RSS

Senin, 23 Juli 2018

Waktu sudah berlalu 2 tahun

Dua tahun yang lalu aku dapat kabar baik yany sekaligus buruk. Akhirnya ia akan menempuh kehidupan barunya.

Satu tahun yang lalu aku hampir lupa apa yang terjadi di tahun lalu. Kami bertemu bayi kecil kami. Yusuf. Sekarang dia dimana. Apakah ada keluarga yang mau merawatnya. Apakah dia masih tinggal di panti. Seandainya aku bisa bertemu kau lagi nak, mama rindu.

Dan hari ini.
Aku libur. Setelah perjalanan jaga yang membuat aku lelah.
Hari ini aku pergi ke kantor bertemu Gama, Ikha, mb Inoel, Kiki, Angga, bu Nunuk, Anggit, mb Zu dan lainnya. Ambil paketan tanda kurung Gama. Makan didepan Gama, Ikha dan Mb Inoel yang sedang bekerja sambil sesekali bercerita.
Makan siang di murce. Akhirnya bisa merasakan kembali masakan mbak Murce yang enak. Rasanya kayak masakan warung ijo di Blora. Khas banget. Enak pokoknya.
Dan pada akhirnya terjadi conversation antara aku dan mbak Murce ketika akan membayar.
Mbak Murce 1 : lho mbak kog lama g kelihatan
Aku : hehe
Mbak Murce 1 : dari mana kog g pake sragam.
Mbak Mirce 2 : mbaknya kan udah g kerja disini
Mbak Murce 1 : makanya kog kayaknya pernah liat.

Kadang ingatan orang lain tentang aku membuatku bahagia. Sudah setahun. Mbak Murce masih ingat aja. Sama mbak, aku palig ingat momen makan di murce pas hujan rintik rintik makan sendirian. Padahal Murce udah mau tutup. Aku selalu memilih giliran terakhir istirahat.
Kalau mas Angkringan g mungkin lupa ya. Sudah ingat banget sama yang lain juga. Tapi semenjak tradisi lembir dihapuskan kayaknya mas angkringan g kelarisan kayak pas dulu aku masih kerja disini. Hha.

Kalau Gama dimutasi mungkin g ya aku akan sesering ini main ke kantor. Kalau Gama mutasi mungkin g ya aku masih minta kirim paket ke alamat kantor. Kalau Gama mutasi mungkin g ya aku masih main main sama anak kantor.

Sudah satu tahun lebih dikit aku ninggalin kantor. Dan belum bisa move on sempurna dari tempat dan juga orang orangnya. Juga dari petualangan yang sudah kami lalui selama 15 bulan bersama. Sebentar tapi nyatanya banyak cerita yang sidah aku tuliskan di blog ini bersama mereka.

AKU RINDU.
Di setiap lembur pasti ada piknik selanjutnya.

Setelah sebentar ke kantor aku pulang sebentar juga. Kemudian ke rumah Alma. Hari ini kita akhirnya bisa pergi bareng lagi. Menggalaukan masalah yang hampir 8 tahun belum ada titik temunya. Waktu sudah berlalu begitu cepat ya, Mai. Kog kita kayaknya staknan aja sih.

Setidaknya Allah memberikan kita rejeki sesuai harapan ya.

Hari ini aku berhasil menyetani Mai beli sepatu. Setelah sebelumnya aku juga disetani sama Ipang. Hha. Kayaknya memang ada rasa dendam mungkin ya. Tidak apa apa selagi kita mampu membahagiakan diri sendiri dan belum ada seseorang yang rela membahagiakan kita.

Enjoy your life.

Aku sampai sekarang berpikir bagaimana mengajak bicara burung hantu itu ya. Aku haris mulai dari mana ya, Mai. Ibarat kata nih ya, aku sering liat tu burung berdiam di sangkarnya dari kejauhan. Jadi kalau tiba tiba ikut ngoceh kan aneh. Apalagi buring hantu itu terkenal pendiam ya. Cocok kayak kamu mas. Hha

Dua tahun sudah berlalu ternyata.
Semoga segera berani untuk melangkah ke tangga ya g sesungguhnya.

Rabu, 11 Juli 2018

Ke pantai di gunung kidul

Lama tidak jalan jalan. Tidak hura hura. Akhirnya bulan ini setelah akhir tahun 2017 tidak ada agenda main bareng seperti tahun lalu yang kami habiskan 1 tahun di pinggir ranukumbolo. Rela tidur dingin dinginan demi sensasi tahun baru. Dan memang sungguh berkesan sekali. Haaah, kenangannya mungkin akan sulit di lupakan. Hha.

Tahun baru. 2018. Aku masih g bisa move on kalau sama hal yang kita sebut hura hura. Masih sama anak itu itu lagi. Sama anak kantor lama. Walaupun formasi sudah bongkar pasang berulang ulang, maaf aku g bisa move on. Masih tetap exist.

Jadi.. anak squad KPP ngobrol di grup rahasia. Eh bukan. Ini grup khusus bebas hahahihi. Aku udah resign tapi g mau resign dari grup ini. Aku bisa kenal anak baru begitu pula anak baru bisa kenal aku. Bah, PD amat ya mereka bakal kenal aku. Eh iyaa, nyatanya Yori kenal dong sama aku. Gegara ketemu pas jaman Yori jadi PTTnya PTT. Semakin parah banget jabatan pegawai. Sejak dia adalah onepiece lover dan saya hanyalah sanji lover. Namanya Yordan, tapi aku panggil YORITAN. Hha. Jyahat. Eh jarang jarang lho aku panggil pake begitu berati dia istimewa. Soalnya kalau panggil "Dan" itu kan udah milik si abang Dhan. Hha. G boleh sama.

Nah.. karena aku paling g bisa kalau g ikut main sama mereka. Kalau aku g bisa ikut ya mereka usahakan ganti jadwal biar aku bisa ikut lah. Hha. Aku masih sakenakwudeledewe kog. Aku memutuskan ikut, rencana mereka mau main ke laut. Tuan rumahnya Desi 16. Aslinya emang orang gunung kidul sana dia. Dulu belum akrab, soalnya beda lantai kerja. Kalau sekarang udah lah, ketahuan alahembuhnya bocah satu itu. Sainganku lah kalau disuruh cerewet dan ceplas ceplos. Sering omong ra dipikir. Wkwkwkwk. Kog kayak aku banget sih Des. Tapi kamu lebih parah.

Sebenarnya aku tidak libur. Nekat saja ikut main sama anak anak. Kapan lagi kan? Butuh hiburan banget. Koping terbaik setelah pindah ruangan adalah dolan sesering mungkin. Hha.

Kendaraan disponsori oleh princess Alfi dan Ikha. Jadi begini posisinya. Honda Freed princess di setiri sendiri sama Alfi, bocah tangguh. Di isi Desi, Farah, Dilla, Yori, Diah. Honda Brio Ikha disetiri Alfat ditambah penumpang Aku dan Gama.

Ritual pertama adalah sarapan. Menu andalan adalah soto di pagi hari. Soto siapa? Mbuh sakonoke lah pokoe. Nah kali ini kita mampir di soto tan pabrik. Komen pertama adalah "kon dulu kita g nemu warung soto ya? Padahal ini ada." Entahlah setiap perjalanan ke arah gunung kidul kita selalu g nemu tukang soto alhasil makan seadanya. Wkwkwk. Ngakak juga kangen. Kangen pergi sama squad ranukumbolo. Sumpah kan jadi inget lagi. 😣

Setelah makan soto formasi dirubah. Alfat jadi driver freed. Yori jadi driver brio. Nah kan aku jadi kenal Yori. Anaknya suka cerita kayak kamu bang. Hahaha. Semuamuanya diceritain. Baik. Sampe mau minjemin laptop. Duh Yor, kostanmu jauh sih.

Sepanjang perjalanan aku lupa ngomogin apa aja sih kita. Langit waktu itu mendung. Sesekali matahari muncul tapi bentar. Tujuannya kan mau ke pantai Wediombo nah kan yang didepan itu freed. Lah kan malah kebablasab lumayan jauh. Hahha. Padahal kan jelas ya udah ada petunjuk arahnya. Balik arah lagi.

Sampai di Wediombo. Seperti biasa ya inti dari segalanya yaitu foto foto untuk update status terkini. Biar terlihat sering piknik dan bahagia. Padahal sih itu mati matian banget buay bisa piknik. G libur sampe nekat dolan. Aku jaga malam, yang penting sampai jogja jam 19.00.

Kita sibuk foto diri sendiri dan berkelompok. Sampai gangguin mbak mbak yang mau foto sendiri malah kita mintol untuk potoin. Untung ya ada Alfi si bocah kendel. Heran ya itu anak gadis siapa bisa seberani itu. G perlu aku jawabkan. Masak tanya sendiri jawab sendiri. Belum puas, rintik hujan mulai turun dan semakin menderas. Langit mendung. Sama ya kayak pas kita ke ranukumbolo. Mendung juga. G apa apa yang penting kan sama kalian. Mendung pun bisa dinikmati dengan begitu renyah oleh candaan random kita.

Berbondong bondong kita cari tempat berteduh, sampai di warung makan. Sambil neduh sambil makan. Ada yang pesen mie goreng, teh anget dan ngemil. Sampai jam makan siang tiba dan memutuskan untuk pindah lokasi pantai. Oiya Desi selain tuan rumah juga seksi acara juga seksi konsumsi. Durhaka bangetlah kita, ibu sama bapaknya Desi nganterin makan siang kita.

Makan siang kami adalah ikan goreng dengan sambal bawang, sayur asemb, tempe goreng dan rambak. Jangan lupa sama suket kemanginya. Enaaaaaaaak banget. Recomended for next trip, masih dengan menu ibuke Desi pokoe. Kita duduk neduh dibawah pohon cemara, gelas tikar. Menikmati angin sepoi sepoi, memandangi deburan ombak. Ceileeeeehh. Kapan kita bisa qtime bareng lagi?

Late post banget.
Selama masih ada Gama di kantor aku akan sering ikut kalian main. Tapi kalau ternyata Gama berhasil mitasi ke Kalimantan ya udah mungkin bakal jarang main kantor juga. Dan aku malah mainnya ke kantor cabang balik papan. Hha.

Yass...
Happy time is with you all.
Love love..

Curhat

Sudah berapa lama g merambah blog. Bingung mau nulis apaan. Kayak udah g ada semangat nulis lagi kayak dulu. Apakah kalian mencium bau unmoveable. Hha. Ya nyatanya vibes untuk ngeblog jaman dulu lebih besar daripada sekarang.

Jadi kalau dulu itu kerjaannya di depan komputer. Tidak mempengaruhi hobi nulis sih. Tapi sama siapa kamu menghabiskan waktumu bahkan weekendmu. Sampai sampai g ada kata libur. Weekday kerja. Weekend dolan klayapan kemana aja.

Oiya.. ini aku lagi dengerin lagunya payung teduh diatas meja. Lagu yang melow banget. Tentang perpisahan. Ah.. jadi ingat 4 bulan lalu. Dan akhirnya memang sudah bisa melupakan dengan baik. Sudah biasa saja. Jadi aku malah sebel dan pen nangis kalau kamu bilang "kenapa g sama anu aja". Ya kales bang, dipaksain dimana mana juga g bakalan masuk pak Eko.

Pertanyaan itu dan juga ekspresi yang nanya itu lho yang bikin sebel banget. Seperti tidak pernah terjadi apa apa. Sampe mimpi juga lagi.

Semoga saja Tuhan segera mengabulkan doa doa kita. Doaku akan datangnya jodoh dari manapun itu.


Grup 8

Setahun lebih sudah berlalu. Harusnya cerita blog ini akan mulai didominasi dengan cerita di Rumah sakit. Tapi sepertinya aku belum bisa move on sempurna sama anak anak lama. Kalau main masih prioritas sama anak lama. Aku memang g mau sih tiba tiba lost contact gitu aja sama mereka. Atau aku terlalu bahagia sama teman baru. Eh malah jadi kebalikannya. Aku g akrab akrab banget sama teman baru dan aku tetap bisa main sama teman lama. Tapi aku g mungkin bisa akrab sebelum penyamaan persepsi sama teman baru. Persepsi ngomongin kebiasaan suami, gomongin kelucuan anak, ngomongin kecemburuan sama pacar. Aku belum sampai di titik itu sampai entah kapan.

Aku punya kogkkelompok kecil di rumah sakit. Teman pertama berjuang berkeliling rumah sakit. Walau sekarang kami sudah terpisah pisah di bagian masing masing. Lagi lagi kayaknya cuma aku yang selalu sibuk dengan motto "ayo main bareng". Aku cuma g mau kita kayak masa orientasi selesai ya udah selesai juga keakraban kita.

Sebulan sekali aku selalu bilang "stor jadwal". Aku senang sih mereka langsung gercep. Tapi rasanya kayak "hei, kalau aku g ajak ajak apa kalian bakal tetap ngumpul?". Aku malah jadi merasa paling cerewet dan ngatur banget. Padahal aku g suka.

Tapi kelompok 8 ini mungkin adalah teman yang bisa membuat aku jadi sebebas aku mau.

Selasa, 19 Juni 2018

A Day With Nada (nada cintah)

Kami adalah teman yang dipertemukan oleh suatu program universitas yang berjudul Kuliah Kerja Nyata. Tapi pada ke.Nyata.annya tidak begitu Nyata menurutku. Pengalaman yang tidak begitu berkesan atau tidak begitu luar biasa karena lokasi tidak jauh berbeda dengan lingkungan yang selama ini aku tempati.

Namanya Katrinada Jauharatna. Deh.. bener kagak itu Nad ejaannya. Susah amat ah nama elu. Wokai karena dia sekarang jadi anak jakarte yang tidak akan pindah Jogja dalam waktu yang lamak. Gue elu aje ye.

Setelah sekian purnama. Setelah aku lulus duluan tapi dienye masih belakangan. Ketika gue uda kerja dienye lagi wisudah. Membuat pertemanan ini tak sejadwal. Yang pada akhirnya memaksa Nada pergi merantau ke Ibukota. Ehlah, KTP die juga disane keles. Eh. Ngomongnye dade kebleblesen gine ye.

Pada akhirnya gue bisa ketemu sama Nada. Di emoll JCM, yang menurut hemat Nada sepi dan kagak ada ape ape. Ehlah ni bocah bandingin emoll Jogja sama Jakarte kali ye. Sekedar makan burger ekonomis sama makan di foodcourt.

Nemenin dia beli teko buat emaknya. Dan balik lagi beliin kucing gue sereal karena semua toko makanan hewan tutup.

Ada hal yang membuat kita berpikir tentang teman teman kita yang bisa istikomah di jalan Allah. Juga kesalutan yang aku sembunyikan pada anak ini. Padahal ya g erok erokan dari jaman KKN gue. Tapi ya sekedar duka pake rok aja sih. Sekarang dia sepenuh jiwa pengen hijrah. Uda g pernah nonton, lah gue masih getol banget ajakin anak anak nonton.

Bener sih kata Nada, yang bisa membawa kita kemana adalah lingkungan dan teman kita. Ya.. temanku teman hura hura. Have fun. Yang mungkin pada zaman baheula gue nyebutnya bocah hedon. Karena siklus ekomoni yang masih menanjak membuat gue jadi lupa diri.

Pernah juga Gama sama Aan bilang biar gue bisa ikut kajian lagi. Tapi alih alih rumah jauh masih jadi alasan kolot gue.

Nad, kalau elu di jogja bisa jadi kita bisa jadi teman sekomunitas. Ehlah.. tapi dari pada gue berandai andai mending gue gerak duluan yak. Gimana nih Nad. Semoga kita bisa berlomba lomba dalam kebaikan yak.

Semoga elu dapat suami yang lebih baim dari mantan yang tega teganya ninggalin elu nikah. Hha.

Bismillah...

Senin, 04 Juni 2018

Terbaik untukmu

Allah sudah berikan semua yang terbaik.
Sungguh. Semuanya kalau kau pikir dengan seksama adalah hal terbaik yang pernah kamu miliki.
Hidup memang kadang tak semudah yang dibayangkan. Tapi Allah sudah berikan yang terbaik.

Coba dipikir lagi. Moment moment yang telah terlewati.
Kamu telah melewati rasa takut
Kamu telah melewati berbagai macam kekhawatiran
Kamu telah melewati banyak lelah
Kamu telah melewati banyak kesedihan
Kamu telah melewati banyak kebimbangan
Kamu pernah merasa ingin menyerah begitu saja.
Menyerah atas hal hal yang sebenarnya sepele saja. Tapi saat itu tiba tiba rasanya membuat dunia seisinya tak menolongmu sama sekali.

Tapi Allah telah memberikan yang terbaik.
Kamu berhasil merasakan segala kebahagiaan
Kamu berhasil merasakan kebanggaan
Kamu berhasil merasakan kegembiraan
Kamu berhasil merasakan keharuan
Kamu berhasil merasakan keberhasilan

Dengan segala keberanianmu melewati hal hal negatif itu dan imbalannya hal positip yang kau dapatkan.

Kamu telah mendapatkan yang terbaik
Kamu punya teman yang selalu menyemangatimu
Kamu punya teman yang selalu baik padamu
Kamu mempunyai teman yang mendoakanmu meski tak kau minta
Kamu mempunyai teman yang mau menemani susahmu
Kamu punya teman yang saling mendukung.
Dan kamu punya keluarga yang tidak pernah menuntutmu lebih dan selalu menginginkan kebahagiaan atas dirimu.

Sabtu, 19 Mei 2018

Ramadhan ke 5 tanpa Beliau

Rasanya baru kemarin ramadhan ke 2 tanpamu, pak. Ternyata aku sudah melewatkan banyak waktu tanpamu. Lima tahun ini pula ramadhanku terlalu beraneka ragam. Hingga mungkin aku lupa waktu berlalu begitu saja.

Ramadhan pertama tanpamu itu saat aku KKN. Ya.. teman teman telah berhasil mendistraksinya. Aku harus tinggal dengan orang orang baru yang belum baik aku kenal. Aku harus adaptasi dengan lingkungan yang begitu asing. Aku tak beradaptasi dengan baik, pak. Aku masih bisa pulang ke rumah sesuka hatiku. Ah.. Srumbung Moyudan terlalu dekat untuk memisahkan suasana rumah. Tentu saja aku meninggalkan kebiasaan Ramadhan sebelumnya. Untung ada Uugh bidan pintar masak yang bisa membuat betah tinggal di Moyudan. Ada Nada Arkeolog petualang yang bisa jadi hiburan dan teman ketawa. Dan pada akhirnya dia memberikan tas carrier gunung dan jaketnya untukku. Sayang Nad, sudah g ada yang bisa diandalkan untuk berpetualang. Ada Seli psikolog cantik idaman anak kampung setempat. Dia yang mengajari kita menari. Hha. Ngakak juga ya kalau ingat. Juga ada yang lainnya, pak. Suatu ketika aku ingin kembali ke Moyudan. Aku terpesona oleh sunsetnya yang tenggelam di balik bukit barisan menoreh. Juga hamparan padi menghijau dan kuning membaur jadi satu. Juga pohon kelapa yang menjulang di pinggir pinggir selokan. Dan... hal yang tak harus aku rindukan.

Ramadhan pertama tanpamu aku di Moyudan, pak.

Tahun kedua. Ramadhan kedua tanpamu, pak. Aku tak dirumah lagi. Saat itu aku sedang tiba tiba menjadi anak paling melow di dunia. Begitu menurutku. Aku sering mengingatmu pak. Aku meratapi nasibku. Iya, aku sedang menjadi manusia lemah tapi tetap harus bangkit.
Blora. Ramadhan kedua tanpamu. Aku harus pergi sendiri ke Blora. Sudah ditinggalkan teman teman. Telat semiggu. Sampai sana aku belum benar benar sehat. Malah menyusahkan yang lainnya. Ah... aku kog jadi sedih ya mengenang masa itu.
Waktu itu aku tinggal bersama sebgaian teman teman di rumah pak Wo di kebonrejo. Disana susah air. Harus beli dulu untuk kebutuhan sehari hari. Menghemat air dengan sangat. Mandi sekali kecuali aku ya. Dan juga makanan khas mbah Wo. Kayaknya masih jelas banget rasanya.  Disana aku sering beli buah untuk masa pemulihanku. Ya ampun.. aku bener bener menyusahkan teman teman. Ada Mei, Aina, Kristi, Fay, Adhin dan Gaby. Mereka adalah anak anak hebat. Selepas selesai kuliahpun jenjang karier kami tak jauh jauh beda sampai sekarang. Empat orang sebentar lagi akan menjadi PNS.
Aku g tahu kenapa bisa ya. Kita yang dikirim ke blora dan pada akhirnya kita masih sama sama sampai sekarang. Mengabdi pada bangsa dan negara.
Iya.. kadang inin rasanya balik ke Blora, nengokin mbah Wo. Melihat posyandu yang sudah kita galakkan kembali. Melihat foto poster muka kita yang di cetak besar. Dan aku ingin bertemu mbah Jini. Tapi aku juga khawatir, jika pas sampai sana kabar yang tak kuharapkan datang dari mbah Jini. Apa kabar mbah? Terimakasih atas oleh olehnya.

Aku ingin kembali ke Blora suatu saat nanti bersamamu. Akan ku kenalkan keluargaku yang lainnya disana.

Ramadhan ketiga tanpamu, pak. Akhirnya tahun ketiga aku bisa Ramadhan di rumah, pak. Tapi dengan status pekerja. Masih suka lembur. Kadang g buka puasa di rumah. Malah pergi buka puasa sama temen kantor. Atau kalau pas lembur buka puasa di angkringan depan kantor.
Ibadah juga kadi g optimal. Kadang tarawih bareng di kantor di imami bang Dhan. Dan pastinya terlalu banyak acara buber dimana mana. Teman SMP, SMA, kuliah, temen kerja,  temen kkn yang wacana aja. Kalau pulang kerja biasanya tarawih di masjid udah selesai.
Ada Gama, ada Dhani, ada Bayu. Kami sekarang sudah menyebar kayak dragon ball dan susah dipersatukan kembali. Yaaaa kalau ingat kantor lama g cuma teman kerja aja yang keinget tapi juga peserta juga. Haaaaah.. mengingat yang tak harus diingat.
Tapi mungkin ramadhan terbahagia pak. Karena aku bisa ikut cuti bersama juga dapat THR. Pada masa ini anakmu pertama kali merasakan punya uang sendiri.

Aku tak harus jauh jauh kembali ke kantor lama jika rindu. Aku bisa kesana setiap hari. Setiap hari juga aku lewat medari. Terlalu sering juga aku main kesana. Jangan kalian suruh aku memutus hubungan dengan kalian. Karena kalian adalah teman pertama aku mengenal sebuah tanggungjawab dalam bekerja. Karena kalian adalah teman pertama berbagi beban kerja. Karena kalian teman aku bisa mengeluh bebas.

Ramadhan keempat tanpamu, pak. Aku masih di rumah pak. Aku masih di Srumbung. Tapi dengan suasana kerja yang berbeda. Dan juga intro bulan Ramadhan yang masih kadang bikin melow. Aaaah...
Aku telah memutuskan kerja di kantor lama. Memutuskan g dapat THR full padalah tinggal bentar aja. Merelakan konsekuensi yang tidak sedikit. Aku memutuskan untuk mencoba lingkungan baru. RSS. Masuk kerja enam hari. Libur hanya hari minggu. Jam kerja pagi hingga jam 14.30. Hari pertama Ramadhan bukannya buka di rumah malah nekat ngecamp di pantai terus buka alakadarnya. Sometimes i feel so stupid. Makan sahur alakadarnya juga. Jangan tanya siapa yang nyiapin sahur, tentu bukan saya. Uda belagak kayak princess punya koki pribadi. Terimakasih chef. Rasa nasi sarden dan mie gorengnya masih samar samar bisa dirasakan. Sampai beberapa hari aku tidak pernah buka puasa dirumah, pak. Masih sama, mendadak agenda buber sehari hari. Mendadak reuni dimana mana. Sama anak lama, sama anak baru.
Juga pertama kalinya aku merasakan Ramadhan jaga di rumah sakit. Pertama kalinya aku puasa dan harus wira wiri. Pertama kalinya melewatkan THR. Terimakasih sama kakakku yang ngasih THR. Yang selalu aku repotin, ampun mas. Aku masih ingat kog sama kamu, mas. Kakak terbaik serumahsakit.
Alhamdulillah pak, lebarannya tepat hari minggu. Aku bisa lebaran dirumah walai hanya 1 hari. Dan dimulailah tahun tahun lebaran tetap kerja pertama dan untuk waktu yang belum tahu sampai kapan.

Aku telah resmi memasuki tahun tahun tanpa lebaran di rumah pak. Mungkin begini cara Allah mendistraksi sedihku.

Ramadhan kelima tanpamu, pak. Aku tidak dirumah lagi. Hah. Rasanya aku sudah terbiasa dengan ruinitas ini. Aku sedang latsar di Salaman, Magelang. Dua setengah minggu puasa disana. Kuliah, tugas dan ujian menjadi stressor tersendiri bagiku pak, ditambah sama pertanyaan yang jangan ditanyakan dulu. Duh, satu satu dulu aku selesaikan. Aku g bisa mikir banyak banyak. G bisa mikirin tugas sama mikirin yang lain bersamaan. Sik tunggu sik. Tunggu sampai aku selesai ujian. Setelah itu nanti baru aku mulai dengan yang lain.
Ada mbak Nanda, yang pinter rajin. Ibu 3 anak yang sayang banget sama putri putrinya. Mbak Nanda diam diam observer gelagatku, sudahlah mbak jangan tanya. Cukup sudah aku di-ece sama mas Rofiq pas bela negara, katanya "g ada yang nengokin nih, kamar ini". Sedih dan ngakak juga kalau ingat.
Ada mbak Ayu yang sebenernya usianya beda tipis sama aku tapi sudah otw anak ke 2. Hpl bulan depan, semoga lancar ya kak. Semoga aku juga cepetan nyusul, cari calon bapaknya dulu tapi. 😅
Juga ada bapak bapak yang suka ngecein aku. Apalagi si mas Adit yang suka tak tebengi kalau PP Srumbung Salaman. Kalau semobil aku sendirian trus digabung 3 bapak bapak itu, ya sudah terima saja di bully. Iya pak iya.. doain aja ya.
Nanti acaranya di aula eh di lapangan belakang bapelkes. Hem.. insyaAllah, coming soon ya g nebeng lagi tapi sudah ada yang jemput. Biarkan aku selesaikan satu satu dulu. Setelah ini mohon bantuannya.

Pak, semoga anakmu ini bisa lulus latsar. Seandainya Bapak tahu, seandainya Bapak tahu sekarang pekerjaanku apa. Seandainya Bapak tahu status kepegawaianku sekarang apa. Mungkin aku tidak terlalu mengecewakanmu, Pak. Aku sudah sampai sejauh ini pak. Mengikuti setiap jejakmu.

Pak ini sudah Ramadhan kelima.
Sampai ketemu kelak di surga Pak.
Biarkan kami menyelesaikan amanah kami dulu di sini.