RSS

Sabtu, 03 September 2016

Keep in touch

Sudah berapa tahun kita tak berjumpa? Owh iya, belum ada setengah tahun ya. Tapi kita kog sudah mulai malas berkomunikasi bareng ya. Kog kita terlalu sungkan sama masing-masing kita ya. Kog kita harus merasa sungkan menanyakan banyak hal. Kog kita merasa malas membalas perhatian antara kita.
Aku ingin tahu. Bagaimana kabar kalian? Apa kalian benar baik-baik saja. Aku sih nggak begitu baik. Apalagi sudah nggak ada kalian sebagai tempat distraksi. Gimana kalian bisa buat kita semua menertawakan diri kita masing-masing.
Kita pernah marah satu sama lain. Kita pernah rindu satu sama lain. Kita pernah muak satu sama lain. Kita pernah terganggu satu sama lain.
Aku hanya mencoba untuk bisa selalu terhubung dengan kita. Walau benang penghubung ini lama-lama mungkin memudar. Aku mencoba untuk tetap memberi warna pada benang yang menghubungkan kita. Tapi... jika hanya aku, untuk apa ada kita.
Apa kita sudah bukan kita lagi. Apakah kita sudah menjadi hanya aku, aku, aku, aku dan aku. 
Jika hanya aku yang mewarnainya. Apakah kita masih akan menjadi kita bahkan 10 tahun lagi. Aku tak ingin kita menjadi asing.

Aku hanya mencoba keep in touch saja.

Senin, 29 Agustus 2016

Diam

.........
....
.......
....
.......
....
..............
................
..................
....................
..................
...............
.............

Aku diam dengan segala kebimbangan
Aku diam bahkan saat aku ingin berteriak sekencang kencangnya
Aku diam dengan segala tangis yang aku rasa
Aku diam bahkan saat aku ingin kita duduk bersama
Aku diam dengan mengubur dalam harapan
Aku diam bahkan saat aku ingin bersenandung bersamamu
Aku diam

Melihat. Merasa. Mendengar.
Semuaaaaa..
Dan, aku hanya bisa diam.

.......
.....
.........
......
............
.......
.....
...............
..................
.....................
........................
.....................
.................
.............
........
....
..
.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Libur lembur

Libur lembur libur.
Begitulah hari ini. Pagi udah hampir gedubakdubuk takut kesiangan, eh setelah dipikir lagi "oh iya ini hari sabtu, aku bisa tidur lagi".
Ya sih libur, tapi tetep ngantor. Belum juga bangun di tele sama Gama. Hha. Sorry ya Gam. Aku baru siap cus kantor, kamunya udah nongkrong aja disana. Setelah umbah-umbah selesai, langsung cus kantor.
Sampai di kantor sudah ada empat orang duduk di formasi masing-masing. Mas Ricky di pojokan. Gama di tengah, Bayu di kananya Gama, Dani di kirinya Gama kelewatan bangkunya aku.
Dengan kebahagiaan tiada tara bersama kalian aku semangat ngerjain nih. Beneran. Di sela-sela ngerjain email mas Ricky menawarkan membantu memenej email biar nggak amburadul. Tapi, aku harus mengaplikasikan ilmu back massage dulu. Itu bayaran yang eh syarat mutlak. Hha.
Seharian gitu sama mereka, Srumbung jadi tempat istimewa. Aku harus bilang ap ke pak camat. Srumbung itu semacam negara api dulu-dulunya. Tepatnya di kaki gunung Merapi. Nggak ada di peta deh kayaknya. Lah jasa pengiriman barang aja sampe susah nyarinya.
Kalau mas Ricky suka banget gini "saya aku tinggal di srumbung, srumbung dipimpin presiden dan wakil presiden". Terus sebagai warga sipil aku naik pangkay jadi walikota Srumbung. Koplak bangt kalian.
Aku kira ya di lingkungan baru aku bisa memperbaiki image. Iya bisa sebelum mas R  ini ada. Haha. Iye bang nggak ada eloe nggak rame pokoe. Yah terima ajalah. Mas R. Mas D. Mas B. Dek G. Orang-orang baik. Patner kerja yang saling melengkapi kekoplakan.
Walau Srumbun itu tempat yang jadi kayak emezming gitu ya, emezing anehnya.  Aku mah bangga jadi orang Srumbung, iya kan Pa? 
Oiya. Abis lembur libur. Nonton sama Mey, Gita dan temenya Mey. Mey Bff. Gita temen kantor sebelah masih satu instansi. Trauma ada apa-apa sama motor aku cuma bisa pelan. Sampai sans pas banget. Penghiburan sebulan sekali sama temen atu inih. Diakhiri makan geprek di mang kobis. Cabe 5. Di santapan pertama langsung bikin nangis. Mimiknya juga langsung ampir abis. Nasi sama lauk dikecapin maksimal biar nggak kepedesan. Lama-lama lidah kebal juga.
Disitu. Mey bilang buat aku membuka diri. Owh man. Mana boy, or man lah. Setelah ini deh kayaknya. Setelah seburuk-buruknya kesedihanku hilang gitu aja. Aku coba untuk menyibukkan hariku biar keembuhan ini hilang. Mungkin udah ilang, aku aja sampai bahagia lembur.
Libur harus lembur biar aku nggak sempet mikir yang embuh itu.
Bukti lembur. hahaha
Dani yang kerjaannya nonton youtube dan operator lagu
Mas Ricky masang outlook di komputer kerjaku
Gama dan Bayu mengerjakan pendingan dengan serius

Jumat, 19 Agustus 2016

Kebahagiaan lembur part 2

Inilah hidup. Lemburan selalu aja ada tiap bulan. Yo jalani ajah. Alhamdulillah. 😆
Jadi dari kemarin udah diwanti-wanti sama mbak Zu buat lembur. Hari ini lumayan rame deh. Soalnya kemarin cuma anak lantai 2 aja yang asyik ngerjain pendingan. Yokatta, ada Jojo. Jojoba oil. Eh. Haha. Bantuin aku menyelesaikan pendingan berkas sekardus tapi kalau diminiin setebal skripsian.
Lembur sarser rame. Tapi karena aku ngerjain di belakang. Aku g bisa sing a long sama yang lain. Kursiku dipakai Jojo. Jadilah fo malam ini dengan formasi Bayu,Gama, Jojo, Dani. Jadi gini "saya Jojo penggantinya Aku" hahah.
Terlihat mood mereka di cutoff kali ini g sebaik moodku. Karena mungkin ini adalah cutoff terbahagiaku, dan otomatis ditanggapi "gila kamu mbak".
Beneran banyak banget deh rasanya kerjaan cutoff bulan ini, target banyak juga. Kog aku mah bahagia-bahagia aja. Aku masih waras kan ya. Kayaknya selepas Heti pergi suasananya juga rada beda deh, apalagi buat si mase.
Ininih, Kiki juga sekarang seneng banget ngerosting aku di tambahi sama Bayu. Ih sebel. Aku mah tau juga kalau aku paling lucu. Tapi kan. Ahhh..sudahlah. 😅

Esok libur, tapi kita lembur. Sudah biasa dan jadi kewajiban sebulan sekali. Semangat ya kak.

Kamis, 18 Agustus 2016

Kebahagiaan Lembur

Siapa sih yang suka lembur?
Kayaknya kebanyakan orang enggak ada yang suka harus lembur. Aku juga nggak suka.
Eh... tapi kog, lembur kali ini terasa menyenangkan ya.
Baru juga kemarin cutoff, eh sekarang uda cutoff lagi. Dan seperti biasa, mereka datangny keroyokan (lagi). Si mas yang ninggalin bingkisan tiap bulan untuk dikerjakan. Makasih banget lho ya mas yang baik. Tapi kejem banget juga ah. Hha. Gomen ne.
Semuanya berlomba-lomba ninggalin hadiah buat aku. Didukung oleh sistem yang kadang nggak bersahabat. Korban sistem gitu kata temen kuliahan. Dari kuliah sampai kerja dikerjain sama sistem.
Rekor email selama ini adalah 126 email belum dikerjakan dan di balas. Amazing. Tapi, bebannya nggak terasa. Aku masih bisa haha hihi. Bener-bener yah sudahlah. Soalnya itu banyakan buat mbak Novi. Hha. Pendingan bejibun. Lagi-lagi ya sudahlah, masih ada hari esok buat lembur.
Kemarin-kemarin rasanya susah banget, penat. Pengen lari dari kenyataan. Soalnya cuma ngebayangin kerjaan yang menggunung. Setelah dikerjakan rasanyaaaaaa lega banget.
Iya. Kita mugkin kadang terlalu berekspektasi berlebihan sama hal-hal baru atau yang belum kita kerjakan. Bayangannya udah horor aja. Rasanya sulit dilakukan. Tapi setelah dikerjakan yang segunung itu lama-lama juga habis.
Lemburan bulan ini tadi nggak berasa. Malah betah banget di kantor. Sama anak-anak itu. Kita menyanyikan kepenatan dan kegilaan kita. Itu yang aku rasakan. Mbuh apa yang lain rasakan. Kuncinya adalah jangan lupa positive thinking. Kemarin aku terlalu negative thinking. Terus terlalu mengharapkan dan mengandalkan orang lain. Anggap aja kamu berjuang sendirian, maka ya kamu harus semangat sampai akhir. Sendirian jangan ngarepin orang lain membantu, soalnya pasti akhirnya kecewa (harapannya ketinggian sih sama si doi). Karena kita ini kan setengah makhluk egois. Jadi ya just do it. Kalau kata mas Ricky sih jangan ngeluh, coba pasti bisa. Ini versi mas Ricky yang bener.
Sekarang udah mulai nerima deh. Aku harus multi tasking nih. Jadi pemeran cadangan anak-anak. Beberapa bulan ini udah cukup aku beradaptasi dan bikin aku kangen terus sama mereka.
Dari bulan pertama dengan aku harus "kenalkan saya penggantinya Gama". Kemudian 2 bulan, dan sekarang aku harus "kenalkan saya penggantinya Dhita". Setelah ini mungkin aku harus "kenalkan saya penggantinya Dhani". Owh.. semoga aku tak tergantikan.
Sebagai pemeran pengganti otomatis, aku jadi lebih luas kerjaannya. Tapi kayaknya karena aku terlalu nggak sabaran kali ya. Hha.
Setadi ngerjain email sama mereka. Nyanyi-nyanyi nggak jelas sampai nggak kerasa kerjaan mulai berkurang.
Mungkin ini adalah the happiest cutoff that i ever had. Hha. Gila.
Ah apalah, belum apa-apa juga aku udah betah bareng kalian. Dengan segala kekuranganku, keegoisanku, kecemprenganku, kegalakanku, kemacaknangisanku, kemoodyanku, keembuhanku, keenggakjelasanku, keradonganku, kesekarepku. Semua itu reflek aja. Beneran. Hha.
Gomen ne.

One of my best memories.
Anak KPP dan Penagihan (Kiki menggantikan posisi Dita)

Rabu, 17 Agustus 2016

Kita Merdeka

Happy independence day Indonesia.
Indonesiah
Indonesyah
Endonesa
Endonesia
Walau kadang kita melafalkannya alay lebay atau emang kena logat, kita tetap...
"INDONESIA"
Tujuh tahun lalu aku masih upacara di sekolahan. Jadi anggota baris berbaris pengibaran di SMA. Melaju di lapangan berdebu di SMP. Bingung? Hha. Sekali itu kami pernah upacara SMA SMP digabung. Dengan sragan hitam kebanggaan, yang sampai sekarang pengen tak pakai tapi takut kena hukum. Hahah.
Hari ini tadi aku upacara di kantor. Masih sejajar sama lapangan SMP dan SMA. Upacara dengan personil yang lebih sedikit, dengan petugas yang selalu latian dadakan. Rasanya tetap saja bisa buat aku pingin nangis, mengenang masa lalu. Haha.
Sudah ketiga kalinya kita upacara di halaman kantor. Dari pertama upacara yang masih amburadul sampai kedua kemarin yang juga masih kurang persiapan. Upacara yang tadi tidak sempurna seperti di istana negara, tapi menurutku ini peningkatan guys. Yokatta. Eits, bayu nggak usah ngikutin bilang "yokatta".
Semua berkumpul. Jarang-jarang lho. Setelah upacara tidak lupa take a picture. Rame-rame baris rapi. Cekrek. Dengan senyum kebanggaan terbaik kita, dengan semangat 45, dengan kemerdekaan berekspresi, jadilah foto terbaik.
Seharian memerdekakan diri. Owh iya karena kalau dipikir kerjaan dan pr masih numpuk, kalau nggak dipaksa untuk berhenti sejenak bakal ada ajah. Seharian merdeka dari kerjaan. We laugh, we played together. Main lonba 17an pas tanghal 17. Memisahkan jarak antara atasab dan bawahan. Sejajar. Saat ini kita semua keluarga.
Kostum masing-masing yang sudah disiapin mepet hari H. Merah putihnya SARSER. Kuning cetarnya Umum Keuangan HK2. Biru itemnya Mpkr Mpkp IT. Belang blontengnya KLOK dan VERIF. Menyatu jadi satu. Sorak sorai bergembira. Lomba kali ini setelah 2 tahun nggak pernah lomba lagi, hah menyenangkan ya. Beneran bisa bikin lupa beban kita. Ketawa terbahak-bahak bareng. Makan hasil lomba bareng-bareng.
Dan besok, kita udah balik lagi ke realita. Dani, Gama, Bayu pokoknya bantuin aku ngerjain email, pendingan. Andhita cepetan balik gih, nggak ada eloe nggak ada yang bantuin gue.
SELESAIKAN SEMUA.
MERDEKAAAAAAAAAA!!

Jumat, 12 Agustus 2016

Lagu yang kita nyanyikan bersama

Entah kenapa. Rasanya campur aduk.
Pekerjaan yang menumpuk karena hanya difikirkan saja tapi tak dikerjakan. Tubuh yang lelah menahan beban hidup. Pikiran yang sudah tak bisa lagi sejernih awalnya. Fisik yang mulai kalah dengan cuaca.

Minggu yang penuh tekanan. Begitulah kehidupan. Terimakasih Tuhan, aku masih diizinkan menikmati semua ini. Terimakasih atas teman-teman yang menemani. Keluarga yang mendukung.

Saat semua campur aduk. Mereka yang menemani setiap jengkal lelah yang dibagi rata.
Kita tak berhenti hingga tubuh ini menolak bergerak. Hingga pikiran ini sesak. Kemudian kita bernyanyi bersama menjadi penghiburan yang bisa kita lakukan.

Saat kita bernyanyi bersama.
Meneriakan kepenatan yang hampir, hampir kita selesaikan. Terus bergerak. Kemudian saat pekerjaan perlahan berkurang. Ya kita tetap bernyanyi bersama meneriakan kemenangan.

Saat kita saling melengkapi.

--------&----*----&----*-##-#&-*-($£/&%€×¥

Hey. Kita belum berpisah. Masih akhir tahun ini. Tapi aku sudah sedih. Hey senior. Hey teman bermain. Hey teman gila. Hey teman lembur. Hey teman bertengkar. Hey teman bercanda. Hey teman tertawa. Hey teman bicara. Hey teman mengeluh. Hey teman andalan. Hey teman petualang. Hey teman terbaik. Hey teman....
Dan... heyyy... jangan pergi.

😔😣😦😢😭