RSS

Selasa, 06 Desember 2016

Hujan di sabtu


Hari ini hujan turun dari aku belum bangun tidur sampai aku mau tidur lagi. Pagi mendung kelabu. Diluar semua warna abu-abu.
Chat anak-anak pada males lembur karena hujan. Me too. Males banget. Adem banget juga. Aku masih leyeh-leyeh, mager. Momentnya pas banget kalau kamu balik lagi selimutan.
Aku tele Gama. Ternyata anak itu sudah siap berangkat. Sungguh teladan sekali ya dari dulu. Hha. Gama sudah sampai kantor. Aku masih mau mandi, itupun masih pake mager sana sini.
Aku cus kantor jam 9an. Menerjang hujan. Kemarin-kemarin dulu aku g begitu suka hujan. Soalnya jauh harus ke kampus. Sekarang aku suka hujan. Berharap antrian sepi. Wkwkwk. Dan aku memang menunggu musim hujan sesungguhnya. Dan sampailah pada masanya. Desember. Gede-gedene sumber. Tapi sayang, kali samping rumah g lagi menperdengarkan gemericik air.
Aku sampai kantor udah ada motornya Gama di depan garasi. Aku parkir sampingnya terus masuk. Dan hei Gama. Kita berdua. Mampir angkringan dulu haha. Beli guddei sama gorengan. Eh tapi lama-lama aku malah mules.
Sampai agak siangan mbak Dita datang sama mas Tomi. Akhirnya aku curhat atm ketelen kemarin. Yah oke aku udah telat ngurusnya. Oke. Semoga isinya baik-baik saja ya.
Gama udah siap-siap pergi. Aku baru mau ngerjain kirim email. Haha, chargernya Gama ketinggalan soalnya tak pake. Ah, abis ni adikmu punya charger baru kan. Pinjem ajah.
Mak bedunduk. Terdengar suara "mbung", para lelaki absurd itu datang jugah. Akhirnya kakak. Dhani sama Bayu. Bayu migrasi ke klok seberang jalan. Dhani di ruang sebelah. Eh. Kirain ya udah mulai ngerjain tapi ternyata belum. Malah jadi operator yutub lagi dia.
Setelah tadi hujan reda terus turun lumayan deres lagi. Aku selesaikan tugas terus cus mau bisnis meza. Ketemu Mei. Yang akhirnya kita mager. Neduh di mie Aceh. Dan aku kenyang banget. Ngobrolin kerjaan dan lain-lain. Kerjaan formal (kantor) dan nonformal (meza). Karena kita satu instansi cuma beda cabang aja, terus curhat.
Kita harus semangat ya mei. Gimana ya. Pokoknya ntar abis pensiun dari sini beberapa bulan lagi, setidaknya meza bisa menghidupi kegalauan kita. Kalau g dapet kerja lagi aku mau nikah aja lah. Hahaha. Jadi ibu rumah tangga. Udah bayangin. Terus melakukan hobi berhastakarya. Then make money from it. Aku pengen wirausaha aja. Sekolah lagi juga. Meza goes to Japan. Seri hijab empat musim. Hijab gaya harajuku. Haha. Pengen les Jepang lagi kan aku. Tapi kalau alay di kelas udah malu sama adek-adek. Dulu mah paling alay, bodo amat.
Sampai sore banget kita pulang. Kehujanan lagi. Sampai rumah udah g enak badan. Semoga g tumbang ya. Masih banyak yang dilembur lho. Kuat-kuat.

Jumat, 02 Desember 2016

Keliling jogjah #kedoknya

Ini perjalanan diam-diam. Ngilangin gejala kewarasan yang mulai menipis. Di bumbui sedikit drama.
Bukan sekumpulan orang romantis. Tapi lagi -lagi egois. Sesekali tertawa sesekali apatis. Menertawakan diri sendiri bahkan orang tak dikenal.

Sebulan ini, aku berusaha untuk ngeblog entah cuma berapa baris. Pokoknya harus ada cerita hari ini. Biar kalau ada yang kangen bisa nostalgia. Spesial edisi buletin akhir tahun. Sepertinya akan ada banyak momen indah sebulan ini. Jangan bayangkan indah itu dalam arti sesungguhnya ya. Indah versi kita itu adalah masih bisa bertahan di dalam lingkungan yang kadang hampir membuat kami gila. Hahaha. Yang terkadang rasanya ingin tertawa terguling-guling terus lupa sama beban. Gitu kan kak?

Dua hari lalu Kagrub ngajak meeting. Disini ada kanit Ptt yang g pantas sama sekali jadi kanit. Kanit checker yang anak buahnya mulai nambah. Kanit driver yang sudah mulai merambah ke kanit lain. Hha. Apasih.
Rapat ini bertujuan untuk menghilangkan semuanya. Hahaha. Pertemuan rahasia gitu ceritanya. Eh g dink. Pertemuan privat antara anak-anak rentan. Aku sih cuma pengen qtime lebih lama sama kalian. Bener-bener memanfaatkan waktu yang ada untuk saling olok dan menertawakan satu sama lain. Padahal aku sudah mulai terbiasa dengan tingkah aneh kalian lho.

Jadilah kita pergi di pimpin oleh kagrub. Makan bareng di salah satu kenalan BU. Harap gratisdikasi. Haha. Pake voucher sudah cukup kog.
Sebenernya aku g begitu menikmati pertemuan hari ini karena harus membagi pikiran sama bisnis keluarga. Sebagai wanita karier memang kadang kita harus pandai membagi waktu. Wkwkwk. Gila beneran kan. Meza ada katalog baru, jadi rada ribet. Aku malah sibuk sendiri ngetik detail produk yang bakal di launching. Bahasaku hem. Iya jadi jangan lupa check ig kita ya kak di @mezahijab. Follow terus.
Mbuh kelaparan atau memang mbuh itu, kita makan-makan aja takjim. Ini nih kagrub always pesen menu komplit. Yang lainnya cuma menu sederhana. Hha.
Oiya, kita pergi berempat, ups berlima sama anak divisi lain haha. Piss. Kanit depcollector.

Pulangnya udah mau nonton lah mau kemana lah. Akhirnya kita keliling jogja. Dari gejayan lurus ke selatan belok kanan jl solo kiri stadion muter kiri menuju malioboro keselatan terus menuju sekaten yang padat merayap. Bingug kanan apa kiri akhirnya kiri lagi muterin jl mataram kiri sarkem kanan menuju perempatan pingit terus jalan magelang ke utara sampai murangan lagi. Hop.
Sepanjang jalan asyik ngomongin BU. Yang entah hotel, tempat makan, toko bahkan sampai bus yang berlalu lalang. Haha. Sekarang kita jadi agak care ya sama lingkungan sekitar.

Jadi besok kita lembur bareng ya. Qtime lagi ya. Walau cuma diem terus focus sama kerjaan masing-masing. Yang penting deketan. Feel the moment. Sebelum kita nggak bisa ngulangin lagi moment 9 bulan kebersamaan ini. Sembilan bulan sudah kita mengandung kerinduan yang lama-lama akan membiasa lagi. Dan mungkin lupa siapa kamu.
Jadi.... kapan kita piknik ke tempat yang jauh lagi. Dan.. masih sempatkah kita?

Nb. G pake dokumentasi karena ini rapat rahasia.
Salam buat Abi dari Umi dan anak2mu. Selamat Bi, dapet baju kotak kotak merah kecil baru dari undian berhadiah haha. Undangan ya Bi.

Rabu, 30 November 2016

Super zuper cutoff #camping

Di luar lagi hujan. Backsound rintik hujan dan alunan lagu aditya sofyan adeleide sky. Syahdu banget.
Ini udah tgl 30 November ajah. Besok tanggal kebahagiaan kita semua. Saku kembali terisi.
Tulisan ini untuk si boy yang baca blog sambil nunggu aplikasi offline balik lagi. Yang suka ngabisin waktu berjam-jam ngobrol sama mbak cantik kedok offline. Hahaha. Yang dapat tunjangan kegantengan. Hha.
Bulan ini mungkin menjadi cutoff terindah dan terbahagia kita, nggak cuma aku yang ngrasain. Iyakan, boy? Dari sekian cutoff selama aku hidup berdampingan sama kalian, inilah gong cutoff. Sangat luar binasah.
Harapanku semula aku pergi berlibur, eh diklat. Pulang kerjaan sudah kelar tinggal kipas kipas (ac.nya padahal udah dingin banget). Tapi apalah OTI ini, seneng ya liat aku harus bergabung bersama mereka mengerjakan semua ini. Puas kamu?
Jadi beberapa hari dari aku nggak di kantor seminggu sampai aku balik lagi ke kantor, aplikasi sedang tidak bersahabat sama kita. Perjuangan mereka. Hah. Kalian laskar cutoff. Makasih ya, boy. Kalian zuper banget.
Kerjaan menumpuk dan tidak bisa dikerjakan. Setiap hari hanya uap dan air mata yang menemani (read: ngantuk banget). Menunggu keajaiban ketika tiba-tiba kerjaan selesai gitu aja dengan cara cuma dipandangi.
Senin. 28 November 2016. Kami sudah berdoa pusat tidak akan tega membiarkan kami krucil-krucil ini menderita karena tidak bisa menyelesaikan kerjaan. Tapi oh tapi, kesabaran kita sedang diuji. Kami belum bisa mengerjakan lagi. Dari pagi hingga menjelang petang hari. Frustasi mungkin iya. Eh. Nggak. Kita nggak sefrustasi itu terus mager aja. No. Kita putuskan untuk tetap berjuang di detik-detik terakhir. Karena memang tanggal 29 adalah hari terakhir semua tumpukan ini segera dimusnahkan.
Aku dan Gama sudah sepakat banget bakalan nginep. Camping di kantor. Bawa baju ganti buat besoknya juga. Pokoknya harus kita selesaikan. Walau sering di php sama estimasi waktu offline. Kita tak pantang menyerah. Haha.
Aku pulang jam 18.30 wib. Pulang mandi terus tidur. Alarm jam 21.00 wib. Sesuai kesepakatan kita bakal berangkat ke kantor lagi jam 21.00 wib. Bayu sama Dhani, mbuh lah.
Jam 21.00 wib. Aku dibangunin mbak Ida suruh masukin motor. Di luar gerimis. Gama telpon, dan kita dapat jawaban bahwa aplikasi sementara akan baik-baik saja sampai waktu yang tidak ditentukan. Aku pun bergegas masukin peralatan ke tas. Sragam buat selasa. Handuk. Sabun. Selimut. Bantal. Setrikaan, sragamku belum di gosok.
Dhani mengirim pesan lewat telegram. Ups. Cuma tanya hujan apa enggak aja kog. Toh aku kalau nungguin dia mendarat di srumbung pasti bakal lama. Buang waktu. Aku putuskan berangkat menerjang gerimis sendirian. Dan sampai kantor pertama kali.
Sampai kantor sontak mas satpam kaget. Haha. Tidak biasanya kami menjadi gila kerja seperti ini. Hati ini kami akan bekerja shift malam. Setelah aku sekian lama tak pernah shift malam lagi.  Shift malam paling berkesan adalah jaga terakhir di IGD RSUP, semalaman nggak tidur dan malah tidur di kursi depan radiologi. Nggak dibangunin sampai subuh lagi. Hesh.
Sampai bukannya langsung pegang komputer ngerjain tapi ngemil dulu. Haha. Makin bengkak masa bodoh. Beberapa saat kemudian datanglah rombongan laskar cutoff. Absen. Master Gama, pemimpin rombongan. Kita selamat jika Dia ada di dekat kita. Dhani, abang ganteng. Aku nggak bisa deskripsiin dia, abisnya gitu sih. Bayu, the gentong bell. Paling rajin kalau sudah deadline. Jojo. Master of Joke. Salah satu anggota trio kepret. Kiki. Depcollector terhitz masa kini. Yang rela ikut camping demi si abang ganteng.
Semalaman itu kami cetak cetuk di depan komputer mengerjakan pendingan sak hohah. Pertamanya tuh ya enak banget. Lancar jaya maju makmur. Telolettelolet. Lah. Lama-lama mulai prossessing lagi. Mungkin aplikasi juga mengantuk kayak kita. Kiki udah tidur duluan. Abis itu si Bayu ikutan tumbang nemplok di kursi. Aku sih masih bertahan udah nggak ngantuj juga. Jam 2 dini hari Gama dan Jojo merapat di kursi masing-masing. Tinggal aku dan Dhani. Bertahan. Mungkin sebenernya tuh Dhani udah ngantuk banget tapi karena aku masih asyik dia nemenin aja. Mas Dhani baik deh. Haha. Nanguung juga, aku hampir bisa nyelesein. Walau kudu sabar karena aplikasi memang moodyan juga.
Kita bertahan dengan posisi yang sudah embuh. Aku udah mules mules kedinginan. Dan ini memang jamnya pencernaan bekerja.
Jam 3 dini hari. Aku selesai. Dhani sudah pengen tidur. Haha. Kita matikan komputer masing-masing. Aku nggak dapet kursi untuk tidur. Dhani masih sempet dan mau natain empat buah kursi buat aku tidur. Makasih,boy. Pasang alarm jam 5 ya, Dhan. Siph. Kami tertidur bagai pindang di jemur. Tidur diatas kursi tunggu peserta. Haha. Aku sih dulu udah biasa tidur di kursi waktu masih jaga di RSUP. Tapi sekarang susah juga ambil posisi tidur biar nyaman.
Aku coba merem tapi nggak tidur-tidur juga. Woladalah. Aku gek mak ler udah ada alarm bunyi kenceng banget dan paling deket aku. Hesh jian. Aku nggak bisa tidur batinku. Sampai mbuh siapa yang matiin tu alarm. Sampai jam 5 alarm ke dua bunyi. Ya Allah, aku berasa belum tidur lho, kog alarmnya udah bunyi lagi. Sampai alahembuh. Gama udah bangun udah cetak cetuk lagi. Kiki udah pulang. Dhani kebangun nggak tidur lagi. Tinggal aku sama Bayu masih molor. Jojo udah pulang juga. Aku baru benar-benar bisa bangun jam setengah 6 pagi.
Aku bangun langsung nata selimut siap nyolokin setrikaan. Tapi colokannya nggak ada yang pas. Haha. Dhani aku minta buat nurunin printer biar mejanya bisa buat nyetrika. Hem. Itu anak 1.1 nyetor baju. Duh, udah kayak tukang laundry aja aku. Selesai setrika mandi. Selesai semuanya. Kita sarapan bareng di gudeg deoan kantor.
Kita sok bangga bisa masuk pagi. Iyalah dari malam udah standby nemenin mas satpam. Menu sarapan kita bubur gudeg. Yummy. Hem. Nikmat ya sarapan sama kian. Tersisa aku, Gama, Dhani dan Bayu. Abis itu kita udah ngantuk lagi.
Hari kedua kita pulang jam 9 malam. Sampai rumah aku langsung bruk tidur bangun jam set6 pagi lagi. Ngantuk lagi. Lebih dari 24 jam kita habiskan waktu bersama ya genks. Para laskar cutoff.
Bersenang senanglah karena hari ini akan kita rindukan dihari nanti. Oooouuooo.
Ayo buat kenangan indah lagi.
Jadi bisa nggak kalau kalian nggak ninggalin aku cutoff sendirian tahun depan.? Bisa nggak kalian datang nemenin aku pas cutoff datang lagi.
Ya, boy.? Pliss.
Kalau kangen kita baca blog ini pas sempet ya. Toss.
Dokumentasi pre lembur
selfie expert
Ini dokumentasi anak KC sebelah adoh banget
Add caption
Add caption
Pindang tiduran tinggal dibumbui

Senin, 28 November 2016

Saat Lelah Terdistraksi Oleh Mereka #1

Ah... ini masih tengah bulan aja belum ada lho. Tapi kog capek banget rasanya. Pundakku pegel. Butuh dipijitin. Kamu mau?

Jadi begini ceritanya suntuk banget gegara antrian bulan ini amazing gila. Saat cutoff kini hanya mitos belaka. Jadi kan ini masih tanggal segini tapi antriannya nggak sahabatan sama kita. Eh terus kan coba diantara antrian itu ada Bapak, mas hrd standupindogondokusuman, mas hrd anak 2, mas ah sudahlah. Hahaha aku mulai gila lagi. Ya sama aja kayak Dani atau Bayu yang semangat kalau ada mbak mbak hrd bening.

Bapak jenaka. Bapak hrd ini bapaknya temen SMP. Jadi aku udah anggap bapak sendiri. Gitu kan ya da? Haha. Nggak pernah protes macem macem nrimo banget hahaha. Kita mah berasa dimong banget ya Gam? Tiap bulan pasti tak batin kog nggak datang absen bakal cuma sehari aja. Eh tapi datangnya kog pas cutoff. Pasti bapak capek nunggu antrian. Duduk di pojokan. Mungkin sambil ngepo IG.nya anaknya yang konser sana sini. Haha. Disela sela antrian biasanya kita ngobrolin anaknya bapak. Kemarin aku ketemu anakmu pak pas kondangan. Masih dengan rambut gondrong kebanggaan rocker. Hha. Piss Da.

Mas hrd standup indogondokusuman. Terakhir bulan kemarin sampe ngakak karena malah ngobrolin hal nggak jelas. Datang akhir akhir sampai antrian udah sepi banget. Ngeluh laper lagi. Yaelah sama kali mas. Hrd teladan yang kadang somsek. Hahaha. Bercanda aku mah. Maaf napa. Tadi datangnya agak lebih awal. Diantara ibu dan mbak hrd. Iya ini mas stand up indogondojusuman juga ditunggu tunggu banyolannya sekedar melepas penat. Wkwkwk. Pas liat mukanya aja udah pengen ketawa. Eh saking antriannya banyak, dianya malah turun. Yah... pulang dia gumanku sama Gama. Eh beberapa saat kemudian datang. Lha kog ya ngepasi sama aku lagi. Uis ngeloke dadak bengesan barang. Heh, wingi koe teko uis awan bengesku uis luntur, saiki isih nemplok abang branang. Hahah. Iya nih gincuku rodo kandel akhir akhir ini.
Dengan sistem yang tadinya lemot trus tiba tiba balik rada normal. Beruntung koe mas. Akhirnya dia pamit trus ngomong besok lagi mau sama mbak Yana aja. Gam, sesuk nek aku neh sing ngepasi manggil, ora lah. Terus koe yo rasah maju mas purapura linglung aja.

Mas hrd teladan anak 2. Sebenernya nggak tau anaknya berapa tapi, ah sudahlah. Hha. Ini adalah orang yang pertamanya sama Dita ngasih berkas seabrek trus dicek. Nah bulan berikutnya ngepasi aku yang dapet. Akhirnya berkasnya pindah tangan ke aku. Dan hampir 3 bulan berkas itu tarik ulur harus aku ceki tiap bulan. Duh bang adek capek. Akhirnya kemarin Karena sudah merasa bisa ditolerir 3 bulan, kita ujk aja. Sudah tanya pertimbangan Gama. Dan saking teladannya ini, rekomended lah kamu mas. Baik to aku tak kasih award best recomended outsourcing. Yang tetep mau bayarin walau mbuh gitu. Hahaha.

Hrd terbulli yang memindah tangankan urusan pada temannya. Haha. Ini hrd terbulli nggak di kantornya sendiri tapi juga kantor orang lain. Soalnya dia itu temennya temennya Dani. Jadi udah sok akrab. Tapi suka banding bandingin sama kantor lain. Walau gitu nggak seakrab kantor kita kan bro. Yang berani beraninya memperlakukanmu seperti sahabat sendiri. Eh lah malah off. Kirain kabur kayak yang lainnya. Hahah.   Yang sama saja suka banget bawa berkas banyak banget atau ngeoffin karyawan banyak banget. Terus karena aku efisiensi operasional malah dibandingin sama sebelah yang ngasihnya nggak tanggung tanggung. Ah lah isih iso di woco kok.

Pak twc yang tiba tiba bilang kalau ronya aku. Yang lantas membuatku rada shock. Yang harusnya dipegang mbak Novi. Hha. Bapak yang baik, rumahnya deket rumah Gama. Selalu mempersilakan datang untuk main ditempat kerja wisatanya gratis. Duh pak gimana ya. Yang kalau chat di kasi intro gambar bunga bunga. Haha. Ternuwun lho pak. Ming kog kula dadi sedih juga. Bapak yang ramah ke semuanya. Satu satu disalamin pas dateng maupun pas mau pergi. Selalu aja update data tiap bulan. Duh maaf dulu pas awal awal saya nggak dongan pak. Nyusahin lagi. Tapi sekarang sudah mulai terbiasa dengan cara komunikasi. Haha. Jadi inget pas balas email. Yang diminta apa bilangnya apa dikasihnya apa. Abis gitu bapak balasnya pake tulisan nggak jelas. Aku sampai ketawa bayangin Mei yang omong. Hha kog malah Mei. Soale Mei kalau ngebanyol gitu njelei terus bikin ngakak.

Oiya lupa. Satu lagi. Mas pembela bangsa dan tanah air. Guru spiritualnya Dita. "Loe juga cynt" teriak Dita nggak mau sendirian. Hahaha. Bapak yang kelewat gapyak tapi mbuh haha. Ups. Udah kayak temen curhat. Sampai kisah cintanya pun gue tau. Kalau tanya orang mana to jenengan. Semangat jawab Srumbung. Saya juga punya temen di Srumbung. Temen apa temen, calon ya. Iya haha. Kog nggak jadi mas. Nggak tau. Ya seabsurd itu obrolan di selasela antrian. Mau sepaneng banget kog ya gimana. Mau nyantai kog aku kelewat santai. Ah susyah. Datang hampir setiap hari. Selalu ngingetin puasa dan ibadah blabla lainnya. Suka nyaranin berdoa blablabla. Baca baca tanda tangan. Udah kayak guru spiritual tadi. Haha. Kadang pas antrian sepi udah tinggal sendiri, saking lupanya nomor nyeletuk aja antrian a/n mas.. wkwkwk sontak yang lain ikut senyum ketawa. Bapak 2 anak yang sayang keluarga ini awalnya di waspadai tapi ncen gapyake mbuh mau dadi kita mah biasa aja. Tapi minggu depan udah nggak ketemu lagi lho. Gedunnya beda. Saat antrian yang lain udah move on ke loket yang beda si bapak masih setia nunggu dipanggil diloket yang sama. Yah sudahlah.

Terkadang orang orang yang mampu mengalihkan lelah kita pas kerja datangnya nggak terduga. Siapa saja.

Pa, kadang aku menggap mereka menjadi kakangku, kancaku, musuhku, tamuku juga bapakku. Tapi kau tak akan tergantikan, pa. Bapakku cuma jenengan. Hah. Aku selalu pura pura kau masih ada di rumah dengan rutinitasmu saat aku pergi kerja. Aku selalu pura pura kau pergi hanya seperti biasa kemudian balik lagi saat petang datang. Aku kadang pura pura kau memang sudah terbiasa pergi dan lama nggak kembali.
Aku kangen banget pak, kaleh jenengan. 😣😢😭👴

Doodledoodling. Like to drawing (future with you)

Akhir-akhir ini aku rindu banget bisa gambar-gambar. Selama ini aku emang nggak kosisten sih. Cuma pas moody aja. Satu yang masih sebenernya aku rindukan juga. Orek-orekan di kertas buram bekas kopian proposal kegiatan bbt tonti pas SMA. Kumpulan kertas itu saksi betapa rajinnya diri ini dulu waktu pelajaran. Disitu juga ada gambar yang menurut aku paling niat yang pernah aku buat juga. Tapi mungkin kalau dilihat di jaman sekarang pasti jauh banget. Hahaha. Yah kita kan berproses jadi lebih baik kan ya.
Jadi kemanakah orek-orekan itu. Seingetku kertas itu sudah lenyap entah kemana. Mungkin saat erupsi 6 tahun silam. Saat seisi rumah isinya pasir dan debu. Rusak. Trus hancur.
Aku mulai lagi gambar. Aku tau kog. Ini nggak bagus. Tapi bisa mengobati kebosanan ku. Karena kadang nggak semua bisa dituliskan makanya digambarkan. Hha.
Galeri kertas putih hitam tinta

Sabtu, 05 November 2016

Lagu dan kenangan (genki wo dashite-beck)

Terjebak masa lalu ditambah dengerin musik yang dulu dulunya andalan banget buat nemenin aktivitas. Lebih terlihat nggak berkembang dan terjebak masa lalu. Haha. Dari pada update lagu aku mah sukanya dengerin lagu lama sambil flashback moment yang sudah berlalu.

Hebat ya. Pas kita denger musik tiba tiba aja peristiwa itu muncul begitu aja. Kayak lagu ost Beck. Ini lagu jepang yang nggak sengaja aku nemu di soundcloud. Cover version. Enak banget lagunya. Setiap hari setiap detik yang diputer ini lagu terus dan terus. Nggak berhenti. Pas waktu itu juga musim hujan. Musim hujan awal tahun 2015. Mak, uda lama banget ternyata. Jadi tambah meratap ketidakberkembangan diri ini haha.

Pas waktu itu, stase maternitas. Ada di kota seberang. Klaten. Di kamar kost yang aku huni barengan Adis. Ya ampun aku kangen. Makan pagi pagi sama nasi aku lupa namanya. Saking iritnya kadang beli 2 bungkus buat pagi dan siang. Sebungkusnya cuma 1500 dan itu udah kenyang. Ya Allah kangen banget. Bahkan rasanya masih nempel di mulut. Haha. Pagi pagi sudah apel keliling ngitungin Djj bayi dalam kandungan para ibu. Pontang panting kalau ada yang mulai proses melahirkan.

Rasanya memang asing banget tempat itu. Eh tapi dulu kita pernah disana lumayan lama lho. Dengan segala perbedaan dan cara kita untuk beradaptasi. Sungguh sesuatu yang unik. Hha omong apasih ini.

Jadi sehari hari pas di luar udah hujan. Kemudian tugas askep minta dikerjain. Kertas dan buku hampir berserakan. Astaga aku masih ingat bau kamar kost kita, Dis. Kita ngerjain tugas. Tak lupa aku stel musik ost beck. Yang hampir kamu pun hafal walau cuma dapat sekata doang, haha.

Sama. Sekarang pas aku dengerin lagu ini. Aku balik lagi ke masa itu.

Waratte gomakashite
Namida no tsubu wo kawakashite
Sono mukou kawa ni aru no wa
Kitto ima yori tsuyoi anata

Close your eyes
Ima wa awatenai
Utsuro ni kanjite
Feel the beat
Iwanakute ii
Kitto ashita wa
Wow wow

Dakara nee
Genki wo dashite
Anata no
Warau kao mitai kara
Dakara nee
Genki wo dashite
Watashi no onegai

Yume wo mune ni daite
Semai heya kara dete oide
Ima no kono kumori sora wa
Jikan (toki) ga nagare reba hareru kara

Go for it
Shibararenai
Jiyuu na kimochi de
Feel free
Sou atarashii
Ashita ga
Wow wow

Dakara nee
Genki wo dashite
Anata no
Warau kao mitai kara
Dakara nee
Genki wo dashite
Watashi no onegai

Watashi no onegai wo
(http://astrigus.tumblr.com/post/64359722233/genki-wo-dashite)

Rabu, 12 Oktober 2016

Balik ke Kampus

Kesibukan antrian membuat aku tidak bisa curi curi waktu update blog. Nggak sempet reupload draft. Nggak bisa edit caption foto. Dan. Draft blog numpuk.
Kamu pikir tulisan ini nggak penting. Tapi kamu udah meluangkan waktu 3 menit untuk membaca prolog tidak jelas ini.

Yuhuuuuu...
Jadi begini.
(Senyap)..........
Udah gitu ajah.

Duh. Aku pengen nulis sesuatuh tapi capek. Tapi tetep aja ini udah dapat hampir 1 paragraf padahal aku udah bilang capek dan nggak ada ide. Apalagi ide untuk cerita. Tapi. Ahh lah. Let me tell you about my day. Meidei.meidei.

Back to Campus.
Jadi keributan membuat STR kembali tercerahkan, setelah sebelumnya aku cuma ngompori trus pergi. Akhirnya step by step bisa jalan lagi walau kita tertinggal dari institusi lain. Kalau udah rejeki nggak akan kemana kan ya. Aamiin.

Kemarin sebenarnya udah mau ngumpulin berkas ke kampus. Ternyata masih kurang syaratnya. Terus aku putuskan untuk mengumpulkan berkas hari ini. Sepagi bangun udah bongkar bongkar berkas ijasah eh lah dalah ternyata legalisir ijazahku tinggal 2. Pas banget. Coba kalau kurang hem, gagal aku dapat surat.

Karena antrian yang tak bersahabat apalagi kemarin senin. Sampai penuh banget. Akhirnya baru dipaksa untuk sempat hari ini tadi. Thanks ya Dhan. Yang udah mau tak repoti. Duh melting aku boy. Walau akhire kamu juga ninggalin kita. Huhu.

Dengan ijin yang malah menguak ingatan tentang kerjaan. Dengan berat hati dan merasa bersalah. Dengan degdegan sama masalah laporan kerja. Dengan panas yang menyengat hingga ke hati ini. Ealah. Mau nggak mau kudu iso tekan kampus. Poko.e

Dapat ijin trus ninggalin mereka. Dhani. Bayu. Dita sorry harus gantiin aku. Yeay.. 2 jam bebas hahaha. Ups. Jarang jarang kan aku keluar kantor. Pengen juga lah.

Jam 10.30 aku sampai di depan bank BPD DIY yang ada di RSU. Clingukan bingung cari slip setoran. Sibuk nyecroll chat di grup yang nyimak pun mbuh mbuhan. Tanya ke pak satpam. Sung cus bayar. Pindah ke sebelah bank BRI. Nulis.nulis bayar cus. Keluar RSU parkir di masjid Mardiyah. Di tempat ini jaman dulu praktek profesi sebagai parkiran sahabat mahasiswa. Sebagai tempat naungan kala hati ingin meluapkan segala. Tempat doa keluar di saat hujan tak kunjung reda. Yah.. lumayan memorable banget lah tempat ini. Parkir trus cus.

Jalan lenggak lenggok  hha model kali ah. Abis parkir, fotocopy ijazah dulu buat sekalian legalisir. Nasib tak tau semoga profesi jobseeker segera berakhir. Aamiin. Melaju tap tap tap. Jalan kaki jauh tapi seneng haha. Soalnya aku udah ada rasa rindu sama tempat ini. Kampus FK. Beda nggak begitu sih. Tapi karena lagi ada proyek gedung baru jadi menghancurkan tempat tempat memorable semasa jadi maba dulu. Dan aku baru ingat pas nulis ini. Aku nggak mampir ke tempat mbak Ika. Sekedar beli eskrim atau molring kemudian duduk asyik melihat transaksi jual beli mbak Ika. Aku yang dulu bukan anggota Bursa tapi kalau pas dewean ikut bantuin mbak Ika. Jadi sedikit hapal harga harga jajanan di Bursa. Mbak Ika yang suka curhat dan di curhati. Yang selalu apal sama Bapakku. Makasih mbak. Aku lupa mampir. Kira kira kamu masih ingat aku nggak ya mbak. Atau kamu masih setia di Bursa nggak ya mbak.

Pintu masuk bablas terus hampir pintu keluar. Hop. Aku pergi ke gedung hokya aku lupa namanya. Hha. Pokonya gedung yang ada pak Dekan dan para wakilnya. Mampir bentar ke Bank BNI untuk bayar legalisir. Jadi gedung ini adalah gedung favorit juga. Dimana kita mengurus kemahasiswaan. PKM. Bimbingan Skripsi sama dr. C. Bimbingan PKM. Antri ngumpulin berkas beasiswa. Jaman harus KRSan tapi lama lama suka nitip. Perjuangan minta ttd prof T untuk acc dana skripsi. Sekedar duduk duduk di sofa empuknya. Ah. Jian terjebak masa lalu to.

Selasai. Aku jalan menuju gedung paling tercinta walau not be my favorit place. Gedung dimana ada ruang kuliah. Mini hospital dan hari hari dimana bel osce berbunyi saat musim ujian skillabs. Ismangoen. Jalan sambil melihat wajah asing. Hanya 1 yang tak asing. DPR. Dibawah pohon rindang. Iya pohon nangka itu yang sekarang ramai di kelilingi jajanan jadi kantin kejujuran. Hha. Di setiap kampus pasti ada spot DPR kan?
Dengan dandanan menor yang sempat tadi di bilang sama temen "gincumu kandel". Tuntutan profesi buk. Aku masuk gedung itu dan sudah ada Pak Hardo dan si Bapak memanggil namaku. Pak, jenengan tasih kemutan kaleh kula? Terharu pak. Beneran aku sih nggak nyangka aja si Bapak yang dulu semester 1 suka ngurusin jadwal kuliah kita masih ingat namaku. Aku sih yakin nama BFF apal semua. Hha. Nggak tau deh kalau pak H ini anggota fb bff. Mulai gila.
Tap tap. Naik ke lantai 2. Gelap lagi mati lampu katanya. Eh tapi malah bikin sejuk dan adem. Soalnya gelap. Lagi lagi wajah wajah asing. Nggak kenal. Ah lah berasa ibuk aku kudu pie. Sampai di ruangan yang biasa buat legalisir ijazah. Tararara. Susunan mejanya udah berubah lagi. Pegawainya udah nambah lagi. Dan terharu lagi ke tika. Pak pegawai menyapaku dengan "wong sudimoro". Pak di sebut wong srumbung aja aku udah amazing, lha kog jenengan sampai detil bilang wong sudimoro. Hambok sisan sudimoro rt 2 rw 2. Hha. Dan aku lupa nama bapaknya. Kejam kali aku ini. Aku udah ingat sesaat nulis blog ini. Namanya Pak Sugeng. Yang nembung digawake salak akhirnya aku bawain buat staff dan dosen. Ups itu dulu bukan maksud gratisdikasi biar lancar skripsi. Bukan beneran deh. Haha.

Mereka masih seramah seperti dulu. Yah walaupun yang hapal aku nggak banyak. Bahkan pak Dosen pun lupa siapa aku. Sudahlah. Udah kelar skripsi inih. Lupakan masa lalu pait itu.

Panas. Hari ini pelukis langit sedang menikmati hari. Dia lukiskan banyak warna kuning dan biru. Hha. Aku buru buru balik kantor karena tidak mau ada sesuatu hal yang akan mengancan keberlangsungan hidup saya.

Sampai kantor ya sudah balik lagi dengan rutinitas biasa.
Rindu kampus terobati sementara. Pengen hirup udara di luar gedubg tingkat 4 ini terlaksana. Walau nggak begitu enjoy karena terburu buru di kejar waktu.

Dan kita tutup hari ini dengan canda dan tawa.
Menertawakan "ada keperluan" bersama trio kepret dan mas ganteng.