Enam tahun aku menghabiskan masa perjalanan setiap hari, enam hari dalam seminggu melewati jalan yang sama. Jalan antara Srumbung sampai Medari. Pertama melewati jalan (m)bulu trus belok kiri menyusuri jalan Magelang menuju Jogjakarta. Tapi kita hop saja sampai Medari.
Setelah itu hampir lima tahun berikutnya aku juga melewati jalan yang sama, tapi tidak pernah lagi hop. Aku bablas aja sampai, sampai masih di Sleman juga tapi lebih dekat ke Jogjakarta. Aku sampai di kampus tercinta. Semakin lama di jalanan udah kayak anak jalanan. Menikmati tiap butir polusi yang masuk ke saluran pernapasan, menikmati terik matahari yang masuk ke kulit yang makin mengeksotiskan diri. Apakah aku rindu? ups maaf belum. Aku sekarang terlalu lelah untuk merindukan momen itu.
Kalian bisa merasakan berkendara di jalanan pas terik-teriknya kan? pas hot summer is come. Bener-bener puanaaasss buangeti. Apalagi pas siang-siang trus ngantuk berat. Pernah kan motoran tapi mata ini meremrem, untung aja kan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dan,, hey Dan..
Dan akhirnya setelah sekian tahun melewati Medari, sebulan yang lalu aku mengulangi rute lama. Srumbung sampai Medari. Ya, walaupun beda tempat hopnya, tapi masih satu deretan kog, jaraknya juga tidak sampai satu kilometer.
Beberapa orang memang mager dan sulit move on, berharap rejeki sama jodohnya deket-deket ajah. Untuk saat ini rejekiku emang deket-deket. hihi. Semoga deket terus. Setelah ini jodohnya semoga juga yang deket aja yah. Jogja-Jawa Tengah inklusilah. haha.
Back to school. Okay.
Jadi beginilah kehidupan baruku, Srumbung Medari lagi. Lima belas menit dari rumah lagi. Tidak perlu berlama-lama di jalanan. Kalau morning briefingnya jam 07.30 waktu kantor dari rumah juga berangkatnya jam 07.30 waktu HP saya.
Kembali merasakan rute enam tahun silam, jadi rindu masa-masa sekolahan yang masih polos dulu. hha. Ditambah memakai sragam SMP khusu yang warnanya memudar dan ada noda dibeberapa bagian. Ah tak apalah, aku sudah mirip pegawai sungguhan.
Kalian bisa bayangkan aku memakai baju sragam jaman SMP. Jaman entah berantah dulu, udah enam tahun lebih. Tapi pas banget ukurannya, ya lengannya congklang dikit. Betapa dulu kedodoran banget ya aku pake sragam itu.
Di kantor pada tanya "lho kok kamu punya sragam?"
aku jawab "Iya, ini sragam SMP"
"Hah? Beneran? SMP.mu mana?"
"Itu SMP sebelah."
"Kamu dari SMP ga berkembang ya?"
Hahaha. Gembil banget gini dibilang tidak berkembang. Dulu tuh emang kedodoran banget sragamnya.
Kamis, 28 April 2016
Sabtu, 30 Januari 2016
DIARY Ku
Menulis diary adalah sesuatu yang
sudah lazim dilakukan di keluargaku. Bakat mencoret-coret kami dapatkan dari
bapak. Kami memang lebih suka
menyalurkan perasaan melalui tulisan. Kemudian membacanya kembali sambil
bernostalgia dengan perasaan malu, aneh, bahagia, sedih.
Bapak, adalah penulis paling
handal. Karena semua kertas bisa menjadi tempat beliau menulis. Kertas baru
hingga kertas bekas bungkus apapun akan penuh dengan deretan huruf. Sudah
berapa banyak kertas beliau habiskan untuk menuliskan pemikirannya. Yang
kebanyakan tulisan itu berakhir di tempat sampah saking banyaknya. Lemari kami
juga penuh dengan buku dan kertas juga diary.
Jelasnya, diary bapakku isinya
bukan kegalauan macam diary anak-anaknya yang suka galau ngomongin cowok. Diary
bapakku tentang kegalauan beliau terhadap negara dan masyarakat sekitar. Ah
berbobot sekali.
Kita tengok diary alay punya
kakak-kakakku dan punyaku sendiri.
Diary kami sama. Isinya
kegalauan-kegalauan tentang apalagi kalau bukan cowok trus temen trus
orang-orang disekitar kami. Jauh-jauhlah diary kami dari bahasan negara dan
hal-hal berbobot lainnya. Tentu saja karena kami adalah gadis-gadis normal di
usianya.
Aku baca diary kakakku. Isinya
tentang lelaki-lelaki entah siapa mereka. Tapi lihatlah sekarang. Taka da
satupun nama lelaki dalam diary kakaku yang sekarang menjadi kaka iparku. Tidak
ada. Kemudian disitulah aku mulai berfikir. Hey kamu, yang namamu hampir selalu
tersebut dalam diaryku. Kau tahu apa kesimpulan yang aku dapatkan dari diary
kakakku itu?
Iya, kemungkinan memang benar.
Siapa kelak yang akan menjadi pendampingku bukanlah kau yang namanya hampir
selalu tersebut dalam diaryku. Mungkin saat aku kelak membuka diaryku lagi aku
hampir tak ada niatan untuk membacanya lagi, apalagi di bagian namamu yang
hampir selalu tersebut dalam diaryku.
Kelak aku memang tidak akan
membacanya lagi, membukanya saja enggan, menyimpannya saja mungkin malas.
Namun, hari ini, diaryku adalah obat paling ampuh mengobati perasaanku.
Label:
cerita hari ini,
curhat
Kamis, 10 Desember 2015
dandelion
aku ingin seperti dandelion
yang bisa terbang bebas kemanapun angin membawanya
terbang kepenjuru dunia membagikan kebahagiaan
Kamis, 26 November 2015
TEMAN HIDUP
Woooooooooaaarrrggghhhhhhhhhh…..
Diamlah! Cinta
adalah sebutir permata yang tak bisa kau lemparkan sembarangan seperti sebutir
batu (Jalaludin Rumi)
Ehem,
Teman hidup. Tulang rusuk.
Tulang iga. Iga bakar. Sop iga. Eeehhh
Jodoh.
Tiba-tiba saja di penghujung
tahun ini teman-teman seangkatan berduyu-duyun bergiliran menjemput jodoh
menuju pelaminan. Hal tersebut tentu saja disambut dengan rasa syukur bahagia.
Eh, tapi yang lainnya malah gusar dan gelisah.
Tapi katanya.. Jodoh itu bakal
datang tepat pada waktunya. Pas banget lah. Ada juga begini katanya Indah pada waktunya, kalau diburu-buru enggak jadi indah.
Ibaratnya sekarang kamu pengen
banget nikah sama pacar, gebetan atau idola gegara mupeng sama temen-temen kamu
yang uda nimang cucu, sorry, anak. Padahal sebenarnya mental kita masih
kekanakan banget dan emang belum siap menjalin rumah dan tangga bersama jodoh.
Jangan sedih, Allah sudah tahu kapan hari yang pas itu, dimana kita memang sudah
siap lahir dan batin. Yang terburu-buru itu tidak baik kata orang tua yang
lebih pengalaman. Udah nurut ajah. Hhi.
Banyak cerita yang bikin
terharu, sedih, bahagia, kagum dan heran akhir-akhir ini. Penasaran enggak
gimana cara Allah bakalan mempertemukan kita sama sang jodoh?
Sehari tadi bareng lagi sama
teman galau, si L. Pembahasan kami tidak jauh-jauh dari ngomongin temen yang
uda mau nikah, kita yang uda gusar gelisah pengen nyusul tapi kog belum ada
yang nglamar. Haha.
Kemarin dulu pas kondangan ke
rumah teman kami dapat tausiah soal persiapan menikah yang masyaallah luar
biasa banget. Kita boleh lho membuat kriteria-kriteria buat calon pasangan kita
kelak, mau yang sederhana sampai yang luar biasa. Enggak masalah. Terus
tulislah semua kriteria idaman kalian. Temple ditembok kamar. Harapannya dengan
kriteria itu kita sendiri akan berproses memperbaiki diri sesuai kriteria yang
kita bikin itu. Katanya sih pasangan cerminan dari diri kita.
Langsung deh cari cermin.
So sweet itu kalau ada yang Cuma
ngasih syarat “menerimaku apa adanya”. Aduh… leleh seleleh lelehnya. Ehm.. Tapi
mesti enggak semudah itu ya, kadang kita masih pake syarat “menerimamu ada
apanya?”.
Tapi saat dia bilang “menerimaku
apa adanya” otomatis dia juga bakal “menerimamu apa adanya”.
Aarrgghhhhh……
Adanya adek Cuma begini bang.
Eh, bisa juga kan jodoh kita
ternyata Cuma sahabat sebelah, tetangga sebelah, teman sebelah, di kota sebelah
di benua sebelah..
Yang udah pacaran tahunan
sampe jenggotan berdua, sssttt buruan nikah, karena kita enggak pernah tahu
hari esok mungkin aja eh ternyata jodohnya temen sebelah tadi. Cinta tahunan
kandas ditengah aspal.
Ternyata emang ada yang
seperti itu juga. Ketika kamu setia menunggu walau tercampakan. Buah dari
kesabaran itu manis katanya. Kekekekekeke. Enggak gitu juga sih, yang ada
teman-teman kamu langsung berseru “emang cow/ cew di dunia ini cuma dia doank?”,
iya cuma dia doank yang ada di hati ku. Langsung di jitak berjamaah.
Terus sekarang mungkin kita
soksokan gusar padahal kalau kita tengok ke dalam hati ke dalam inti hati, ke dalam
inti sel hati. Sebenarnya kita belum siap. Ahahaha. Tapi lagi-lagi soksokan
karena enggak mau kalah ngehitzzzz.
Perkara jodoh itu bukan kayak
milih pakaian di pasar, yang kadang kalau
enggak pas bisa ditukar esok harinya. Bisa juga sih ibarat beli baju di toko
yang ada tulisannya “barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan”. Coba
kalau kekecilan, beeehh seumur-umur pake baju sempit deritanya kayak apa,
enggak bisa napas, apnea, henti nafas kan.
Kalau jodoh dipilih
terburu-buru dan kurang pas ntar lama-lama pengen henti nafas inisiatif
sendiri. Suicide.
Hah. Mau bagaimana lagi, jodoh
itu rahasia Illahi. Penasaran banget kan ya gimana caranya dia datang. Semoga
dengan cara yang santun.
“Pernikahan
adalah ikatan yang paling suci karena
perjanjiannya tidak saja bersumpah atas nama tuhan, tapi juga oleh kedua hati
yang sama-sama mengikrarkan cinta”
(K.H.
Ahmad Mushtafa Bisri)
Bahagia kita itu
kita sendiri yang menciptakan
Seperti apa kelak
yang namanya jodoh (dia) itu buat kita, jangan lupa tetap bahagia sama dia ya?
Label:
cerita hari ini,
curhat,
surat untuk masa depan
Rabu, 18 November 2015
BFF #2
MAU KEMANA?
Tak terasa lima tahun lebih sudah kita lalui. Hanya dengan sekedipan
mata saja, kita sudah harus kembali ke rimba yang konon katanya liar banget.
Hari tadi adalah terakhir aku merasakan ujian di kampus.
Setelah ini? Jangan tanya lagi, tentu ujian hidup yang sesungguhnya akan datang
bergantian. Kemana kita akan melangkah setalah ini?
Sedih sekali rasanya, saat aku tahu tidak aka nada lagi
hari-hari bersama kalian. BFF. Kalian akan kembali kepangkuan ibunda, mencari
restu demi segenggam uang untuk shopping time. Haha. Mana bisa setelah ini aku
menggila lagi bersama kalian ya.
Hey, mau kemana kalian setelah ini?
Terus, apa kalian bakal balik ke kota yang telah menjadi
saksi kealayan kita ini?
Di hari-hari akhir kita saja, semua sudah sibuk
sendiri-sendiri. Apakah bisa kita berkumpul lagi berlima, tanpa harus menangisi
takdir yang akan memisahkan kita? Bisakah kita duduk bersama kemudian
menertawakan hal yang bukan tentang kita? Bisakah kita berbagi bahagia lagi?
Bagaimana ini, aku benar-benar sedih sekali hingga air hujan
menembus genteng rumah. Walau diantara kita memiliki rahasia yang bahkan tak
bisa saling kita bagi, ya beginilah persahabatan aneh kita.
Setiap tahun kita hanya bisa berkumpul seutuhnya dikelas
itupun jika tidak ada yang bolos. Atau hanya 4-5 kali. Hari dimana teman bisa
makan gratis. Semenjak kita terpisahkan oleh minat kita yang berbeda-beda,
sepertinya kita sudah focus dengan kelompok masing-masing. Kita tak lagi
membicarakan hal yang sama bahkan aku merasa kaku saat kita bersama.
Setelah kalian meninggalkan tempat ini. Setelah kita tak
lagi satu lingkungan. Setelah teman baru menggantikan teman lama. Apakah kita
masih bisa bertemu dan mentertawakan hal yang sama?
Persahabatan kita adalah yang paling tidak romantic dan
tidak kreatif. Yang mudah frustasi karena ego masing-masing, yang selalu gagal
kalau ngasih kejutan ulang tahun, yang cuek karena sudah tak mau lagi
diperhatikan, yang selalu annoying dimana-mana, yang selalu ada persaingan
didalamnya (yang baik tentunya), yang selalu berprestasi dan terdepan,.
Lima tahun lebih telah terlampaui. Banyak perubahan yang
telah kita lalui.
Setelah ini, mau kemana kalian?
Label:
curhat,
surat untuk masa depan
Sabtu, 24 Oktober 2015
HIMAWARI
Entah sejak kapan bunga kuning itu mampu memikat hatiku dengan keanggunannya. Benar-benar layaknya matahari yang menyinari dunia. Warnanya membawa keceriaan,seperti cerianya anak-anak yang sedang bermain gembira.
Mimpi kecil telah lahir dari keanggunan bunga ini. Sebuah asa dan cita. Kegembiraan yang ingin aku bawa untuk mereka. Para manusia liliput yang kelak akan beranjak dewasa. Memastikan pemahaman berharga sedikit-sedikit bisa mereka bawa sebagai bekal menantang rimba.
Kita akan belajar banyak hal disini. Mendengarkan cerita dan berbagi kepada yang lainya. Belajar menjaga kesehatan dari hal-hal kecil disekeliling kita. Juga akan melatih ketrampilan amatir kita bersama-sama.
Ayo ciptakan mini planetarium diruangan kecil kita. Melihat jutaan bahkan ribuan gemintang di langit-langit rumah. Ayo kita berkeliling dunia walau itu hanya beberapa meter di sekeliling rumahmu. Asyik menikmati alam yang entah kapan akan menghilang keasriannya.
Berpetualang. Semua pasti setuju petualangan sangat menyenangkan bukan? Disini kita juga akan berpetualang.
Eh, tenang disini akan selalu ada susu manis untuk kita semua. Agar kita tetap sehat dan bisa selalu berpetualang bersama.
Dan jangan lupakan orang-orang disekeliling kita, ayo kita bantu mereka. Kakak tahu, kalian pasti sangat antusias membantu orang-orang disekeliling kita. Perasaan puas karena mendapat ucapan "terimakasih" dan juga senyum hangat.
HIMAWARI
kita akan belajar bersama disini.
#renungan mahasiswa akhir menuju rimbanya
Label:
surat untuk masa depan
Minggu, 27 September 2015
Balada anak profesi #3
![]() |
| mydramalist.info |
Hallo kucingku aoi yg bahkan bulunya hitam legam tak ada unsur birunya
Hallo code blue
Astaga aku baru sadar kenapa perawat IGD itu bernama ners aoi, code blue.
Abaikan kucingku aoi,
Pa, ini hari pertama ku di IGD.
Pa, apa aku mulai menyesali lagi ketika aku melewati bahkan sekarang berjaga di IGD.
Lagi-lagi aku berkata pada diriku sendiri ''seandainya dulu aku sudah profesi terlebih dahulu, mungkin kau masih di sini, pa''
Pa, walaupun begitu aku senang berada di IGD.
Tapi tidak saat tadi seorang bapak datang diantar anaknya yang berprofesi sebagai dokter.
Pa, dokter itu perempuan seperti aku. Dia menangis, memegangi tangan bapaknya.
Bukankah bapaknya mungkin juga malah merasa khawatir, karena anaknya yang dokter saja menangis.
Pun bila aku menjadi dia pasti aku juga menangis pa.
Pa, tiba-tiba bapak itu mengalami syok, aku teringat waktu itu pa. Aku benci mengingatnya. Aku sungguh benci.
Mataku pun mulai berkaca-kaca. Pa, seandainya dulu kau berada di ruang ini, akankah kau akan bertahan seperti bapak itu.
Pa, terimakasih bahkan disaat terakhirmu aku belajar banyak.
Terimakasih Pa.
1Juni 2015
stase IGD
![]() |
| codebluecprclasses.com |
Label:
curhat,
profesi ners,
sajak






