. Aku bisa kesana setiap hari. Setiap hari juga aku lewat medari. Terlalu sering juga aku main kesana. Jangan kalian suruh aku memutus hubungan dengan kalian. Karena kalian adalah teman pertama aku mengenal sebuah tanggungjawab dalam bekerja. Karena kalian adalah teman pertama berbagi beban kerja. Karena kalian teman aku bisa mengeluh bebas.
Ramadhan keempat tanpamu, pak. Aku masih di rumah pak. Aku masih di Srumbung. Tapi dengan suasana kerja yang berbeda. Dan juga intro bulan Ramadhan yang masih kadang bikin melow. Aaaah...
Aku telah memutuskan kerja di kantor lama. Memutuskan g dapat THR full padalah tinggal bentar aja. Merelakan konsekuensi yang tidak sedikit. Aku memutuskan untuk mencoba lingkungan baru. RSS. Masuk kerja enam hari. Libur hanya hari minggu. Jam kerja pagi hingga jam 14.30. Hari pertama Ramadhan bukannya buka di rumah malah nekat ngecamp di pantai terus buka alakadarnya. Sometimes i feel so stupid. Makan sahur alakadarnya juga. Jangan tanya siapa yang nyiapin sahur, tentu bukan saya. Uda belagak kayak princess punya koki pribadi. Terimakasih chef. Rasa nasi sarden dan mie gorengnya masih samar samar bisa dirasakan. Sampai beberapa hari aku tidak pernah buka puasa dirumah, pak. Masih sama, mendadak agenda buber sehari hari. Mendadak reuni dimana mana. Sama anak lama, sama anak baru.
Juga pertama kalinya aku merasakan Ramadhan jaga di rumah sakit. Pertama kalinya aku puasa dan harus wira wiri. Pertama kalinya melewatkan THR. Terimakasih sama kakakku yang ngasih THR. Yang selalu aku repotin, ampun mas. Aku masih ingat kog sama kamu, mas. Kakak terbaik serumahsakit.
Alhamdulillah pak, lebarannya tepat hari minggu. Aku bisa lebaran dirumah walai hanya 1 hari. Dan dimulailah tahun tahun lebaran tetap kerja pertama dan untuk waktu yang belum tahu sampai kapan.
Aku telah resmi memasuki tahun tahun tanpa lebaran di rumah pak. Mungkin begini cara Allah mendistraksi sedihku.
Ramadhan kelima tanpamu, pak. Aku tidak dirumah lagi. Hah. Rasanya aku sudah terbiasa dengan ruinitas ini. Aku sedang latsar di Salaman, Magelang. Dua setengah minggu puasa disana. Kuliah, tugas dan ujian menjadi stressor tersendiri bagiku pak, ditambah sama pertanyaan yang jangan ditanyakan dulu. Duh, satu satu dulu aku selesaikan. Aku g bisa mikir banyak banyak. G bisa mikirin tugas sama mikirin yang lain bersamaan. Sik tunggu sik. Tunggu sampai aku selesai ujian. Setelah itu nanti baru aku mulai dengan yang lain.
Ada mbak Nanda, yang pinter rajin. Ibu 3 anak yang sayang banget sama putri putrinya. Mbak Nanda diam diam observer gelagatku, sudahlah mbak jangan tanya. Cukup sudah aku di-ece sama mas Rofiq pas bela negara, katanya "g ada yang nengokin nih, kamar ini". Sedih dan ngakak juga kalau ingat.
Ada mbak Ayu yang sebenernya usianya beda tipis sama aku tapi sudah otw anak ke 2. Hpl bulan depan, semoga lancar ya kak. Semoga aku juga cepetan nyusul, cari calon bapaknya dulu tapi. 😅
Juga ada bapak bapak yang suka ngecein aku. Apalagi si mas Adit yang suka tak tebengi kalau PP Srumbung Salaman. Kalau semobil aku sendirian trus digabung 3 bapak bapak itu, ya sudah terima saja di bully. Iya pak iya.. doain aja ya.
Nanti acaranya di aula eh di lapangan belakang bapelkes. Hem.. insyaAllah, coming soon ya g nebeng lagi tapi sudah ada yang jemput. Biarkan aku selesaikan satu satu dulu. Setelah ini mohon bantuannya.
Pak, semoga anakmu ini bisa lulus latsar. Seandainya Bapak tahu, seandainya Bapak tahu sekarang pekerjaanku apa. Seandainya Bapak tahu status kepegawaianku sekarang apa. Mungkin aku tidak terlalu mengecewakanmu, Pak. Aku sudah sampai sejauh ini pak. Mengikuti setiap jejakmu.
Pak ini sudah Ramadhan kelima.
Sampai ketemu kelak di surga Pak.
Biarkan kami menyelesaikan amanah kami dulu di sini.
Kamis, 07 Desember 2017
Ini tentang ROku
Waktu itu bulan Agustus 2016. Selepas lebaran. Kami kedatangan keluarga baru. Seorang lelaki dengan tiga orang perempuan cantik cantik.
Aku tidak pernah bisa sok akrab sama orang ini. Kita lagi membicarakan lelakinya. Seorang laki laki. Jangan sanksi. Dia ini temen Kiki jadi mereka lebih terlihat akrab seperti itu kelihatannya.
Duh.. anak ini gapyak e. Caper saja sih kurasa dia. Yah tapi boleh lah usahanya. Dan jangan jangan yang dulu itu cuma kisah setingan saja, nak? Ckckckckck tak kusangka kau begitu sempurna dimataku kau begitu indah.. deeeehh malah kebablasan nyanyi.
Kesan pertama di awal awal bulan. Anak ini rajin banget. G disuruh bantuin menawarkan diri. Inisiatif anak ini nilainya 10. Terbantu sekali kak, kita waktu itu. Wellok. Yah kau tahulah 2 tumpuan hidupku waktu itu inisiatifnya kudu di getak sik. Tapi anak ini ckckckckck. Luar biasah rajinnya. Berhasil kau cari muka, nak. Hebat betul. Hahaha.
Ternyata anak ini humoris sekali. Tapi bakatnya ini tak tersalurkan karena tak ada orang orang disini yang bisa menyaingi tingkat gilanya. Tak ada sama sekali. Sunguh luar biasa.
Dan ini anak suka gombalin cewe cewe komplek. Yah bisalah dia raja gombal tapi kog miris kali kisah cintanya.
Setiap sore setelah dia kerja, aku masih belum selesai. Nanti dia datang menawarkan bantuan. Kita ajarilah dia. Dia kerjakanlah itu berkas berkas. Beres. Hari berikunya begitu. Aku ni suka pulang telat, lah sok sokan juga dia ikut pulang telat. Sok akrab aja kurasa dia, boi.
Pun begitu lama lama kami terhibur juga dengan keberadaan lelaki ini. Terhibur terbantu. Sungguh mulia usahamu nak. Mamak bangga sama kamu.
Lama lama dia gombal kesana sana. Adalah itu akhirnya korban berjatuhan. Jatuh cinta. Tapi apalah daya sang pujangga tak kuasa menahan lara. Tertular juga lara itu ke sang wanita. Hha. Disitulah aku sebut dia tukang php. Php itu kepanjangan dari penjual hand phone.
Setelah anak ini sudah dapat muka semua orang. Mulai jaranglah dia bantu aku. Sudah jaranglah dia hibur aku.
Anak yang suka bikin toss ala sahabatan anak SMP. koreonya harus sesuai dengan dia. Kalau pulang duluan selalu ajak toss dulu. Ku sebut itu Toss penghiburan.
Apalagi yang aneh dari anak ini. Dia suka sekali bertingkah aneh. Sungguh pelipur lara. Ah. Tapi dia pun menangis saat tertawa dan bertahan untuk selalu tertawa. Kau tutup tutupi saja itu sedihmu kan, boi? Belagak bahagia tapi didalam lumer kayak es kepanasan. Hancur berserakan kayak bekas beling kaca mobil tabrakan.
Playlist lagunya Jojo itu lagunya Rich chiga. Musiknya jedug jedug dan bikin angguk angguk. Kadang kangen juga duduk bejejeran trus dengerin rich chiga ngerap, kita angguk angguk sambil masih kerja lembur gitu kan. Masih tergiang banget musiknya.
Sampai akhirnya aku dan Gama di tinggalkan Bayu dan Dhani. Anak lembur masih ada Jojo. Tapi Jojo punya temen baru namanya Om Bagus. Om Bagus bukan anak lembur. Sejak saat itu juga aku terpisah divisi dengan Jojo dan dia bukan lagi anak lembur. Setelah bertemu Om Bagus, Jojo seperti bertemu dengan orang yang selama ini dia tunggu. Teman yang sama sama gila. Teman yang bisa mengimbangi ketidakjelasannya. Jojo semakin tidak waras ketika ada Om Bagus Dewe. Mereka berdua menjadi sangat produktif dalam《bekerja》ketidakwarasan. Setiap hari setiap waktu bikin orang ketawa. Akhirnya ada yang menanggapi Jojo.
Terus kan aku pernah ada masalah, Jojo adalah tameng terbaikku. Dia tameng terbaikku. Kita memang dipasang di bagian depan Jo, tapi kamu lebih depan dari aku. Ah.. apa jadinya aku kalau g ada kamu. Masih ada mas Ricky sih sebenernya. Kog bisa ya kita lewati masa masa itu. Masa yang kalau aku bayangin sekarang itu ngeri bangets. Hiii.
Jojo juga nemenin ranger BU lembur akhir tahun 2016 lalu. Aku lupa dulu dia berangkat ikutan ngapain ya? Owh iya mungkin karena mau bantuin. Hha. Biasa kan dia bilang gini "iya, mbak. Beneran. Aku bantuin. Nanti aku bantuin." Hha.
Ya Jojo sempurna jadi penghiburan ku dan Gama. Dia menjadi andalan kami disaat genting. Kami bersyukur dia menjadi salah satu orang yang ada di sekeliling kerjaan kami. Hha. Jahat.
Dulu terlihat lebih bahagia saat kami masih satu divisi. Saat komando masih dalam satu bos. Tapi setelah kami terpisah, rasa rasanya dia menjadi lebih sok sibuk. Tapi sebagai Bro yang berprinsip pemberdayaan masyarakat adalah nomer satu. Maka sesibuk apapun RO ku selama mereka bisa diberdayakan maka lakukanlah. Hha. Aku sempurna jadi Bro terjahat yang pernah ada. Dan apesnya adalah Andhita dan Jojo milih aku jadi Bronya. Seandainya kalian tahu, aku sungguh bersyukur kalian jadi RO ku. Kalian mandiri, cuma kalau Jojo harus sering sering diingatkan aja anak itu.
Owh iya Jojo ini berinisiatif melakukan komunikasi efektif sama aku. Awalnya sih oke bagus ya. Dengan lagi lagi saya berdayakan semaksimal mungkin anak itu. Hha. Eh tapi lama lama komunikasi kami todak efektif juga. Hha. Catetan yang amburadul. Malas malas sudah mau catat. Hah. Kesibukan seperti apa yang dulu pernah kita lakukan ya Jo, sehingga jadinya begitu. Hha.
Mungkin aku terlalu melakukan pemberdayakan RO to the max jadi Jojo sudah kayak bagian ranger BU. Jadi penghiburan terbaik kami. Masih suka ikut lembur tapi udah kadang kadang.
Jojo ini juga jadi salah satu kandidat ketua dolan hura hura. Katanya sih dia lumayan handal jadi tour guide. Kalian tahu kan perjalanan ranukumbolo kami, nah itu juga di bimbing Jojo. Tapi ya gitu g jelas gitu. Hha. Yampun. Jadi inget kan hape kamu ilang di Ranukumbolo Jo. Apakabar ya hp.nya Jojo yang jatuh itu? Udah di temu siapakah?
Kenapa kami bisa akrab begitu saja? Karena kami berkeluh kesah bersama. Aku dapat rumus itu setelah bekerja setahun lebih sama Gama, 9 bulan sama Dhani dan Bayu. Berkeluh kesahlah sama temanmu, mereka adalah penghiburan terbaikmu. Merekalah yang tahu di tempat kerjamu. Sedangkan keluargamu hanya tahu kamu bahagia aja.
Saling mendukung dan menyemangati adalah obat terbaik dari kebosanan dan kepenatan bekerja. Jadikan temanmu sebagai orang yang bukan satu satunya yang kepayahan, tapi juga ada kamu yang merasakan hal yang sama. Ungkapkan semuanya. Jangan dikatakan dibelakang, karena kalian tidak akan menemukan suatu titik temu. Kadang jalan keluar harus dicari bersama sama.
Setalah aku keluar terus kalau main ke kantor. Jojo ini kalau nyapa uda g pake toss ala ala lagi. Tapi pake kekerasan fisik. Tabok sana sini. Jorokin sana sini. Pelampiasan kali ya itu karena dulu aku jahatin. Makanya dia balas jahat sama aku.
Aku kangen sama Gama, yang kalau ada apa apa kita suka berinisiatif melakukan hal hal yang bisa mempermudah kerja kita. Haah. Aku sekarang g ada teman begitu gam. Adapun beda tempat kerja walau masih satu instansi. Sedih kali yak.
Balik lagi ke Jojo. Salah satu RO terbaikku.
Ini sudah penghujung tahun 2017. Bagaimana nasibmu Jo? Lanjut apa berhenti seperti aku?
Aku sudah pergi duluan. Kamu terbebas dari sikap jahat Bro mu ini dapat Bro pengganti yang lebih rajin dan mampu kamu berdayakan balik. Hha. Kekuatan senior. 😂😂
Sesedih apa Gama kamu tinggalkan?
Gama sudah ditinggalkan teman seangkatannya, seangmatanmu. Siapa yang nemenin Gama lembur?
Aku pergi. Kamu pergi bahkan Arip ikut pergi. Siapa yang bisa aku andalkan buat nemenin Gama?
Kamu tahu kan kebaikan bos geng kita itu kayak apa?
Aku sedih. Aku sedih Jo. Sedih kalau inget waktu itu yang kesisa lembur cuma Gama, aku cuma bisa nemenin duduk di depan meja dia sambil cerewet ngomongin segala hal. Lah... abis ini siapa Jo? Kita uda g bisa gangguin anak itu. Kasian dia. Makin rindu nanti dia sama suamiknya. Hha. Tak ada pendistraksi penat.
Jo.
Jadi sountrack kali ini lagunya nella kharisma ya? Tapi kira kira yang judulnya apa?
Bojo galak?
Di pikir keri?
Jarang goyang?
G ada sedih sedihnya tu lagu Jo.
Doaku untuk ROku.
Semoga cepat kelar itu S2 teronggok mu. Fokus nak. Fokus.
Dapat kerja dan jadi lelaki mavan.
Langeng sama mbak BNInya trus segera lamar aja deh.
Bahagia ya Jo.
Ingat.
Bounding kita itu kayak mamak dan anak. Kayak ari ari dan udel.
Kepisah jauh pun kita masih bisa saling mengingat kalau g pikun. Kalau saling manyapa aku g tahu lah Jo. Kau bakal sibuk banget kayaknya.
Jumat, 10 November 2017
Melepas lelah ke Candi Cetho
Halo gengs.
Kamu lelah g? Aku iya. Lelah. Iya sih udah g pernah lembur. G pulang malam penyebab radang tenggorokan. Udah g gampang flue. Libur seadanya. Tapi.. tapi.. aku liburnya pas orang orang g libur. Aku berangkatnya pas orang orang pada libur. How i feel so desperate. When you wanna go to picnic with your best friends ever but you couldn't join them. Nyesek. Sampai akhirnya semuamua aku ajaki dolan tapi akhirnya sama saja. Jadwalnya g bisa sama. Seperti aku semangats yang lain lelah. Aku lelah yang lain semangats.
Akhirnya bulan ini 3 minggu berturut turut aku mendapatkan libur hari minggu.
Minggu pertama aku cuma dirumah tapi sambil liat instastory kamu yang malah udah kemana aja g tau sama siapa. Aku merasa terkhianati. Dan itu akhirnya aku tahu bahwa sudah tidak ada kemungkinan lagi aku pergi sama kamu. Yang malah pergi sendiri, terus sekarang kerjanya luar kotaan terus. Sudah mulai bahagia. Lebih bahagia dari hari kemarin. Selamat boi.
Nahkan. Gama bikin insta story yang soksokan kangen gue. Hha. Beneran kangen kah Gam? Terus aku bales bikin instastory yang isinya kita berempat. Formasi Frontline BU. Yang nyebeli tapi juga ngangenin.
Kangen dengerin Bayu omong cepet belepotan menggebugebu. Kalian bisa bayangin g? Kalau Bayu pas omong sama sahabat BU selalu semangat dan suaranya sampai kemana mana. Hha. Masih. Masih tersisa ruang untuk kenangan itu.
Kalau Dani suara kalem, lirih dan lembut. Senyum senyum sendiri. Kalau ada yang bening dikit kode kodean sama Bayu. 😂😂
Kalau aku? Cempreng cerewet cemberut tapi tiba tiba mlengeh kalau dopaminnya datang. Terus kayak orang gila.
Gama? Udahlah dia mah masternya. Dulu yang selalu ngingetin excellent service. Yang apa apa keluar dari mulut dia selalu jadi panutan aku dalam menjelaskan. 😂
Aku sudah bikin status piknik piknik terus. Kamu mah RJJ tiba tiba pergi sendiri. Terus aku merasa 'meh', jadi gini sekarang? Fine. Bikin saya kembali harus ngeluh sama Almaidah dan kembali dia harus bilang "hindari". Sedangkan saya selalu menolak perkataan Almaidah. Sudah sebulan lho ini. Kalau kali ini aku agak berat harus bilang 'bodo amat'. Yempun nangis nangis deh gue di depan Almaidah. Hha.
Nah kan setelah Gama bikin status terus aku komen. Terus ajak main. Tapi selalu tanpa kejelasan yang berarti bisa jadi bisa enggak. Sedih sih. Apalagi jadwal not available aku. Yang liburnya bisa saja hari senin sampai jumat tanpa menyisakan libur hari sabtu minggu. Padahal dua hari itu adalah hari aku bisa pergi sama mereka. Bersyukurlah Dani masih available kapanpun dan dimanapun. Tapi aku berharap kamu bisa cepet menjadi pengusaha sukses bang. Ayo mulai dari mana? Mulailah sekarang!
Jadilah si Gama sekarang juga g se.available dulu karena ada suamik. Dan bersyukurlah karena Gama dan suamiknya harus kepisah 3 bulan
kedepan yang artinya Gama available 3 bulan. Haha. Aku jahat. Bayu mah sudah tidak bisa diharapkan banget tapi tetap kami masih berharap tiba tiba dia terbang ke Jogja untuk reunian.
Aku? Ya sama aja kayak Bayu. Tidak bisa diharapkan apalagi harus pergi dadakan like this. Aku harus pesen jadwal dulu. Kalau perginya lama requestnya libur dikumpulin, terus kerjanya berhari hari berturut turut tanpa libur. Demi bisa main sama kalian apapun aku lakukan. Semasa aku masih available being single. Kalau udah ada suamik mah aku pergi aja berdua.
Ya..
Hari minggu kemarin pas aku turun jaga. Hari minggu libur ke 2. Setelah jaga malam pulang jam 8 pagi terus bablas main. Itupun aku harus bangunin Dani yang masih tidur karena abis ronda. Gama udah siap aja. Aku masih sempat balik rumah buat mandi dan rendam cucian.
Setelah mandi langsung telpon Dani, suaranya masih ketahuan banget baru bangun tidur. Lima belas menit kemudian Dani bilang uda siap, aku masih otw. Sampai rumah Dani jam 10 kurang. Langsung cus ke rumah Gama di gang Manggis. Sampai rumah Gama jam set11an. Terus jadi kemana? Kata Dani ke Solo. Ke Solo ke mana? G tahu. Di Solo kan cuma ada mall. Kalau mau ke yang obyek wisata ke timur lagi ada kebun teh, air terjun, ndoro donker dan lain lain.
Ya udah ke ndoro donker.
Siang siang udah lapar. Kita belum ada yang sarapan. Bingung mau makan apa ya udah selat solo. Dimana tapi? Ya udah tanya google. Ketemu di google, di list yang atas sendiri. Eh ikutin itu google map sampai di jalan terus malah bilang "ini kan yang ada richeesnya". Ya udah makan di richeese aja gimana? Masih galau gitu. Ya udah deh richeese aja. Masuk gang liat eskrim aice turun terus beli. Hha. Random banget. Mau parkir di richees penuh, sampai belakang ternyata parkir di halaman masjid. Sholat dulu abis itu baru makan.
Sampai richeese antriannya heboh banget. Banyak. Dani antri, aku sama Gama cari tempat duduk. Lamaaaaaaa banget sampai akhirnya kita dapatkan menu kita dan duduk manis sambil makan. Kog tiba tiba pengen lagi. Hha.
Selesai makan cus ndoro donker. Sambil ngobrol random, ngomongin naik gunung lawu yang di puncaknya ada bapak penjual sotonya. Ah.. mau ajak siapa ya aku? Kamu? Udah g available sama kek gue. Mas php? Tidak bisa diharapkan. Kalian? Apalagi cuy. Harus mengumpulkan libur 3 hari. Eh padahal pas ke ranukumbolo kita bisa hanya dengan libur 3 hari.
Aaaaaaakkkk pengen cuti belum boleh cuti. Nanti udah boleh cuti waktunya buat suami. Doakan aja ya. Hha.
Sudah mulai menaiki kaki gunung Lawu. Terus kan mau kemana nih? Ndoro dongker. Eh tapi ada Candi Cetho. Gama bilang yang kayak pura itu lho. Oh ya? Oke ke candi Cetho aja yuk. So i can feel you 😙. Apasih 😑.
Ya udah ke candi cetho dulu baru ke ndoro dongker. Oh my god, seneng banget bisa ngrasain jalanan berliku di pegunungan. Bisa lihat pemandangan di bawah yang amazing. Bisa ngrasain udara dingin. Bisa melihat hijaunya pepohonan teh. Bisa pergi ke tempat yang tinggi itu aku suka. Perjalanan ini kayak naik gunung sampe puncak tapi bisa pake mobil. G capek dan bahagia. Haha.
Naik tangga yang g begitu tinggi, aku udah ngosngosan. Di saat seperti itu aku cuma bisa mbatin lagi "kayak gini lu, mau naik lawu? Naik tangga candi aja capek". Yah begitulah kalau fisik tidak terlatih. Ahhh, aku pengen banget naim gunung mas. Beneran.
Sampai atas langsung poto poto ala kids jaman now. G sadar umur udah bodo amat padahal perginya sama ibu ibu jaman now dan babang hits jaman now. Emh.. tahu lah ya siapa yang paling cerewet minta di potoin. Yes I'm. Ini demi eksistensi di media sosial jaman now. Ups. 🙊
Naik terus naik sampe puncak. Poto poto sampe puluhan. Modal hape doang. G ada threepot, g punya tongsis. Modal hape diganjel tas terus mode timer 10detik. Haha.
Berasa di halaman belakang rumah simbah. Bangunannya kayu, pendek. Rumah hits jaman ago bangetlah. Dan aku suka suasananya.
Pengen bisa pergi lagi.
Cukup sih buat aku pergi ketempat tinggi atau ketempat dimana kamu bisa melihat sunset tenggelam perlahan. Abis pulang dari candi pas matahari turun. Mandek di sembarang tempat. Di pinggir kebun teh. Poto poto dulu bentar. Tapi sambil menikmati senja yang mulai menggelap. Kita berhenti, diikuti pendaki yang turun gunung. Ah bahagia.
Rabu, 11 Oktober 2017
A day with Amanda Rooroh
Haiii...
Sejak aku pindah kerja di rumah sakit aku kembali bertemu dengan teman kuliahku. Namanya Amanda. Dulu waktu masih jadi maba waktu ukur jas almamater kita pernah kenalan tapi setelah masuk kuliah beda kelompok jadi g akrab.
Selama empat tahun cuma kenal sebagai teman biasa dimana aku selalu berpendapat bahwa dia cerdas. Referensi jurnal untuk tugasnya selalu up to date.
Kemudian saat kami sudah mencapai tahap anak profesi akhirnya aku dan Amanda jadi satu kelompok. Beberapa stase kami lalui bersama. Dari stase Jiwa sampai Komunitas. Stase jiwa adalah stase yang mampu bikin aku nangis. Bukan berarti karena skripsiku mengambil spesialisasi mental health nursing trus aku lebih dari teman temanku. No. Aku malah terbebani dengan harus memahami ODGJ dan harus membuat rencana interaksi. Terus stase Manajemen yang g kalah bikin pengen nangis karena memanajemen diri sendiri saja susah apalagi sebuah ruangan yang jauh dari standar. Sudahlah. Dan gongnya adalah stase komunitas kami di Blora. Aku sih senang kita pernah merantau di tanah Blora selama 7 minggu.
Nah, setelah setahun kepisah sama Manda karena terakhir pas stase komunitas itu, aku bertemu lagi sama anak itu. Aku dan Amanda satu kelompok lagi. Kelompok orientasi pegawai baru di rumah sakit. Setelah tidak bisa berkeluh kesah sama Gama, sekarang Amanda lah yang jadi pendengar anak impulsif ini. Maaf ya Man. How i'm so talkative with you. Dan pastinya kita sudah seperti duo aneh. Bodo amat.
Aku bisa bercerita lagi. Berkeluh kesah. Kemudian kita berkhayal akan pergi ke Jepang karena prestasi kita di rumah sakit. Terus kita berkhayal kita bakal bisa pindah ke bagian sesuai peminatan kita. Walaupun lama lama kita sudah bisa menerima dengan terpaksa dimana kita sekarang. Tapi kalau kita bisa merubah keadaan, boleh kita mencoba kan.
Mumpung semangat kami masih membara, karena siapa tahu besok lusa khayalan khayalan kami itu terasa berat untuk diwujudkan. Aku merasa beruntung bisa kembali bertemu Amanda. Bagaimana semangat dia dalam belajar sangat tinggi. Aku butuh trigger orang seperti itu. Seorang yang mampu membuat aku bergerak walau dengan sedikit paksaan. Dan banyak khayalan. Semoga bisa menambah semangat kita.
Kita harus banyak banyak cari wejangan dari orang lain ya man. Maksudku orang lain yang memiliki pengaruh tinggi. Dimana kita akan mudah bergerak di labirin setan ini. Ketika kita seperti dadu yang di kocok seenaknya saja dan dibiarkan tinggal di tempat yang tidak sesuai dengan passion kita. Pun begitu kita masih bisa melakukan hal yang kita senangi kan ya.
Aku suka membicarakan tentang bagaimana aku harus bekerja di dalam suatu sistem yang terlanjur konvensional dan cenderung susah untuk di rubah ini. Dan bagaimana cara merubah kebiasaan yang salah. Dan bagaimana cara bertahan untuk tetap idealis walau tenaga tak cukup memadai untuk itu semua. Dan bagaimana cara membuktikan bahwa memang kami layak disebut sebagai tempat bertaraf international dengan orang orang tradisional di dalamnya. Dan bagaimana cara kami bisa memahami klien kami sehingga semua tak ada yang dirugikan.
Dan untuk diriku sendiri adalah bagaimana cara aku bisa menjadi mirror bagi klienku.
Hai Man, tolong ingetin aku kalau aku mulai lelah untuk melakukan perubahan ini. Kau jangan keburu resign ya, kan kita mau ngerubah sistem dan bahkan ngerubah warna sragam kerja kita. Mari jadi panitia seragam yang lebih fashionable.
Masa bodoh dengan program diet. Aku diet besok. Haha.
Semangat mewujudkan mimpi kita ke Jepang Man. Duh ke negara Asia Tenggara dulu juga g apa apa deh yang penting ada yang bayarin. Terus aku mau les bahasa inggris dulu. Aku juga mau baca novel bahasa inggris kayak kamu. I'm too poor to speak english.
Susunan rencana terselubung kita adalah sebagai berikut Man:
1. Cari referensi, baca sampai paham. Duh maaf lho kalau pemahamanku jelek. I'm still learning english.
2. Tanya narasumber tentang tujuan yang akan kita lakukan, juga tanya tentang materi yang relevan.
3. Konsultasi pada dokter yang ahli di bidang tersebut.
4. Melakukan studi pendahuluan terhadap sistem yang sudah dilakukan juga mengumpulkan persepsi tenaga medis yang terlibat.
5. Konsultasi ke bidang sebagai pertimbangan apakah kita bisa maju atau tidak. Ini juga sekaligus cara kita menonjolkan diri sehingga pada suatu ketika kita bisa menjadi panitia seragam. (Tujuan sebenarnya. Wkwkwk)
6. Menyusun pendahuluan hingga tersusun sebuah proposal.
7. Memperlihatkan ide gagasan yang kita punya sehingga orang lain merasa bahwa apa yang kita lakukan ini penting.
8. Lakukan pengamatan dan analisa hasil.
9. Penerapan yang bisa kita berikan pada sistem.
10. Akhirnya kita dimutasikan sesuai denga keinginan kita.
Karena kamu bisa menentukan nasibmu seperti apa. Mau pindah terhormat berprestasi atau pindah karena skandal. 🙊🙉🙈
Kode rahasia: rencana terselubung permutasian
Agen: L.A.
Nantikan vlog kami dalam melakukan rencana rahasia ini.
Bodoh. Begini mau bilang rencana rahasia, klu di vlog semua orang jadi tahu. 😑😑😑
Kode rahasia 2: bodo amat
Jumat, 29 September 2017
Akhirnya hari H yang sesungguhnya
Apaan sih blog ini suka ngomongin hari H g jelas. Ha apaan? Suka ngomongin orang tanpa ijin. Suka ngomongin hal hal masa lalu yang malah terindikasi gagal move on.
Ya trus? Bodo amat lah.
Key..
Hari H itu apa sih?
Intinya adalah hari yang pada akhirnya tiba juga. Hari yang memorable banget entah itu sedih atau senang. Tapi kalau di sini lebih ke sedih. Seperti hari H perpisahan sama Dhani dan Bayu karena mereka sudah g kerja bareng lagi.
Ya sama hari H kali ini adalah saat aku yang harus pergi. Tapi aku udah pergi duluan, nah sewajarnya adalah hari ini adalah hari H itu. H yang sesungguhnya. Jadi harusnya hari ini aku sedih. Aku galau. Aku nangis nangis perpisahan sama anak anak.
Ya..
Banyak moment di bulan September yang aku alami. Jangan jangan besok pun aku nikah di bulan September. Hha.
Seinget aku ya, September itu pernah ada hari sakit hati, hari pas jogja japan week, hari pas jalan jalan ke Bandung, hari pas awal profesi ners, hari pas masa bakti kerja berakhir, hari pas awal musim hujan taun ini tiba, hari pas lembur bahagia. Banyak moment banget.
Iya.. empat bulan sudah aku pergi lebih awal dari jadwal yang seharusnya. Ada sedikit penyesalan di awalnya karena aku harus membayar semua konsekuensi dari keputusanku. Tapi pada akhirnya aku bersyukur. Sekarang aku sudah memiliki rumah baru untuk berteduh. Sedangkan mungkin teman temanku setelah ini, entah kemana.
Hari H. Setelah ditinggal Dhani dan Bayu, sekarang aku yang harus pergi ikuti jejak mereka. Melangkah ke masa depan yang entah seperti apa tapi kami pasti bisa. Bahagia.
Sudah genap empat bulan aku pergi dari kantor lama dan bekerja di RSUP. Sudah berakhir masa orientasiku dan sekarang harus benar benar bekerja. Walaupun masih salah salah dan harus banyak belajar. Berat rasanya di awal, pilihan sudah di tangan. Jalani dengan baik dan ikhlas adalah kunci jawaban terbaik dari semua tanya, kenapa.
Jadi hari ini tadi setelah pulang kerja dari RSUP meninggalkan mungkin kesebelan di antara senior. Aku rada bodo amat pergi ke kantor. Ada hal krusial yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.
Aku sih sempat mikir, bagaimana tanggapan para senior. Ah... sudahlah, namanya juga anak baru masih adaptasi. Jangan dipikirkan terlalu berat, bisa bahagia dan bertahan sudah lebih dari cukup untukku. I need my coping stress. Positive thinking. Udah gitu aja hal terbaik untuk tetap bahagia.
Nah. Aku kebut, soalnya udah janjian sama mak Ning buat nemuin mbake. Menyelesaikan urusan terakhir. Pliss. Cukup terakhir ini ajah. G lagi lagi.
Jam 15.20 aku sampai kantor. Pintu masih terbuka. Parkir motor di depan kantor. Ada pak CS. Duh aku bahkan udah lupa nama nama bapaknya. Huhu maafkan saya pak.
Masuk terus buka pintu ruangan Gama. Nah loh g ada orangnya. Terus duduk di kursi tunggu peserta lantai 1. Di5situ sudah mentereng tiga orang. Brian, Arip Daps dan Dessy. Aku g tahu ya mereka beneran kaget melihat aku atau cuma dibikn bikin aja. Wkwkwk. Aku langsung duduk di depan Arip. Ngobrol sama tiga anak itu. Dan yampun Rip, perut itu dijaga, astagah. Pipimuuuu.... duh.. nyaingi aku? Baru ditinggal empat bulan udah gemukan kamu sekarang ya. Bahagia tak tinggal? Iya. Hem... berbicara banyak hal, membicarakan hal embuh. Di dalam ruangan sana ada mbak Zu.
Terus munculah Raka yang menyapa lalu pergi. Beberapa saat kemudian mbak Zu keluar menyapa dan bercerita. Melakukan pengkajian terhadap kehidupanku selama 4 bulan terakhir. Setelah itu datang Ikha, si pelukable girl. Peluk peluk lagi lah sama dia. Di belakangnya ada Gama. Nek sama Gama biasa aja. Soalnya masih sering main. Tapi ah karang manten anyar yo ngono, sekarang dia lebih bernapsu main sama suaminya timbang sama temennya. Ya iyalah. Wkwkwk.
Sesaat kemudia aku naik ke lantai 2. Suasananya berbeda. Tatanan kantornya sudah beda. Semua baru. Terlihat lebih sempit memang. Astagah, dulu aku pernah ada di tahun tahun pertama kantor ini berdiri dengan dekor seadanya. Lihatlah sekarang. Lebih nyaman. Bingung kan mau sedih apa bahagia. Angga selali duduk dipojokan singgasananya. Duh Ngga, pipimu ra kalah mlembung koyo Arip. Di loket BU ada Alfat bekasnya Arip bekasnya Gama bekasnya Bayu. Ada Riska di bekasnya aku bekasnya mb Anes. Ada Alfi dibekasnya Dhani bekasnya Andhita. Wkwkwk. Apaan sih. Ya maksudnya dulu dulunya itu loket yang nempatin orang orang itu. 😂😂
Cerita banyak hal. Nah cerita merwka mungkin adalah cerita yang paling aku tunggu. Mengapa? Karena mereka masih bertemu dengan sahabat BU. Sabahat para pendistraksiku. Duh. Tapi aku malu kalau ingat ingat tingkah gilaku. Wkwkwk. Isin. 🙈🙈
Mengingat ingat para mas mbak sahabat BU memang hal yang menyenangkan. Wkwk. Mengingat tingkah konyol mereka. Mengingat bagaimana mereka ngrusuhi. Mengingat kebahagiaanku ketika mereka datang. Duh.. kangen.
Kabar yang membuat aku menjadi lebih legowo lagi adalah ketika Alfi, Arip, Rizka bercerita bahwa para Sahabat BU pendistraksi stress itu juga mulai tidak mengurusi hal kantor lagi. Rasanya seperti "kog kalian ikut ikutan aku pergi sih?". Wkwkwk. Artinya adalah kinerja mereka bagus sehingga mereka mendapatkan promosi jabatan yang lebih bagus sehingga tidak perlu lagi mengurusi hal hal kantor. Apalagi udah g ada aku, iye kan? Hahah.
Di awal awal aku masih denial dengan keputusanku sendiri. Di awal awal aku masih sedih kalau g bisa ketemu orang orang itu. Tapi sekarang terlihat lebih mudah untuk melangkah. Karena akan seperti ini, pun kalau aku masih bertahan pasti mereka naik jabatan pula. Jadi.. fair. Yeay.
Kalau diingat dulu pas pagi pagi bad mood, keterusan sampai siang, eh tiba tiba sumringah kalau udah datang pendistraksi stress itu. Berdosa kali aku ini buk. Maaf kan anakmu. Bukan maksud hati untuk melukai aku hanya ingin menyukai. Wkwkwk. Kan gila lagi aku. Tapi masih ada yang aku rindukan. Yang harus menerima alasan untuk dirindukan. Yang harus ada alasan untuk saling menyapa. Padahal aku tak punya alasan apa apa kecuali rindu. Eaaa..
Nah kan trus mbak Dien muncul menyapa. Lagi asyik asyik ngobrol, Andhita datang dengan teriakannya menyapa Bagus yang sudah menggantikan posisi Alfi duduk di depanku. Wkwkwk. Bagus ini ya gus ya, pernah sekali kau antar aku pulang ya. Wkwkwk. Ngeri kan jalan kerumahku. Duh.. Andhita yang semohay itu peluk peluk kemudian ngrusuhi Bagus.
Mumpung ada Andhita aku vicall mas Adi yang sekarang sudah naik jabatan. Untung kan mas Adi naik jabatannya setelah selesai mengurusi aku. Aku juga kangen mas Adi. Sahabat BU yang sekarang selingkungan kerja denganku. Mas yang sudah aku anggap mas sendiri, aku anggap om sendiri. Mas yang membuat aku bisa seenakwudelku dewe. Mas yang membuat aku rada tenang lah. Terimakasih mas Adi.
Nah kan tak vicall itu mas mas yang masih kerja padahal jam hampir menunjukkan jam pulang kerja. Wkwkwk. Mukamu mas, bruwet. Kapan kapan nek kangen aku vicall lagi ya. Hha. Oiya aku rada g percaya kamu kangen datang ke kantor, wong biasanya kamu datang sesorean sesukamu, ganggu orang yang udah mau pulang. Ngeselin. Dulu kamu ngeselin banget mas. Wkwkkw. Ampun, kamu baik kog mas. Beneran. Hha.
Sudah menyelesaikan urusan sama mak Ning. Cerita sama mbak Wahyu. Salaman sama mas Wahyu. Kangen kangenan alakadarnya sama Angga. Kangen denger Angga menghadapi peserta. Dimana saat seperti itu aku ingin mengacungkan keempat jempolku terus bertepuk tangan atas tindakan dan ucapan Angga. Atau pas dengerin Angga rada emosi gitu kan. Lucu. Hha. Dulu kalau ada Angga semua beres.
Aku turun lagi ke bawah mau nemuin Gama. Di tangga ketemu sama Jojo. Sudah lupa gimana dulu kami adalah patner Bro dan Ro. Dimana saya adalah Bro seenakwudel dewe dan Jojo adalah Ro teraniaya karena harus tetap ngerjain sendiri. Lupa sudah bahwa dulu kami punya toss ala ala yang sering diubah ubah sama Jojo sendiri, dimana saya hanya ikutin kemauan anak itu. Dan, sapaannya yang sekarang lebih anarkis dong, dorong dorong badan aku ampe mau jatuh kayak mau ajak berantem. Lupa dia gimana dulu sok sok alim sok baik pas awal awal jadi pegawai. Hem... wkwkkwk. G kalah lucuk.
Sampai bawah ke ruangan Gama. Dianya sibuk nggarap. Ya udah. Aku duduk aja. Kayak jaman dulu persis kalau yang ini mah. Aku posisinya duduk di depan Gama. Curhat cerita. Dianya sibuk mantengin komputer, tanggepinnya cuma ya gitu. Duh. G berubah nih anak. Ceritanya kan mau vicall Dhani, tapi 2 kali g diangkat. Yadah.. terserah kamu bang.
Aku bilanglah sama Gama "pacar barunya Dhani siapa sih?". Wkwk dengan setengah kaget Gama tanya siapa? Ya aku g tau lah Gam. Orang aku cuma ngimpi aja hha.
Setelah ya alakadarnya begitu sama Gama. Muncul Eve bercerita lagi. Masa depan yang memang entahlah Eve. Semangat ya. Kalau ga ya uis lah nikah aja sama Raka. Mungkin dengan begitu semua hal akan menjadi lebih mudah bagimu. Terus jedul lagi Jojo dengan sapaan anarkisnya yang jahat itu. Sebel.
Setelah jam 17.00 waktu pulang kantor tiba. Oiya tadi aku juga absen lho. Masih bisa lho. Tapi pake tanya dulu caranya absen gimana. Tanya Brian sama Arip. Wkwk. Beneran lupa aku. Padahal lebih simpel dari cara absenku sekarang yang rempong.
Hari H.
September tanggal 29.
Berakhir sudah masa kerja kami.
Semoga penghidupan terbaik dan lebih baik yang akan kami dapatkan.
Terimakasih atas pengalaman berharga dan keluarga yang tidak bisa kami dapatkan di tempat manapun. Iya karena kalian hanya disitu g ditempat lain. 😅
Terimakasih atas stress yang ditimbulkan bersamaan denga coping stress yang tambah bikin stress tapi sekaligus bahagia.
Terimakasih atas kesempatan mengenal banyak orang yang bisa menjadi bekal kami dalam bersosialisasi dan mencari penghidupan yang lebih baik.
Terimakasih atas pelajaran berharga yang entah apapun itu.
Terimkasih sudah menerima kami apa adanya dan memaksa kami untuk menjadi lebih baik lagi.
Terimakasih.
Dengan gotong royong semua tertolong.
InsyaAllah. UHC.
3 fokus utama:
1. Keberlangsungan finansial
2. Kepuasan orang tua
3. Mencapai keluarga sakinah mawadah waromah barokah
Aamiin.
Yeay.
Selasa, 01 Agustus 2017
Aku sampai di puncak Merbabu
Minggu. 30 Juli 2017
Jam 08.15
Hallo..
Aku akhirnya naik Merbabu lagi setelah memendam rasa pengen naik gunung lagi. Yokatta. Takdir mempertemukan orang baru untuk menjadi teman berpetualang. Pun begitu pengalaman pertamaku naik Merbabu tetap terkenang dengan baik. Pengalaman pertama yang membuat aku mungkin jatuh cinta.
Akhirnya aku bisa naik Merbabu lagi via basecamp gancik. Sekarang Aku sedang duduk menghadap gunung Merapi. Sesaat setelah sampai puncak dengan perjuangan yang begitu melelahkan tapi akhirnya sungguh membahagiakan. Kabut mulai mendekati kami. Di belakangku ada view gunung Sindoro.
Awan bergerak cepat diikuti angin semilir. Sejuk. Matahari yang sedari tadi hangat perlahan lahan terhalang awan. Embun mulain menyentuh rerumputan lagi. Membasahi setiap helai daunnya. Segar.
Jam 08.21
Kabut sudah benar benar sempurna menutupi pemandangan di depan kami. Gagahnya Merapi terlihat samar samar. Langit biru pun mulai tertutup.
Akhirnya yah. Aku bisa sejauh ini. Bang Dhan pernah bilang nanggung banget kalau g sampai puncak. Ya akhirnya bang.
Tadi aku berpapasan dengan 2 anak kecil, paling umur 8 tahunan. Dua adik kecil itu membuat aku termotivasi untuk bisa naik ke puncak seperti mereka. Seperti itu besok kita ajak anak anak kita ya kan? Hha. Sejak kapan ya aku mulai punya mimpi seperti itu. Hha. Duh nak, ibumu ini mengenal tanjakan gunung aja belum ada satu tahun. Mungkin sedikit terlambat. Mungkin juga tumbuh kembang ibumu ini yang melambat. Hha.
Aku menikmati terpaan matahari. Terimakasih, hari ini matahari benar benar bersinar indah. Alhamdulillah.
Aku sedang berpose sok syahdu sambil mengetik post ini. Samping kananku ada lelaki yang tertidur memeluk kameranya. Lemas. Ya gimana ga lemes, makan malamnya tidak habis, hanya masuk satu sendok. Mual katanya. Maaf ya mas. Malah aku yang mungkin ngotot naik sampai puncak tanpa mempertimbangkan keadaanmu. Duh.. terimakasih banget.
Lagi lagi ya, aku mengetik pos ini ditemani orang yang lagi tidur. Hha.
Dipuncak sana banyak kerumunan pendaki lain. Asyik sekali mengobrol. Mungkin kalau pergi beramai ramai asyik ya. Hhe. Kapan squad ranukumbolo bisa naik bareng lagi? Sekarang aku bisa lebih survive. Mau buang buang dimana mana juga bodo amat. Sekarang aku udah lebih kuat jalan jauh. Aku lebih kuat naik tanjakan. Aku bahkan bisa naik saat siklus bulananku baru memasuki hari ke 2. Hha. Semoga tidak anemia.
Oiya terimakasih untuk mase yang sudah berkenan meminjamkan sleepingbag yang ritnya susah hha. Adem mas. Minjemin matras yang menyelamatkanku dari dinginnya tanah. Minjemin kompor dan nesting yang menyelamatkan kami dari dahaga air kemebul pasca tremos kesayanganku hilang setelah jalan lagi dari pos 2.
Setelah ini bisa kemana lagi ya aku dengan siapa lagi? Hha.
Mauku sih denganmu lagi mas standup yang sekarang g lucu dan lebih serius. Sekali lagi mungkin. Fix. Aku kunci jadwal kemana lagi kita. Sebelum liburku entah kapan dan untuk siapa. 😅😅
Oke.. see you again Merbabu.. 😚
Sabtu, 22 Juli 2017
Dreamy journey of Baby Musa El Yusuf
Hai, aku mama L. Ibu dari baby Yusuf. Aku masih single dan baru saja bekerja. Aku belum menikah. Jadi ini adalah kisah yang terjadi dari hal yang kami lalui selama seminggu di ruang rawat bayi. Kami berenam, memutuskan dengan paksa sebagai orang tua dari baby Yusuf.
Hiduplah seorang bayi lelaki. Usianya belum genap 60hari. Dia sendirian. Ibunya pernah ada untuk dia tapi tak lama. Kemudian pergi entah kemana rimbanya.
Hiduplah ia sendirian. Baby Yusuf. Nama panjangnya Musa El Yusuf. Bayi lelaki yang cengeng sekali. Sedikit sedikit menangis. Pasti dia tak berhenti memanggil ibunya. "Ibu...Ibu.." begitu terjemahan tangisan oek oek-nya. Terdengar nelangsa sekali.
Baby Yusuf adalah bayi yang lahir normal. Tidak ada cacat bawaan. Hanya saja dia memiliki masalah pada pernafasannya. Namun semakin hari ia semakin membaik dan bisa menangis semakin keras. Anak lelaki memang harus begitu, boy.
Dia sering menangis bahkan setelah popoknya sudah diganti. Popok seadanya. Iya dia tidak punya apa apa sekarang. Susu ibu pun dia tak bisa merasakannya. Popok bayi yang semestinya pun tak ada satupun.
Dia selalu menangis memanggil ibunya "ibu...ibu...ibu..." begitu aku mengartikan oek oke-nya. Aku tidak pernah tahu bahwa dia hidup sebatang kara. Aku tidak pernah tahu dan tidak mencai tahu. Dia tumbuh seperti bayi bayi lainnya. Bayi laki laki tampan. Mereka bilang wajahnya sama seperti wajah ibunya.
"Baby Yusuf, jangan menangis lagi. Hari ini ada bunda Louise yang akan merawatmu."
Kami memutuskan untuk menghadiahi baby Yusuf popok baru. Biar popok lamanya tak melukai pokong mulusnya. Maafkan mama L yang g tanggap ini ya. Maafkan kami baby Yusuf.
Sekarang kamu punya 6 orang tua. Jangan menangis lagi.
Hei... kau tahu kenapa kami menamaimu Musa El Yusuf?
Sebenarnya bunda Louise memiliki nama yang keren buat kamu. Tapi sungguh itu nama nama orang Eropa, yang mama L saja susah untuk mengucapkannya. Hha. Kemudian kami ingat kisah teladan nabi Musa dan nabi Yusuf. Mereka berdua berjuang sendirian tanpa keluarga lamanya. Nabi Musa yang terpaksa harus di buang ke sungai nil oleh ibunya. Nabi Yusuf yang dibuang ke sumur oleh saudara saudaranya. Pun begitu mereka tumbuh menjadi pemimpin, boy. Berjuang dan bermafaat bagi umatnya. Begitulah harapan kami kepadamu. Tumbuhlah besar dan kuat. Bermafaat bagi sekelilingmu. Jadi pemimpin yang baik. Kami sayang padamu, sungguh.
Sore itu, bunda Louise, mama L, bunda Is, mama Le dan ayah Ar ingin memberimu hadiah. Iya kau dapatkan hadiah itu dari kami baby Yusuf. Tak apa anak lelaki juga perlu menangis. Haha. Menangislah yang keras biar semua dengar.
Sore itu juga kami harus berpisah denganmu. Bunda Louise mendekatimu. Menimangmu. Mengelusmu. Mengganti popokmu. Memberi salep bokongmu.
Aku dan bunda Louise tak ingin berpisah. Sungguh. Sore ini aku merasa bahagia pernah bertemu denganmu baby Yusuf. Dan rasanya tidak ingin beranjak darimu.
Hey.. sudah jangan menangis. Kami kan di dekatmu sekarang. Kita akan bertemu lagi. Mama L janji. Aku akan datang lagi. Kalau perlu KMC. Bunda Louise bersedia. Hha. Mama L juga. Kamu kan anak kami sekarang.
Tangismu tak berhenti, boy. Apa kamu tahu kami akan pergi dulu. Kau bilang "jangan tinggalkan aku.. jangan tinggalkan aku.. ku mohon. Mama.. bunda.." begitu kami mendengar arti oek oke-mu kali ini. Berat, boy. Sungguh. Tapi setelah ini akan ada orang lain yang akan merawatmu. Mama L akan datang lagi. Janji.
Sekarang laluilah perjalanan mimpimu, boy. Gapai semua mimpi mimpimu. Bertumbuh dan berkembang dengan baik. Jadilah anak kuat dan selalu sehat. Bandel tapi jangan nakal.
We love you, baby Musa El Yusuf. 😙❤❤💋
Minggu, 16 Juli 2017
Di bukit Kosakora
Timi itu orangnya nylekit. Model hits sepurwokerto city. Bakat diturunkan langsung ke sang adik. Orangnya juga ngeselin dan nyebelin tapi bisa bikin ketawa.
Jojo. Ah sudahlah lupakan anak ini. Hha. Dulu dulunya sih jadi anak paling g jelas. Eh sekarang juga masih. Jangan percaya dengan apa yang dikatakan Jojo. Anak terenggakjelas bangetlah pokoe. Masih dengan kisah pencarian cintanya yang ditagih keluarga besar di kampung halaman.
Ikha. Pelukable girl banget, setiap ketemu peluk. Ketemu lagi peluk. Kami adalah terlemah dari yang lainnya. Anak yang g bisa lepas dari bakso.
Gama ini paling muda. Tapi tetep ya bos. Umi. Ustadzah. Dan lain lain. Yang paling realistis mungkin ya tapi kalau lagi edan ngezelin banget. Yo uis disekarep wae.
Setelah beberapa menit naik akhirnya dapat trek turun setelah itu bonus hha. Track datar. Masih dengan jalanan yang tidak terlihat.
Di perjalanan mereka membahas sunset, dan kegagalan kami melihat sunset sepenuhnya ada di aku. Iya aku pulangnua baru jam 14.30. Aku liburnya cuma minggu doang. I'm so sad kalau ingat g se.available jaman dulu sama kalian. Jadwal kita sudah tak sejalan.
Setelah itu kita melewati pantai pasir putih. Disitu sudah ramai banget. Kayak ada perkemahan gitu sama kegiatan kemahasiswaan. Enak banget. Empuk. Kalau tempat itu sepi pasti bagus banget. It can be our private beach. Memasuki pantai itu kita harus bayar 30ribu untuk 2 tenda. Mahal ya. Yah gimana lagi sudah sampai sana kog. Setelah menyebrangi lapangan pasir putih kita naik lagi ke the real bukit kosakora. Disitu kita bayar lagi 2ribu setiap orangnya.
Ya.. setelah itu kami berfoto foto ria. Beberapa orang yang camp di bawah mulai memadati bukit kosakora. Ramai. Sampai matahari mulai meninggi dan orang orang mulai turun bukit. Kami masih asyik poto poto sampai tidak bosan. Sampai hasilnya mbuh. Sampai ah sudahlah.
Tanpa mandi dan berbenah diri kami cus pulang. Lewat jalan embuh, jalan asing yang mungkin baru pertama kali di lewati. Tujuannya mau makan nasi merah. Setelah lama banget akhirnya sampai. Gama tidur mulu di perjalanan. Dasar ibuk ibuk pkk. udah kayak ibu RT yang kecapekan ngurusi anak kamu, Gam. Wkwkwk.
Wakatta.. aku g bisa ikut lagi, kalau lagi lagi ngajaknya hari sabtu. Oke fine. Beginilah nasib orang 6 hari kerja. Yah begitu kadang saya rindu 5 hari kerja. Tapi setelah dipikir pikir ya sama aja sih ya. Namanya juga sehari 12 jam sama sehari 8 jam kerja. Yeaayy.
Sabtu, 01 Juli 2017
Instalasi rawat intensif Anak dan Luka Bakar: catatan harian Ners Baru Banget #3
Welcome my weekend. The true weekend.
Yah walau sekarang cuma dapet libir hari minggu aja. Tetap bersyukur yah. Banyak lho di luar sana yang pengen sibuk, ada juga yang weekend lama tapi g ketemu keluarga, juga ada yang masih terus bekerja tanpa weekend untuk bayar hutang.
Alhamdulillah... masih bisa merasakan kenikmatan dunia.
Yihaa..
Putaran ke tiga. Kelompok delapan mendapat jaga di IRIA dan IRI LB. Ruangannya masih satu lantai dengan ICU. Masih ruangan ber-AC yang dingin banget, yang bikin pengen selimutan. Tempat kerja yang membuat pengen doublelan pake kimono terus biar g dingin.
Sama seperti di IRJAN, kami di bagi dua kelompok lagi. Tapi dengan format pembagian yang berbeda tentunya. Masih sama aku dengan Manda ditambah Leli. Kelompok satunya Isti masih dengan Mei ditambah Arif. Jaganya per tiga hari lagi. Biasanya yang jaganya bentar bentar gini malah bikin betah. Hha. Tapi.... simak saja ada apa yang terjadi pada kami. Haha.
Yapss.
Kelompokku giliran pertama jaga di IRI Luka Bakar. Suatu unit kecil dengan perawat jaga minimalis. Kalau lagi g beruntung bisa jadi dalam satu shift hanya ada satu perawat jaga. Total bed ada enam.
Kegiatan utama di pagi hari adalah merawat luka bakar. Ada banyak jenis luka bakar dari derajat rendah sampai parah. Dari balita sampai yang dewasa. Kalau kasus anak anak biasanya kena air mendidih, mainan api (sudah jelas ya) dan juga petasan. Jadi mohon orang tua lebih care dengan cara bermain anak. Kalau kasus orang dewasa biasanya kecelakaan kerja, seperti petugas PLN. Banyak kasus luka bakar pada orang dewasa karena listrik. Oiya ada juga dari kompor gas.
Disini kita belajar menjadi perawat yang benar benar telaten. Luka bakar yang ditangani biasanya luas. Merawat luka bakar menguras tenaga. Setiap kali merawat kita perlu bantuan setidaknya satu orang untuk sekedar memegangi kaki atau tangan untuk di topang. Jadi keluarga pasien berperan serta dalam perawatan.
Sebelumnya aku belum pernah sama sekali jaga di IRILB, dan harus beradaptasi dengan baik. Lain ladang lain belalang, begitu kata peribahasa. Setiap individu perawat memiliki cara masing masing dalam merawat pasien. Banyak pelajaran yang diterima apalagi wejangan dari bapak PN.
Kita belajar bahwa menjadi manusia harus open minded, karena ilmu itu terus berkembang. Belajar untuk menyenangkan apalagi saat merawat luka, do not harm. Jangan melukai luka. Ini sangat sulit dan butuh kesabaran, apalagi pasiennya anak anak. Anak kan harus diperlakukan lebih lembut dan berhati-hati. Yah.. disini kadang aku masih merasa gagal menjadi ibuable. Ya udah g papa bapakable.nya juga belum datang kog. Hha.
Berkesan sekali jaga di IRI LB. Wejangan yang diberikan itu apabila baik ambil, g baik abaikan. Pura pura tidak terjadi apa-apa.
Tiga hari berikutnya, kelompok kecilku jaga di IRIA. PICU. Ruang intensif anak-anak.
Tempat dimana anak anak, menurut teori berumur satu bulan sampai dengan 18tahun dirawat dengan intensif.
Dari bayi unyu unyu sampe adek yang hampir gedhe. Disini kasusnya bermacam macam, tapi ada sekali waktu saat musim DBD maka akan banyak anak yang dirawat karena demam berdarah dengue. Kalau lagi hari biasa, yang dirawat adalah anak postoperasi, sepsis dll.
Di PICU obat sudah ditangani dokter anak langsung. Kalau syringepump bunyi dokter anaknya langsung gesit ganti obat. Kalau obat oral injeksi biasa masih dilakukan perawat. Setiap pagi memandikan dari bayi unyu unyu sampai dedek dedek gedhe.
Seperti ruang intensif lainnya, monitor hemodinamik setiap jam. Sulit jika memandikan anak yang terpasang ventilator, karena harus diperhatikan bahwa ventilator tidak akan tercabut dari mulut.
Jadi ingat, jaman profesi ada pasien kelolaan dari bangsal yang pindah ICU, tapi akhirnya tidak terselamatkan (Ceritanya ada di balada anak profesi). Sedih. Kalau lihat anak anak gitu rasanya pengen nangis. Mereka belum tahu apa apa, mereka sudah harus berjuang keras. Semoga tumbuh kembang mereka tidak terganggu ya. Dan semoga orang tua mereka sabar dan tabah merawat. Salut sekali dengan orang tua seperti mereka. Kadang membayangkan jika kita ada di posisi mereka. Apa bisa? Bertahan dengan cobaan seperti ini?
Sabtu, 24 Juni 2017
Instalansi rawat intensif: catatan harian Ners Baru Banget #2
Hai..
Hari ini aku akan melanjutkan minggu kedua petualangan kami mengelilingi RSUP.
Pas banget nih backsound kali ini adalah takbir. Yeaaayy besok lebaran. Jangan sedih ya kita g dapet libur. Tetap harus jaga. Apalagi untuk teman teman yang jaga di IGD. Semangat.
Minggu ke 2. Sekelompok bareng semua, g dibagi dua lagi. Jaga pagi terus dengan rutinitas yang bisa dipelajari dengan cepat.
Jadi pada jaga hari senin, hari pertama aku udah berangkat pagi pagi tapi malah lupa absen handskey. Bodoh. Hha. Benar benar lupa sama sekali dan tidak ada beban apapun. Yaelah belum apa apa masak gaji udah dipotong. Belum juga jadi dapat gaji lho ini. Hha.
Aku udah sampai depan ICU sendirian, yang lain masih nungguin aku di bawah. Ups sorry. Abisnya kan aku kira aku udah ditinggal ya udah duluan aja kan ya. Ada Manda, Arif, Lely, Isti dan Meirika. Dan anggota tersok yang pagi pagi udah soksokan sendiri, yes I am. Hha.
Mau masuk ke ruangan g ada yang tau kode pintunya. Abis itu ngikut ngikut orang aja. Terus mau ganti baju g tau ruang gantinya, malah ganti di ruang pertemuan. Wkwkwkwk. Kalau Arif ganti di ruang ganti perawat cowok. Eh. Selesai selesai datang sama pak Karu bersahaja kita. Bapak yang pembawaannya adem banget, pinter banget. Pak K. Yokatta.
Hari pertama masih canggung banget. Iya sih dulu udah pernah jaga disini seminggu. Tapi itu kan dulu banget yaelah, udah setahun lebih. Yah, masih dengan wajah wajah lama. Perawat senior yang itu itu lagi. Hha. Ada sih yang berkesan banget, dan pas g pernah jaga bareng. Yeaay. Tapi lagi lagi karena status kami adalah capeg dan bukan mahasiswa maka kami lebih merasa nyaman. Oke, dengan segala kesensitifan Manda ya tentunya. Hha. She just so perfectionis for me. Ya kan padahal aku ini yang dulu sok perfek tapi ternyata di dunia ini masih ada yang lebih perfeksionis dari saya. Wow. Toss dulu. Paling dominan dan paling songong. 😂
Kegiatan pagi di ICU adalah sebagai berikut. Ganti baju di ruang ganti. Datang ke ruangan. Say hay sama yang jaga sebelumnya. Setelah semua siap kemudian operan jaga. Ssstt jangan ngobrol kalian kalau operan. Gitu kan ya nun. Hha kenangan jaman mahasiswa. Selesai semuanya di oper. Kita baris melingkar, pre conference. Berdoa untuk kelancaran dan keikhlasan tanpa batas untuk merawat satu shift penuh. Mendengarkan rencana terapi yang akan diberikan dokter hari itu. Selesai. Pembagian pasien untuk setiap perawat. Selesai.
Setelah semua dapat bagian. Kami menyiapkan semua hal dibantu mbak pekarya. Linen dan baju. Air untuk mandi. Spuit dan tabung ambil sampel darah. Peralatan oral hyegine. Dan segala hal yang mereka perlukan.
Pertama tama suction ET dan TT yang banyak sekretnya, biar jalan napasnya lega. Oksigen yang masuk paru banyak. Nutrisi ke tubuh tercukupi. Oral hyegine, sikat gigi. Bukan, g pake sikat gigi. Pakai kasa yang di tuangkan cairan oral hygine. Duh aku lupa namanya. Hha. Dasar.
Setiap pagi semua dicek analisis gas darah, tujuannya untuk melihat kandungan oksigen dalam darah apakah sudah adekuat. Karena hampir semua memakai alat bantu pernapasan. Paru paru tidak bisa mengembang sempurna. Atau pasca operasi yang memang tidak bisa langsung lepas alat bantu napasnya. Kalian tahu rasanya sariawan tapi g di bibir melainkan di pangkal lidah dalam. Yah itu perlunya oral hyegine.
Sebagai perawat yang baru saja memulai debutnya. Yang sudah hampir setahun lebih tidak pernah memegang jarum suntik. Yang hampir setahun malah berkutat sama kertas berserakan. Kemudian aku harus memulai kembali dari awal. Tenang, saya cukup profesional kog. 😂
Jaga kali ini tidak hanya kelompok orientasi juga ada kelompok profesi adij tingkat dan teman setingkat. Hha. Aku sih merasa masih jadi mahasiswa profesi ya. Yah.. namanya juga vakum setahun, bang. Maklumin ajalah. Yang penting g seamatir itu lah.
Mengambil sampel darah. Darah arteri. Pembuluh darah yang pas kamu raba berdenyut. Nah. Itu adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Mengandung banyak nutrisi dari oksigen. Kalau pembuluh vena itu yang buat pasang infus, membawa darah dari seluruh tubuh menuju jantung untuk diisi nutrisi lagi.
Nah, kalau bunuh diri itu yang dipotong darah arteri. Itu dalem banget, kalau cuma nyayat nyayat doang cuma nyiksa diri, nyusahin orang lain juga. Jadi hiduplah dengan bahagia dan berguna bagi orang banyak. Daripada bunuh diri. Rindu ini sudah cukup mampu membunuhku. G perlu lagi bunuh diri. Eaaaa.. plak.
Nah kan. Pembuluh arteri yang denyutnya bisa dirasakan tapi g keliatan. Duh.. aku ngomongin pembuluh darah mah jadi baper gini sih. Hha. G keliatan tapi keberadaannya bisa dirasakan. G kayak vena ya, keliatan tapi keberadaannya g bisa dirasakan, kecuali pada pekerja keras yang uratnya nonjol banget 😂. Alhamdulillah, kemampuan saya masih bisa diandalkan dengan baik. Yeaayy. Cuma kurang pembiasaan aja. Biar biasa kemana mana sendiri. Biasa apa apa dilakukan sendiri. Ngapain nyari temen kan ya. Kog berasa desperate banget ya.
Sudah selesai semuanya. Kemudian waktu untuk take a bath. Memandikan. Banyak perawat perawat strong disini, yang bisa memandikan pasien sendirian. Padahal buat miringin aja kadang butuh tenaga ekstra. Begitulah seni memandikan pasien. And i'm happy. Ada ilmu lagi yang bisa dipelajari, walau kadang menurut orang lain itu hal sepele. No.... menurutku sangat penting tetap mempertahankan kualitas diri mereka dengan bathing, grooming, hyegine. G lusuh.
Udah mandi. Terus makan. Abis makan istirahat. Dipantau terus status hemodinamiknya sejam sekali. Jam 12 pemberian terapi sesuai program. Makan lagi. Catat status hemodinamik lagi. Di akhir shift hitung balance cairan. Nah kan bagian ini aku suka ngributi Manda. "Man rumus IWL gmn?", "Man ngitung urin output gmn?". Sorry Man, kan kamu udah pengalaman 6 bulan di ICU. Maklum kalau aku suka ngributi kamu. Pengetahuanmu tentang klinis kan juga masih jalan. Kalau pengetahuan klinisku udah hampir kegerus. Hampir. Dan akhirnya diselamatkan kembali. Hha. Banyak kurangnya lah aku kalau dibandingin Manda. Ni anak kadang bikin aku desperate. Dia dibikin desperate sama yang lain. OMG. Berasa kayak remahan wafer nissin rasa coklat toples gambar onthel.
Arus mudik kali ini menelan korban. Iya ada seorang bapak yang kll karena mudik eh trus harus dirawat disini. Istrinya hamil tua, bentar lagi brojol. Jadi kalau naik motor jangan ngebut (nampar diri sendiri), apalagi dengan gaya zigzag. Kalau pas g waspada dan g beruntung, jatuh pasti parah. Patah tulang dimana mana. Jangan lupa pake helm. Otak yang dilindungi helm aja bisa memar apalagi g pake helm. Pliss, yang memar OTAK ya bukan cuma kulit luar kepala. Kalau otak udah cacat dikit aja, ya udah kamu bakal kehilangan fungsi tubuhmu sebagian atau total.
Terus, kalau abis kena paku, kecelakaan, kesayat pisau di tempat tempat kotor yang mungkin ada tetanusnya, jangan lupa vaksin. Tetanus kalau parah bahkan bisa bikin kaku otot napas. G bisa napas? Ya mati. Gejalanya kaku kaku, pertama sedikit kaku lama lama kalau udah parah kaku semuanya. G bisa ngapa ngapain. Innalillahi.
Banyak juga kasus karena berurusan dengan pohon. Dari jatuh abis manjat pohon mlinjo. Jatuh abis manjat pohon kelapa. Sampai kejatuhan pohon abis nebang pohon. Dan kalau posisinya g well, pas kena tulang punggung sebagai pusat persyarafan. Dengan berat hati kadangpun bisa total parase, lumpuh total. Iya ini yang dialami bapak A. Lumpuh total. Selalu bilang iya walau kadang mungkin bapak merasa tidak nyaman. Selalu menerima dan sabar dengan perawatan. Hari terakhir tadi bapak A ingin tahu keadaannya seperti apa. Sabar ya pak. Semoga kesejahteraan bapak tetap terjaga walau dengan keadaan yang seperti sekarang.
Sehat itu murah kog.
Tapi kadang di bikin mahal sama diri sendiri.
Sakit itu mahal.
Tapi biar bisa sakit murah meriah kog.
Jangan tunggu parah dulu. Tetaplah jaga kesehatan. (Nasehat buat diri sendiri).
Aku sebenarnya sedang mencemaskan keadaan kesehatan diri sendiri. G tau efek stress atau apa. Seperti rasanya ada DVT di tangan kiriku. Capek. G ilang ilang. Semoga bukan apa apa. Semoga bukan efek lainnya. Semoga cepat sembuh.
Mungkin kalau pas jaga siang nanti ada kesempatan untuk ke faskes 1.
**
Jadi pas hari pertama dan kedua di IRI kan mahasiswa profesi ada 5, capeg 6. Total 11 orang. Ruangan penuh. Dan semua masih bingung ngapain. Kita kayak ikan di aquarium. Satu ke utara, ke utara semua. Satu keselatan, keselatan semua. Hha.
Duh, Aku belum bikin logbook. Ya ampun, g boleh malas malas lah. Nasib tabungan masa depan ada di logbook. Semangats.
