RSS

Jumat, 11 April 2025

hari paling emosional setelah beberapa tahun

Aku tidak tahu, apakah ini hanya karena hormon menjelang menstruasi atau memang pikiran dan masalah yang sudah tertumpuk lama.
Pagi ini, setelah sampai di rumah, kusapa gadis kecilku. Ku tawari ia makan pagi seperti biasa. Toddlerku yang sedang berada di fase teribble two, kadang susah makannya. Aku ambilkan nasi dan sepotong ati ayam untuk kusuapi dia. Suapan pertama kedua dan ketiga, hampir satu jam masih didalam mulutnya. 
Aku marah, benar benar marah. Kemudian ia menangis. Sama, aku pun ikut menangis. Aku mengurung diri di kamar. Tidak mempedulikan anakku lagi. Aku yang kemudian berubah menjadi anak-anak lagi. Ngambek seharian di kamar.

Sampai dengan aku menulis ini, aku masih berkaca-kaca. Aku tidak tahu, aku menangisi apa? Tidak ada hal spesifik yang menjadi alasan. Tapi rasanya airmata ini hanya ingin mengalir terus-terusan. 
Setelah sekian lama, aku tidak mengungkapkan perasaanku di dalam tulisan, tiba-tiba ku berpikir mungkin ini salah satu solusinya. Dulu ku kira setelah menikah akan banyak cerita yang akan aku bagi dengan suamiku. Ternyata dia belum bisa jadi tempat sampahku yang baik. Aku malah merasa disepelekan dan diremehkan. Kemudian hari malah mendapat cap negatif dan berujung menjadi masalah lain yang tidak selesai. Jadi kuputuskan untuk kembali menulis di blog ini. 
Aku tetaplah aku, walau sudah menikah dan memiliki anak, aku tetaplah aku. Perempuan ekstrovert yang nyatanya lebih senang menyendiri. Karena kesan ekstrovert itu hanya untuk mengelabui orang saja. Aku tetaplah anak yang masih lebih banyak mengurung diri di kamar dan menangis. 

Doaku, semoga aku masih bisa menahan diri untuk tetap sadar akan kesehatanku. Semoga insightku tetap bagus. 

Aku pecundang yang tidak baik-baik saja tapi selalu merasa paling baik-baik saja. Aku iri karena teman-temanku sudah berani konsultasi ke profesional, sedangkan aku masih berkutat dengan tulisan di blog ini. 
Banyak hal yang terlintas di pikiranku, hingga aku tidak tahu lagi kenapa aku sangat amat sedih sekarang ini. 
Memikirkan tentang hari ini, hari esok dan masa depan. Memikirkan rencana-rencana yang sepertinya semakin sulit diwujudkan. Memikirkan orang lain yang entah memikirkanku juga atau tidak. Memikirkan kemungkinan terburuk jika ditinggalkan pasangan, atau malah mati duluan. 
Ah, apa aku sedang berada di fase cemas berat saat ini?? Kenapa aku memikirkan hal hal yang belum tentu. 
Aku cuma ingin menangis sampai mataku lelah dan tertidur begitu saja. 

Karena memang aku tidak pernah diajari untuk peduli dengan orang lain. Jadi aku tidak pantas mengharapkan kepedulian orang lain bahkan suamiku sendiri. 
Hanya aku yang bisa menolong diriku sendiri. Hanya aku yang bisa mengatur suasana hatiku sendiri. 

"Apa aku bisa bertahan?" 
Pertanyaan aneh yang muncul di kepalaku.
Rasanya ingin berbagi cerita dengan pasangan. Tapi aku sudah tahu dia tidak bisa menerima keluh kesahku. Sedangkan aku bukan robot yang tidak bisa mengeluh. Kenapa setiap ucapanku selalu menjadi hal negatif dipikirannya. 
Aku seperti akan hidup sendiri seumur hidup. Tidak. Aku tidak sendiri, tapi rasanya beban ini tidak ada yang bisa dibagi, walau sekedar ucapan saja. 

Apakah ini alasan aku masih nyaman berjauhan. Tidak mau cepat-cepat hidup bersama. Aku takut, setiap hari ketika aku ingin bercerita layaknya sahabat tapi malah mendapat komentar negatif. Bukan senang hati ini malah marah dan sebal yang di dapat. 
Aku takut, ketika serumah besok semakin banyak hal kecil yang terlihat dan menjadi pemicu konflik. Semakin jelas bahwa kami berbeda. Dan mungkin memang tidak bisa bersama. Aku takut. 

Rabu, 24 Mei 2023

Lelakiku seumur hidupku

Lama tak bersua di blog ini. Akhirnya tahap kehidupan bergulir tanpa aku sadari. Ku temukan lelaki itu, jawaban dari doa-doaku.

Dear, suamiku.
Lihat, ini adalah diary online istrimu dulu, saat dia tak punya tempat sampah untuk menampung keluh kesahnya. Perhatikan, semenjak dia bertemu dengan dirimu, dia jarang menulis di blog ini lagi. 
Iya, sejak bertemu denganmu aku ungkapkan semua keluh kesah ku kepadamu. Dan, hari ini ingin aku ceritakan isi hatiku.

Saat itu, aku beranikan bertemu denganmu. Tanpa paksaan. Aku benar-benar tak menyangka bahwa kita akan cocok di awal cerita. 
Hingga kini kita telah bersama. Yang awalnya berdua sekarang sudah bertiga, bersama Cila. 

Hubungan kita berat. Karena terpisah jarak dan waktu. Tapi kurasa tidak terlalu banyak adaptasi untukmu. Kita masih seperti masa pacaran. Tapi saat ini aku punya sahabat kecil yang membuatku merasa paling dibutihkan di dunia ini. 

Sudah sekian kali aku mengatakan padamu, aku memiliki rasa cemas tinggi. Yang kadang datang dan pergi. Padahal banyak orang bilang aku orangnya sangat cuek. Tapi mungkin itu bagaimana cara kopingku untuk tidak over stress dan cemas. Mungkin kamu juga merasakannya, pah.

Aku merasa baik-baik saja dengan hubungan LDR kita. Kadang rasa menggebu ingin segera pindah, tapi kadang cemas menggelayut. 
Terkadang aku cemas, apakah kita bisa hidup bersama. Karena hubungan jarak jauh ini sudah mulai terbiasa ku lalui. Jika kita hidup bersama nanti, akan banyak hal-hal kecil semakin detail yang akan kita ketahui satu sama lain. Kesamaan di awal hubungan kita hanya bui dipermukaan. Aku benar-benar cemas, apalagi ketika papah bilang kalau kita berbeda. Rasanya sesak di dada ini. Apakah kita bisa, pah?

Aku tahu, kamu mulai banyak menahan amarah, banyak bersabar atas kelakuan istrimu ini. Ya, aku sadar aku begini, tapi secara otomatis aku akan membuatmu kesal. Maaf, aku sadar dan belum mampu berubah. 

Pah, istrimu ini orang yang terbiasa mengambil keputusan sendiri, tidak terlatih mengutarakan pendapatnya. Cengeng, dan ingin semua sudah ada di depan mata. Dua hal berbeda, aku manja tapi berusaha mandiri karena keadaan keluarga. Tapi pada dasarnya aku tetap anak terakhir dengan sifat manjanya.

Pah, terimakasih sudah menjadi suami terbaik untukku.
Terimakasih sudah menjadi papa terbaik untuk Cila.
Terimakasih sudah menjadi anak laki-laki terbaik ibuk.
Terimakasih sudah menjadi adik laki-laki terbaik untuk kakak-kakakku.
Terimakasih sudah menjadi om terbaik untuk keponakan-keponakanku.
Terimakasih sudah melengkapi keluarga uniq kami. 
Terimakasih sudah membawa kehangatan didalam keluarga kita.

Doa dari istri dan anakmu,
Tetaplah menjadi papa yang peduli kepada keluarga.
Tetaplah menjadi papa yang penuh petualangan untuk kami, membawa kami keliling dunia.
Tetaplah menjadi papa yang baik, yang memberikan hal terbaik.
Semoga Allah memberikan keberkahan untuk keluarga kecil kita, memberikan kesehatan, kelancaran rejeki, keselamatan untuk kita.
Semoga papa, bisa menjaga kami.

Selamat 31 papa.
Semoga kisah klasik ini bisa menjadi kenangan untuk anak cucu kita. ♥️


Rabu, 12 Mei 2021

lebaran sama covid *lagi

12 Mei. 
Sudah setahun dari postingan terakhirku di blog ini. Kembali lagi. Aku kena jatah jaga di bangsal covid lagi. Lebaran tanpa bonus libur lagi. 
Dan, malam ini adalah malam takbiran. Ya, besok lebaran. Tanpa hal istimewa seperti tahun lalu. Aku g semangat buat masak makanan khas lebaran, aku g semangat bersih bersih rumah seperti lebaran yang lalu sebelum ada covid. Kue-kue tidak berjajar rapi di meja. Kami memakannya seperti hari-hari biasa. 

Lebaran ke delapan tanpa bapak, dan lebaran pertama tanpa mamah (mertua). Sedih banget. Baru dua kali lebaran sama mamah, takdir Allah, karena pandemi ini beliau meninggalkan kami. Semoga surga terbaik untuk orang tua kami. Bapak dan mamah (mertua). 

Lebaran ke dua ini, fisik ibuk semakin melemah. Aku harus membantu semua kebutuhannya. Ibuk yang banyak menangis seperti bayi jika ingin ini dan itu. Buk, sehat sehat ya. Semoga pandemi ini bisa kita lewati. Ibuk harus liat cucu yang aku lahirkan. Tunggu sebentar lagi ya buk. Semoga kali ini Allah memudahkan rencana kita. 

Semoga tahun depan kita sudah bisa hidup dengan covid. Semoga tahun depan segala obat dan penanganan bisa lebih baik untuk covid. Semoga kasus covid menjadi langka. 

Sudah setahun, pandemi masih berlangsung. Sekarang dimana-mana sudah kenal covid. Bukan hanya orang kaya lagi, tapi juga masyarakat biasa. 

Mungkin ini memang takdir. Ketetapan Allah. Menghindar ke ujung dunia pun maut tetap mengikuti. Covid hanya perantara. Tapi, jika kita masih diberikan fisik sehat untuk berusaha mempertahankannya, kita ga boleh seenaknya kan? 
Stay safe. Walau tidak ada open house lagi tahun ini, semoga kita bisa open minded. Jaga keluarga kita.

Dear bapak, 
Dear mamah,
Kami merindukan bapak dan mamah.
Mah, aku belum sempat belajar masak sama mamah. Masakan kesukaan mas dan bapak. Masakan wajib mudikku. 

Mah, maaf ya mah. 
Aku belum bisa jadi mantu mamah yang baik.


Selasa, 12 Mei 2020

Hari kesekian copeed fighter

Awalnya aku mau nulis setiap hari, tapi ternyata tenaganya terkuras untuk kerja. Pertamanya happy, lama lama capek juga ya. Walaupun siklus jadwalnya pendek pendek diselingi libur. Dan semakin hari rasanya pengen banget nengok rumah. Pengen banget liat ibuk. Pengen liat kucing.

Sudah 2 Minggu aku bertugas di bangsal copeed. Sudah banyak teman yang di rolling. Dan akhir-akhir ini hasil rapid dan swab beberapa tenaga kesehatan reaktif. Teman jaga beberapa di liburkan untuk memulihkan diri. Rasa cemas kemudian muncul lagi. 

Awalnya aku mau tetap pulang kerumah sebentar. Tidur barang sehari saja di rumah. Aku merasa keadaan malah semakin tidak kondusif dengan beberapa teman yang di liburkan. Aku urungkan pulang ke rumah lebih lama. Mungkin besok cuma ngasih parcel lebaran aja buat ibuk. Trus balik ke wisma lagi.

Hari ini melow sekali karena lagi period juga. Bawaannya sedih terus. Pengen semua ini segera berakhir. Pertama kali aku memang excited, lama kelamaan lelah juga. 

Sedih. Kamu bahkan g bisa bertemu sama Dopamin kamu. Sedih. Kamu bahkan g bisa bercengkrama sama Dopamin kamu. Aku sedang rindu. Semoga wabah segera berakhir dan segera dipertemukan sama pujaan hatinya. Hehe. 

Aku juga mulai bosan dengan menu makanan wisma. Kangen masakan sederhana di rumah. Bahkan kemarin waktu dapat jatah makan di RS menunya sayur daun singkong kayak istimewa banget. Masakan sederhana letak gitu yang dikangeni. Sambel bikinan sendiri, gorengan yang masih anget, kolak yang manisnya pas dan kebersamaan dengan keluarga. 

Semua yang di ruang isolasi pasti sedih. Pasiennya sedih karena terkurung g bisa ketemu keluarga. Tenaga medisnya sedih karena g bisa pulang harus karantina di wisma. Yang bisa pulang pun membatasi kontak dengan anak-anaknya dan pasangannya.

Semoga segera berakhir ya. Semoga doa doa orang berpuasa Allah kabulkan. Dan kita semua bisa berkumpul lagi dengan keluarga. 



Rabu, 29 April 2020

The First Day !!!

Hai copeed fighter
"Copeed pergi kita rabii!!!"

Kembali ke curhatan absurd nan alay..
Jadi ternyata masa kek gini tu bikin sensitif banget lebih sensitif dari tespack dong. Jadi aku yang rencananya mau ngeblog tiap hari sampai berakhir tugas copeed, aku urungkan. Aku bakal post sesukaku. Kalau moodnya baik aku nulis kalau enggak aku tidur. 

Hari pertama..
Kumfyur.. 
Itu istilah yang serupa kayak jaga njathil Alias semrawut, bingung. Yah gimana itu hari pertama kita kerja. Baru tahap adaptasi. Baru belajar pake hazmat pertama kali. Masih ikut ikutan seniornya. Iyaaa.. aku baru pertama kali pake hazmat. Thats so amazing ribetnya. 

Lapisannya banyak. Harus rapet gila. G boleh sampai membiarkan virus bakteri ato apapun masuk. Brukut banget pokoe gess. Aku pake pertama hazmat kira kira 2-3jam karena dibagi bertahap masuknya biar g klenger. 
Paketnya udah ribet kan terus sejam pertama pake itu rasanya Uda pengen nyerah. Uda pengen keluar, buru buru lepas semuanya. Sakit 😭😭😭. Hidungnya sakit karena harus pake masker rapet banget. Dan dibagikan hidung itu kan ada kawat buat ngepasin bentuk kepesekan hidung masing masing. Terus kepalanya pusing. Secara di kepala itu nyantol masker yang kenceng banget sama faceshiel. Pake masker brukut menyebabkan oksigen berkurang lho. Sehingga asupan oksigen di otak ikut berkurang. Ditambah kalau kamu harus ngobrol sama pasien. Sekali ngomong langsung ngap ngap napasnya.

Bener-bener g kuat. Di masa kek gitu rasanya pengen nangis banget. 😭 Beneran nangis. Terus cuma bisa minta dikuatin sama Allah, banyak-banyak istighfar. Beneran kamu harus berpasrah, berserah diri sama Allah. Niatnya kudu full, g boleh setengah-setengah. Karena saat kayak gitu tiba-tiba energinya terecharge. Jadi happy dan semangat bekerja walau harus terkepung didalam kostum. 
Jadi langkahnya ringan banget dan happy.

Kayak ngasih tips and trik ya. Hahaha
Oiya hidungnya dilapisi pelindung biar g sakit. Bener-bener g tahan dibagikan hidung.

Setelah pulang jaga yg kumfyur tadi trus pulang ke wisma..

Dan.. terimakasih buat teman dan keluarga yang sudah mendukung, mendoakan. Semoga semua tenaga kesehatan diberi kesehatan dan semua pasien diberi kesembuhan. 

And.. i'm sorry to be so sensitive.. cuma butuh di perhatikan lebih karena lagi aleman to the max. 
Kalian pasangan yang salah satunya harus jadi copeed fighter, saling dukung ya. Jangan malah berkonfrontasi. Soalnya kami lagi butuh didukung bukan malah dibikin sebel. Be the best mood booster, soalnya g boleh stress biar imunya g turun. Karena makan banyak g cukup bikin sehat cuma cukup bikin badan endut. 😖 Otw endut akunya..


Selasa, 28 April 2020

Markas ke dua

Kembali lagi bersama kami dalam copeed fighter

Copeed pergi kita rabiiiiiii!!

Hari ini adalah permulaan dari menjadi seorang copeed fighter. Ada di gedung yang dulu masa orientasi adalah tempat jaga yang begitulah. Hha. Terus jadi satu sama tempat kerjanya Lala sama Ipang. Ruangan mereka comfort zone banget. Makanya ruangan mereka jadi ruangan keduaku di RSS. 

bener-bener bisa akrab sama anak TME, juga dengan res Anes. Jadi setiap anggota TME kalau diajak ngobrol temanya beda-beda. Perlakuannya juga beda-beda. 

Kalau sama Lala yang dibahas macem-macem sih soalnya Uda Cs dari jaman awal kuliah. Kalau sama Ipang bahas jodo ahahahah. Karena kita sama-sama dalam penantian. Makan bareng. Main bareng. Sama Ipang pigenik dan berburu diskon sneakers. Segitu loveya Travelling. Sampe bikin pasport bareng.

Sama Sari itu ngobrol ngalor ngidul tapi pake nada. Ya ampun bisa berisik banget aku kalau sama dia. Satu kata nyanyi satu kata nyanyi. Tapi emang aku kalau Uda suntuk atau buat nyairin suasana biasanya suka nyanyi - nyanyi g jelas gitu. Wkwkwkwk. Sampe kata senior kalau jaga sama aku meriah banget. Thats true.

Kalau sama Rika. Dulu banget jadi the one and only temen curhat soal bribikan di unit sebelah. Ahahaha. Ya Allah lucu banget dulu tuh. Kalau ngobrol sama bocah ini bawaannya ketawa muluk. Dia juga sebagai stok Drakor.

Sama mas Ghani sama Satrio cuma bulibulian thok. Sama bergosipan. Ya Allah.. mereka cowok tapi lebi ganas dari pada cewek. Parah.

Jadi tadi setelah sekian lama g mangkal di markas kedua, aku masuk dan pas yang jaga Lala. Dan bahasannya panas banget dah. Copeed. Di mana mana copeed. Ya gimana dong aku sudah resmi memasuki zona merah. Padahal sebelumnya ayem tentram di zona hijau. 

Sepagi tadi Uda dapat materi copeed. Akhirnya gabung sama senior senior uwu aku membentuk suatu geng. Wkwkwk.

Terus besok Uda harus pindah wisma demi kemaslahatan seisi rumah. Tapi aku mager puoll mau packing. Rasanya masih berat banget ninggalin kasur sendiri. Aku masih pengen tidur di rumah. Dan lagi besok jaga pagi. Tambah males banget.

Yampun beneran males packing. 

Sekarang markas ke duanya di wisma buat bobok. Dan kawah candradimuka buat kerja.

See you.. besok hari pertama jadi anak baru. UWU
semoga pandeminya segera berakhir biar cita-cita aku dan Mbak Denita terlaksana. 


Minggu, 26 April 2020

pejuang copeed

Hallo pada diriku sendiri yang cuma aku sendiri yang baca blog ini. Hahah

Ini adalah intro dari 30 hari bercerita seorang pejuang copeed.
Tinggal bersama anak anak pesantren ramadhan RSS UGM 2020.

Seminimal mungkin aku akan bahas dunia RSS. Dan mungkin sebagian besar kehidupan pesantren UGM. Bersama teman sekamar aku tentunya. Dunia ajaib dan kewarasan yang mencoba kami pertahankan ditengah wabah copeed. 

Harapan dari perjuangan ini adalah terwujudnya resolusi kami yang tertunda karena wabah ini.
Menyambut senyuman keluarga dan pasangan kami masing masing. 

Pengen bikin tagline nih

"Copeed pergi kita rabi"
By: Anak pesantren wisma UGM


I'm so excited to be part of covid fighter.
Walaupun jujur pertama tahu bakal diberi pengarahan di momen buka pertama di bulan ramadhan. Aku nangis. Beneran nangis sedih banget. Tapi saat tahu temen temennya adalah senior yang asik asik, temen ruangan yang enak enak. Aku jadi semangats. Malah cenderung g sabar banget ketemu mereka. Berjuang sama mereka. 

Awalnya berat karena ninggalin ibuk yang lagi masa pemulihan. Dan harus meninggalkan rumah biar g nyebarin virus ke ibuk yang punya komorbid banyak.

Terus pas banget momennya. Ramadhan. Dan aku rasa akan benar benar menganggap ini ramadhan terakhir. InsyaAllah semoga ibadahnya tambah maksimal. Ibadah saat bekerja maupun saat off bekerja.

Kesekian ramadhan g dirumah aku sudah biasa. 

Buat mas yg baru pertama ramadhan g ada alarmnya. Maaf ya. Kita yakinkan diri kita masing masing dulu. Semoga saat coped pergi kita jadi rabi.

Ahahaha..

Fighting!!!!!!
Jadi covid fighter harus selalu happy.. 

Senin, 24 Februari 2020

a day with ibuk

Semenjak ibuk sakit, kecuali shift malam aku tidur sama ibuk. Usia yang merenta membuat ibuk insomnia. Iya.. lansia memang susah tidur. Sudah lewat tengah malam pun ibuk masih terjaga. 

Ini cara Allah biar anak bungsunya punya lebih banyak waktu buat nemenin ibuknya cerita. 

Haaaah
Hari ini jadwal period ku. Moodswing. Selalu bertengkar sama pasangan. Jadi bikin ragu lagi dan lagi. Rasanya pengen nangis dipeluk ibuk. Kayak dulu kalau aku nangis ibu pasti meluk aku sampai tidur. 

Buk... semenjak ibuk sakit, kalau seandainya mas minta aku pindah cepet, aku g mau. Aku mau sama ibuk lebih lama. Aku mau sama ibuk terus. Memastikan ibuk baik baik saja. Ibuk g sebaik ibuk ibuk yang lain, tapi ibuk adalah yang terbaik. 

Buk... anak anakmu galak. Apa besok aku bisa berhati malaikat kayak ibuk. Ibuk g pernah marah sama aku. Aku mau apa aja ibuk pasti belikan. Aku nangis kejer dinakali mbak mbak pasti dibelain. Ibuk gendong ponakan aku yang paling g rela. Karena sayangnya ibuk g boleh buat yang lain, cuma boleh buat aku.

Buk... ibuk pengen apa?? Bilang aja.
Ibuk g pernah minta apa apa sama anaknya. Ibuk g pernah ngeluh macem macem sama anaknya. Ibuk yang kalau marah sama anaknya lama lama lupa dan tetap sayang. 

Buk... dulu aku paling rewel. Aku paling manja.  Paling harus dituruti kemauannya. Paling tantrum. Paling menangan. Paling perfectionis dari kecil. Paling g bisa ngalah. 
Dan ibuk selalu sabar sama anak gadis kecilnya.

Sampai...
Ternyata anak paling palingnya itu, Paling kecilnya beranjak dewasa. Ibuk mencemaskan anak ini. Sekarang jangan cemas lagi buk, udah ada mas. Sekarang giliran aku yang akan mikirin ibuk. Merawat ibuk. 

Kalau aku sakit
Aku pasti larinya ke ibuk minta dipeluk.
Sekarang ibuk sakit. Aku juga yang akan lari ke ibuk. Bantuin ibuk berdiri lagi. Jagain ibuk jalan pelan pelan. Menyiapkan kebutuhan ibuk. 

Seperti ibuk dulu merawat aku waktu kecil.
Aku g akan pergi buk.. g akan ninggalin ibuk. 
Pokoknya aku mau sama ibuk.



Senin, 17 Februari 2020

Tunggu aku, buk.

Hari ini.. setelah 4 hari tidak masuk kerja setelah kejadian ibuk masuk RS, aku kembali bekerja. Walaupun hari hari kerja juga bergumul di RS. Tapi rasanya beda. Bisa bertemu teman teman lagi. Sesaat menghilangkan penat.

Empat hari ini aku 24 jam nonstop tidur di RSUD. Menjaga ibuk. Pengen ambil cuti, tapi juga bosan. Berangkat bekerja lagi bener -benar bisa jadi obat penat. Bercerita dan berhaha-hihi dengan teman sejenak bisa menghilangkan kepenatan.

Hari ini shift pagiku dimulai dengan merawat ibuk. Menyuapi. Memandikan. Sampai mbak Ida datang. Shift sore, aku habiskan merawat pasien lain di RSUP. Setelah kejadian mimpi yang ada mbak Vikanya, eh tadi ternyata jaga sama mbak Vika dan mbak Atun. Alhamdulillah pasien 7, dan aman. 

Tahu rasanya seperti ini. Disaat bersamaan kamu harus merawat ibu sendiri dan merawat ibu orang lain. Kalau boleh memilih aku lebih suka merawat ibu orang lain, dengan catatan ibuku sehat walafiat. Sempat rasanya putus asa, tapi ketika aku kembali bercermin pada keluarga-keluarga pasienku yang bahkan semangat merawat keluarga mereka, membuat aku memiliki semangat juga. Mereka yang g ada basic nursing aja bisa kog apalagi aku. 

Begitu pun aku jadi tersadar, oh ini maksud Allah memilihkan jalanku. Agar aku bisa merawat ibuk. 

Walau rencana-rencana yang sudah disusun akhirnya tak sesuai harapan. Mungkin ini cara Allah untuk menjadikan aku lebih sabar lagi. 

Sekarang aku masih terjaga setelah meminum kopi karena jam seginipun ibuk belum tidur. Malah jam aktifnya ibuk berusaha melepas tali di tangannya. Sudah lima hari ibuk dirawat, sudah sepuluh tusukan jarum infus mengenai tangannya. 

Walau ibuk sudah tidak akan bisa sesehat dulu dan selincah dulu. Semoga aku, anakmu bisa merawatmu dengan baik buk. Apapun untuk ibuk. Ibuk harus nemenin aku di atas pelaminan. Dan ibuk harus bantu gendong anakku kelak. 

Jangan tinggalin aku sendiri kayak bapak ya buk. Sabar sebentar lagi. Ibuk g akan cemas lagi sama anak bungsunya. Tunggu anak lelaki terakhirmu datang lagi ke rumah buk. Tunggu.. sebentar lagi.

Sabtu, 08 Februari 2020

1 tahun rehat

Hampir satu tahun aku rehat posting di blog ini. Alasannya karena aku punya media baru untuk curhat. Dulu kalau lagi suntuk pasti nulis apa saja. Kalau lagi sedih pasti bikin puisi random. Kalau lagi seneng bikin tulisan sedikit pesan moral. 

Hai aku kembali lagi.
Akan ada lagi cerita random yang tidak sesuai ejaan EYD lagi. Sebulan sekali. 
Sebenarnya sedih juga perjalanan selama setahun lalu tidak terdokumentasikan. Padahal bisa di bilang banyak petualangan yang terlampaui. Banyak kegiatan yang terlaksana.

Awal tahun. Naik gunung andong 2 kali. Gathering bangsal 2 kali. Outbond bangsal 2 kali. Perjalanan panjang ke Banyuwangi. Perjalanan baru mengeksplore Banyumas. Tapi ternyata setahun itu banyak Banyu mili netes eluh cendol dawet. Banyuwangi Banyumas dan Banyumata (air mata) semakin deras menuruni pipi ini. Karena ternyata tahun lalu banyak harapan yang terlalu aku gantungkan pada orang lain. Aku terlalu menuntut kepastian yang tak pasti. 

Lika liku kehidupan bener-bener semakin terlihat. Usia yang menua tak bisa dipungkiri oleh keadaan kesehatan yang mulai menurun. 

Selemah ini dan serenta ini sekarang Luluk. Sudah berapa tahun sejak blog ini di buat. Sejak jaman hal paling memusingkan adalah mengerjakan skripsi. 

Pak...
Semakin sering aku juga sekarang merindukanmu pak. Aku bener-bener butuh bapak untuk menyelesaikan masalahku yang satu ini pak. Pak, kenapa aku tak bosan berandai andai.

Hah...
Baiklah..
Selamat datang di episode drama selanjutnya. 

Selamat mengenang perjalanan bersama di blog ini. 
Welcome 2020. 
Semoga resolusi terbesar segera terwujud. 

Kamis, 28 Februari 2019

Gunung Andong dadakan

03022019

Setalah skip di tahun 2018 g pernah sama sekali mengambah gunung, akhirnya awal tahun ini kesampaian juga.

Pengen naik Andong itu sudah dari 2017. Rerasan sama trainerku. Trus rerasan sama mas PHP. Tapi g kesampaian. Eh.. terus rerasan sama Mei. Melalui beberapa wacana dan jadwal jaga yang tak bersahabat sama rencana liburan.
Thanks buat embet sombret, adiknya Mei yang receh itu tapi kadang nyebeli yoan. Because of you sist, we could going to Andong hill. Uis bener durung iki mbret bahasa inggrisku. Si embet lagi liburan kuliah. Jadi main ke Jogja. Jurusannya bahasa inggris di UMJ. Anak ibu kota.

Mumpung embet main kan trus ya dah ke Andong yuk. Aku sih ayu ayuk aja. Aku masih posisi jaga sore. Tapi rada selow. Disambi chatan sam mei membahas dadakan ke Andong.

Pagi harinya ada gathering bangsal. Aku ikut yang ke 2 kalinya. Haha. Niat banget katanya. Hem.. sebenarnya. Ah engak. Aku kan emang suka dolan dolan begitu. Dan ternyata emang lebih seru gathering yang ke dua ini. Sayangnya g bisa ikut lava tour karena harus jaga sore. Emh.. setelah gathering ini terjadi perjulidan lagi. Dan hei... kamuh anak baru, kenapa trus beda gitu sih sama gue. Eh, maaf deh mas, memang senior senior kita itu terlalu kreatif. Emh.. jadi ya biasa aja. Kalau bisa akting aja kita biar tambah heboh dan menghibur. Hahah. Dunia kerja yang penuh beban seperti ini memang butuh orang yang dikorbankan sebagai penghiburan. Duh.. kasian banget deh aku. Yang penting kan aku nambah punya temen petualangan nih. Toss.

Nah. Jadi tuh.. pagi aku gathering. Main game game kecil kecilan dikasi sedikit drama. Abis itu sorenya kerja. Jaga berdua aja sama dian. Untungnya pasien sedikit dan aman banget. Jam 10 tet langsung cus baik Andong. Nekat banget emang. Kayak stamina kuda. Maaf, saya tipe terniat dolan.

Pas jaga sore, chat sama Mei sebenarnya masih antara iya apa enggak. Sampe ajak Feri dia kagak mau. Ajak anak grup dolan dolan pada g mau juga. Ya emang dadakan banget sih. Hha. Trus ya udah lah oke g jadi pergi. Sedikit kecewa tapi ya gimana lagi kan.
Eh.. mepet mepet jam pulang, akhirnya Mei bilang ada temen Miko (suaminya Mei) yang bisa ikut. Dan dia pernah ke Andong. Oke cuss.

Selesai operan jaga sore pas pasien tenang langsunh cus mandi. Dan cus ketemua sama Mei di jombor. Disana suda ada Mei, Miko dan Mbet. Terus aku sam Mei nitipin motor di terminal. Setelah itu temen Miko datang. Eh. Namanya siapa ya, kog aku lupa haha. Hem... Namanya itu Fania. Padahal ku kira teman Miko yang bakalan ikut itu cowok eh.. ternyata cewek.
Miko naik motor sendiri. Aku boncengin Mei. Fania boncengin Mbet. Dan.. for the first time.. ini adalah perjalanan malam pertama saya jadi driver gojek. Jogja - Andong. Waow. Selama ini Srumbung-Boyolali via gunung Merapi selalu jadi penumpang.  Eh.. sekarang aku uda bisa diandalkan ya. G nyangka.
Meninggalkan kota Magelang udara semakin dingin. Aku hanya memakai jaket tipis. Mei membawakan jakes tipis juga hha, jadilah aku double. Sepanjang perjalanan aku dan Mei mengkhawatirkan penanda bensin yang mulai menurun. Akhirnya kita putuskan beli Bensin di pinggir jalan sembarangan eh malah terus beli gorengan sama nasi goreng. Lapar. Sekitar tengah malam kami sampai di basecamp. Tak ku sangka ternyata ramai banget. Motor diparkiran itu beuuhhh. Banyak. Salah juga sih kalau milih waktu pas weekend gini. Pas malam mingguan juga. Setelah bersiap siap akhirnya kita memutuskan langsung naik. Kami sempat papasan sama rombongan lain, yang mau berangkat mepet sunrise.

Aku sudah lama g melakukan perjalanan menanjak, awalnya kaget. Tapi karena pelan dan santai jadi ya g begitu berat sih aku rasainnya. Ditambah sama recehnya Mbet.
Pas nanjak ada 2 jalur lama dan baru, kami memilih menggunakan jalur baru. Jalur baru lewat pinggir gunung jadi kamu bisa melihat pemandangan lampu lampu perkambungan yang amazing banget. Sukak. Kami berjalannya santaj banget. Asam laktat lututku lumayan kerasa banget tapi. Eh.. keinget banget pegelnya pas naik ranukumbolo. Waaaahhh... itu perjuangan banget ngrasain pegelnya asam laktat lututku. Sugoiii!. Di tengah perjalanan Fania g kuat dan memutuskan untuk makan dulu. Eh jalan beberapa langkah makanannya dia muntahin semuanya. Setelah itu malah jadi lega.
Di jalan kita udah mulai nyerah. Miko uda nawarin bikin tenda. Terus kita istirahat di gubuk. Nah disitu ketemu sama rombongan mas-mas. Dari situ kami jalan bareng deh sama mereka. Yang banyak ngomong sama rombongan itu Fania sih. Emh.. menurut hemat saya sih mungkin memang anak gunung itu humble gitu. Kayak trainer aku, kamu bisa nyaman banget sama dia. Kamu bisa cerita banyak sama dia. Ngalir aja gitu. Terlepas dari pekerjaannya sebagai HRD yang sudah biasa memahami curhatan karyawan ya. Hha.

Sampai atas andong. Kamu tahu apa first impression aku? Sumpek. Astaga.. tidak ada tanah lapang luas disana. Semua sudah berjubel dengan tenda warna warni. Sampai kami kesulitan cari tempat buat mendirikan tenda. Eh. Tapi karena bareng sama mas mas tadi mereka nyariin kita tempat.
Tenda kita dirikan. Ups maaf. Maksudnya yang mendirikan tenda itu adalah Miko, Mei dan Fania. Aku sih nunggu barang aja jauh jauh. Setelah semua di masukkan tenda dan ditata sedemikian rupa sehingga, kami duduk melingkar menyalakan nesting dan memanasi nasi goreng. Makan berjamaah, nikmat banget. Hha.
Kenyang terus kami menempatkan badan kami masing masing. Memejamkan mata untuk beberapa jam saja kemudian turun gunung. Eh bukannya tidur malah ngakak g jelas. Celotehan Mbet sombret apaan aku lupa. Tapi pas itu tiba tiba akubg berhenti ketawa. Jadi memang keluarga Mei ini keluarga pelawak sepertinya. Wkwkwk. Aku dan Mei juga dari kuliah bisa dibilang yang selera humornya agak mirip mirip gitu. Sama sama aneh. Hha.

Baru kali ini nih aku tidur di tenda berasa kaya kepalanya diinjak-injak saking tenda itu dempet banget. Dan tenda itu berdiri di tengah jalan. Haha. Pun begitu ya bodo amat, capek. Eh.. alarm kan bunyi tuh. Otomatis aku bangun dan posisi sleeoing bag udah dimana embuh. Kedinginan. Ternyata dipake sama Miko. Dia katanya semalam menggigil. Alarm Bunyi. Trus bangun. Keluar tenda liat orang berkerumun tapi mendung. Ya dah balik lagi tidur. Wkwkwk.
Gagal liat sunrise. Ini perjalananku kesekian yang gagal nonton sunrise. Wkwkwk. Duh ngakak juga kalauningat sih. Uda dibela-belain nginep kantor. Berangkat sebelum subuh tapi eh.. mataharinya ketutup awan. G kapok tapi.
Setelah agak siangan dikit akhirnya kita bangun semua terus bikin sarapan. Yang masak Miko. Jangan suruh aku yang masak ya. Aku g bisa beneran. Maluk. Menu sarapan kami pagi ini adalah emie goreng nyemek dan pottama. Pottama adalagbsejenis snack kering kentang produksi banjarnegara aseli handmade dari emak Mei. Enak lho. Hha.
Dengan pemandangan yang ketutup awan. Sesekali gunun merbabu terlihat di depan mata tapi langsung cepat ketutup awan lagi. Setelah puas foto foto kami akhirnya memutuskan untuk balik.

Perjalanan turunnya tambah rame. Bukan karena bareng yangblainnya sih tapi emang dasar kita semua cereweta. Mbet yang ngomong terus dengan kerecehannya. Aku? Ya apalagi aku, diem kalau capek doang selebihnya ngomong trus. Hha. Sambil beberapa kali mengambil gambar pemandangan. Perjalanan pulang kami menggunakan jalur lama. Dan terasa lebih cepat ya. Hem.. capek sih iya tapi momennya sangat menyenangkan lho.. usia segini akhirnya baru kesampaian jadi anak gunung, padahal dari bayi uda jadi anak kaki gunung merapi. Yang belum kesampaian cuma bela diri aja sih. Emh.. g apa apa kan ada kamu yang melindungiku. eaaa.

Sampai di bawah langsung pesen es kelapa muda. Seger banget. Masih crita crita soal sampah. Sanpah banget memang obrolan kita. Sampah yang bermanfaat. Sampai bawah nemu dandelion. Waaaaoooowwww.. sungguh ku bahagia sekali. Karena aku dandelion, yang tumbuh dimana saja dan bisa menyebar kemana mana. Tumbuh g milih milih tempat.
Daaahh... begitu lah

See you next adventure dear.
Aku uda g muluk muluk kog, aku cuma mau travelling dan berpetualang sama suami aku. Dah itu aja simpel kan. Hha. G sesimpel itu marimar.

Selasa, 29 Januari 2019

Mengikhlaskan.

Sejak aku berpisah dengan dia yang menjadi judul setiap sajak yang ku buat. Dan sejak aku menjadi abdi negara. Dan sejak ku tak temui teman untuk berbagi langkah.

Ku coba mengikhlaskan. Apa yang telah dia ajarkan. Yang telah sempurna menjadi candu.
Terkadang aku sakau. Merindu akan pemandangan yang mengagumkan. Merindu akan perjalanan yang melelahkan. Merasakan dopamin yang mulai meningkat ketika kau sampai puncak gunung. 

Ku ingin mengikhlaskan. Berhenti berharap menemui dia yang bisa ku ajak melangkah bersama. Berhenti berharap pada dia yang mau lelah bersama. Berhenti berharap pada dia yang rela mengorbankan waktu.

Ku ingin mengikhlaskan..
Seperti waktu ku belum mengenalnya.

Minggu, 20 Januari 2019

Orang Baru

Setiap tahun ada perpisahan. Tentu saja setiap tahun ada pertemuan dengan orang-orang baru juga.
Sudah berapa banyak ya orang-orang yang aku ceritakan. Pernah sekali ku bertekad untuk menyimpannya sendiri. Ya.. sampai kisah tentang orang-orang itu lenyap begitu saja tanpa jejak.

Kamu tahu..
Aku selalu excited ketika ada orang yang memiliki kegemaran yang sama denganku. Nonton Anime. Kalau yang lain tanya padaku "suka korea ya?". Padahal jelas-jelas yang dinyanyiin lagu Jepang. Tentu saja karena korea lebih booming sekarang dan aku tahu orang awam lebih ngeh sama yang lagi viral. Tapi tidak dengan mereka yang juga suka "suka nonton anime ya?". Kalau ada yang tanya gitu rasanya kayak akankah aku kembali kemasa itu. Hha. Jujur saja sudah tidak mengikuti anime. Aku sudah bukan orang yang gila anime sampai bisa donlod 7 judul anime dalam sehari. Itu sih jaman mahasiswa fakir quota. Jadi wifian di kampus berkedok ngerjain tugas tapi donlod anime. Hha. Bisa ngomong ala ala oake bahasa Jepang minimalis juga lumayan lah. hha. Jadi rasanya pengen balik lagi les bahasa Jepang. Terus segera liburan ke Jepang.

Membaca buku. Aku bukan orang yang gila baca buku. Aku cuma orang yang suka beli buku hha. Keturunan bapak banget ini mah. Sebagian buku-buku dirumah adalah punya bapak dan aku. Banyak komik juga sih. Yang pengen disumbangin tapi masih sayang. Yang masih berharap bisa mewujudkan perpustakan kecil di rumah.
Kalau ada orang baru yang suka baca suka bersajak aku excited sekali berbalas puisi dengannya. Berlomba menulis ala ala selagi menikmati senja. Bercerita tentang keseruan novel yang baru saja kami baca. Merekomendasikan bacaan ke orang lain.
Jadi kamu mah suka baca atau enggak sih sebenernya?

Naik gunung. Cita cita dari entah kapan. Akhirnya kesampaian. Aku sih buka tipe yang terobsesi menaklukan puncak puncak di Indonesia. Ini hanya soal kenikmatan rohani yang aku cari. Candu. Iya.. ini bukan rokok atau narkoba tapi bisa bikin candu. Efek dopamin yang ditimbulkan setelah kamu sampao puncak atau sekedar melihat sekelilinh dari ketinggian tu bener bener nyenengin. Aku tak menyangka dopaminku meningkat secara nyata dengan kegiatan ini. Sekedar tracking naik bukit atau menjelajah hutan sudah cukup bahagia. Pada dasarnya dari kecil aku suka berpetualang. Atau efek tontonan masa kecik ya. Aku tidak tahu.
Walau aku sudah menyerah pada keadaan bahwa mungkin aku sudah g akan bisa naik gunung lagi karena kesibukan dan patner, tapi aku masih berharap sedikit. Kalau-kalau kamu mau ajakin aku kan.

Orang baru..
Pasti akan selalu ada orang - orang baru disekeliling kita. Tapi, tak semua orang baru sama dengan kita kan? Atau mungkin saja sama. Hha.

Selasa, 01 Januari 2019

Resolusi 2019

Welcome 2019.

Sudah berapa tahun berlalu dan aku masih stuk seperti ini. Emh.. g stuk juga sih, karena nyatanya sudah banyak peristiwa yang aku lalui. Dan banyak yang g terduga diluar rencanaku. Dan rencana Tuhan memang paling ideal untuk kita jalani.

2016. Lulus kuliah. Nyari kerja g langsung dapet kerja. Masih serabutan keliling keliling kota jogja pepanasan. Survailens. Hikmahnya adalah aku jadi tahu beberapa sudut kota jogja yang belum pernah sama sekali aku lewati. Tapi karena manajemen yang tidak bagus akhirnya aku keluar paksa. Sempet dimarahin tapi aku sih bodo amat ya siapa juga yang mau kerja di tempat yang tak tersistem dan kadang harus melakukan pembohongan publik.

Lamar kerja jadi PTT di salah satu perusahaan negara pelayanan publik dengan kontrak cuma 3 bulan. Tidak diterima. Padahal udah mantap waktu ditanya "siap lembur?". Makanya pada kesempatan kedua di cabang perusahaan yang deket rumah akhirnya ketrima juga. Dan hampir tiap hari lembur. Padahal awal awalnya pulang ya pylang aja sesuai jam. Eh lama lama kerjaan numpuk. Lebi banyak dan banyak lagi. Ya sudahlah dari awal pas lamar kerja pertama di cabang lain sudah mantap bilang "siap lembur". Karena begitulah kami PTT dibayar memang untuk lembur. Jadi ya g protes g apa. Happy aja apalagi temen temennya support banget. Dan mereka memberikan bonus liburan setiap weekend. Hampir 7 hari sama mereka. Bahagia. Sampai 14 bulan dari 18 bulan terlalui dengan bahagia.

2017. Keluar dari perusahaan lama karena pada dasarnya kami hanyalah orang nomaden disana. Yang pada suatu hari akan dipaksa untuk mengakhiri kenyamanan. Habis kontrak. Sebelum itu terjadi, aku sudah siap siap mencari rumah baru untuk mengumpulkan pundi pundi uang. Di tempat baru ini tak lepas dari jasa posisi kerja di tempat lama. Banyak kenalan. Peserta yang berujung hubungan sosial. Bersaudara tapi tak sedarah. Akhirnya aku diterima di tempat baru sebelum kontrak kerja habis. Konsekuensinya mahal. Tapi aku tetap memilih untuk berakhir. Jetlag setelah hampir 2 tahun tak mengambah rumah sakit. Dipenhujung tahun ini pun aku diberi kesempatan untuk mengubah status kepegawaianku lagi. Seleksi lagi. Jadi ada 2 kali seleksi dalam tahun ini. Berharap sekali. Dan ternyata Tuhan mendengar semua doa doaku. Lolos. Akhirnya aku bisa merasakan menjadi calon pegawai yang sesunggunya.

2018. Kehidupan seorang calon pegawai negeri sipil dimulai. Orientasi. Bela negara. Prajab dan seabrek tugasnya terlalui dengan apik. Aku memang sudah tak leluasa bermain lagi dengan teman teman lamaku. Terkungkung di dunia rumah sakit. Pekerjaan shift memang melelahkan. Tapi aku sudah memilihnya jauh jauh hari. Sebenarnya tahun ini pun aku ingin menyudahi kehidupan singleku. Tapi sepertinya Tuhan belum percaya padaku untuk mengemban tugas sebagai istri dan ibu. Tidak apa apa. Masih ada tahun tahun berikutnya. Sudah diperbincangkan dikalangan ibu ibu komplek sih, tapi mereka bisa apa selain hanya bisa menjadikannya sebagai bahan perbincangan hot terkini. Tidak apa apa setelah mereka menemukan hal lain, mereka tidak akan membicarakanmu lagi. Hha.

2019. Ganti Sk. Ganti status. Begitu sih mauku. Untuk ibu. Untuk ibu yang selalu mencemaskanku walau tak terucap sama sekali kata kata itu. Untuk ibu yang ingin kehidupan lebih baik walau beliau tak begitu mempermasalahkan hidupnya sekarang. Tahun ini aku akan menjadi pegawai tetap. Sudah mengambil kontrak seumur pensiun mengabdi pada negara dan pemerintah. Dan begitu lah skenario Tuhan tentang rejeki yang sudah aku dapatkan. Maka tahun ini aku ingin fokus ke satu hal, yaitu menambahkan nama di form KP4-ku. Satu nama hingga 2 nama.
Semoga Tuhan sudah lebih percaya padaku untuk melangkah ke tahap berikutnya. Semoga Tuhan sudah bisa lebih percaya dan mampu menyakinkanku.

2019. Apakah akan sesuai rencanaku atau rencanaMu Tuhan? Apakah rencanaku dan rencanaMu tahun ini sama?

Resolusi 2019:
KP4-ku tak sepi lagi.

Senin, 24 Desember 2018

Daya Juang

Aku tak pernah selemah ini dalam memperjuangkan suatu hal
Tapi kenapa aku tak tahan menerima sikap acuhmu
Aku tak mampu berjuang dengan cara ini

Aku tak pernah selemah ini dalam memperjuangkan suatu hal
Tapi kenapa aku sudah ingin menyerah sebelum aku memenangkanmu
Aku tak mampu menerima hasil sia sia

Aku tak pernah selemah ini dalam berjuang
Memperjuangkanmu
Mempertahankan hubungan ini
Bersabar dengan masalahku sendiri

Apakah ini takdir?
Apakah aku tak bisa merubah nasibku terhadapmu?

Apakah aku harus tetap berjuang sekali lagi?
Sampai kesiasiaan ini lebih jelas?

Selasa, 06 November 2018

Bertemu kemudian berpisah dengan Gama untuk bertemu lagi suatu ketika

Aku sudah mengisahkan perpisahan dengan Dhani dan Bayu diakhir tahun 2016. Aku sudah mengisahkan perpisahanku sendiri di pertengahan tahun 2017. Dan sekarang aku akan mengisahkan perpisahan dengan Gama di penghujung tahun 2018.

Kami dipertemukan bulan Maret 2016 di sebuah Kantor pelayanan publik. Dhani bisa dibilang senior karena dia sudah bekerja 3 bulan lebih awal. Gama baru beberapa hari sampai setelah dia menjalani masa orientasi bagi calon pegawai. Aku dan Bayu baru hari pertama, baru saja mengikuti wawancara dengan kepala SDM. Kerja dadakan. Iya.. begitulah. Di awal bekerja akhirnya kami dipersatukan di satu lantai, di loket customer service. Melayani peserta dari Badan Usaha. Setiap hari kami bertemu dengan para HRD dan SDM dari perusahaan, CV, PT, pabrik besar hingga UKM. Awalnya lebih rumit. Kami harus melayani perubahan data PNS, Individu, BU. Cetak kartu semua.  Pendaftaran baru BU dan PNS. Sampai akhirnya kami hanya berfokus pada Badan Usaha saja. Dan terkadang masih beberapa PNS yang sudah terlanjur akrab.

Keakraban yang kami berempat bangun pada peserta ada beberapa yang berlanjut ke hubungan sosial. Berteman, bermain dan masih saling berkabar hingga saat ini. Rasa rindu bukan hanya mengingat kebersamaan kami tapi juga dengan peserta. Kami terlalu asyik memperlakukan peserta seperti sahabay kami sendiri. Begitulah sahabat BU terbangun dengan sempurna. Aku tidak pernah bisa melakukan pelayanan prima karena pada akhirnya malah saling bully dengan peserta. Tapi itu adalah momen yang paling aku rindukan. Saling menertawakan.

Hei Gam. Sudah berapa hari ya ini tanpa nama kamu terpampang di grup cecurut kita. Rasanya aneh bagiku yang sudah tidak aktif bekerja tapi masih asyik dengan percakapan kalian, dan selalu keributan yang kau timbulkan di setiap chat. Trus kalau aku lewat Jombor rasanya tiba tiba aneh aja gitu, kayak ada yang kurang. Tidak bisa tiba-tiba papasan sama kami di bawah jembatan layang. Ah.. padahal kita sudah tak sekantor setahun lebih. Tak pernah chat intensif. Bahkan sudah hampir saling melupakan. Mungkin begitu juga yang dirasa sama anak-anak yang sudah terlanjur sayang sama kamu.

Eh.. tau g sih. Pas pagi hari aku denger kabar kamu bakal pindah, aku sedih banget. Sebenarnya aku sudah tahu hari itu akan tiba juga. Tapi tidak menyangka dadakan banget. Baru aku bilang kudoakan bulan depan. Eh kog beneran sih. Sepagi itu aku bangun tidur terus dleweran air mata. Sedih banget Gam. Beneran, kalau dulu pas aku pergi aku dleweran nangis pas mau ngucap kata perpisahan sekarang aku dleweran cuma dengan nulis blog ini. Padahal kalau ketemu kamu langsung aku biasa aja malah.

Ya ampun Gam.. bahagialah sama Aan. Berikan kami ponakan yang banyak dan lucu-lucu. Doakan aku bisa pergi ke Balikpapan sesegera mungkin.

Aku sedih.
Tak bisa tiba-tiba ngumpul sama kamu dan Dhani lagi. Ibarat rantai kamu adalah kait diantara kita. Yang artinya g ada kamu berarti kita g akan seleluasa berkumpul seperti dulu.

Gamayana.
Semoga bahagia, punya squad yang sayang kamu disana. Membuat squad baru sekenthel kami disini ya. Yang bisa diajak hura-hura, lembur semalaman, main kemana-mana dadakan dan selalu ngajakin sholat berjamaah.
Inget g sih, kita ketawa pas mau sholat gegara Jojo bilang "mau yang biasa apa kilat" trus kita kompak jawab kilat. Eh pas dieksekusi Jojo baca alfatihahnya cepet banget bukannya khusuk malah ngakak kita.
Inget g sih pas puasa-puasa kita masih suka lembur sampai g sempet tarawih. Kita jamaah sama mas Ricky sama Dhani pake kultum yang diisi sama Mas Ricky.
Dan teriakan teriakan lantang kita saat penat lembur.

Semoga kamu mendapatkan teman terbaik disana. Selain Aan ya. Kan Aan terbaik dari yang terbaik jadi teman hidup kamu.

Iya Jo iya. Aku sabar kog. Beneran.

Tapi ternyata ini beneran perpisahan yang sebenarnya. Walau Ikha bilang "main lagi ke kantor lho ya", rasanya sudah beda aja. Hha.

Semoga kita masih bisa saling mendoakan ya Gam.

Sekuel Rendra

Aku belajar bahwa mengenal jajaran gunung sama halnya mengenal dia

Aku belajar bahwa pergi ke tempat tinggi membuat status sosial kita setara tak hanya pameran dari status media sosial kita

Aku belajar bahwa berpetualang denganmu sama halnya kembali menyadari bercerita adalah hal paling menyenangkan di dunia

Aku belajar bahwa gunung mengajarkan kita untuk saling berinteraksi bukan mengacuhkan orang yang ada

Salam anti media sosial sosial club
Mari bertemu dan banyak bercerita

Senin, 10 September 2018

Sobat Galaukuh

Woh.. paan sih ya. Ngapain galau galau segala. Hha. Ah namanya juga anak muda suka membicarakan perasaan yang tak pernah tahu dimana ujungnya.

Jadi..
Kali ini saya akan menyanyikan lagu abdullah..
Teeeeeeeetttttt
Kali ini akan terungkap siapa saja sobat galau ku. Sudah delapan tahun berlalu dan sudah tiga tempat saya lalui sebagai lingkungan bergaul saya.

Pertama. Almaidah Swan. Mantan anggota BFF ini tetap menjadi BFF saya delapan tahun ini. Dari awal kuliah sampai sekarang. 2010. Miris juga sih kalau liat sudah berapa tahun galau kronis kita kagak sembuh sembuh. Ebuset dah. Sampai dia tahu sapa saja yang bikin gue galau. Dan saya tahu pasal apa yang bikin dia galau. Jujur aja nih dia adalah orang yang menurut saya tahu semua kegalauan saya. Dari A sampai AA. Sebenernya kadang suka saling kesel gitu tapi g pernah saling bilang juga. Jadi sok sok bersikap biasa ntaran juga cair lagi. Trus suka banget spam chat. Tiao hari.. hampir tiap hari. Begini kali ya seharusnya sahabatan berjalan damai. Hha. Love love.

Kedua. Duh di tempat kerja lama aku g sempet galau tahu.. eh boong. Aku tetep ceritanya sama Almaidah Swan. Teman kerja disini sih tugasnya jadi distraktor galau. Temen lembur. Temen nginep kantor. Dan teman bersenang senang. Sampai kayaknya tu g ada waktu buat galau gitu. Ya sebenernya ada sih tapi bersyukur yang keinget cuma pas seneng senengnya aja. 
Gimana dulu lembur trus main. Gimana dulu setelah fullday 5 hari kerja trus main. Gimana dulu semangat nginep kantor cuma buat nyari sunrise yang ketutup mendung. Astagah... ku tahu persis apa yang membuat aku g bisa move on dari kalian. Kebahagiaan yang aku habiskan sama kalian. G ada yang bisa menggantikannya. Sedih.

Ketiga. Denitan. Ini nih. Setiap ngeshift sama sesembambak yang ini bahasannua jodo muluk. Umur kita terpaut bbrapa bulan aja. Tapi suka ledek ledekan umur. Wkwk. Dulu waktu satu bangsal tiap jaga malam sama Denitan ini pasti ngobrol sampai malam abis itu bangun bangun kesiangan. Wkwkwk. Kalau g jaga malam, jaga pagi siang kemana mana yang dibahas kapan nikah. Gmn caranya move on. Berusaha gimana lagi. Berdoa yang kek mana. Kajian aja kali ya kita biar disayang sama Allah trus didekatkan jodohnya.
Hha. Denitan. Belum move on dari mantannya. Sekarang statusnya temenan rasa pacaran. Menurutku sih kak, coba deh tanya sama Allah lagi. Beneran g sih di mas Joko ini jodoh sejatimu. Kalau ku terawang kayaknya kamu sama mas Joko ini deh.  Denitan langsung sewot "namanya bukan Joko.....!"
Hha.

Aku..
G tahu usaha seperti apa yang cocok untuk didekatkan sama kamu. Tapi aku tetap berdoa kog biar kamu segera melamarku. 😂😂😂 dan aku g cape cape ngode tiap hari tapi kamunya pura pura tak tahu.

Sabtu, 08 September 2018

Hujan tahun ini September (lagi)

Sudah 2 tahun ini hujan dimulai di bulan September. Mungkin aku bakal bisa nemuin rumus musim seperti jaman SD dulu.

Baiklah..
Mari kita bercerita. Ada sad day ya di bulan ini. Yampun itu jaman alay banget, jaman masih polos dan g kenal kluyuran. Tapi mungkin memang terlalu traumatis makanya sampai 10tahun berlalu aku masih ingat aja. Dan ternyata.. hari ini jadi double sad day. Ah.. orang yang sama lagi. Dia lagi. Sudahlah. Hha. I try to laugh, 😅😅 padahal mah lagi pen nangis. Pas banget lagi mau period. Kayak luka di kasih garem, periiiiiihhhhhh.

Hujan tahun ini aku rasakan kemarin. 7 September 2018. Tahun ini mungkin aku butuh distraktor lebih banyak lagi. Bahkan tugas latsar yang mendekati deadline g bisa mengalihkan pikiranku. Aku masih mager. Masih malas ngerjain tugasnya. Udah kayak pasrah aja gitu. Terus malah sibuk dengan hal lain yang sebenarnya bukan prioritas saat ini.

Lalalalala....
Sampai ku sadari ternyata ku lupa bersyukur. Astaghfirullah..
Aku lupa melihat ke bawah.
Aku terlalu sibuk menengadah. Melihat kemegahan apa apa yang ada di atasku.
Walaupun kita mungkin sedih,
Ternyata Allah sedang mencoba menyapa.
Menyapa melalui kesedihan itu,  kesusahan itu,
Hei.. kemana saja selama ini hingga kau lupa siapa penciptamu.
Kenapa kau harus merasa kecil, bahkan kau belum menyelesaikan setengah perjalanan pertamamu.
Sedikit lagi..
Sedikit lagi dan kamu akan berhasil ke titik selanjutnya.

Setiap individu memiliki titik titik hidup masing masing
Yang bahkan dirinya sendiri tidak tahu persis dengan semua titik yang ada
Dia cuma bisa merencanakan semua nama-nama titik itu
Tapi yang akan mengacaknya adalah Allah
Dan Allah sudah mengacaknya dengan adil sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.

Apa yang kau sukai dari Hujan?
Hujan adalah benang-benang air penghubung langit dan bumi
Hujan adalah benang-benang air penghubung doaku ke langit

Hujan..
Aku akan berdoa di dalam lebat hujan
Diiringi nyanyian hujan
Disuguhi semerbak bau tanah
Agar aku bisa melangkah ke titik selanjutnya
Dimana di titik itu ada kamu

Hujan tahun depan semoga sad day bulan septemberku hilang
Dan berganti happy day

Hi kamu, jangan lama lama
Ku mohon

Rabu, 22 Agustus 2018

Beauty blogger

Jadi setelah aku amati kayaknya jadi fashion blogger or beauty blogger gitu readernya banyak. Terutama sesembakmbak yang pengen tampil ketjeh gitu. Trus owe mikir apa bikin begituan. Eh. Tunggu dulu lah. Pertama fashion gue g update. Kedua beauty kamu tipis tipis aja cuy.

Tapi sebenernya kalau jadi fashion blogger gitu kayaknya lebih mudah. Eh apa iya ya. Alibi aja kan kita pake style made in sendiri. Not really update soal fashion sih aku tuh. Dan lebih suka ke gaya harajuku gitu. Suka aja, praktenya malah berasa buibu desa yang kalau pake baju banyakan g nyambungnya. Hha.

And then, coz of muka gue yang ancur abiz setelah cut off sama klinik estetika.  Dan baru berjuang ke dokter Sp.KK. Yang mana proses pemulusan Sp.KK tak sekilat klinik estetika. Sudah hampir 3 bulan nich. Otw aku g tau harus gimana lagi judulnya.

Ya sebenernya cuma mau sharing sharing aja begitu sama pengalaman muka ini. Ku rindu muka spotlessku seperti setelah terkena campak. Tapi tak serupa seperti saat kau campak.an.

Ya gue pernah kan tuh kena campak. Ruam ruam merah sekujur tubuh. Ngerik banget bayanginnya. Kog bisa gue bertahan. Padahal sekarang kalau rawat pasien kulit kadang mrinding dikit. Nah kan, setelah terkena campak yang efeknya ruam ruam itu membuat wajah gue mulus. Karena saat ruam itu muncul otomatis produksi jerawat berhenti jadilah wajahku nodulless.

Nah..
Terakhir ini gue pake krim pagi berupa papulex oil free resepan Sp.KK. Dari review yang gue baca krim ini bikin kusem. Ehlah.. entah sugesti atau apapun itu, sekali pakai emang langsung bikin rada kusem kan. Tapi aku tetap harus bertahan karena di review yang lain bisa bikin wajah cling dan spotless. Tentu saja ini tidak instan.
Terus dapat obat jerawat. Secara aku sebenarnya masih susah handclear dari mukak. Jadi ya kadang masih suka treatment sendiri mukanya. Ups. Kadang melanggar komitmen sama tangan sendiri. Tapi g kog kalau sama kamu mas. Aku dapat salep tutul. Mediklin. Nah kan aku juga baca tuh reviewnya ada yang malah mukanya merah dan ngelupas gitu kulitnya. Tapi aku pake 1 2 kali jerawat kecil kecil langsung kering dong, kecuali papul di jidat gue yang makin merah dan g mau kempes-kempes. Kayaknya harus nunggu dia matang terlebih dahulu.

Nah trus dapat krim malam yaitu rivaderm dan niacef. Ini obat jerawat semua. Kalau reviewnya g terlalu aneh aneh. Ya hampir sama lah problem kulit.

Gue tahu penyakit kulit itu terlalu mirip mirip karakteristiknya jadi ya.. sudahlah sabar. Pasti bakal ketemu jalan wajah spotless dan cling.

Ini masih bukan beauty or fashion blogger ya. Hha.
Sebenarnya ku cuma mau nulis tapi bingung mau nulis apa. Soalnya uda komitmen sama diri sendiri nulis tentang kamunya kalau kita uda beneran bersanding dipelaminan. Biar kagak malu malu amat kalau g jadi. Hha.