RSS

Kamis, 28 April 2016

Srumbung Medari lagi dan (bablas sithik) Murangan

Enam tahun aku menghabiskan masa perjalanan setiap hari, enam hari dalam seminggu melewati jalan yang sama. Jalan antara Srumbung sampai Medari. Pertama melewati jalan (m)bulu trus belok kiri menyusuri jalan Magelang menuju Jogjakarta. Tapi kita hop saja sampai Medari.
Setelah itu hampir lima tahun berikutnya aku juga melewati jalan yang sama, tapi tidak pernah lagi hop. Aku bablas aja sampai, sampai masih di Sleman juga tapi lebih dekat ke Jogjakarta. Aku sampai di kampus tercinta. Semakin lama di jalanan udah kayak anak jalanan. Menikmati tiap butir polusi yang masuk ke saluran pernapasan, menikmati terik matahari yang masuk ke kulit yang makin mengeksotiskan diri. Apakah aku rindu? ups maaf belum. Aku sekarang terlalu lelah untuk merindukan momen itu.
Kalian bisa merasakan berkendara di jalanan pas terik-teriknya kan? pas hot summer is come. Bener-bener puanaaasss buangeti. Apalagi pas siang-siang trus ngantuk berat. Pernah kan motoran tapi mata ini meremrem, untung aja kan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dan,, hey Dan..
Dan akhirnya setelah sekian tahun melewati Medari, sebulan yang lalu aku mengulangi rute lama. Srumbung sampai Medari. Ya, walaupun beda tempat hopnya, tapi masih satu deretan kog, jaraknya juga tidak sampai satu kilometer.
Beberapa orang memang mager dan sulit move on, berharap rejeki sama jodohnya deket-deket ajah. Untuk saat ini rejekiku emang deket-deket. hihi. Semoga deket terus. Setelah ini jodohnya semoga juga yang deket aja yah. Jogja-Jawa Tengah inklusilah. haha.
Back to school. Okay.
Jadi beginilah kehidupan baruku, Srumbung Medari lagi. Lima belas menit dari rumah lagi. Tidak perlu berlama-lama di jalanan. Kalau morning briefingnya jam 07.30 waktu kantor dari rumah juga berangkatnya jam 07.30 waktu HP saya.
Kembali merasakan rute enam tahun silam, jadi rindu masa-masa sekolahan yang masih polos dulu. hha. Ditambah memakai sragam SMP khusu yang warnanya memudar dan ada noda dibeberapa bagian. Ah tak apalah, aku sudah mirip pegawai sungguhan.
Kalian bisa bayangkan aku memakai baju sragam jaman SMP. Jaman entah berantah dulu, udah enam tahun lebih. Tapi pas banget ukurannya, ya lengannya congklang dikit. Betapa dulu kedodoran banget ya aku pake sragam itu.
Di kantor pada tanya "lho kok kamu punya sragam?"
aku jawab "Iya, ini sragam SMP"
"Hah? Beneran? SMP.mu mana?"
"Itu SMP sebelah."
"Kamu dari SMP ga berkembang ya?"
Hahaha. Gembil banget gini dibilang tidak berkembang. Dulu tuh emang kedodoran banget sragamnya.




Sabtu, 30 Januari 2016

DIARY Ku



Menulis diary adalah sesuatu yang sudah lazim dilakukan di keluargaku. Bakat mencoret-coret kami dapatkan dari bapak. Kami  memang lebih suka menyalurkan perasaan melalui tulisan. Kemudian membacanya kembali sambil bernostalgia dengan perasaan malu, aneh, bahagia, sedih.
Bapak, adalah penulis paling handal. Karena semua kertas bisa menjadi tempat beliau menulis. Kertas baru hingga kertas bekas bungkus apapun akan penuh dengan deretan huruf. Sudah berapa banyak kertas beliau habiskan untuk menuliskan pemikirannya. Yang kebanyakan tulisan itu berakhir di tempat sampah saking banyaknya. Lemari kami juga penuh dengan buku dan kertas juga diary.
Jelasnya, diary bapakku isinya bukan kegalauan macam diary anak-anaknya yang suka galau ngomongin cowok. Diary bapakku tentang kegalauan beliau terhadap negara dan masyarakat sekitar. Ah berbobot sekali.
Kita tengok diary alay punya kakak-kakakku dan punyaku sendiri.
Diary kami sama. Isinya kegalauan-kegalauan tentang apalagi kalau bukan cowok trus temen trus orang-orang disekitar kami. Jauh-jauhlah diary kami dari bahasan negara dan hal-hal berbobot lainnya. Tentu saja karena kami adalah gadis-gadis normal di usianya.
Aku baca diary kakakku. Isinya tentang lelaki-lelaki entah siapa mereka. Tapi lihatlah sekarang. Taka da satupun nama lelaki dalam diary kakaku yang sekarang menjadi kaka iparku. Tidak ada. Kemudian disitulah aku mulai berfikir. Hey kamu, yang namamu hampir selalu tersebut dalam diaryku. Kau tahu apa kesimpulan yang aku dapatkan dari diary kakakku itu?
Iya, kemungkinan memang benar. Siapa kelak yang akan menjadi pendampingku bukanlah kau yang namanya hampir selalu tersebut dalam diaryku. Mungkin saat aku kelak membuka diaryku lagi aku hampir tak ada niatan untuk membacanya lagi, apalagi di bagian namamu yang hampir selalu tersebut dalam diaryku.
Kelak aku memang tidak akan membacanya lagi, membukanya saja enggan, menyimpannya saja mungkin malas. Namun, hari ini, diaryku adalah obat paling ampuh mengobati perasaanku.

Kamis, 10 Desember 2015

dandelion



aku ingin seperti dandelion
yang bisa terbang bebas kemanapun angin membawanya
terbang kepenjuru dunia membagikan kebahagiaan

Kamis, 26 November 2015

TEMAN HIDUP

Woooooooooaaarrrggghhhhhhhhhh…..
Diamlah! Cinta adalah sebutir permata yang tak bisa kau lemparkan sembarangan seperti sebutir batu (Jalaludin Rumi)
Ehem,
Teman hidup. Tulang rusuk. Tulang iga. Iga bakar. Sop iga. Eeehhh
Jodoh.
Tiba-tiba saja di penghujung tahun ini teman-teman seangkatan berduyu-duyun bergiliran menjemput jodoh menuju pelaminan. Hal tersebut tentu saja disambut dengan rasa syukur bahagia. Eh, tapi yang lainnya malah gusar dan gelisah.
Tapi katanya.. Jodoh itu bakal datang tepat pada waktunya. Pas banget lah. Ada juga begini katanya Indah pada waktunya, kalau diburu-buru enggak jadi indah.
Ibaratnya sekarang kamu pengen banget nikah sama pacar, gebetan atau idola gegara mupeng sama temen-temen kamu yang uda nimang cucu, sorry, anak. Padahal sebenarnya mental kita masih kekanakan banget dan emang belum siap menjalin rumah dan tangga bersama jodoh. Jangan sedih, Allah sudah tahu kapan hari yang pas itu, dimana kita memang sudah siap lahir dan batin. Yang terburu-buru itu tidak baik kata orang tua yang lebih pengalaman. Udah nurut ajah. Hhi.
Banyak cerita yang bikin terharu, sedih, bahagia, kagum dan heran akhir-akhir ini. Penasaran enggak gimana cara Allah bakalan mempertemukan kita sama sang jodoh?
Sehari tadi bareng lagi sama teman galau, si L. Pembahasan kami tidak jauh-jauh dari ngomongin temen yang uda mau nikah, kita yang uda gusar gelisah pengen nyusul tapi kog belum ada yang nglamar. Haha.
Kemarin dulu pas kondangan ke rumah teman kami dapat tausiah soal persiapan menikah yang masyaallah luar biasa banget. Kita boleh lho membuat kriteria-kriteria buat calon pasangan kita kelak, mau yang sederhana sampai yang luar biasa. Enggak masalah. Terus tulislah semua kriteria idaman kalian. Temple ditembok kamar. Harapannya dengan kriteria itu kita sendiri akan berproses memperbaiki diri sesuai kriteria yang kita bikin itu. Katanya sih pasangan cerminan dari diri kita.
Langsung deh cari cermin.
So sweet itu kalau ada yang Cuma ngasih syarat “menerimaku apa adanya”. Aduh… leleh seleleh lelehnya. Ehm.. Tapi mesti enggak semudah itu ya, kadang kita masih pake syarat “menerimamu ada apanya?”.
Tapi saat dia bilang “menerimaku apa adanya” otomatis dia juga bakal “menerimamu apa adanya”.
Aarrgghhhhh……
Adanya adek Cuma begini bang.
Eh, bisa juga kan jodoh kita ternyata Cuma sahabat sebelah, tetangga sebelah, teman sebelah, di kota sebelah di benua sebelah..
Yang udah pacaran tahunan sampe jenggotan berdua, sssttt buruan nikah, karena kita enggak pernah tahu hari esok mungkin aja eh ternyata jodohnya temen sebelah tadi. Cinta tahunan kandas ditengah aspal.
Ternyata emang ada yang seperti itu juga. Ketika kamu setia menunggu walau tercampakan. Buah dari kesabaran itu manis katanya. Kekekekekeke. Enggak gitu juga sih, yang ada teman-teman kamu langsung berseru “emang cow/ cew di dunia ini cuma dia doank?”, iya cuma dia doank yang ada di hati ku. Langsung di jitak berjamaah.
Terus sekarang mungkin kita soksokan gusar padahal kalau kita tengok ke dalam hati ke dalam inti hati, ke dalam inti sel hati. Sebenarnya kita belum siap. Ahahaha. Tapi lagi-lagi soksokan karena enggak mau kalah ngehitzzzz.
Perkara jodoh itu bukan kayak milih pakaian di pasar, yang kadang kalau  enggak pas bisa ditukar esok harinya. Bisa juga sih ibarat beli baju di toko yang ada tulisannya “barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan”. Coba kalau kekecilan, beeehh seumur-umur pake baju sempit deritanya kayak apa, enggak bisa napas, apnea, henti nafas kan.
Kalau jodoh dipilih terburu-buru dan kurang pas ntar lama-lama pengen henti nafas inisiatif sendiri. Suicide.
Hah. Mau bagaimana lagi, jodoh itu rahasia Illahi. Penasaran banget kan ya gimana caranya dia datang. Semoga dengan cara yang santun.
“Pernikahan adalah  ikatan yang paling suci karena perjanjiannya tidak saja bersumpah atas nama tuhan, tapi juga oleh kedua hati yang sama-sama mengikrarkan cinta”
(K.H. Ahmad Mushtafa Bisri)

Bahagia kita itu kita sendiri yang menciptakan
Seperti apa kelak yang namanya jodoh (dia) itu buat kita, jangan lupa tetap bahagia sama dia ya?




Rabu, 18 November 2015

BFF #2

MAU KEMANA?

Tak terasa lima tahun lebih sudah kita lalui. Hanya dengan sekedipan mata saja, kita sudah harus kembali ke rimba yang konon katanya liar banget.
Hari tadi adalah terakhir aku merasakan ujian di kampus. Setelah ini? Jangan tanya lagi, tentu ujian hidup yang sesungguhnya akan datang bergantian. Kemana kita akan melangkah setalah ini?
Sedih sekali rasanya, saat aku tahu tidak aka nada lagi hari-hari bersama kalian. BFF. Kalian akan kembali kepangkuan ibunda, mencari restu demi segenggam uang untuk shopping time. Haha. Mana bisa setelah ini aku menggila lagi bersama kalian ya.
Hey, mau kemana kalian setelah ini?
Terus, apa kalian bakal balik ke kota yang telah menjadi saksi kealayan kita ini?
Di hari-hari akhir kita saja, semua sudah sibuk sendiri-sendiri. Apakah bisa kita berkumpul lagi berlima, tanpa harus menangisi takdir yang akan memisahkan kita? Bisakah kita duduk bersama kemudian menertawakan hal yang bukan tentang kita? Bisakah kita berbagi bahagia lagi?
Bagaimana ini, aku benar-benar sedih sekali hingga air hujan menembus genteng rumah. Walau diantara kita memiliki rahasia yang bahkan tak bisa saling kita bagi, ya beginilah persahabatan aneh kita.
Setiap tahun kita hanya bisa berkumpul seutuhnya dikelas itupun jika tidak ada yang bolos. Atau hanya 4-5 kali. Hari dimana teman bisa makan gratis. Semenjak kita terpisahkan oleh minat kita yang berbeda-beda, sepertinya kita sudah focus dengan kelompok masing-masing. Kita tak lagi membicarakan hal yang sama bahkan aku merasa kaku saat kita bersama.
Setelah kalian meninggalkan tempat ini. Setelah kita tak lagi satu lingkungan. Setelah teman baru menggantikan teman lama. Apakah kita masih bisa bertemu dan mentertawakan hal yang sama?
Persahabatan kita adalah yang paling tidak romantic dan tidak kreatif. Yang mudah frustasi karena ego masing-masing, yang selalu gagal kalau ngasih kejutan ulang tahun, yang cuek karena sudah tak mau lagi diperhatikan, yang selalu annoying dimana-mana, yang selalu ada persaingan didalamnya (yang baik tentunya), yang selalu berprestasi dan terdepan,.
Lima tahun lebih telah terlampaui. Banyak perubahan yang telah kita lalui.
Setelah ini, mau kemana kalian?

muka 5 tahun kita beda ya?

Sabtu, 24 Oktober 2015

HIMAWARI

Entah sejak kapan bunga kuning itu mampu memikat hatiku dengan keanggunannya. Benar-benar layaknya matahari yang menyinari dunia. Warnanya membawa keceriaan,seperti cerianya anak-anak yang sedang bermain gembira.
Mimpi kecil telah lahir dari keanggunan bunga ini. Sebuah asa dan cita. Kegembiraan yang ingin aku bawa untuk mereka. Para manusia liliput yang kelak akan beranjak dewasa. Memastikan pemahaman berharga sedikit-sedikit bisa mereka bawa sebagai bekal menantang rimba.

Kita akan belajar banyak hal disini. Mendengarkan cerita dan berbagi kepada yang lainya. Belajar menjaga kesehatan dari hal-hal kecil disekeliling kita. Juga akan melatih ketrampilan amatir kita bersama-sama.
Ayo ciptakan mini planetarium diruangan kecil kita. Melihat jutaan bahkan ribuan gemintang di langit-langit rumah. Ayo kita berkeliling dunia walau itu hanya beberapa meter di sekeliling rumahmu. Asyik menikmati alam yang entah kapan akan menghilang keasriannya. 
Berpetualang. Semua pasti setuju petualangan sangat menyenangkan bukan? Disini kita juga akan berpetualang.
Eh, tenang disini akan selalu ada susu manis untuk kita semua. Agar kita tetap sehat dan bisa selalu berpetualang bersama.
Dan jangan lupakan orang-orang disekeliling kita, ayo kita bantu mereka. Kakak tahu, kalian pasti sangat antusias membantu orang-orang disekeliling kita. Perasaan puas karena mendapat ucapan "terimakasih" dan juga senyum hangat.

HIMAWARI
kita akan belajar bersama disini.

#renungan mahasiswa akhir menuju rimbanya

Minggu, 27 September 2015

Balada anak profesi #3

mydramalist.info
Hallo ners aoi, 
Hallo kucingku aoi yg bahkan bulunya hitam legam tak ada unsur birunya 
Hallo code blue 

Astaga aku baru sadar kenapa perawat IGD itu bernama ners aoi, code blue. 
Abaikan kucingku aoi, 

Pa, ini hari pertama ku di IGD. 
Pa, apa aku mulai menyesali lagi ketika aku melewati bahkan sekarang berjaga di IGD.
Lagi-lagi aku berkata pada diriku sendiri ''seandainya dulu aku sudah profesi terlebih dahulu, mungkin kau masih di sini, pa''
Pa, walaupun begitu aku senang berada di IGD.
Tapi tidak saat tadi seorang bapak datang diantar anaknya yang berprofesi sebagai dokter.
Pa, dokter itu perempuan seperti aku. Dia menangis, memegangi tangan bapaknya.
Bukankah bapaknya mungkin juga malah merasa khawatir, karena anaknya yang dokter saja menangis.
Pun bila aku menjadi dia pasti aku juga menangis pa.
Pa, tiba-tiba bapak itu mengalami syok, aku teringat waktu itu pa. Aku benci mengingatnya. Aku sungguh benci.
Mataku pun mulai berkaca-kaca. Pa, seandainya dulu kau berada di ruang ini, akankah kau akan bertahan seperti bapak itu.

Pa, terimakasih bahkan disaat terakhirmu aku belajar banyak.
Terimakasih Pa. 


1Juni 2015
stase IGD

codebluecprclasses.com