RSS

Jumat, 29 Desember 2017

DIATAS MEJA (Payung Teduh)

Diatas meja rindu itu hilang dalam kata-kata
Sebentar lagi kita saling lupa
Kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Reff:
Mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang di sela-sela gelisah yang menunggu reda

Didalam kamar rindu itu menguap dalam kebisuan
Sebentar lagi kita semakin lupa
Kita menjelma kebisuan yang tak bisa diungkap
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Reff:
Mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang di sela-sela gelisah yang menunggu reda

Di tiap langkah rindu kita menghilang penuh keraguan
Lalu kita pun sungguh smakin lupa ooo
Kita menjelma kebisuan yang tak kunjung terungkap
Tak bisa lagi bercerita apa adanya

Reff:
Mengapa takut pada lara sementara semua rasa bisa kita cipta
Akan selalu ada tenang di sela-sela gelisah yang menunggu reda

Selasa, 26 Desember 2017

Pergi

Aku ingin pergi jauh
Hingga lupa siapa aku
Aku ingin pergi jauh
Hingga lupa masalahku
Aku ingin pergi jauh
Hingga lupa dimana aku
Aku ingin pergi jauh
Hingga lupa laraku
Aku ingin pergi jauh
Hingga lupa sedihku
Aku ingin pergi jauh
Hingga lupa ramaiku

Aku ingin pergi jauh
Dimana ada pasir putih dan dirimu
Aku ingin pergi jauh
Dimana ada ombak dan dirimu
Aku ingin pergi jauh
Bersamamu..

Kamis, 07 Desember 2017

Ini tentang ROku

Waktu itu bulan Agustus 2016. Selepas lebaran. Kami kedatangan keluarga baru. Seorang lelaki dengan tiga orang perempuan cantik cantik. 

Aku tidak pernah bisa sok akrab sama orang ini. Kita lagi membicarakan lelakinya. Seorang laki laki. Jangan sanksi. Dia ini temen Kiki jadi mereka lebih terlihat akrab seperti itu kelihatannya.

Duh.. anak ini gapyak e. Caper saja sih kurasa dia. Yah tapi boleh lah usahanya. Dan jangan jangan yang dulu itu cuma kisah setingan saja, nak? Ckckckckck tak kusangka kau begitu sempurna dimataku kau begitu indah.. deeeehh malah kebablasan nyanyi.

Kesan pertama di awal awal bulan. Anak ini rajin banget. G disuruh bantuin menawarkan diri. Inisiatif anak ini nilainya 10. Terbantu sekali kak, kita waktu itu. Wellok. Yah kau tahulah 2 tumpuan hidupku waktu itu inisiatifnya kudu di getak sik. Tapi anak ini ckckckckck. Luar biasah rajinnya. Berhasil kau cari muka, nak. Hebat betul. Hahaha.

Ternyata anak ini humoris sekali. Tapi bakatnya ini tak tersalurkan karena tak ada orang orang disini yang bisa menyaingi tingkat gilanya. Tak ada sama sekali. Sunguh luar biasa.

Dan ini anak suka gombalin cewe cewe komplek. Yah bisalah dia raja gombal tapi kog miris kali kisah cintanya.

Setiap sore setelah dia kerja, aku masih belum selesai. Nanti dia datang menawarkan bantuan. Kita ajarilah dia. Dia kerjakanlah itu berkas berkas. Beres. Hari berikunya begitu. Aku ni suka pulang telat, lah sok sokan juga dia ikut pulang telat. Sok akrab aja kurasa dia, boi.

Pun begitu lama lama kami terhibur juga dengan keberadaan lelaki ini. Terhibur terbantu. Sungguh mulia usahamu nak. Mamak bangga sama kamu.

Lama lama dia gombal kesana sana. Adalah itu akhirnya korban berjatuhan. Jatuh cinta. Tapi apalah daya sang pujangga tak kuasa menahan lara. Tertular juga lara itu ke sang wanita. Hha. Disitulah aku sebut dia tukang php. Php itu kepanjangan dari penjual hand phone.

Setelah anak ini sudah dapat muka semua orang. Mulai jaranglah dia bantu aku. Sudah jaranglah dia hibur aku.

Anak yang suka bikin toss ala sahabatan anak SMP. koreonya harus sesuai dengan dia. Kalau pulang duluan selalu ajak toss dulu. Ku sebut itu Toss penghiburan.

Apalagi yang aneh dari anak ini. Dia suka sekali bertingkah aneh. Sungguh pelipur lara. Ah. Tapi dia pun menangis saat tertawa dan bertahan untuk selalu tertawa. Kau tutup tutupi saja itu sedihmu kan, boi? Belagak bahagia tapi didalam lumer kayak es kepanasan. Hancur berserakan kayak bekas beling kaca mobil tabrakan.

Playlist lagunya Jojo itu lagunya Rich chiga. Musiknya jedug jedug dan bikin angguk angguk. Kadang kangen juga duduk bejejeran trus dengerin rich chiga ngerap, kita angguk angguk sambil masih kerja lembur gitu kan. Masih tergiang banget musiknya. 

Sampai akhirnya aku dan Gama di tinggalkan Bayu dan Dhani. Anak lembur masih ada Jojo. Tapi Jojo punya temen baru namanya Om Bagus. Om Bagus bukan anak lembur. Sejak saat itu juga aku terpisah divisi dengan Jojo dan dia bukan lagi anak lembur. Setelah bertemu Om Bagus, Jojo seperti bertemu dengan orang yang selama ini dia tunggu. Teman yang sama sama gila. Teman yang bisa mengimbangi ketidakjelasannya. Jojo semakin tidak waras ketika ada Om Bagus Dewe. Mereka berdua menjadi sangat produktif dalam《bekerja》ketidakwarasan. Setiap hari setiap waktu bikin orang ketawa. Akhirnya ada yang menanggapi Jojo. 

Terus kan aku pernah ada masalah, Jojo adalah tameng terbaikku. Dia tameng terbaikku. Kita memang dipasang di bagian depan Jo, tapi kamu lebih depan dari aku. Ah.. apa jadinya aku kalau g ada kamu. Masih ada mas Ricky sih sebenernya. Kog bisa ya kita lewati masa masa itu. Masa yang kalau aku bayangin sekarang itu ngeri bangets. Hiii.

Jojo juga nemenin ranger BU lembur akhir tahun 2016 lalu. Aku lupa dulu dia berangkat ikutan ngapain ya? Owh iya mungkin karena mau bantuin. Hha. Biasa kan dia bilang gini "iya, mbak. Beneran. Aku bantuin. Nanti aku bantuin." Hha. 

Ya Jojo sempurna jadi penghiburan ku dan Gama. Dia menjadi andalan kami disaat genting. Kami bersyukur dia menjadi salah satu orang yang ada di sekeliling kerjaan kami. Hha. Jahat.
Dulu terlihat lebih bahagia saat kami masih satu divisi. Saat komando masih dalam satu bos. Tapi setelah kami terpisah, rasa rasanya dia menjadi lebih sok sibuk. Tapi sebagai Bro yang berprinsip pemberdayaan masyarakat adalah nomer satu. Maka sesibuk apapun RO ku selama mereka bisa diberdayakan maka lakukanlah. Hha. Aku sempurna jadi Bro terjahat yang pernah ada. Dan apesnya adalah Andhita dan Jojo milih aku jadi Bronya. Seandainya kalian tahu, aku sungguh bersyukur kalian jadi RO ku. Kalian mandiri, cuma kalau Jojo harus sering sering diingatkan aja anak itu.

Owh iya Jojo ini berinisiatif melakukan komunikasi efektif sama aku. Awalnya sih oke bagus ya. Dengan lagi lagi saya berdayakan semaksimal mungkin anak itu. Hha. Eh tapi lama lama komunikasi kami todak efektif juga. Hha. Catetan yang amburadul. Malas malas sudah mau catat. Hah. Kesibukan seperti apa yang dulu pernah kita lakukan ya Jo, sehingga jadinya begitu. Hha.

Mungkin aku terlalu melakukan pemberdayakan RO to the max jadi Jojo sudah kayak bagian ranger BU. Jadi penghiburan terbaik kami. Masih suka ikut lembur tapi udah kadang kadang.

Jojo ini juga jadi salah satu kandidat ketua dolan hura hura. Katanya sih dia lumayan handal jadi tour guide. Kalian tahu kan perjalanan ranukumbolo kami, nah itu juga di bimbing Jojo. Tapi ya gitu g jelas gitu. Hha. Yampun. Jadi inget kan hape kamu ilang di Ranukumbolo Jo. Apakabar ya hp.nya Jojo yang jatuh itu? Udah di temu siapakah?

Kenapa kami bisa akrab begitu saja? Karena kami berkeluh kesah bersama. Aku dapat rumus itu setelah bekerja setahun lebih sama Gama, 9 bulan sama Dhani dan Bayu. Berkeluh kesahlah sama temanmu, mereka adalah penghiburan terbaikmu. Merekalah yang tahu di tempat kerjamu. Sedangkan keluargamu hanya tahu kamu bahagia aja.
Saling mendukung dan menyemangati adalah obat terbaik dari kebosanan dan kepenatan bekerja. Jadikan temanmu sebagai orang yang bukan satu satunya yang kepayahan, tapi juga ada kamu yang merasakan hal yang sama. Ungkapkan semuanya. Jangan dikatakan dibelakang, karena kalian tidak akan menemukan suatu titik temu. Kadang jalan keluar harus dicari bersama sama.

Setalah aku keluar terus kalau main ke kantor. Jojo ini kalau nyapa uda g pake toss ala ala lagi. Tapi pake kekerasan fisik. Tabok sana sini. Jorokin sana sini. Pelampiasan kali ya itu karena dulu aku jahatin. Makanya dia balas jahat sama aku.

Aku kangen sama Gama, yang kalau ada apa apa kita suka berinisiatif melakukan hal hal yang bisa mempermudah kerja kita. Haah. Aku sekarang g ada teman begitu gam. Adapun beda tempat kerja walau masih satu instansi. Sedih kali yak.

Balik lagi ke Jojo. Salah satu RO terbaikku.
Ini sudah penghujung tahun 2017. Bagaimana nasibmu Jo? Lanjut apa berhenti seperti aku?
Aku sudah pergi duluan. Kamu terbebas dari sikap jahat Bro mu ini dapat Bro pengganti yang lebih rajin dan mampu kamu berdayakan balik. Hha. Kekuatan senior. 😂😂

Sesedih apa Gama kamu tinggalkan?
Gama sudah ditinggalkan teman seangkatannya, seangmatanmu. Siapa yang nemenin Gama lembur?
Aku pergi. Kamu pergi bahkan Arip ikut pergi. Siapa yang bisa aku andalkan buat nemenin Gama?
Kamu tahu kan kebaikan bos geng kita itu kayak apa?
Aku sedih. Aku sedih Jo. Sedih kalau inget waktu itu yang kesisa lembur cuma Gama, aku cuma bisa nemenin duduk di depan meja dia sambil cerewet ngomongin segala hal. Lah... abis ini siapa Jo? Kita uda g bisa gangguin anak itu. Kasian dia. Makin rindu nanti dia sama suamiknya. Hha. Tak ada pendistraksi penat.

Jo.
Jadi sountrack kali ini lagunya nella kharisma ya? Tapi kira kira yang judulnya apa?
Bojo galak?
Di pikir keri?
Jarang goyang?

G ada sedih sedihnya tu lagu Jo.

Doaku untuk ROku.
Semoga cepat kelar itu S2 teronggok mu. Fokus nak. Fokus.
Dapat kerja dan jadi lelaki mavan.
Langeng sama mbak BNInya trus segera lamar aja deh.
Bahagia ya Jo.

Ingat.
Bounding kita itu kayak mamak dan anak. Kayak ari ari dan udel.
Kepisah jauh pun kita masih bisa saling mengingat kalau g pikun. Kalau saling manyapa aku g tahu lah Jo. Kau bakal sibuk banget kayaknya.

Hari ulang tahun Jojo ke mbuh
Perjalanan subuh kesekian ke Mbantul
Perjalanan subuh kesekian ke gereja ayam Magelang. Masih ngantuk kali kau Jo?
Trio lelaki andalanque
Nobitajojo
1 Bro dan 2 Ro

Akhir tahun (lagi)

Rasanya sudah lama g ngeblog. Hampir sebulan sekali doang mah kalau saat ini. Emangnya jaman dulu ya yang keseringan hura hura, keseringan lembur. Sekarang aku sama aja sih. Hura hura tapi sendirian. Sedih banget. Thats why aku g bisa move on dari anak-anak lama. Dan g bisa move on dari babang babang dopamin aku.

Sudah akhir tahun 2017. Hidupku masih seperti ini. Upgrade dalam hal pekerjaan tapi tidak berbeda jauh dalam hal percintaan. Hha. Ha..ha..ha.. pengen nangis sambil dengerin lagunya marcel. Ah paan sih aku.

Coba saya akan lebih fokus pada masalah satu itu. Semoga segera yang terbaik. Hha. Aamiin.

Lagu farewell apa ya yang cocok untuk akhir tahun ini?
Aku sudah g merasakan perpisahan dengan anak anak itu, tapi aku merasakan sedihnya. Terus kan tiba tiba aja aku pengen ketemu mereka.
Lelucon mereka tidak akan semeriah dulu. Aku tahu itu. Tapi aku pengen mendengar lelucon garing mereka.

Astagah...
Aku kalau udah ngeblog pasti baper to the max gini. Mengingat yang sudah lalu lalu.
Bisa kah kita mendaki puncak yang g tinggi tinggi amat lagi. Bisakah kita menghabiskan semalam dalam lelah lagi. Bisakah kita menghabiskan malam memandang bintang lagi. Bisakah kita berkumpul dalam keluh kesah bahagia lagi.

Aku g punya siapa siapa selain kalian. 😭😭. Yang bisa menjadi teman mbolang kemana mana. Yang g php.
Hah..

Lagu farewell apa yang cocok untuk akhir tahun ini ya?
Jo, ada rekomendasi g?

Rabu, 22 November 2017

Mati Muda, "aku janji sembuh sama mama"

Ada yang bilang lebih baik mati muda dari pada mati tua banyak dosa. Emh... tapi gimana ya. Kalau aku sih mati muda atau tua sama saja asal masuk surga. Baka. Semua juga akan memilih hal seperti itu. Heem. Kadang aku berfikir g apa apa deh aku mati sekarang tapi masuk surga. Kurasa g cuma aku yang mikir kayak gitu ya.

Kali ini aku akan bercerita tentang kisah nyata seorang gadis cantik yang  oleh takdir Allah, ia mati muda. Aku tidak kenal baik dengan gadis ini. Aku baru bertemu dan bercengkrama dengan dia 7 jam tidak ada. Dia hanya bercerita sedikit. Tapi aku tahu seperti apa pilunya kehilangan gadis ini. Dan betapa sedihnya menjadi gadis ini. Kenapa? Karena ada janjinya yang mungkin tercekat atau mungkin itulah perwujudan janji itu sendiri.

Oke.
Perkenalkan aku sebagai ners beginner really really beginner. Aku bahkan sepertinya belum bisa dikatakan masuk PK 1, karena saking pemulanya.
Aku bertugas di PICU. Pediatric intensive care unit. Banyak anak anak usia 30 hari sampai 18 tahun plus 1 hari yang dirawat disini dengan alat bantu nafas. Oiya.. bagaimana jika usianya 18 tahun tapi sudah berkeluarga? Ya bisa disebut anak anak bapak atau anak anak ibu. Hem... anak anak yang sudah jadi bapak bapak dan ibu ibu. Sedikit terdengar asing ya. Iya tapi begitulah definisi anak anak yang dianut oleh PICU.

Setelah turun jaga, aku harus jaga sore. Jaga sore di hari pertama surveyor akreditasi berkeliaran. Berharap banget g ketemu salah satu dari mereka. Setelah aku harus gagal jadi tim sukses akreditasi dan malah jadi tim sukses transplan hati. Harusnya setelah ini aku bisa transplan hatiku ke hatimu 🙈. Aku terlalu gila dan sedih kalau ingat ingat lelaki gawat darurat itu. Lupakan.

Aku jaga sore seperti biasa. Ada pasien baru. Sudah besar. Seorang gadis cantik. Usianya seminggu lagi pas 18 tahun. Hampir menjadi usia dewasa yang artinya bisa pindah dari PICU ke ICU.
Diagnosa gadis ini fraktur di kedua kaki. Terlihat traksi di kaki kananya. Gadis ini ceria sekali. Mungkin aku akan iri jika seusia anak ini. Aktif organisasi di SMA. Memiliki banyak teman. Berprestasi. Begitulah sekiranya aku mendeskripsikan anak ini. Aku tak tahu banyak hal tentang anak ini.

Jadi cerita bagaimana anak ini bisa masuk PICU adalah....
Sebut saja Flow. Flow ini baru saja lulus SMA tahun ini. Harusnya sekarang sedang mendapatkan pendidikan lanjutan. Tapi takdir berkata lain sehingga Flow harus di rawat di PICU.
Flow mengalami kecelakaan bersama temannya. Hari itu ada acara pramuka di SMA Flow. Flow sudah tidak aktif di pramuka tapi sebagai kakak kelas yang dulu pernah jadi pengurus, Flow memutuskan untuk mengikuti kegiatan sebagai perpisahan. Kegiatan terakhir di SMA begitu pikirnya. Hari itu mama Flow tidak mengizinkan Flow pergi, karena menurut mama pasti Flow akan kecapekan. Apalagi Flow akan mengikuti test masuk Polwan yang sudah sampai tahap ke 4. Namun, Flow tidak mengindahkan perkataan mama. Flow tetap ikut kegiatan itu bersama temannya.
Selepas kegiatan itu selesai Flow mengantar temannya pulang. Rumah teman Flow ada di seberang jalan. Saat itu Flow memboncengkan temannya dengan sepeda motor. Bersiap untuk menyebrang jalan. Tepat di depan rumah teman Flow. Tiba tiba dari arah belakang ada truk yang menabrak motor Flow. Flow jatuh dan kakinya terlindas ban truk. Ya begitulah kakinya sekarang fraktur. Teman Flow saat itu tidak terselamatkan.
"Waktu itu Flow, masih sadar mbak, tapi Flow tahu temen Flow meninggal setelah mondok pertama".
Aku mendengarkan dengan seksama cerita anak ini bersama seorang residen anak.
"Makanya Flow janji sembuh sama mama, mbak"
Itu adalah janji permintaan maaf Flow karena tidak mau mendengarkan mama untuk tidak ikut kegiatan pramuka saat itu.
Astaga.. tahap grieving seperti apa yang dirasakan anak dan keluarganya. Denial seperti apa? Aku saja membayangkan sudah pasti sangat sulit menerimanya. Dan akan menawar pada Tuhan. Tahap berduka seperti apa, ketika sedikit lagi tahap masuk Polwan bisa Flow lalui dan mungkin sekarang dia sedang mendapatkan pendidikan Polisinya.

"Flow berapa bersaudara?" Tanyaku.
"Dua. Sama adik umurnya baru 3 bulan"
"Owh... masih kecil banget ya. Cewek apa cowok?"
"Cowok mbak. Lagi lucu lucunya. Kalau pagi suka ngajak main. Nanti kalau di cuekin terus ngambek. Hha"

Sesore itu keadaan Flow tidak begitu stabil. Keluar keringat dingin di wajahnya. Bantalnya sampai basah. Nadinya naik. Flow tidak mau makan. Tapi dia masih bercanda sama mama dan papanya. Menghabiskan segelas teh manis hangat.
"Tehnya habis?" Tanyaku lagi untuk mencatat intake cairan Flow.
"Iya, hehe"

Semua pasien di PICU dimonitor setiap jam. Apapun yang masuk dan kekuar tubuh mereka harus tercatat dengan baik. Tanda tanda vital tercatat dengan baik. Monitor alat bantu nafas / ventilator. Jika ada bunyi alarm aneh sedikit hatus segera di cek untuk memastikan pasien baik baim saja.

Begitu pula aku setiap jam menghanpiri Flow, menanyakan berapa yang dia minum. Apa yang dia makan. Apa yang dikeluhkan saat ini. Membantunya memberikan posisi ternyaman. Flow selalu bilang maaf, tidak perlu Flow.

"Sudah minum lagi?"
"Iya" jawab Flow singkat sambil mengangguk.
"Berapa teguk?"
"Tujuh ada."
"Oke" aku mencatat di lembar monitor Flow
"Sekarang yang dikeluhkan apa?" Aku menghampiri di samping Flow sambil mengelap keringatnya.
"G ada"
"Ada nyeri g?" Aku memastikan lagi.
"G ada" Flow menjawab sambil menggeleng.

Jam 20.00 jadwal minum obat Flow. Flow dibantu mama dan papa. Masih ceria dan bisa bercanda.
Aku tanya lagi tentang asupan minumnya.
"Lima teguk" Flow lapor sebelum aku bertanya.
"Emang kamu hitung?" Mama bertanya pada Flow
"Iya aku itung, orang ditanya" Flow menjelaskan.
"Hhaha, bagus Flow." Aku acungkan jempol ke pada anak itu. "Obatnya sudah diminum semua ya?" Aku memastikan lagi.
"Sudah"

Hingga jam operan jaga tiba, Flow masih baik baik saja. Memang fungsi jantungnya agak terganggu sehingga nadinya tinggi. Terakhir aku tinggalkan anak itu masih stabil. Kurasa dia akan baik baim saja sampai prosedur pembedahan berikutnya.

Rabu, 15 November 2017

Aku takut lupa

Kalian pernah merasa mendapat banyak cobaan?
Kalian pernah merasa tak beruntung seperti yang lain?
Kalian pernah merasa gagal terus dan terus?
Kalian pernah merasa semua tak adil? Kalian pernah merasa terpuruk?
Kemudian kalian memohon pada Tuhan. Dan kalian berpasrah. Terlalu berharap keajaiban tiba tapi kakian hanya bisa diam. Diam adalah koping terbaik. Tak berharap adalah koping terbaik. Karena selama ini kita termakan sendiri oleh harapan kita sendiri. Harapan yang mungkin terkadang tidak terlalu realistis.

Kita terlalu manja pada Tuhan. Semua kita mintakan pada Tuhan. Tapi kita lupa sudah kita berikan apa pada Tuhan. Sehingga Tuhan mau mengabulkan harapan kita?

Saat kita sudah tak ingin berharap lebih. Kemudian Tuhan masih mendengarkan kita, dan terkabulah harapan itu.

Aku takut aku terlaku jumawa
Aku takut aku terlalu manja
Aku takut terlalu takabur
Aku takut aku kemudian lupa dengan Dzat yang telah memberikan segalanya kepada ku
Aku takut aku kemudian lupa ada Dzat yang selalu ada ketika aku susah dan senang
Aku takut lupa padamu ya Allah.

Hamba takut berlarut dalam kebahagian yang Engkau ujikan pada hamba.
Hamba takut berlarut dalam kesedihan yang Engkau ujikan pada hamba.

Jumat, 10 November 2017

Melepas lelah ke Candi Cetho

Halo gengs.
Kamu lelah g? Aku iya. Lelah. Iya sih udah g pernah lembur. G pulang malam penyebab radang tenggorokan. Udah g gampang flue. Libur seadanya. Tapi.. tapi.. aku liburnya pas orang orang g libur. Aku berangkatnya pas orang orang pada libur. How i feel so desperate. When you wanna go to picnic with your best friends ever but you couldn't join them. Nyesek. Sampai akhirnya semuamua aku ajaki dolan tapi akhirnya sama saja. Jadwalnya g bisa sama. Seperti aku semangats yang lain lelah. Aku lelah yang lain semangats.

Akhirnya bulan ini 3 minggu berturut turut aku mendapatkan libur hari minggu.
Minggu pertama aku cuma dirumah tapi sambil liat instastory kamu yang malah udah kemana aja g tau sama siapa. Aku merasa terkhianati. Dan itu akhirnya aku tahu bahwa sudah tidak ada kemungkinan lagi aku pergi sama kamu. Yang malah pergi sendiri, terus sekarang kerjanya luar kotaan terus. Sudah mulai bahagia. Lebih bahagia dari hari kemarin. Selamat boi.

Nahkan. Gama bikin insta story yang soksokan kangen gue. Hha. Beneran kangen kah Gam? Terus aku bales bikin instastory yang isinya kita berempat. Formasi Frontline BU. Yang nyebeli tapi juga ngangenin.

Kangen dengerin Bayu omong cepet belepotan menggebugebu. Kalian bisa bayangin g? Kalau Bayu pas omong sama sahabat BU selalu semangat dan suaranya sampai kemana mana. Hha. Masih. Masih tersisa ruang untuk kenangan itu.
Kalau Dani suara kalem, lirih dan lembut. Senyum senyum sendiri. Kalau ada yang bening dikit kode kodean sama Bayu. 😂😂
Kalau aku? Cempreng cerewet cemberut tapi tiba tiba mlengeh kalau dopaminnya datang. Terus kayak orang gila.
Gama? Udahlah dia mah masternya. Dulu yang selalu ngingetin excellent service. Yang apa apa keluar dari mulut dia selalu jadi panutan aku dalam menjelaskan. 😂

Aku sudah bikin status piknik piknik terus. Kamu mah RJJ tiba tiba pergi sendiri. Terus aku merasa 'meh', jadi gini sekarang? Fine. Bikin saya kembali harus ngeluh sama Almaidah dan kembali dia harus bilang "hindari". Sedangkan saya selalu menolak perkataan Almaidah. Sudah sebulan lho ini. Kalau kali ini aku agak berat harus bilang 'bodo amat'. Yempun nangis nangis deh gue di depan Almaidah. Hha.

Nah kan setelah Gama bikin status terus aku komen. Terus ajak main. Tapi selalu tanpa kejelasan yang berarti bisa jadi bisa enggak. Sedih sih. Apalagi jadwal not available aku. Yang liburnya bisa saja hari senin sampai jumat tanpa menyisakan libur hari sabtu minggu. Padahal dua hari itu adalah hari aku bisa pergi sama mereka. Bersyukurlah Dani masih available kapanpun dan dimanapun. Tapi aku berharap kamu bisa cepet menjadi pengusaha sukses bang. Ayo mulai dari mana? Mulailah sekarang!

Jadilah si Gama sekarang juga g se.available dulu karena ada suamik. Dan bersyukurlah karena Gama dan suamiknya harus kepisah 3 bulan
kedepan yang artinya Gama available 3 bulan. Haha. Aku jahat. Bayu mah sudah tidak bisa diharapkan banget tapi tetap kami masih berharap tiba tiba dia terbang ke Jogja untuk reunian.

Aku? Ya sama aja kayak Bayu. Tidak bisa diharapkan apalagi harus pergi dadakan like this. Aku harus pesen jadwal dulu. Kalau perginya lama requestnya libur dikumpulin, terus kerjanya berhari hari berturut turut tanpa libur. Demi bisa main sama kalian apapun aku lakukan. Semasa aku masih available being single. Kalau udah ada suamik mah aku pergi aja berdua.

Ya..
Hari minggu kemarin pas aku turun jaga. Hari minggu libur ke 2. Setelah jaga malam pulang jam 8 pagi terus bablas main. Itupun aku harus bangunin Dani yang masih tidur karena abis ronda. Gama udah siap aja. Aku masih sempat balik rumah buat mandi dan rendam cucian.

Setelah mandi langsung telpon Dani, suaranya masih ketahuan banget baru bangun tidur. Lima belas menit kemudian Dani bilang uda siap, aku masih otw. Sampai rumah Dani jam 10 kurang. Langsung cus ke rumah Gama di gang Manggis. Sampai rumah Gama jam set11an. Terus jadi kemana? Kata Dani ke Solo. Ke Solo ke mana? G tahu. Di Solo kan cuma ada mall. Kalau mau ke yang obyek wisata ke timur lagi ada kebun teh, air terjun, ndoro donker dan lain lain.

Ya udah ke ndoro donker.
Siang siang udah lapar. Kita belum ada yang sarapan. Bingung mau makan apa ya udah selat solo. Dimana tapi? Ya udah tanya google. Ketemu di google, di list yang atas sendiri. Eh ikutin itu google map sampai di jalan terus malah bilang "ini kan yang ada richeesnya". Ya udah makan di richeese aja gimana? Masih galau gitu. Ya udah deh richeese aja. Masuk gang liat eskrim aice turun terus beli. Hha. Random banget. Mau parkir di richees penuh, sampai belakang ternyata parkir di halaman masjid. Sholat dulu abis itu baru makan.

Sampai richeese antriannya heboh banget. Banyak. Dani antri, aku sama Gama cari tempat duduk. Lamaaaaaaa banget sampai akhirnya kita dapatkan menu kita dan duduk manis sambil makan. Kog tiba tiba pengen lagi. Hha.

Selesai makan cus ndoro donker. Sambil ngobrol random, ngomongin naik gunung lawu yang di puncaknya ada bapak penjual sotonya. Ah.. mau ajak siapa ya aku? Kamu? Udah g available sama kek gue. Mas php? Tidak bisa diharapkan. Kalian? Apalagi cuy. Harus mengumpulkan libur 3 hari. Eh padahal pas ke ranukumbolo kita bisa hanya dengan libur 3 hari.
Aaaaaaakkkk pengen cuti belum boleh cuti. Nanti udah boleh cuti waktunya buat suami. Doakan aja ya. Hha.

Sudah mulai menaiki kaki gunung Lawu. Terus kan mau kemana nih? Ndoro dongker. Eh tapi ada Candi Cetho. Gama bilang yang kayak pura itu lho. Oh ya? Oke ke candi Cetho aja yuk.  So i can feel you 😙. Apasih 😑.

Ya udah ke candi cetho dulu baru ke ndoro dongker. Oh my god, seneng banget bisa ngrasain jalanan berliku di pegunungan. Bisa lihat pemandangan di bawah yang amazing. Bisa ngrasain udara dingin. Bisa melihat hijaunya pepohonan teh. Bisa pergi ke tempat yang tinggi itu aku suka. Perjalanan ini kayak naik gunung sampe puncak tapi bisa pake mobil. G capek dan bahagia. Haha.

Naik tangga yang g begitu tinggi, aku udah ngosngosan. Di saat seperti itu aku cuma bisa mbatin lagi "kayak gini lu, mau naik lawu? Naik tangga candi aja capek". Yah begitulah kalau fisik tidak terlatih. Ahhh, aku pengen banget naim gunung mas. Beneran.
Sampai atas langsung poto poto ala kids jaman now. G sadar umur udah bodo amat padahal perginya sama ibu ibu jaman now dan babang hits jaman now. Emh.. tahu lah ya siapa yang paling cerewet minta di potoin. Yes I'm. Ini demi eksistensi di media sosial jaman now. Ups. 🙊

Naik terus naik sampe puncak. Poto poto sampe puluhan. Modal hape doang. G ada threepot, g punya tongsis. Modal hape diganjel tas terus mode timer 10detik. Haha.
Berasa di halaman belakang rumah simbah. Bangunannya kayu, pendek. Rumah hits jaman ago bangetlah. Dan aku suka suasananya.

Pengen bisa pergi lagi.

Cukup sih buat aku pergi ketempat tinggi atau ketempat dimana kamu bisa melihat sunset tenggelam perlahan. Abis pulang dari candi pas matahari turun. Mandek di sembarang tempat. Di pinggir kebun teh. Poto poto dulu bentar. Tapi sambil menikmati senja yang mulai menggelap. Kita berhenti, diikuti pendaki yang turun gunung. Ah bahagia.