RSS

Sabtu, 08 September 2018

Hujan tahun ini September (lagi)

Sudah 2 tahun ini hujan dimulai di bulan September. Mungkin aku bakal bisa nemuin rumus musim seperti jaman SD dulu.

Baiklah..
Mari kita bercerita. Ada sad day ya di bulan ini. Yampun itu jaman alay banget, jaman masih polos dan g kenal kluyuran. Tapi mungkin memang terlalu traumatis makanya sampai 10tahun berlalu aku masih ingat aja. Dan ternyata.. hari ini jadi double sad day. Ah.. orang yang sama lagi. Dia lagi. Sudahlah. Hha. I try to laugh, 😅😅 padahal mah lagi pen nangis. Pas banget lagi mau period. Kayak luka di kasih garem, periiiiiihhhhhh.

Hujan tahun ini aku rasakan kemarin. 7 September 2018. Tahun ini mungkin aku butuh distraktor lebih banyak lagi. Bahkan tugas latsar yang mendekati deadline g bisa mengalihkan pikiranku. Aku masih mager. Masih malas ngerjain tugasnya. Udah kayak pasrah aja gitu. Terus malah sibuk dengan hal lain yang sebenarnya bukan prioritas saat ini.

Lalalalala....
Sampai ku sadari ternyata ku lupa bersyukur. Astaghfirullah..
Aku lupa melihat ke bawah.
Aku terlalu sibuk menengadah. Melihat kemegahan apa apa yang ada di atasku.
Walaupun kita mungkin sedih,
Ternyata Allah sedang mencoba menyapa.
Menyapa melalui kesedihan itu,  kesusahan itu,
Hei.. kemana saja selama ini hingga kau lupa siapa penciptamu.
Kenapa kau harus merasa kecil, bahkan kau belum menyelesaikan setengah perjalanan pertamamu.
Sedikit lagi..
Sedikit lagi dan kamu akan berhasil ke titik selanjutnya.

Setiap individu memiliki titik titik hidup masing masing
Yang bahkan dirinya sendiri tidak tahu persis dengan semua titik yang ada
Dia cuma bisa merencanakan semua nama-nama titik itu
Tapi yang akan mengacaknya adalah Allah
Dan Allah sudah mengacaknya dengan adil sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.

Apa yang kau sukai dari Hujan?
Hujan adalah benang-benang air penghubung langit dan bumi
Hujan adalah benang-benang air penghubung doaku ke langit

Hujan..
Aku akan berdoa di dalam lebat hujan
Diiringi nyanyian hujan
Disuguhi semerbak bau tanah
Agar aku bisa melangkah ke titik selanjutnya
Dimana di titik itu ada kamu

Hujan tahun depan semoga sad day bulan septemberku hilang
Dan berganti happy day

Hi kamu, jangan lama lama
Ku mohon

Rabu, 22 Agustus 2018

Beauty blogger

Jadi setelah aku amati kayaknya jadi fashion blogger or beauty blogger gitu readernya banyak. Terutama sesembakmbak yang pengen tampil ketjeh gitu. Trus owe mikir apa bikin begituan. Eh. Tunggu dulu lah. Pertama fashion gue g update. Kedua beauty kamu tipis tipis aja cuy.

Tapi sebenernya kalau jadi fashion blogger gitu kayaknya lebih mudah. Eh apa iya ya. Alibi aja kan kita pake style made in sendiri. Not really update soal fashion sih aku tuh. Dan lebih suka ke gaya harajuku gitu. Suka aja, praktenya malah berasa buibu desa yang kalau pake baju banyakan g nyambungnya. Hha.

And then, coz of muka gue yang ancur abiz setelah cut off sama klinik estetika.  Dan baru berjuang ke dokter Sp.KK. Yang mana proses pemulusan Sp.KK tak sekilat klinik estetika. Sudah hampir 3 bulan nich. Otw aku g tau harus gimana lagi judulnya.

Ya sebenernya cuma mau sharing sharing aja begitu sama pengalaman muka ini. Ku rindu muka spotlessku seperti setelah terkena campak. Tapi tak serupa seperti saat kau campak.an.

Ya gue pernah kan tuh kena campak. Ruam ruam merah sekujur tubuh. Ngerik banget bayanginnya. Kog bisa gue bertahan. Padahal sekarang kalau rawat pasien kulit kadang mrinding dikit. Nah kan, setelah terkena campak yang efeknya ruam ruam itu membuat wajah gue mulus. Karena saat ruam itu muncul otomatis produksi jerawat berhenti jadilah wajahku nodulless.

Nah..
Terakhir ini gue pake krim pagi berupa papulex oil free resepan Sp.KK. Dari review yang gue baca krim ini bikin kusem. Ehlah.. entah sugesti atau apapun itu, sekali pakai emang langsung bikin rada kusem kan. Tapi aku tetap harus bertahan karena di review yang lain bisa bikin wajah cling dan spotless. Tentu saja ini tidak instan.
Terus dapat obat jerawat. Secara aku sebenarnya masih susah handclear dari mukak. Jadi ya kadang masih suka treatment sendiri mukanya. Ups. Kadang melanggar komitmen sama tangan sendiri. Tapi g kog kalau sama kamu mas. Aku dapat salep tutul. Mediklin. Nah kan aku juga baca tuh reviewnya ada yang malah mukanya merah dan ngelupas gitu kulitnya. Tapi aku pake 1 2 kali jerawat kecil kecil langsung kering dong, kecuali papul di jidat gue yang makin merah dan g mau kempes-kempes. Kayaknya harus nunggu dia matang terlebih dahulu.

Nah trus dapat krim malam yaitu rivaderm dan niacef. Ini obat jerawat semua. Kalau reviewnya g terlalu aneh aneh. Ya hampir sama lah problem kulit.

Gue tahu penyakit kulit itu terlalu mirip mirip karakteristiknya jadi ya.. sudahlah sabar. Pasti bakal ketemu jalan wajah spotless dan cling.

Ini masih bukan beauty or fashion blogger ya. Hha.
Sebenarnya ku cuma mau nulis tapi bingung mau nulis apa. Soalnya uda komitmen sama diri sendiri nulis tentang kamunya kalau kita uda beneran bersanding dipelaminan. Biar kagak malu malu amat kalau g jadi. Hha.

Selasa, 14 Agustus 2018

Keluarga tak sedarah

Oke. Blogku memang isinya tentang cerita kongkow, cerita petualangan dengan orang itu lagi itu lagi. Setelah satu tahun berlalu aku belum bisa menemukan pengganti mereka. Sungguh mereka memang tidak pernah tergantikan. Mereka adalah patner bekerjaku paling pertama.

So this is it...

Kalian ingat formasi BU? Ada empat anak. Yang suka lembur dan berbuat embuh saat lembur. Ada Bayu, Gama, aku dan Dani. Tapi kami sudah berpencar sendiri sendiri. Dan kadang aku dan Gama tetiba chat hanya untuk bilang "ayo dolan", "ayo main". G seintens dulu. Apalagi status gama yang sudah menjadi Ny Aan. Kuasa keseluruhan atas diri Gama adalah Aan.

Aku juga selalu berusaha bisa bertemu Gama dan Dani. Sesering mungkin sebisaku. Dan Alhamdulillah sejauh ini, satu tahun berlalu dengan hampir sebulan sekali ketemu mereka.
Aku belum nemu temen yang bisa diajak lembur kayak kalian. Aku belum bisa nemu temen yang suka nyanti nyanyi teriak pas lagi suntuk. Aku belum nemu temen yang bahkan bisa diajak naik gunung atau tiba tiba kuy pergi kemana. 

Dan ku tahu, akan ada masa dimana kami benar benar tak bisa bertemu lagi semudah sebulan sekali. Gama akan pergi ke Balikpapa. Bayu sudah duluam pergi ke Jakarta. Kamu Bang, kamu sibuk dengan usahamu. Mana bisa aku hanya bertemu dengan Dani jikalai disana tidak ada Gama.

Gama adalah kunci pertemanan ini. Anak kecil yang udah kadi ibu ibu itu. Sedangkan kita bang? Lebih tua dari dia tapi Allah bahkan belum yakin untuk memberikan kita pasangan.

Maka..
Aku tak akan bosan untuk bertemu kalian. Selama aku masih bisa dengan mudah menyapa kalian.
Maka..
Aku tak akan perduli apapun, kalian, aku hanya ingin bertemu kalian sesering setiap hari senin hingga ketemu senin lagi. Seperti dulu. Senin hingga jumat bersama kalian di kantor. Sabtu minggu pergi lagi sama kalian. 

Gam, jangan pergi.
Bang, jangan sibuk terus.

Senin, 23 Juli 2018

Waktu sudah berlalu 2 tahun

Dua tahun yang lalu aku dapat kabar baik yany sekaligus buruk. Akhirnya ia akan menempuh kehidupan barunya.

Satu tahun yang lalu aku hampir lupa apa yang terjadi di tahun lalu. Kami bertemu bayi kecil kami. Yusuf. Sekarang dia dimana. Apakah ada keluarga yang mau merawatnya. Apakah dia masih tinggal di panti. Seandainya aku bisa bertemu kau lagi nak, mama rindu.

Dan hari ini.
Aku libur. Setelah perjalanan jaga yang membuat aku lelah.
Hari ini aku pergi ke kantor bertemu Gama, Ikha, mb Inoel, Kiki, Angga, bu Nunuk, Anggit, mb Zu dan lainnya. Ambil paketan tanda kurung Gama. Makan didepan Gama, Ikha dan Mb Inoel yang sedang bekerja sambil sesekali bercerita.
Makan siang di murce. Akhirnya bisa merasakan kembali masakan mbak Murce yang enak. Rasanya kayak masakan warung ijo di Blora. Khas banget. Enak pokoknya.
Dan pada akhirnya terjadi conversation antara aku dan mbak Murce ketika akan membayar.
Mbak Murce 1 : lho mbak kog lama g kelihatan
Aku : hehe
Mbak Murce 1 : dari mana kog g pake sragam.
Mbak Mirce 2 : mbaknya kan udah g kerja disini
Mbak Murce 1 : makanya kog kayaknya pernah liat.

Kadang ingatan orang lain tentang aku membuatku bahagia. Sudah setahun. Mbak Murce masih ingat aja. Sama mbak, aku palig ingat momen makan di murce pas hujan rintik rintik makan sendirian. Padahal Murce udah mau tutup. Aku selalu memilih giliran terakhir istirahat.
Kalau mas Angkringan g mungkin lupa ya. Sudah ingat banget sama yang lain juga. Tapi semenjak tradisi lembir dihapuskan kayaknya mas angkringan g kelarisan kayak pas dulu aku masih kerja disini. Hha.

Kalau Gama dimutasi mungkin g ya aku akan sesering ini main ke kantor. Kalau Gama mutasi mungkin g ya aku masih minta kirim paket ke alamat kantor. Kalau Gama mutasi mungkin g ya aku masih main main sama anak kantor.

Sudah satu tahun lebih dikit aku ninggalin kantor. Dan belum bisa move on sempurna dari tempat dan juga orang orangnya. Juga dari petualangan yang sudah kami lalui selama 15 bulan bersama. Sebentar tapi nyatanya banyak cerita yang sidah aku tuliskan di blog ini bersama mereka.

AKU RINDU.
Di setiap lembur pasti ada piknik selanjutnya.

Setelah sebentar ke kantor aku pulang sebentar juga. Kemudian ke rumah Alma. Hari ini kita akhirnya bisa pergi bareng lagi. Menggalaukan masalah yang hampir 8 tahun belum ada titik temunya. Waktu sudah berlalu begitu cepat ya, Mai. Kog kita kayaknya staknan aja sih.

Setidaknya Allah memberikan kita rejeki sesuai harapan ya.

Hari ini aku berhasil menyetani Mai beli sepatu. Setelah sebelumnya aku juga disetani sama Ipang. Hha. Kayaknya memang ada rasa dendam mungkin ya. Tidak apa apa selagi kita mampu membahagiakan diri sendiri dan belum ada seseorang yang rela membahagiakan kita.

Enjoy your life.

Aku sampai sekarang berpikir bagaimana mengajak bicara burung hantu itu ya. Aku haris mulai dari mana ya, Mai. Ibarat kata nih ya, aku sering liat tu burung berdiam di sangkarnya dari kejauhan. Jadi kalau tiba tiba ikut ngoceh kan aneh. Apalagi buring hantu itu terkenal pendiam ya. Cocok kayak kamu mas. Hha

Dua tahun sudah berlalu ternyata.
Semoga segera berani untuk melangkah ke tangga ya g sesungguhnya.

Rabu, 11 Juli 2018

Ke pantai di gunung kidul

Lama tidak jalan jalan. Tidak hura hura. Akhirnya bulan ini setelah akhir tahun 2017 tidak ada agenda main bareng seperti tahun lalu yang kami habiskan 1 tahun di pinggir ranukumbolo. Rela tidur dingin dinginan demi sensasi tahun baru. Dan memang sungguh berkesan sekali. Haaah, kenangannya mungkin akan sulit di lupakan. Hha.

Tahun baru. 2018. Aku masih g bisa move on kalau sama hal yang kita sebut hura hura. Masih sama anak itu itu lagi. Sama anak kantor lama. Walaupun formasi sudah bongkar pasang berulang ulang, maaf aku g bisa move on. Masih tetap exist.

Jadi.. anak squad KPP ngobrol di grup rahasia. Eh bukan. Ini grup khusus bebas hahahihi. Aku udah resign tapi g mau resign dari grup ini. Aku bisa kenal anak baru begitu pula anak baru bisa kenal aku. Bah, PD amat ya mereka bakal kenal aku. Eh iyaa, nyatanya Yori kenal dong sama aku. Gegara ketemu pas jaman Yori jadi PTTnya PTT. Semakin parah banget jabatan pegawai. Sejak dia adalah onepiece lover dan saya hanyalah sanji lover. Namanya Yordan, tapi aku panggil YORITAN. Hha. Jyahat. Eh jarang jarang lho aku panggil pake begitu berati dia istimewa. Soalnya kalau panggil "Dan" itu kan udah milik si abang Dhan. Hha. G boleh sama.

Nah.. karena aku paling g bisa kalau g ikut main sama mereka. Kalau aku g bisa ikut ya mereka usahakan ganti jadwal biar aku bisa ikut lah. Hha. Aku masih sakenakwudeledewe kog. Aku memutuskan ikut, rencana mereka mau main ke laut. Tuan rumahnya Desi 16. Aslinya emang orang gunung kidul sana dia. Dulu belum akrab, soalnya beda lantai kerja. Kalau sekarang udah lah, ketahuan alahembuhnya bocah satu itu. Sainganku lah kalau disuruh cerewet dan ceplas ceplos. Sering omong ra dipikir. Wkwkwkwk. Kog kayak aku banget sih Des. Tapi kamu lebih parah.

Sebenarnya aku tidak libur. Nekat saja ikut main sama anak anak. Kapan lagi kan? Butuh hiburan banget. Koping terbaik setelah pindah ruangan adalah dolan sesering mungkin. Hha.

Kendaraan disponsori oleh princess Alfi dan Ikha. Jadi begini posisinya. Honda Freed princess di setiri sendiri sama Alfi, bocah tangguh. Di isi Desi, Farah, Dilla, Yori, Diah. Honda Brio Ikha disetiri Alfat ditambah penumpang Aku dan Gama.

Ritual pertama adalah sarapan. Menu andalan adalah soto di pagi hari. Soto siapa? Mbuh sakonoke lah pokoe. Nah kali ini kita mampir di soto tan pabrik. Komen pertama adalah "kon dulu kita g nemu warung soto ya? Padahal ini ada." Entahlah setiap perjalanan ke arah gunung kidul kita selalu g nemu tukang soto alhasil makan seadanya. Wkwkwk. Ngakak juga kangen. Kangen pergi sama squad ranukumbolo. Sumpah kan jadi inget lagi. 😣

Setelah makan soto formasi dirubah. Alfat jadi driver freed. Yori jadi driver brio. Nah kan aku jadi kenal Yori. Anaknya suka cerita kayak kamu bang. Hahaha. Semuamuanya diceritain. Baik. Sampe mau minjemin laptop. Duh Yor, kostanmu jauh sih.

Sepanjang perjalanan aku lupa ngomogin apa aja sih kita. Langit waktu itu mendung. Sesekali matahari muncul tapi bentar. Tujuannya kan mau ke pantai Wediombo nah kan yang didepan itu freed. Lah kan malah kebablasab lumayan jauh. Hahha. Padahal kan jelas ya udah ada petunjuk arahnya. Balik arah lagi.

Sampai di Wediombo. Seperti biasa ya inti dari segalanya yaitu foto foto untuk update status terkini. Biar terlihat sering piknik dan bahagia. Padahal sih itu mati matian banget buay bisa piknik. G libur sampe nekat dolan. Aku jaga malam, yang penting sampai jogja jam 19.00.

Kita sibuk foto diri sendiri dan berkelompok. Sampai gangguin mbak mbak yang mau foto sendiri malah kita mintol untuk potoin. Untung ya ada Alfi si bocah kendel. Heran ya itu anak gadis siapa bisa seberani itu. G perlu aku jawabkan. Masak tanya sendiri jawab sendiri. Belum puas, rintik hujan mulai turun dan semakin menderas. Langit mendung. Sama ya kayak pas kita ke ranukumbolo. Mendung juga. G apa apa yang penting kan sama kalian. Mendung pun bisa dinikmati dengan begitu renyah oleh candaan random kita.

Berbondong bondong kita cari tempat berteduh, sampai di warung makan. Sambil neduh sambil makan. Ada yang pesen mie goreng, teh anget dan ngemil. Sampai jam makan siang tiba dan memutuskan untuk pindah lokasi pantai. Oiya Desi selain tuan rumah juga seksi acara juga seksi konsumsi. Durhaka bangetlah kita, ibu sama bapaknya Desi nganterin makan siang kita.

Makan siang kami adalah ikan goreng dengan sambal bawang, sayur asemb, tempe goreng dan rambak. Jangan lupa sama suket kemanginya. Enaaaaaaaak banget. Recomended for next trip, masih dengan menu ibuke Desi pokoe. Kita duduk neduh dibawah pohon cemara, gelas tikar. Menikmati angin sepoi sepoi, memandangi deburan ombak. Ceileeeeehh. Kapan kita bisa qtime bareng lagi?

Late post banget.
Selama masih ada Gama di kantor aku akan sering ikut kalian main. Tapi kalau ternyata Gama berhasil mitasi ke Kalimantan ya udah mungkin bakal jarang main kantor juga. Dan aku malah mainnya ke kantor cabang balik papan. Hha.

Yass...
Happy time is with you all.
Love love..

Curhat

Sudah berapa lama g merambah blog. Bingung mau nulis apaan. Kayak udah g ada semangat nulis lagi kayak dulu. Apakah kalian mencium bau unmoveable. Hha. Ya nyatanya vibes untuk ngeblog jaman dulu lebih besar daripada sekarang.

Jadi kalau dulu itu kerjaannya di depan komputer. Tidak mempengaruhi hobi nulis sih. Tapi sama siapa kamu menghabiskan waktumu bahkan weekendmu. Sampai sampai g ada kata libur. Weekday kerja. Weekend dolan klayapan kemana aja.

Oiya.. ini aku lagi dengerin lagunya payung teduh diatas meja. Lagu yang melow banget. Tentang perpisahan. Ah.. jadi ingat 4 bulan lalu. Dan akhirnya memang sudah bisa melupakan dengan baik. Sudah biasa saja. Jadi aku malah sebel dan pen nangis kalau kamu bilang "kenapa g sama anu aja". Ya kales bang, dipaksain dimana mana juga g bakalan masuk pak Eko.

Pertanyaan itu dan juga ekspresi yang nanya itu lho yang bikin sebel banget. Seperti tidak pernah terjadi apa apa. Sampe mimpi juga lagi.

Semoga saja Tuhan segera mengabulkan doa doa kita. Doaku akan datangnya jodoh dari manapun itu.


Grup 8

Setahun lebih sudah berlalu. Harusnya cerita blog ini akan mulai didominasi dengan cerita di Rumah sakit. Tapi sepertinya aku belum bisa move on sempurna sama anak anak lama. Kalau main masih prioritas sama anak lama. Aku memang g mau sih tiba tiba lost contact gitu aja sama mereka. Atau aku terlalu bahagia sama teman baru. Eh malah jadi kebalikannya. Aku g akrab akrab banget sama teman baru dan aku tetap bisa main sama teman lama. Tapi aku g mungkin bisa akrab sebelum penyamaan persepsi sama teman baru. Persepsi ngomongin kebiasaan suami, gomongin kelucuan anak, ngomongin kecemburuan sama pacar. Aku belum sampai di titik itu sampai entah kapan.

Aku punya kogkkelompok kecil di rumah sakit. Teman pertama berjuang berkeliling rumah sakit. Walau sekarang kami sudah terpisah pisah di bagian masing masing. Lagi lagi kayaknya cuma aku yang selalu sibuk dengan motto "ayo main bareng". Aku cuma g mau kita kayak masa orientasi selesai ya udah selesai juga keakraban kita.

Sebulan sekali aku selalu bilang "stor jadwal". Aku senang sih mereka langsung gercep. Tapi rasanya kayak "hei, kalau aku g ajak ajak apa kalian bakal tetap ngumpul?". Aku malah jadi merasa paling cerewet dan ngatur banget. Padahal aku g suka.

Tapi kelompok 8 ini mungkin adalah teman yang bisa membuat aku jadi sebebas aku mau.