RSS

Senin, 27 Juni 2016

Antrian kosong

Ada banyak hal yang sebenarnya ingin aku tulis. Hal mengenai mereka. Rasa-rasanya sudah janji ingin menulis sesuatu untuk teman-teman. Namun apalah daya waktu yang kini sudah tak seperti dulu lagi. Banyak tulisan yang akhirnya teronggok menjadi draft.

Kemudian saat ini antrian sedang kosong. Aku bisa menulis acak apa saja.
Aku sedang duduk di frontline. Disampingku ada Gama, sebelahnya Gama ada Bayu yang sedang telpon BU entah dari mana. Dan disebelah kiriku ada satu komputer yang tak berpenghuni ditinggal Dhita kunjungan BU. Komputer dhita asyik melantunkan lagunya justin bieber love yourself. Di pojok kiri ada mas Ricky yang lagi sibuk sama laptopnya. Dan di ujung sana ada Kiki yang lagi ngerjain embuh apa. 

Beberapa hari ini aku flu dan batuk-batuk. parahnya lagi sepertinya rongga sinusku tidak baik-baik saja. Entahlah, apakah sinusitis. Bagian atas mata kiriku tiap pagi sakit, biasanya beberapa hari sembuh. Sekarang rasa-rasanya tidak mau sembuh-sembuh. Pengen ke GMC tapi aku sudah tak tertanggung lagi kalau periksa disana. Ah, mungkin aku perlu ke puskesmas. hahaha.

Antrian kembali lengang setelah beberapa menit ramai.
Aku masih duduk di frontline mnulis. Bayu baru saja mengakhiri percakapannya dengan mbak-mbak BU. Mas Ricky masih asik di depan laptop. Gama entah kemana. Dhita belum balik-balik juga. Di pojok depan sana ada Kiki sama Mas Tim ngobrol, asyik sekali.

Beberapa waktu lalu aku rasanya sudah muak berada disini, dengan pekerjaan yang tidak habis-habis. hahaha. Tapi kalau sudah ingat orang-orang, anak-anak yang disini jadi ga mau pisah. hweeeeeee..
Berasa banget kemarin abis buber di rumah Heti. Di jalan pada karaokean di dalam mobil, aku asyik mandang bulan yang lagi indah-indahnya backsoundnya suara mereka-mereka yang nadanya beda-beda. Tapi duh, aku pasti kangen banget.

Antrian kosong malah membuatku berpikir random. Melupakan sejenak PR yang baru bisa dikerjakan bulan depan. 

Mohon maaf lahir dan batin ya gengs.
old gengs.
new ngengs.
oldest gengs.
newest gengs.



Minggu, 29 Mei 2016

MATTE #1 tempat yang putih


06022016 Aku ingin mengajakmu pergi ke tempat yg putih, agar ku bisa merangkai warna bersamamu. Aku ingin mengajakmu pergi ke tempat terdekat, agar aku kamu tak ada jarak sekat. Aku ingin mengajakmu pergi ke tempat yg sunyi, agar kita bisa saling memahami dalam diam. Ajak aku kemanapun kau mau, agar aku tau kau mencintaiku. Aku ingin pergi bersamamu ke tempat yang jauh, agar tak ada siapapun yang menganggu. Aku ingin pergi bersamamu ketempat rahasia, agar hanya aku kamu yang dapat mengenangnya. Berjanjilah padaku, kau tak akan pernah pergi meninggalkanku.


Nah loh. 
Sebaris itu adalah puisi bikinan si matte. Soulmate. Eaaa. Hahaha. Baris keduanya bikinan saya. Kalau dibaca lagi aku malu. 😁 Soalnya sambunganku menghancurkan baris pertama.
Si matte ini, emang pinter banget bermain kata sajak dan sebagainya. Puisi terfavorit lho. Aku sampai nggak kuasa kalau mau baca, kelewat so sweet. Bayangin tempat dimana kamu bisa melakukan apapun sama si doi, bebas mewarnai harimu. Duhh melting, boy. Meleleh. Sampai sekarang aja aku masih nggak mau baca lagi. Hahaha. Sorry boy. Abis gitu sih, ntar aku bapering.

#bayu #matte #baperingpuisi






Rabu, 25 Mei 2016

Melebur Perasaan

Aha...
blog anak galau kembali bercerita.
Jadi,

Aku kira kepenatan ini akan mengalihkan semua pikirku. Tapi apalah kau hancurkan lamunanku. Berserakan dimana-mana. Dan saat aku sendiri, aku tak bisa memikirkannya.
Ingin ku menangis, tapi memang aku tak secengeng dulu. Ataukah memang sudah keringlah air mata ini.
Tak bisa keluar.

Aku ingin lupa. Karena ku tak mungkin lagi memohon pada Tuhan. Aku tak ingin menjadi orang jahat. Aku tak mau.
Aku ingin berlari, kemudian diam di tengah hingar bingar. Melebur dengan semua. Kemudian aku lupa.
Aku ingin berlari di tengah hujan. Menangis bersama rintik hujan. Kemudian aku lupa.
Aku lupa apa yang telah aku rasa.


Jumat, 06 Mei 2016

kamis : the day of alahembuh



Hari ini adalah hari embuh yang kesekian. Jelasnya ini hari kamis, hari pertama long weekend orang kantoran. Hari aku merancang holiday seharian.
Dan akhirnya embuh banget.
Libur-libur uda grudak gruduk kayak anak kuliahan telat. Serba kilat sampai ngebut. Ups, beginilah aku. Sorry. Sepanjang perjalanan adanya cuma istighfar, mikir apa trus istighfar begitu sampai benar2 merasa tenang.
Sudah sebulan g pergi ke jogjah rasanya jauh (nggaya). Aroma UGM dg asap kendaraan yang kasat mata, hah. Belum, aku belum rindu. Rindu yang lain sih iya.
Intro yang g disangka-sangka membuat awal hari di jogjah sungguh alahembuh bgt. Mikir. Skrg aku yang mikir. Gomen ne. Makbedunduk, holiday kamisku berubah melow semelowmelownya. Udah akhir2 ini suka dengerin lagunya melow guslow yang bimbang.
''kata orang rindu itu indah, namun bagiku ini menyiksa. sejenak ku fikirkan u/ benci saja dirimu, namun sulit ku membenci''
sok-sok merasa duh lagu mbak melow guslow ini gueh bgt.
Dan puncaknya ketika, sesuatu embuh itu tiba2 membuat wajah lempeng saya, mak dlewer, airmatanya ngalir gitu ajah tanpa harus diaba2. Rasa-rasanya baru kali ini. Eh aku tengok ke kiri di luar ada bpk2 duh isin aku. Lap2 pake handuk kecil. Trus merasa yo uislah, walau masih merasa kepie gitu.
Duh bener2,
''rinduku berbuah lara''
Abis itu aku pergi buat beli kado nikahan sepupu. Trus pergi kerumah temen yg udah janjian dolan bareng hari ini, rumahe dek UH. Dengan menyisakan perasaan alahembuh tdi, dg wajah riang bertemu adek sing ketemune nang RSUP, membuat sedikit lupa. Cerita ngalor ngidul. Ini dia sahabat Meza, yah walau meza lagi vakum sampai waktu yg belum bisa ditentukan. Usianya emg jauh dibawahku, tapi malah kadang ngemong bgt. Hha. Duh dek kepie to.
Nah, kan ceritanya pgn nntn Aadc 2. Sepanjang jalan udah nyanyi2 dg lirik setengah2. Sampai pas beli tiket antriannya lumayan panjang. Tiket aadc udah abis pula. Dalam hati, wah gagal nih nglanjutin hari alahembuh, sok2 bimbangku.
Akhirnya memilih nntn civil war. Yang di adegan pertamanya g begitu menarik, belum bisa membuat aku melupakan intro hri ini. Tapi pas ditengah2 sampai akhir, makasih civil war, kita nikmatin bgt nntnnya (iki ora iklan, hambok tenin).
Ditengah2 nntn civil war sempat wa.nan sama mak comblang baru tapi uda mumpuni dan profesional. Pandai membaca peluang dan mencari celah agar klien berhasil pdkt sm target. Lah kog wa.nya bilang gini ''Aku tau kerjaan di **** akan sangat penat dan menguras energi. dia pasti akan mikir kerja aja. Ga mikir yg lain (*** yg lain mksudnya haha).
trus bar kui entuk week end. Feel free dan kesempatan. Eaaaaa pasti goyah 😂''. Lah kog asem bgt, ini anak dpt ilmu dari mana. Aku kan jadi mikir, owh mungkin dleweran uluhku mau krn ini. Kepenatan ini. Sebulan mikir kerjaan sampai g sempet mikirin orang lain, pdhl masih sempat sebenernya. Tapi ganti hari pikiran udah penuh sm kerjaan lagi, benar2 rutinitas yang bisa ngebunuh perasaan dan ingatan. Eaaa. Hha.
Selesai nntn, sedikit2 sudah mulai g mikirin yg tadi pagi keganti sm kaki yg pegel2. Coba nntn aadc bisa jadi sampai besok saya masih bimbang. Hha. Tambah bimbang lagi saat sadar mimpi pas tidur tiba2 berubah jadi liveaction, bisa hampir 90% inti ceritanya sama bgt. Pertanda apa jal.
Capek, kesel. Padahal aku cuma duduk ajah. Tapi kog capek ya. Makan aja sampai g begitu lahap. Ngobrol sama si UH (ora po2 to tak sebut inisial wae? Hha) tu lumayan nyambung walau sebenarnya anime yang kita sukai tu beda. Tos dulu krn kita sama2 anak terakhir. Hha. Aku baru tau ternyata selain aku pernah nangis gara2 nntn sasuke, UH jg pernah nangis gara2 nntn onepiece. Terkadang hidup itu mmg aneh. Hha.
Aku cuma pesen 1, itu oleh2 tetanggamu yg dari JEPANG. Oleh2 buat mas.mu, mbok aku di kei sing bungkuse raikuman eh rilakkuma, hha. Ya klu g dibikin ntar aku dikasih. :D
Pulangnya malem, udah berasa pulang jaga sore. Tapi jalanan hari ini beda, dulu klu abis jaga sore jl magelang tu udah kayak milik sendiri krn udah sepi nyenyet, ini tadi masih rame orang mudik liburan. Lewat jl (m)bulu liat ke langit, kangen ngumpul sm anak astro. Cm bisa bayangin nntn meteor bareng. Lah kog buka grup ternyata emg diagendakan jumat sabtu ini nntn hujan meteor. Yah, g bisa ikut. Padahal klu dipikir alasan saya gabung kan biar ada tmn nntn hujan meteor. Pengen bgt ikut. Pengen kumpul sm anak astro wlu ra apal jenenge 1.1.

Jadi beginilah, intro hari ini yang bikin hidup gue dleweran uluh diakhiri sama capek, eh kapan2 Qtime lagi ya UH. Qampretime juga g pa2 lah. Temen kuliahku kan uda pd kembali ke habitat masing-masing. Ben aku lali nek atiku kadang larane hilang timbul. Hha.

Kamis, 28 April 2016

Srumbung Medari lagi dan (bablas sithik) Murangan

Enam tahun aku menghabiskan masa perjalanan setiap hari, enam hari dalam seminggu melewati jalan yang sama. Jalan antara Srumbung sampai Medari. Pertama melewati jalan (m)bulu trus belok kiri menyusuri jalan Magelang menuju Jogjakarta. Tapi kita hop saja sampai Medari.
Setelah itu hampir lima tahun berikutnya aku juga melewati jalan yang sama, tapi tidak pernah lagi hop. Aku bablas aja sampai, sampai masih di Sleman juga tapi lebih dekat ke Jogjakarta. Aku sampai di kampus tercinta. Semakin lama di jalanan udah kayak anak jalanan. Menikmati tiap butir polusi yang masuk ke saluran pernapasan, menikmati terik matahari yang masuk ke kulit yang makin mengeksotiskan diri. Apakah aku rindu? ups maaf belum. Aku sekarang terlalu lelah untuk merindukan momen itu.
Kalian bisa merasakan berkendara di jalanan pas terik-teriknya kan? pas hot summer is come. Bener-bener puanaaasss buangeti. Apalagi pas siang-siang trus ngantuk berat. Pernah kan motoran tapi mata ini meremrem, untung aja kan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dan,, hey Dan..
Dan akhirnya setelah sekian tahun melewati Medari, sebulan yang lalu aku mengulangi rute lama. Srumbung sampai Medari. Ya, walaupun beda tempat hopnya, tapi masih satu deretan kog, jaraknya juga tidak sampai satu kilometer.
Beberapa orang memang mager dan sulit move on, berharap rejeki sama jodohnya deket-deket ajah. Untuk saat ini rejekiku emang deket-deket. hihi. Semoga deket terus. Setelah ini jodohnya semoga juga yang deket aja yah. Jogja-Jawa Tengah inklusilah. haha.
Back to school. Okay.
Jadi beginilah kehidupan baruku, Srumbung Medari lagi. Lima belas menit dari rumah lagi. Tidak perlu berlama-lama di jalanan. Kalau morning briefingnya jam 07.30 waktu kantor dari rumah juga berangkatnya jam 07.30 waktu HP saya.
Kembali merasakan rute enam tahun silam, jadi rindu masa-masa sekolahan yang masih polos dulu. hha. Ditambah memakai sragam SMP khusu yang warnanya memudar dan ada noda dibeberapa bagian. Ah tak apalah, aku sudah mirip pegawai sungguhan.
Kalian bisa bayangkan aku memakai baju sragam jaman SMP. Jaman entah berantah dulu, udah enam tahun lebih. Tapi pas banget ukurannya, ya lengannya congklang dikit. Betapa dulu kedodoran banget ya aku pake sragam itu.
Di kantor pada tanya "lho kok kamu punya sragam?"
aku jawab "Iya, ini sragam SMP"
"Hah? Beneran? SMP.mu mana?"
"Itu SMP sebelah."
"Kamu dari SMP ga berkembang ya?"
Hahaha. Gembil banget gini dibilang tidak berkembang. Dulu tuh emang kedodoran banget sragamnya.




Sabtu, 30 Januari 2016

DIARY Ku



Menulis diary adalah sesuatu yang sudah lazim dilakukan di keluargaku. Bakat mencoret-coret kami dapatkan dari bapak. Kami  memang lebih suka menyalurkan perasaan melalui tulisan. Kemudian membacanya kembali sambil bernostalgia dengan perasaan malu, aneh, bahagia, sedih.
Bapak, adalah penulis paling handal. Karena semua kertas bisa menjadi tempat beliau menulis. Kertas baru hingga kertas bekas bungkus apapun akan penuh dengan deretan huruf. Sudah berapa banyak kertas beliau habiskan untuk menuliskan pemikirannya. Yang kebanyakan tulisan itu berakhir di tempat sampah saking banyaknya. Lemari kami juga penuh dengan buku dan kertas juga diary.
Jelasnya, diary bapakku isinya bukan kegalauan macam diary anak-anaknya yang suka galau ngomongin cowok. Diary bapakku tentang kegalauan beliau terhadap negara dan masyarakat sekitar. Ah berbobot sekali.
Kita tengok diary alay punya kakak-kakakku dan punyaku sendiri.
Diary kami sama. Isinya kegalauan-kegalauan tentang apalagi kalau bukan cowok trus temen trus orang-orang disekitar kami. Jauh-jauhlah diary kami dari bahasan negara dan hal-hal berbobot lainnya. Tentu saja karena kami adalah gadis-gadis normal di usianya.
Aku baca diary kakakku. Isinya tentang lelaki-lelaki entah siapa mereka. Tapi lihatlah sekarang. Taka da satupun nama lelaki dalam diary kakaku yang sekarang menjadi kaka iparku. Tidak ada. Kemudian disitulah aku mulai berfikir. Hey kamu, yang namamu hampir selalu tersebut dalam diaryku. Kau tahu apa kesimpulan yang aku dapatkan dari diary kakakku itu?
Iya, kemungkinan memang benar. Siapa kelak yang akan menjadi pendampingku bukanlah kau yang namanya hampir selalu tersebut dalam diaryku. Mungkin saat aku kelak membuka diaryku lagi aku hampir tak ada niatan untuk membacanya lagi, apalagi di bagian namamu yang hampir selalu tersebut dalam diaryku.
Kelak aku memang tidak akan membacanya lagi, membukanya saja enggan, menyimpannya saja mungkin malas. Namun, hari ini, diaryku adalah obat paling ampuh mengobati perasaanku.

Kamis, 10 Desember 2015

dandelion



aku ingin seperti dandelion
yang bisa terbang bebas kemanapun angin membawanya
terbang kepenjuru dunia membagikan kebahagiaan