RSS

Kamis, 18 Mei 2017

Tanda tanya kehidupan berikutnya.

Aku sekarang lagi duduk di suatu pojok mushola di RSUP. Ya ini tempat dimana masa laluku berada dan masa depanku di peetaruhkan. Juga masa ketika kenangan buruk dan baik berbaur jadi satu. Memaksaku untuk tetap kuat. Begitukan Pak maumu? Aku disini sesuai harapanmu.

Aku sedang menyelesaikan tahap terakhirku untuk menentukan apakah aku ini pantas berada disini. Atau aku harus tetap bersama sahabat terhebatku disana dan menunggu waktu memutus semua kenangan indah kita.

Berat rasanya meninggalkan tempat yang sudah mau menerimamu. Sudah tahu baik burukmu. Sudah memaklumi kelakuan minusmu. Hatiku tertinggal disana. Dibarisan depan. Tersenyum menyambut kedatangan sahabat.

Aku ingin menangis. Iya. Sedih. Iya. Memilih itu sulit ya. Tapi memang harus diputuskan. Iyakan mas? Hidup kita pilihan kita. Dengan segala konsekuensi yang kita belum tahu sebelum terjadi.

Apa aku bisa.

Selasa, 16 Mei 2017

Ku kira aku memang sedang melow entah kenapa. Eh ternyata memang labil siklus bulanan. Yang tiba tiba bikin feeling blue banget.

Rasanya berlari di lintasan ini kog sulit yah. Aku mencoba mrnyamakan dengan lintasanku yang dulu. Oke kita akan memulai dari tahap emh.. apa ya kog lupa. Tahap pertama itu mengumpulkan data data. Sial. Aku g ada narasumber yang bisa dimintai kesaksiannya tentang data yang aku butuhkan.
Observasi lingkungan. Hem.
Rasanya lebih baik aku menguatkan bab pendahuluanku. Mengumpulkab fakta fakta dan bukti untuk meyakinkan diriku sendiri. Agar aku yakin melangkah.

H-sekian. Keceriaan cutoff kami.

Lama ya sudah g pernah bahas cutoff lagi. Mau cerita apa. Para pembaca setiaku sudah entah kemana. Yah itu itu lagi yang bisa aku bilang. Sudah empat bulan mereka tak membersamaiku. Sudah empat bulan peserta terbiasa, pun begitu dengan aku. Terbiasa seenak udele dewe. Malah bersok sahabat dengan peserta. Bahkan kadang batasan itu memudar, begitu saja kita seperti teman yang lama tak bersua. Sudah tidak terlalu sungkan lagi. Tidak bersikap kaku lagi. Ah ini Jogja. Saat kamu ketemu orang dijalan sudah sok diperlakukan seperti saudara. Saat kesusahan pasti ada aja yang bantuin. Saat menyapa sekali saja sudah menjadi sahabat. Coba di kota lain mungkin tak akan seindah kisah kami.

Beberapa hari ini aku lagi beruntung deket deket sama Gama. Udah kayak anak asuh. Biaya hidup di kantor yang nanggung Gama. Setiap kali lembur makan yang bayarin Gama. Udah keseringan. Ya semoga rejekinya ditambah terus ya bos geng.
Kemarin lembur. Ya cuma aku sama Gama sih yang dikantor. Kalian tau kan nasib dua perempuan ini sejak ditonggalkan 2 lelakinya. Iya. Kami sudah terbiasa bermalam berkutat dengan data berdua. Kalau aku sih sebenarnya cuma nemenin Gama aja. Ya seperti yang aku bilang ke Gama kalau krocomu itu ada plus minusnya. Dan kau taulah Gam, poin plus di diriku ini hanyalah "kuat nemenin kamu lembur" udah selebihnya harap maklum aja ya. Hha.

Hari ini tadi adalah akhir bulan menuju libur panjang lagi. Hiyeay. Deadline sebulan sekali. Serangkaian cutoff membabibuta. Hidup matimu ini nak. Jangan mainmain. Kita hanya bisa berpasrah pada Illahi agar terlindungi dari amukan masa. Hahaha. Yah. Begitulah.
Dikira dikerjain sama kerjaan atau apalah itu, tujuan kami memberikan yang terbaik untum negeri ini. Ceileh. Ini bagian pelayanan prima yang tersembunyi. Pelayanan di balik layar.

Hari ini kita berempat lho. Masih ditambah om Bagus dan mas Wahyu yang ikut nimbrung sebentar.
Ada aku dan Gama sebagai pemain utama. Ada arief dan Brian sebagai cadangan. Ada om Bagus sebagai amusement. Ada mas Wahyu sebagai pelengkap. Minus Jojo yang pergi ke kampuang non jauh dimato.
Sedari pagi sudah dikejar deadline. Data sudah dibagi bagi. Hem.. sudah hampir mau pasrah. Eh tapi kog ada yang ngributi. Jadi ya terpaksa, mau g mau harus mau. Demi keberlangsungan finansial. Hha. Double check lagi. Yihaaaaa. Dan akhirnya diselesaikan. Berdoa saja semua akan baik baik saja.

Notifikasi

Yuhuuu.

Hari ini cerita tentang joobseeker. Lho? Kog joobseeker? Kemana cutoff? Kemana asyiknya cerita tentang lembur?
Noo....
Semua itu suatu saat juga akan berakhir. Kemudian kembali lagi menjadi jobseeker. Benar benar terpisah sama makhluk makhluk super yang sudah mengajakku berpetualang. Benar benar tak akan lagi ada sapa tawa dan olokan antara kita.
Yaps. Aku kembali harus segera kembali ke realita. Mencari tempat yang mungkin mau menampungku setelah aku berpisah dengan mereka. Mencari canda tawa lainnya lagi. Mencari kenyamanan yang lain lagi. Mencari solusi dari berbagai konflik batu yang muncul lagi. Merasakan berada di dua sisi namun masih satu atap.
Terkadang aku bangga ada di sini sekarang. Saat secarik parafku bisa berarti untuk selembar kertas. Dan kertas itu melanglang ke mana mana. Siapa yang peduli dengan nama yang tercantum disitu, ya kan? Suatu saat nanti akulah yang akan menerima kertas kertas itu dengan nama orang lain. Akupun hanya bisa bernostalgia.

Yaps.
Aku sekarang double role. Bekerja dan pencari kerja. G bersyukur banget sih udah kerja masih cari cari, g memberi kesempatan yang lain. Oh dear, maaf. Setiap orang pasti mencari penghidupan yang lebih baik kan? Banyak faktor yang membuat kita yang sudah bekerja masih ingin mencari kerja lainnya. Seandainya saja tempatku sekarang memberiku kepastian penghidupan bagiku sampai aku menua tentu saja aku akan tetap singgah berasama mereka. Tapi oh dear, aku bukanlah orang pilihan mereka untuk berada lebih lama lagi disini.
Dan mungkin jalan yang Allah kasih adalah sesuai dengan yang sebenarnya aku butuhkan. Melatih skill yang aku dapatkan. Tidak membuatnya sia sia. Mencoba mewujudkan harapan bapak tentang masa depanku. Mencoba membuktikan biaya sekolahku memang tidak hanya untuk mencari uang tapi juga ibadah membantu sesama.
Ah apasih. Omongannya mungkin g nyambung. Iya sih emang di puterputer biar paragrafnya banyak. Hha.

Aku sedang berusaha menjadi jobseeker yang baik. Owh tapi ternyata sangat susah ya. Hha. Aku malah terdistraksi sama kerjaan sekarang. Ya gimana, ini bener bener kerjaan yang g ngasih kamu waktu untuk mikir yang lain. Tapi setidaknya aku selalu meluangkan waktu untuk canda tawa dan bermalasan. Hha. Entah pasrah atau emang males tadi ya. G pernah peduli dengan notifikasi dari tahapan seleksi. Ya habisnya ada aja yang php gitu. Dan aku juga sudah pasrah lah ya. Emh.. sebenarnya pasrah yang optimis ketrima juga sih. Hha. Tapi juga terkesan masa bodoh.

Aku sedang mengikuti dua tahap seleksi di tempat berbeda. Satu adalah tempat dimana masalaluku berada. Satu lagi adalah tempat dimana masa sekarang dan masadepanku ada. Hha. Apasih. Ya aku pikir sih karena yang satu adalah tempat paling nostalgic banget untuk mantan mahasiswa kayak aku. Tempat menuntut ilmu dan belajar tentang kehidupan yang ilmunya g terduga. Kuncinya adalah selalu merenungi setiap peristiwa dan mengambil hikmahnya. Disana banyak orang orang yang lemah fisik, tapi memiliki kemauan yang kuat untuk hidup yang lebih baik.
Satunya lagi tempat yang mungkin g jauh beda dengan apa yang aku kerjakan sekarang. Aku akan bertemu dengan orang orang yang sama lagi. Bercanda tawa dan mengolok lagi. Berbincang banyak hal. Membuat peserta terheran karena kog ganti kantor ya. Hha. Dan aku berharap masih bisa bertemu dopamin dopamin yang selama ini menjadi penghiburan terbaik saat bosan penat dan lelah datang. Aku yang g bisa move on. Tolong laaaaahhhhh. Aku g mungkin bisa bertemu dengan mereka di tempat kerja yang satunya. 😢

Dari kedua tempat itu, aku agak g begitu peka sama notifikasi yang diberikan. Aku sih selama ini cuma jafi jamaah ikut ikutan teman. Heboh setelah yang lainnya selesai heboh. Hha. Ckckckckck. Maaf keun. Dan terimakasih untuk dua orang notifikasi terbaikku. Yang baik tapi juga nyebeli.

Kita tunggu hingga pengumuman hasil seleksi terakhir ya.
Semoga aku berhasil. Eh, kamu juga berhasil. Demi penghidupan yang lebih baik. G boleh sombong ya. Walau cuma dari sok kenal. 😄 tak tunggu notifikasi darimu selanjutnya.
Terimakasih sudah mau menjadi jembatan penghubung menjemput rejeki. Semoga dimudahkan segala urusannya. 🤗

Dan tersenyumlah

Tam taratata.
Backsound malam ini lagunya angsa dan serigala. Recomended by abang dhan.

" dan tersenyumlah... biarkan dunia beri warna..."

Masih bersambung dengan dua bulan terakhir melow bahagiaku.
Masih tentang kenangan yang ingin diteruskan tapi seperti segera terhenti.
Masih tentang pertengkaran yang bukan membuat benci tapi semakin rindu.
Masih tentang kesunyian yang semakin sepi tapi membuat selalu bersahaja.
Masih tentang kelelahan yang bahkan sempurna berbaur dengan kebahagiaan.
Masih tentang kekakuan yang perlahan larut menjadi canda tawa tak berujung.
Masih tentang penantian yang kemudian membuncah gembira ketika berjumpa.
Masih tentang rasa sepi yang selalu membuat bersahaja ketika sadar semua masih perduli.

Teman. Sahabat. Musuh. Keluarga.

Jadi tiba tiba aja tuh anak yang paling rame rewel g bisa akur sama aku bilang gimana kalau aku udah g disini. Siapa yang membereskan kerjaan. Duh dek. Kau pun akan mulai belajar bagaimana bertahan hidup di kejamnya dunia ini. Mulai bisa belagak. Mulai bisa meyakinkan. Atau bahkan bilang alueh dan ahsudahlah.

Dan juga si mase yang katanya bilang aku ponakannya. Ah masak to mas. Ojo ngapusi aku. Sakjane aku ra penak. Kepalang tanggung juga aku. Udah sukanya ngrepotin. Ngrusuhi jugak. Eh.. tapi kan mase juga ngrusuhi aku. Jadi g papalah. Maafkan yang suka sakudele dewe sebelum aku di saenakudelmu dewe. Ini namanua memanfaatkan situasi yang ada. Makasih sudah mau jadi keluarga dadakan saya.

Dan si Jo yang alahembuh itu. Gimana mau sedih sih kalau kelakuannya aja udah kesetting bikin ketawa terus. Kadang enggak bikin ketawa sih tapi bikin mau bilang "minum obat dulu. Biar gilanya sembuh". Katanya dia sudah pastikan tidak akan bertahan lebih lama lagi. Katanya mau dibikinkan satu slot postingan di blog ini. Aku harus nulis apa tentang anak ini ya. Mungkin kita akan coba menulis tentang pertemuan awal kita sampai saat ini. Oke nak. Salam buat mamak.

Terus. Pas lagi sendirian. Lha dalah muncul cewek ganjen. Salah satu terganjen dan yang pasti teralahembuh juga. Aku ra reti kog iso kelakuane pikirane koyok ngono. Hha. Maapkeun cantik. Jangan hiperaktip lagi. Jangan aneh aneh lagi. Jangan sok bersedih hati gitu. G ada gue ada eloe kali. Oiya. Jangan lupak belajar biar g salah salah. Susah sendiri lho. Kalian harus belajar untuk hidup lebih lama di sini.

Saat lelah terdistraksi oleh mereka #2

Akhirnya aku memutuskan untuk membuat catatan ini. Bagian dua. Iya karena aku dulu berfikir pasti akan ada orang orang baru yang bakal mengobati lelah ini. Hha. Dan, ini adalah bulan istimewa. Bulan dimana aku ingin menuliskan semua hari yang telah berlalu bersama keluargaku di Sleman.
Seperti semua orang sudah mulai bersiap siap melepasku dan mencari gantiku. Haha. Walau begitu aku malah merasa biasa saja. Tidak pernah semelow seperti saat aku akan ditinggalkan 2 lelakiku. Yang pasti aku harus menyelesaikan tugasku. Seandainya ada sesuatu yang menyusahkan kalian sepeninggalanku. Aku mohon maaf banget. 😣😣😣😣 aku ngomong apa sih.

Kita lanjutkan mengenai para pendistraksi lelah.

Mungkin dulu mase adalah orang ternyebeli. Karena selalu datang diluar jam antrian. Selalu tergesa gesa ingin pulang. Selalu datang saat matahari sudah mulai kembali ke peraduan. Selalu memohon tapi lama lama ngajak gelut. Haha. Jarang sekali datang. Tapi sudah cukuplah untukku menghafal kebiasaannya. Mas yang sok galak tapi padahal ming ngono kae. Mas yang mewakili tempat masa laluku berada dan masa depanku dipertaruhkan. Haha. Jangan bayangin sesuatu yang roman gitu. Mase Baik. Tapi ming marai ra penakan. Salah satu notif terbaikku. Katanya "yang penting yakin" jan plek bangey karo sing diomongke bang Dan. Tapi sampai sekarang aku belum dapat notifikasi lagi. Thats why aku sampai sekarang masih merasa biasa saja. Gimana nasibku sekarang ya mas?

Mas putih ganteng. Banyak sih yang bilang mase ganteng. Mas Hrd beranak 1 gembul ucul banget. Gemez.  Jadi mase adalah pengganti pic yerbuli yang aku review di bagian 1. Haha. Aku cuma bercanda mas dim, dev. Ini mungkin yang terniat sampai instal telegram cuma demi bisa berkomunikasi dengan saya dengan tujuan fast respone. Pinter banget. Dan suka banget mbingungi dan ngributi. Ya ampun mas apa aku terlalu baik ya. Dulu awal awal pendiem sekarang hem.. aku udah sampai berani sok akrab juga. Kadang datengnya berdua. Tapi karena mas dim ini terusannya dev jadi ya kebawa deh kita sok akrabnya. Kalau mas yang satunya jarang datang dan pendiem. Mas, kamu pendiem mati gaya lah sama kita kita yang sok akrab ini.

Mas genit yang kalau datang langsung pulang g balik ke kantor. Wkwkwkwk. Mas pic ini fansnya bang Dhani dan princess Alfi. Katanya recomended lah 2 orang itu kerja ditempatnya. Aku ming iso ngakak didalam hati. Setiap telpon pertanyaannya sama😂😂 dan maaf bang Dhan, kita suka ngobrolin kamu. Ini mas B kalau datang pas banyak antrian malah langsung pulang. Kalau pas antrian dikit malah bingung. Haha. Terus dilama lamain. Terus malah ajak ngobrol ngalor ngidul g nyambung. Bertanya sesuatu yang sudah ditanyakan. Kelakuanmu mas.

Ini ada lagi mas yang semua orang kantor diakrabi. Semuanyaaaaa. Embuh kog bisa. Siapapun kenal. Aku sih pertamanya g peduli karena keseringan sama Gama. Dan dulu suka ngrusuhi mbak Dita cetak. Padahal kan sabar aja kali mas, tinggal tunggu kita cetakin. Beberapa beluan yang lalu tiba tiba pamer sosmed yang berhasil dia keponi. Dan minta follback kaka. Ya aku tau kenapa jenengan disuruh ngurus ngurus hubungan luar, karena gapyake yo alehembuh kui mau.

Pak kopkar. Sama baiknya kayak pak gik. Ini kalau sama gama cuma satu desa. Hambok ming cerak banget ya Gam? Karyawannya buanyak banget. Kalau datang paling urusnya dikit tapi ceritanya boleh lah. Kalau datang pasti cuma mampir karena abis nyebrang lintas propinsi.

Mas pabrik susu. Eh bukan tapi pabrik jamu. Awalnya aku g ngeh. Biasa saja. Tapi semenjak ditinggal di Bay, mas ini jadi beralihkan otomatis. Dulu kan apa apa mas Bay. Lah si Bay pergi. Yah uislah aku kudu nrimo. Ini tertidak sabaran dari semuanya. Kita sudah bilang sabar manis buahnya lah dalah malah ngotot aja. Ya uislah. Kezel sih. Tapi lama lama uis akrab dewe juga. Apalagi temen main jadi krocone mase.

Mas rs. Mase adalah orang baru. Baru kemarin. Tapi uis ngributi banget. Sudah kayak aku must be prefect gitu. Padahal aku hanyalah manusia biasa. Mas yang ditakuti sama RO tergilaku Jojo. Sebenernya Jojo g takut mase sih hahaha. Mungkin ini prestasi terbaik Jojo sebelum semua berakhir ya Jo. Huhu 😣😭. Ini mase juga kalau datang g pernah ambil antri soalnya nyaingi mas satunya kalau datang sore sore. Tapi tadi datang udah pake antrian padahal sepi g antri. Dan kalian tahulah apa yang para BU lakukan diawal bulan.

Aku rasa cukup.
Aku tidak perlu membuat review tentang mas standup kan?

Catatan ini bukan untuk menjelekan pihak lain atau mengumbar hal hal lain. Tulisan ini untuk aku bisa mengenang kegembiraan saat aku bekerja melayani masyarakat. Karena rindu itu bersahaja. Apalagi orang yang gampang rindu kayak aku ini. Begitupun rinduku padamu.

Aku telah menemukan banyak teman disini. Banyak sahabat yang terjalin dari ketidak sengajaan. Dari keluhan yang terus menerus kami terima. Dari kunjungan sebulan sekali. Dari kehangatan senyum dan lawakan garing.
Terimakasih kita lagi lagi masih ada di Yogyakarta. Dengan budaya sok akrabnya. Dan dari situlah memang keakraban terjalin. Dengan budaya g enakannya demi menjaga perasaan teman, sahabat dan keluarga. Boleh kita bercanda tapi jangan saling menyakiti. Kadang tutur kita tak sadar salah. Karena manusia itu unik. Memiliki sudut pandang masing masing sesuai apa yang dia dapatkan dari bayi.
Ayo mulai berempati.
Penuhi pertemanan kita dengan cinta dan rasa rindu.

Terus keep piknik yak.

#intro dan penutup g nyambung #katanya #bodoamat.

Minggu, 07 Mei 2017

0123

Ini tentang gadis yang menanti senja.
Hingga bergulir menjadi malam.
Gelap gulita.
Saat ia melihat kelangit, mentari telah pergi berganti gumintang.
Maka penghiburannya pun berganti.
Malam ini ia ditemani ribuan cahaya dari langit.
Berkelip menghibur.

Ada lara yang ia rasa.
Datang tiba tiba.
Coba ia mencari penawar lara itu.
Tak ketemu.
Hingga ia bertemu lagi dengan senja.
Yang teduh menjingga.