RSS

Senin, 23 Januari 2017

Kemana perginya kebahagiaan cutoff?

Kemana?
Kog aku ditinggal sendirian.
Sepi. Lelah.
Siapa yang mau mengobati?
Semua sudah pergi, mencari bahagianya sendiri.
Acuh. Mauku. Tapi tak bisa.

Hallo cutoffku yang kesekian dan pertama tanpa kalian. Oh wahai 2 lelaki absurd kami. Dua lelaki penghiburan terbaik dikala senang, sedih, duka, bahagia, lelah dan tak tau arah. Wahai dua pendebat yang selalu uring-uringan saat kami tak jua menyudahi pekerjaan. Wahai dua lelaki yang pergi begitu saja bahkan saat kami masih berusaha menyelesaikan pekerjaan.

"Ngancing" katamu pas saat aku udah tersetting otomatis dan rasanya mati rasa. Aku bahkan lupa rasanya lelah. "Ayo pulang" katamu saat aku masih belum tenang melihat tumpukan kita tak berkurang.

Tapi sekarang kami sendiri. Aku bingung mau mulai dari mana. Lihat deh, Gama sekarang sendirian lho Bang. Sekarang aku sendirian lho, Bay.
Eh, kalian tahu g? Menjelang cutoff bulan ini, aku sama Gama rasanya udah pengen nangis. Ups.. Gama udah nangis. Hha. Apa aku harus bilang apa alasan kami bersedih.? G ada kalian dan rasanya sulit untuk beradaptasi.

Bang kau tau tak? Saat kau telpon itu Gama nangis lho sambil mencoba melakukan migrasi. Aku mah cuma jadi hurahuru aja.
Ah... ini udah hampir sebulan, kita susah juga move on. Layar komputer kita masih kepasang foto kita berempat. Istimewa banget pokoknya.
G ada lagi aku marah-marah sama Bayu, sekarang ada Arif yang aku sewotin. G ada lagi Dani yang harus diingetin, sekarang malah alfi yang ngingetin aku. Tapi cuma sama kalian aja aku bisa teriak terus loncat-loncat kayak anak bajing loncat sana sini. Cuma sama kalian lho.
Terjebak nostalgia nih.

Dan lagi-lagi. Kita harus terus melangkah maju. Kemudian perlahan melalui segala rintangan. Selesai satu muncul seribu. Gama, aku disini nemenin kamu. Ih aku kog sedih ya kalau ntah kapan tiba-tiba aku harus jadi kroconya mas Adi di RSUP daripada bertahan disampingmu. Aku sedih kalau tiba-tiba waktuku juga selesai kayak 2 lelaki absurd itu. Kamu bakoh ya Gam. Hha... ngomong apa sih aku. Berdoa ajalah aku, biar bisa selalu bisa berdiskusi denganmu walau berbeda kacab. Hha. Aamiin.

Hey... akhirnya kita bisa melalui cutoff bulan ini. Hiyyeeayyy..
Keep moving on girls.

Wahai 2 lelaki absurd kami, sukses ya boy. Kapan kita meet up?

Minggu, 08 Januari 2017

Dan, Akhirnya hari H

Intronya jadi berubah. Aku udah hampir selesaikan nulis post ini terus aku lupa nyimpen. Semua uneg unegku hilang tak berbekas. Duh Gusti.... aku harus mulai dari awal lagi ceritanya. Astaghfirullah. Bang, adek sabar bang.

Thanks to paketan yang habis. Aku jadi g ada kerjaan. Terus mau g mau jadi nerusin nulis blog ini khususon judul yang ini 2 kali. 2 kali. Kata-kata indahku yang tadi yang sudah panjang lebar cerita tentang hari H kita. Aku masih g terima apa yang udah tak tulis harus tak ulangi lagi gara-gara aku lupa nyimpen. Denialku berlapis-lapis. Sabar.

30 Desember 2016

Jumat. Akhirnya ini hari H. Hari kerja terakhir di tahun 2016. Hari terakhir abis itu libur panjang. Hari dimana yang g pernah kita tunggu datang juga. Hari kita harus menerima suatu bentuk dari kata perpisahan. Hari aku tiba-tiba ingin kembali ke April 2016. Hari pertama kita berjumpa yang ternyata kini sudah sampai di penghujung perjalanan.
Morning briefing seperti biasa. Aku pun datang ke kantor seperti biasa. Selalu saja melaju dijalanan dengan tidak santai. Berlari-lari kecil menuju mesin absen. Hari ini hujan. Aku terburu-buru, lebih terburu-buru dari biasanya. Aku berlari ke mesin absen diikuti Afi. Batas absen tinggal 3 menit lagi. Aku sudah heboh sama Afi. Jempol ditempel "coba lagi" telunjuk di tempel "coba lagi". Dan waktu terus jalan aja. Potong 5 % lho, awas ya. Jari-jariku basah, sensitivitas mesin menurun. Sambil hiteris g jelas berdua akhirnya tempat fingerprintnya aku lap juga pake kerudung. Jempol ditempel "Oke" Alhamdulillah akhirnya kita g jadi telat Fi.
Aku naik. Seperti biasa juga sudah ramai yang lainnya duduk-duduk menunggu morning briefing dimulai. Ada Bayu hari ini. Aku naruh tas terus menempatkan diri di paling belakang. Dengan nude makeup pasti Dita udah teriak "gincu, sist". Sebelum mornin briefing dimulai saya masih nude makeup (baca: g pake makeup). Iya karena kalau aku makeupan dari rumah pasti aku keseringan potong 5% karena telat absen.
Jam 07.30. Semua berdiri rapi. Siap grak. Setelah menyanyikan mars eh hymne (g biasanya kan kita nyanyinya hymne). Mengucapkan yelyel. Berdoa untuk kelancaran hari ini. Pengumuman session. Bayu maju ngajak Dani, mbak Dita sama Afi. Udah baris rapi mereka berempat di depan. Dan aku sebenernya g suka pas momen ini. Bikin kezel.
Bayu mulai bersuara. Aku g mau inget dia omong apa. Yang pasti itu bukan kata-kata baik soalnya berhasil bikin Gama nangis. Aku berdiri di belakang sebelah kiri Gama. Mencoba untuk tegar. Beberapa kali Gama udah lap umbel, eh lap mata. Aku sih bisa tahan diginiin, batinku omongnya gitu tapi tetep aja mataku g bisa boong. Aku ikut dleweran uluh juga. Lebih deres malah. Basah dimana-mana. Untungkan terus ada yang nyodorin tisue. Tapi oh tapi tisuenya kasar banget jadi tambah pengen nangis. Setelah Bayu yang omong giliran Dani, mbak Dita dan Afi.
Seketika morning briefing menjadi acara halal bihalal. Ada tangis-tangisan dan salam-salaman. Sumvah, bad moment banget sih. Aku yang uluhnya udah dleweran pengen rasanya nangis mesesegen terus teriak jangan pergi pliss. Pengen nangis sampai g bisa omong sampai umbelen. Hweewewewewe. Apalah daya mana bisa aku begitu, inikan hari kerja. Aku pun memberesi mukaku masuk kamar mandi. Tabur bedak dimuka. Melukis gincu di bibir. Mau nangis udah sayang sama makeupnya.

Jadi ini hari dimana 2 manusia absurd yang udah nemenin aku itu bakal g disampingku lagi. Biasanya kalau aku noleh ke kiri ada Bayu lagi asyik nonton naruto sama one piece. Sesekali aku ikut nonton tapi trus fokus kedepan lagi. Noleh ke kanan ada Dani yanh lagi sibuk chat sama BU sama Kiki terus sambil nyetel yutub kadang juga pake klothekan. Biasalah dia kan mantan drummer band hitz zaman SMA. Hha.
Yang kehilangan g cuma aku atau Gama. Peserta juga pasti kehilangan banget ya. Kehilangan mas baik hati dan mas ganteng. Dan image mereka berhasil membuat aku jadi mbak jahat. Huh. Asemb ya. Aku ternyata jadi antagonis selama bersama mereka. Hha. Ya kadang emang harus ada yang menyeimbangkan kehidupan.
Dua orang istimewa ini udah mengisi hari hari peserta dengan kebahagiaan. Wkwkwk. Jadi kalau g ada mereka hampa terasa hidupku tanpa dirimu. Kayak pas ada peserta tanya gini "Mas Dani kemana mbak?" Spontan aku jawab "keluar, pak" pesertanya terus kaget " lho kenapa? Sudah dapat pekerjaan lain?" Wahaha aku malah ketawa dalam hati "enggak kog pak. Keluar, dinas keluar maksud saya." Peserta jadi lega "owh tak kira keluar resign, mbak".
Atau ada peserta yang g mau kalau g sama mas Bayu. Pas ada telpon, pesertanya nanya "halow mbak, mas Bayu.nya ada?" Aku langsung jawab " maaf mbak, Bayu sedang tidak ada/ pelayanan." Peserta masih kekeh "kira-kira sampe jam berapa ya mbak?" Aku "maaf mbak belum bisa memastikan, ada yang bisa saya bantu?" Peserta " enggak deh mbak, nanti aja sama mas Bayu." Oke fine. Helow aku juga bisa mengatasi masala anda mungkin saja. Dan setelah si peserta ketemu ngobrol sama bayu di telpon dan aku tanya masalahnya apa dan ternyata aku pun bisa mengerjakannya dan si mbak malah tetep pengennya sama mas Bayu. Terkadang disitu saya merasa maturnuwun mbak.
Dua duanya kelewat baik. Sampai peserta bilang mau gantinya yang kayak 2 makhluk absurd itu. Hem tenang ibu, gantinya lebih oke kog. Hha. Piss bang.

Jadi seharian bener-bener melow. Yang Gama nangis kalau denger lagunya endang soekamti yang judulnya sampai jumpa. Aku yang kadang mrebes mili kalau denger lagunya monita memulai kembali.
Akhir - akhir ini aku sama Bayu suka banget dengerin lagunya monita. Aku sih merasa harus bisa segera move on alias memulai kembali. Tapi langit senja memang g lagi sama tanpa kalian. Dan, kaupun tak lagi kembali. Weeerrrrr.. kalau itu bagian liriknya diulang -ulang 100 kali aku udah pengen nangis lah pokoknya. Dani akhir-akhir ini suka banget nytel playlistnya yang endang soekamti itu. Aku sampe hafal mungkin. Dia selalu bersemangat bercerita tentang lagu itu. Terus mulai nyanyi ikutin liriknya. Aku sih g merasa terlalu sedih kalau denger lagu itu. Tapi Gama sih enggak ya. Datang akan pergi. Ya begitulah kehidupan berjalan berirama.
Katanya mas Dani mau bikin video. Kita tunggu aja ya. Mas Dan, jangan lupa update blogku lho. Walau mungkin g ada lagi nama kalian aku sebut disini. 😊 kalian mah tetep juaranya di hati kita ya, Gam?
Semingguan ini intensitas photo bareng kita juga meningkat. Wacananya sih foto studio. Tapi aku yakin akan sulit terwujud dengan kesibukan weekend masing-masing. Jadi ya udah lah ruangan kita bikin aja jadi studio poto. Toh lebih mendekati realita kita. Keseharian kita.
Eh, aku jadi ingat. Sama siapa lagi aku harus gila kalau tidak ada kalian. Hari hari warasku kembali. Beneran nih. Bekerja dengan "waras" itu melelahkan. Kita butuh berteriak kemudian menyanyi bareng. Hha. Aku inget banget pas kita nyanyi chibi maruko chan. Lepas banget kayaknya beban. Atau lagu via vallen yang plek sama lagunya kiroro mirae. Yang jadi top hitz playlist kita beberapa hari.

Kebahagiaan cutoffku bersama kalian. Cutoff super zuper bareng kalian. Cutoff alahembuh bareng kalian. Cutoff ter apa lagi hingga aku tak bisa mendeskripsikannya. Makasih untuk kenangan cutoff luar biasa. Aku pasti bisa melaluinya tanpa kalian lagi. Dan, tolong berkunjunglah saat cutoff datang dan aku butuh bantuan kalian. Hha.

💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
-monita-memulai kembali-
Matahari sudah di penghujung petang
Kulepas hari dan sebuah kisah
Tentang angan pilu yang dahulu melingkupiku
Sejak saat itu langit senja tak lagi sama

Sebuah janji terbentang di langit biru
Janji yang datang bersama pelangi
Angan-angan pilupun perlahan-lahan menghilang
Dan kabut sendu pun berganti menjadi rindu

Aku mencari
Aku berjalan
Aku menunggu
Aku melangkah pergi
Kaupun tak lagi kembali
-----

-endang soekamti-sampai jumpa-
Datang akan pergi
Lewat kan berlalu
Ada kan tiada
Bertemu akan berpisah

Awal kan berakhir
Terbit kan tenggelam
Pasang akan surut
Bertemu akan berpisah

Heii Sampai jumpa dilain hari
Untuk kita Bertemu lagi
Ku relakan dirimu pergi

Meskipun Ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap Tanpa dirimu
Ku harap terbaik untukmu
-----

Ini lagu jepang nande mo naiyo ost movie kimi no na wa juga pas banget kayaknya sama suasana hati kita.

Mou sukoshi dake de ii ato sukoshi dake de ii
Mou sukoshi dake de ii kara
Mou sukoshi dake de ii ato sukoshi dake de ii
Mou sukoshi dake kuttsuite iyou yo
( lebih lama lagi, sedikit lebih lama lagi
Aku ingin lebih lama lagi
Lebih lama lagi, sedikit lebih lama lagi
Bisakah kita bersama lebih lama lagi?)

💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙

This is about you
-kanan-
Bayu itu seangkatan masuk sama aku. Sama-sama g ngerti apa-apa barengan. Cengok barengan. Kog kita fail semua ya Bay. Haha.
Bayu itu orang ngapak. Anak gaul PWT. Anak gunung juga kog. Hha. Dengan logat ciri khas ngapaknya dia selalu lantang kalau ngomong. Kanit checker dengan anak buah tad. Biarpun cowok sangar brewokan gini dia juga g tegaan. Lebih perasa malah daripada aku. Bayu kemana-mana bawa kantong di perutnya. Hha. Makin hari makin membesar aja kandungannya. Udah sembilan bulan tinggal nunggu brojol. Diet ih kak. Perut kemana-mana menjerit minta keluar. Hha. Suka banget pake baju minimini. Wkwkwkwk. Entah gimana tukang jaitnya ngukur kog bisanya baju jadi mini gitu. Perutnya kak, aduh. Aku g tau kenapa kalau liat Bayu ngomong pengen aja ketawa. Terus liat-liatan sama Dani, ketawa barenglah kita. Enggak ada yang salah kog. Tapi ya begitulah keistimewaan makhluk absurd satu ini bisa bikin ketawa hanya dengan menatap saja. Piss Bay. Aku musuhan sama Bayu. Soalnya kadang aku A dia B. Atau soal meja berantakannya dan berkas bececeran dimana-mana. Sampai ya uislah karepmu. Aku juga g paham kog bisa gitu wkwkwk. Aku mah kudu pasrah ditinggal Bayu dengan semua ini. Hha. Setidaknya dia masih suka naruto sama onepiece, dimana sekantor mungkin cuma kita berdua yang doyan nonton anime. Walau saya sudah tak seaktif Bayu dalam mengikuti episode episode baru.
Bayu itu termulti talent. Kenapa? Karena dia siap lempar kemana-mana. Jadi cs woke. Jadi kanit checker woke. Jadi bagian nagih-nagih woke. Dari cs biasa sampai cs luar biasa dia juaranya. Capek ya Bay? Istirahat dulu gih.

-kiri-
Mas Dani. Senior aku. Wkwkwkwk. Dulu-dulunya Dani ini checker juga. Jarang duduk di cs soalnya udah penuh. G tau tuh dia dulu dimana. Bagian pergi-pergi dan jadi sopir. Hha. Sampai akhirnya tukeran sama Bayu. Dani yang duduk nemenin aku, Bayu jadi kanit checker. Dani sih tetep jadi kanit driver. Ini nih si mas ganteng kita. Dani ini asli lokal product. Tinggal di jalan damai, makanya dia damai terus. Dani juga baik, apalagi sama budhe soalnya menyangkut masa depan keluarganya. Wkwkwk, piss bang. Dani suka cerita macem-macem mungkin semua orang yang dia kenal tau cerita hidupnya. Sebagai mantan musisi g heran kalau kerjaannya nyetel yutub sama klothekan meja. Kalau g ada Dani mana mungkin aku tau lagu aneh-anehnya dia. Dari yang liriknya jawa sampe inggris. Owh iya, ibunya Dani di Australia lho. Nglaju pake motor pake helm juga. Wkwkwk. Aku kog bisa percaya sama tipuan mu ya Dan. Dani ini kalau pelayanan lama banget. Kalau dia dapat 1 antrian aku paling udah 10. Ya begitulah caranya sehingga peserta terpesona dengan kegantengannya. Aku kalau udah ngeluh, Dani pasti udah langsung "tenangno pikirmu". Atau kata-kata lainnya yang terus bikin aku diem. Kalau dia dinas keluar. Hha g keluar ya. Selalu melempar pekerjaan kepada saya. Hem. Aku rapopo kog Dan, asal kamu g pergi.
Dani itu baik banget sama aku. Enggak tau baiknya nurun dari siapa, mungkin dari bapak ibuknya. Aku balesnya gimana ya Dan?

Selasa, 03 Januari 2017

Memulai kembali

Baru saja bulan pertama tahun 2017 terlewati. Dan kejutan lain telah kami alami lagi. Setelah hadiah akhir tahun yang baru di buka di bulan Januari kemarin.

Aku harus memulai kembali. Aku harus menyesuaikan lagi. Aku harus belajar lagi. Aku harus lebih giat lagi. Aku harus lebih rajin lagi. Aku harus lebih rajin mengalihkan perhatianmu. Lagi.

Aku sudah bosan. Bosan dengan segala kejutan kejutan yang malah membuatku lelah. Apa besok aku merindukannya? Tak peduli lagi aku. Biar saja berlalu. Biar saja aku rindu gila hingga ingin kembali. Tapi aku hanya bosan.

Tak bisa bebas lagi. Aku telah menempuh tahap demi tahap kehidupan ini. Tak bisa berlari lagi. Tak bisa menari dibawau rintik hujan lagi. Tak bisa jatuh dan bangun sesuka hati. Aku harus lebih berhati-hati. Tak sekuat itulah aku kini. Semakin hari semakin menua dan merapuh.

Bicara apalah aku ini.

Aku harus memulai kembali tanpa dia. Dia. Dia. Dan dia. Aku harus melangkah bersama yang lain. Tapi ku rindu.
Pincak pertama kita. Langkah kecil bersama kita. Cerita yang melenakan kita saat bersama. Tawa yang ternyata perlahan mulai hilang tanpa mereka.

Kemudian kesedihan berikutnya datang silih berganti. Inginku pun mengakhiri semua ini. Bisakah kita hanya mengenal bahagia dikala kesedihan sirna. Apakah aku harus merengek lagi agar kau tak pergi. Mana bisa kita bertemu lagi. Dan aku sendiri lagi.

Bosan. Aku bahkan sudah hampir mati rasa. Berubah menjadi mesih tak berperasa. On otomatis dan off otomatis. Berjalan sesuai perintah. Tak mampu lagi perfikir. Benar-benar mati.

Inginku memulai kembali. Dimana aku bisa memandang bahagia langit biru. Awan berarak. Di gedung yang menjulang tinggi. Berdiri di balik tembok kaca. Memandang dengan bahagia. Ketika aku mulai bosan dan mati maka manusia manusia kuat itu akan menyadarkanku. Bagaimana telah tersaji begitu banyak nikmat yang kadang terlupa untuk disyukuri. Manusia manusia kuat yang mampu bertahan walau kerasnya kehidupan didepan mata.

Aku ingin memulai kembali ketika aku sudah mulai memulai kembali. Denganmu tapi tanpa mereka.

Selasa, 27 Desember 2016

Menghitung mundur dari 4

Aku sudah tak tahu lagi ini cutoff ter apa. Sudah 8 kali cuttof aku lalui dengan suka dimana-mana. Karena duka cuttoff terlebur jika ada kalian.
Hem... entah lah aku bicara soal apa.
Aku bahkan sudah tak mampu lagi mendeskripsikan cuttoff bulan ini. Sungguh bergulatan fisik dan batin yang amat sangat menguras tenaga dan kesehatan. Di penghujung tahun ini saat kita masih saja mencoba menghitung dimana hari itu akan datang. Masih mencoba tertawa dan melupakan apa yang akan terjadi di esok hari. Mencoba menertawakan nasib yang akan datang.
Hey.. mungkin kadang ini terdengar dan terlihat sungguh menyedihkan. Kalian meninggalkanku sendirian. Benar benar meninggalkanku sendirian. Boleh aku bilang, kejam kali kau bang. Tapi apalah daya semua sudah diputuskan sebelum disambungkan. Kita putus sampai disini.

Intro yang lagi-lagi g jelas. Ah tapi itu lah yang awak ni rasakan. Rasa-rasanya aku ingin teriak sekencang-kencangkan agar semua ruangan mendengar.
Hey. Kalian tahu g? Aku terlalu lelah u tuk menulis blog. Dengan segala rutinitas yang semakin alahembuh ini. Dari pagi hingga malam berjibakuhibiniu dengan berkas sak hohah. Dan akhirnya badanku tumbang di gerus radang tenggorokan. Tapi saat kalian mulai membaca dan menerka-nerka momen yang sudah kita lalui. Kalian menertawakan kita dengan bahagia. Di situ kadang aku merasa bahagia juga. Maka dari itu agar kita bisa mengenangnya bersama, ini cerita kesekian yang kita lalui bersama.

Jadi lah, hari ini tadi kita berangkat kerja setelah libur panjang yang melenakan. Ah tapi aku bahkan berasa g ada libur sama sekali. Jumat ngecamp di kantor cus dolan Bantul sampai sabtu sore baru sampai rumah. Minggu dipaksa lembur karena g tenang terus cus ketemu teman kkn yang cuma tinggal 2 biji. Senin yang katanya libur bersama jadinya malah lembur bersama juga. Dari pagi pulang malam lagi. Bangun-bangun selasa pagi, badan sudah lungkrah. Adek sakit bang.

Hari ini menghabiskan waktu dengan mengerjakan email dan pendingan yang kog g selesai-selesai ya?
Gama sama Dani di bawah jadi pahlawan bangsa. Ah paling cuma pada duduk makan ngobrol aja tuh. Wkwkwkwk. Aku sama Bayu pelayanan seperti biasa. Bersyukur lah lagi g fit gini pesertanya dikit. Sempat ada pendingan peserta, mau aku sms ehlah.. aku g ada pulsa. Adek minta pulsa bang.
Setelah peserta benar-benar clear, dengan keadaan tenggorokan yang tidak nyaman maka tetap saya paksakan makan nasi goreng catering. Abis gitu Bayu ikut makan. 
Jam 14.00 aku pamit ke Bayu mau urus atm yang ke blokir akibat kebodohan saya sendiri. Oke fine. Kalian bahagia kali ini? Gegara even atm keblokir ini, waktu belanja di mitora sampai g bisa bayar. Duh malu, udah mau dibatalin tuh belanjaan tapi kog ya udah diitung juga. Sampai pinjem atm temen.
Jam 15.00 aku sampai kantor. Ya ampun bahagia bangt bisa keluar kantor. Bisa liat matahari, awal yang kayak kapas, langit cerah biru merona, dan gunung merapi yang elok menjulang. Pemandangannya bagus banget. Beneran deh, aku g boong. Aku udah kayak manusia purba keluar gua, terlalu excited liat keadaan disiang bolong. Secara kan ya saya berangkat pagi nyar pulang malam. Seharian g keluar ruangan. Hanya meratap di balik jendela melihat sunset yang g keliatan juga.
Aku dan Bayu lagi asik ngerjain berkas cuttoff. Sorry aku g pernah merasa seasyik ini. Aku bahkan bosan. Apalagi tambah sama badan yang lagi g temenan. Mau ngerjain sambil gila aja susah. Jadinya ngerjain sambil waras, bosen deh. Lagi g ada tenaga dan daya upaya buat gila-gilaan bersama teman-teman.
Di belakang masih ada Angga yang rajin banget gentiin Yodhi rekan berkas lamaran kerja. Sendiko dawuh mami sih dia. Tak lama kemudia bala bantuannua Angga datang. Ada Timo, Suryo, Kiki dan Eve. Pada ribut-ribut g jelas. Dan disitu saya tersadarkan untuk merasa bersyukur sudah bisa masuk diantara mereka dengan merdeka. Hha.
Dari briefin pagi tadi sudah di wanti-wanti sama Maminya Yodhi untuk berkumpul bersama. Wah ada apa ya. Nah kan tiba-tiba mas Joko muncul. Kirain mau ambil kartu eh iya kan kita ngumpul ya hari ini. Mami sudah lewat di depan kita, sesaat aku sama Bayu masih asyik ngerjain. Sedangkan Dani dan yang lainnya embuh dimana.
Aku sudah naik ke lantai tiga. Ada Alfi, Ima, Eve dan aku. Menunggu yang lainnya. Asyik mainan hapeh. Terus makbedunduk toktoktok, ada Afi, mbak Dita, Dila, mas Joko, Dani, Bayu dan Jojo. Kami sudah duduk rapi melingkar dipimpin Mami. Kami membicarakan nasib masa depan yang kami pilih untuk dijalani tahun depan. Dengan kerelaan atau paksaan. Kami sudah memutuskan hal yang dirasa terbaik untuk masa depan kelangsungan hidup sampai ada yang dilamar sebelum melamar.
Eaaa mbak Dita, anggota terdewasa kita yang sudah siap mengesahkan masa depannya bersama mas Tomy. Dan kami-kami yang masih keasyikan menggalauni hal-hal yang tak perlu di galauni. Seperti berkas cuttoff yang seperti amoeba, kayaknya sih membelah diri.
Sedikit canda tawa dan senyum senyum manja karena ada kabat gembira untuk kehidupan perkantongan kita. Tapi juga duka yang sebenernya belum begitu terasa. Ini kan masih h-4. Ih apaan sih ya. Dan kalian benar-benar meninggalkan aku sendirian. Kog kejam gitu ya. Dani, Bayu. Jadi aku harus cari kenyamanan lagi. Aku harus berdebat lelah dengan siapa lagi? Aku cuma bisa mengeluh pada Gama.
Afi. Teman yang paling bisa mengembalikan kenangan dimana aku harusnya berada. Mengenang masa-masa bahagia di RSUP. Teman curhat seprofesi.
Mbak Dita, Dilla. Walau kita beda lantai dan g begitu akrab. Karena keakraban kita dilihat dari seberapa sering kamu ngeluh sama temenmu. Hha. Mbak Dita kalem dewasa idaman mas Tomy. Dilla dengan cerita lucunya dan aksen cirikhasnya. Iya kan kak?
Mas Joko. Jauh beda kabupaten kita. Embuh kayak gimana. Tapi aku berharap tahun depan kamu bisa meringankan bebanku mas. Pliss lah. Woyyy.. tak warahi nek perlu. Jadi biar kamu dan peserta tak usah jauh-jauh menyebrang kali progo untuk menemuiku. Makasih atas perjuangan kalian. Aku terharu. Plak.
Jojo. Aku belum bisa bikin satu postingan buat kamu. Karena kamu terlalu absurd. Bisa buat ketawa dengan tingkah konyolnya yang sudah mulai bisa kuhapali. Tapi ya anda berhasil menghibur saya. Hiyyeayy. Jangan php.in ya Jo. Wkwkwk.
Eve, Ima, Alfi. Trio kwek.kwek. penjelajah kota. Pejuang matahari haha. Kerjaan kita berlainan banget ya. Kalian keluar kemana-mana aku di dalem terus. Berkat kalian aku tinggal kasih nomer salah satu dari kalian aja kalau ada BU baru. Sungguh mulia sekali apa yang kalian lakukan pada saya. Toss girls.

Selesai berkumpul yang bahkan susah terealisasi setahun sekali, akhirnya kita memutuskan untuk melakukan sesi poto. Dengan fotografer dadakan kita, Timo. Yah ikhlas g ikhlas ya, Tim. Udahlah demi kebahagiaan kami yang entah sampai kapan ini. Posisi berjajar. Cewe cewe berdiri cowo cowo duduk rapi. Cekrek cekrek. Udah dipoto berulang ulang tetep g krasa. Sama, aku yang dari tadi udah g enak badan jadi fit lagi kalau menyangkut hal dokumentasi.
Katanya sih mau foto studio. Tapi karena gelar belakang kami "wacana" jadi ya gitu. Wacana aja pokoknya.
Puas dengan segala hal yang telah kita lakukan. Kami kembali bergegas pada posisi masing-masing. Tolong ya harap bersabar ini ujian. Ujian akhir tahun dengan kerjaan g abis-abis. Aku selesaikan email. Bayu pegang pendingan. Email selesai aku nemuin berkasnya Dani. Ya udah aku garap aja. Ya siapa lagi jal yang mau ngerjain kalau kita sudah sibuk dengan diri sendiri. Terus tiba-tiba suasananya melow banget. Aku nyetel spotify playlist tokyo hits. Terus kan aku tele Dani konfirmasi berkas dia. G lupa pake stiker nangisnya chibi maruko chan. Abis itu Dhani langsung telpon. Sebelum Dani telpon juga aku udah mrebes mili. Abis itu milinya lebih deres. Aku palingkan tubuhku dari Bayu. Terus ngelap mata. Mbuh g tahu, pada ngeh apa enggak. Tapi kalau idungku merah yo uis, mataku berkaca-kaca yo uis. Adek lelah bang, sungguh. Sampai pengen nangis.
Kita udah ketawa bareng. Gila bareng. Kita kurang nangis bareng lho. Nangis sampai umbelen.

Eh. Setelah beberapa saat Dani naik. Bayu ngajakin baca blog. Kalian baca bareng-bareng. Tapi pliss jangan di loudspeaker bacanya. Kalian mengidentifikasi setiap cerita. Kalian ketawa entah dibagian mana. Makasih lho. Aku ikut seneng melihat kalian seneng. Beneran deh.
Kau yang ini kurang detail. Ya uis lah, boy. Aku bukan pengingat yang baik soalnya. Biar kalian menerka-nerka apa yang sudah kita lalui bersama waktu itu.

Radang tenggorokanku, batuk-batukku, panas tubuhku, pegel-pegel badanku. Ayo baikan. Kan kita mau naik gunung ceritanya. Biar aku bisa cerita pernah naik gunung sama mereka. 😊

Beberapa hari lagi ketika duka dan bahagia berbaur menjadi satu. Biarkan aku menangis dan tertawa bersamaan. Atau biarkan aku menangis untuk merelakan dengan paksa mengakhiri cerita kita.

Sabtu, 24 Desember 2016

Piknik Bantul #libur berkedok lembur

Dududududu~~~
Weekend tiba. Ups tipu-tipu nih. Pendingan dan email masih tak tersentuh setelah kita berjibakuhibiniu dengan yang kemarin. Dhani sudah selow. Gama sudah selow. Akhirnya aku g cuma sama Bayu lagi. Eh, kog tapi. Gama pergi keluar kota. Dhani ya gitu lah. Hha.
Jumat lembur, tapi kita udah pulang ontime ajah. Soalnya kita bakal camping sesi kedua. Aku sih oke.
Jadi begini ceritanya.
Aku seperti camping sesi pertama, pulang mandi tidur bangun jam 9 malam. Tak ada kabar apapun dari anak-anak. Pulsa udah enol. Paketan tinggal dikit. Alhamdulillah telegram nyantol juga. Langsung tele Dhani. Lama amit g di read apalagi di bales. Tele Bayu malah masih mau mandi. Woy, dari tadi ngapain aja pak. Tele Jojo masih mau makan dulu dia, minta jemput Jojo tapi bakal lama apalagi Srumbung tidak ada di peta. Ketidak jelasan bertahan 30 menit. Sampai Jojo bilang udah sampai di kantor. Nah, aku siap-siap cus juga.
Sampai kantor pas juga Bayu sampai. Parkir motor naik ke atas. Sudah ada Jojo nongkrong depan komputer. Baru juga aku ngidupin komputer. Download berkas mau di proses. Di telpon sama Mas Ricky suruh ke bawah. Makan malam. Kemudian kita cus cari makan hampir tengah malam. Voting menu menyusuri jalan magelang. Nyampe di lesehan nasgor capcay. Dan kita nungguinnya sejam sendiri. Sudah yang lainnya pada tiduran saking lamanya. Jam mendekati tengah malam pesanan bar
u datang. Langsung makan habis. Gimana perut g pada mlendung kalau makannya malam-malam gini langsung tidur. Kita benar-benar selesai dan sampai kantor kira kira jam 00.30. Sempat cerita horor pas nunggu pesanan makan tadi membuat saya dan mereka mengurungkan niat lembur. Sampai kantor langsung posisi pindang di mushola. Kita tidur berjajar berbaris rapi. Kenyamanan kita nomor duakan demi kebersamaan. Eciee.
Aku sulit tertidur lagi. Sampai mbuh tiba-tiba udah tidur aja. Shelly di lantai 3 masih ngerjain di temani mas satpam.
Jam nggak tau, kita masih merem dan masa bodoh. Terdengar suara Yodhi dan Shelly. Pengen ikut tidur tapi kuota sudah penuh. Berisik mereka berdua membuat aku nglilir tapi langsung tertidur lagi. Yodhi sama Shelly akhirnya tidur di mobil.
Jam 3.
Mas Ricky bangun. Otomatis kita bangun semua. Langsung gedor mobil Yodhi. "Pak bangun pak". Aku merasa baru juga tidur udah bangun lagi. Ah asemb, padahal g ada suara alarm yang berisik. Mbak Fenny yang niat ikut sudah ngantor jam 3 pagi. Saat semua sudah bangun dengan muka bantal masing-masing. Yuks cus. Naik mobil kita menembus jalanan jogjah jam 3 dini hari. Sepi. Sedari tadi Yodhi asyik cerita sama mbak Fenny. Bayu udah nerusin tidur. Aku pengen tidur tapi Dhani nyetir jadi aku ikut melek, nemenin. Sampai embuh sudah senyap, Yodhi tidur lagi. Aku masih melek diem aja. Dhani nyetir hati-hati.
Jam adzan subuh berkumandang.
Kita sampai di bukit Dlingo. Sudah ada beberapa anak hitz juga yang datang. Sholat subuh di surau. Langsung menapaki jalanan yang tanahnya lengket dimana-mana. Sendal jadi tebel banget. Kita berdiri ke arah sang timur menunggu matahari pagi. Eh tapi harus puas karena awan sedari tadi menutupi sang fajar.
Abis itu ada sisa uang 20ribu dari makan malam, kita buat beli tiket poto. Dua puluh lima menit untuk 9 orang. Eh malah mas Ricky sama Dhani kelamaan nyeting camera. Waktu kita terbuang sia-sia 15 menit. Ya uis lah. Kita terus gantian. Ngeri banget mak. Tinggi dan kita g pake pengaman. Cekrek sana sini kayak anak hitz atau alay. Hha. Cus lagi kita ke entahlah. Ngikut yang di depan.
Sampailah kita pada suatu tempat hitz Bantul. Hutan Pinus. Waaaaaahhhh... cantik banget tempatnya. Bersih. Dan saat angin berhembus, pohon pinus bergoyang-goyang kurang burung kutilangnya aja nih.

Selasa, 20 Desember 2016

Menghitung mundur dari 10

Sebenarnya aku tak pernah sempat menulis disini. Tapi aku selalu bersemangat menyempatkan waktu ketika kalian mulai bercerita dan memintaku menuliskannya.

Hari bersejarah bagi negara ini baru saja kita mulai. Sebagian kecil negara ini maksudku. Dengan segala upaya yang kita miliki. Dengan paksaan dan kerelaan yang berbaur jadi satu. Sambil terus menghitung hari yang tak terasa telah terlampaui.

Stop. Bahasaku terlalu mendayu dayu dan puitis nanggung banget. Hha
Jadi hari ini kita berasa gathering sarser. Yuhu. Demi kemaslahatan bersama hari ini kita berjuang demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan seni melipat kertas kita berjuang. Dan dengan ketahanan pikiran dan fisik yang mulai lunglai kita terus maju.
Cutoff kebahagiaan kesekian. Begitulah aku selalu bahagia saat cutoff tiba. Kenapa? Karena disitu kadang formasi kami dipaksa untuk lengkap. Horeeee. Aku punya temen. Iya dibalik frustasi itu aku masih mencoba menikmatinya. Kan aku tau kalian pasti bakal kangen sama momen cutoff ini kan? Iya kan?
Emailku mleduk mencapai angka 170an. Dalam sejarah 9 bulan, mungkin ini email terbanyak sepanjang masa. Dimana teman teman yang aku andalkan berpaling ke kerjaan lain. Dhani yang lagi sibuk ngotak atik data bareng Gama. Aku tinggal sendiri sama Bayu. Yang artinya aku harus lebih sabar lagi plus tenaga ekstra. Tapi apalah aku ini yang abis pelayanan larinya ke Gama juga. Ngeluh dan cerita tentang apa yang sudah terjadi selama seharian. Pun begitu dengan Gama juga curhat ke aku. Sorry ya Gam aku jadiin tempat sampah unek-unek. Eh yang kadang saking emosinya suaraku bisa nembus langit ke tujuh terus ditegur sama yang lagi rapat disana. Hha. Aku mau jadi pendiem ah. Bener.
Cutoff hari pertama masih ditemenin Dhani dari pagi. Bersyukur banget aku. Eh tapi sepagi tadi aku harus berjuang sendirian sebelum Bayu datang. Walau sedih tapi tetap senyumin ajah. Senyum sapa salam. Sampe siang akhirnya cuma sama Bayu sebelun pemain lama kita kembali. Andita sebagai bala bantuan. Jadilah formasi lama kembali lagi. Eh kangen juga ya.
Pelayanan selesai di pas jam pulang tiba. Yah sudah bisa diduga sih kan ini cutoff. Bu datangnya keroyokan. Mereka udah tahu bakal sampe sore tapi tetep aja nggak kapok datangnya pas mepet mepet gini. Kalau udah gitu ajak ngobrol aja pesertanya. Masa bodoh. Pesera diajak curhat juga akhirnya. Hha. Kalau aku udah g disini mohon bimbingannya untuk yang lain. Hha. Apaan sih. Tapi jangan di 'plekotho' seperti mengatakan "yang dulu aja boleh", " tahun kemarin syaratnya g pake itu". Seandainya kalian tahu kami juga berproses dengan pengalaman sehingga memang ada kalanya kebijakan itu harus dirubah demi kebaikan bersama. Jangan terpaku pada masa lalu. Kita harus terus berproses. Yang tahun lalu biarlah berlalu tahun ini ya ikutin kebijakan tahun ini dong ah. Hha. Maaf, menegakkan peraturan memang kadang berat jika dilawan sama yang malas. Begitulah.

Seharian pelayanan, Langsun turun nyamperin Gama sambil nglurusin badan. Rebahan di kursi. Malah dapet cie.cie. haha.

Setelah itu dimulai tugas negara. Kami harus origami. Jadi formasinya seperti ini. Lantai satu ada Gama dan Dani sebagai eksekutor data. Sedangkan yang lainnya sebagai tim origami. Di lantai dua ada angga sebagai eksekutor data. Aku, Bayu dan Jojo sebagai tim origami. Lantai tiga kayaknya sih ada Timoty dan Suryo sebagai eksekutor data.
Setelah naik turun tangga melakukan hal hal g jelas, aku duduk di depan Jojo. Jojo menghadap komputer jadi operator musik dan koor tim origami. Haha. Bayu malem malem masih pelayanan. Dia mungkin kurang. Aku sama Jojo udah ketawa kemana-mana sambil meratapi nasib, curhat. Bayu masih stay cool cerita sambil pelayanan sama mas Adi.
Beberapa saat, peserta udah pulang. Bayu udah selow, eh bukannya bantuin origami malah telpon telponan. Wkwkwk. Menyisakan aku sama Jojo. Lagi-lagi Jojo menantang lomba melipat. Aku udah semangat banget. Tangan udah otomatis, kecepatan meningkat. Bak buk bak buk. Kita udah kayak tukang potokopian kesekian kalinya. Bayu udah selesai telpon bantuin kita, tapi kecepatannya ya gitu lah. Haha. Lomba dicurangi Jojo, magnum tak bisa direalisasikan. Huh. Sudahlah, tak usah dipercaya Jojo tu. Dimana-mana PHP dia. Ups. Piss ya Jo.

Kita keasyikan nglipet sampai hampir jam 10. Capek. Tapi bahagia. Masak sih iya bahagia. Iya beneran. Apasih yang g bahagia kalau bareng-bareng sama kalian. Mau pulang pagi lagi juga tak jabani kalau harus qtime sama kalian. Yang memang mbuh kapan lagi bisa kita lakuin. Kan, bakal datang suatu masa ketika duka dan bahagia berbaur menjadi satu. Nah, itu artinya kesenangan yang sudah kita lalui mungkin tak akan bisa terulang dengan formasi orang yang sama.
Dan, kamu pergi dia datang.

Rabu, 14 Desember 2016

Menghitung mundur dari 13

Tgl 13. Dan 13 hari kerja lagi. Pertemuan duka dan bahagia akan terulang lagi. Tiba-tiba kita melow tapi tiba-tiba kita terbahak lagi, gila. Rasanya waktu 3 bulan yang ternyata sudah terlampau hingga 9 bulan bahkan 12 bulan. Kita bertemu dengan suka dan duka. Kita bertemu dengan rasa bahagia, benci, marah, gembira, dan segala hal yang sulit untuk di ungkapkan dengan kata dan juga tingkah kita.
Aku tentu tak ingin lupa dengan apa siapa dan bagaimana kita telah lalui bersama. Namun, sayangnya kita cuma manusia biasa yang pada suatu ketika kita telah menemukan hal gembira lain mungkin ia akan mengalihkan kita dengan kesedihan. Mengalihkan kita dengan apa yang sudah kita lakukan. Kegilaan yang terlah berganti dengan kegilaan lain. Tak mungkin kita terjebak pada hal yang sama yang sekarang malah membuat sedih kan. Tentu saja sedih karena sudah tak mampu lagi membagi tawa dan gila bersama.
13 hari kerja lagi duka dan tawa membaur. Antara ia yang pergi dan ia yang datang. Sama sepertiku dulu. Menggantikan posisi ia yang sedih berpisah dengan aku yang bahagia bergabung bersama. Dan awal ada akhir. Dan jumpa ada pisah. Dan duka ada tawa. Dan semua itu akan berulang menjadi siklus kehidupan. Dan karena semua itu hidup kita lebih berwarna.
Aku benci harus menghitung mundur. Seperti apa yang kau ulangi beberapa kali hari ini. Terus gimana? Aku benci. Tapi aku juga akan mulai terbiasa.
Semua momen bunga bunga yang sudah aku alami. Semua momen gunung laut langit dan karang yang sudah kita lalui. Semua momen dingin hangat panas terik yang kita rasakan. Hah.... aku membencinya jika itu tanpamu. Tapi aku akan terbiasa. Begitulah aku mencoba membesarkan hatiku.
Jika hari canda tawa dan duka berbaur bersama. Biarkan aku menguras isi kantung mataku dan menggantinya dengan senyuman bahagia. Ingin aku kau buat janji bersama. Tapi tak mampulah jika kita harus memikul hutang bahkan saat kita setengah setengah tertawa atau menangis. Tak bisa ku paksakan. Terbanglah yang jauh. Sejauh kau dulu ingin pergi. Sejauh dulu kau ingin terbang. Gapai mimpi yang perlahan menyentuh realitamu. Teruslah terbang dan jangan lupa melihat daratan.

H-13 saat canda dan duka akan berbaur bersama.